Phonsel Ningrum berdering. Sebuah nomor yang telah lama sekali tak pernah menghubunginya tiba-tiba saja masuk.
Nomor seorang mantan semasa Ia masih berkuliah pada masa itu.
"Andy? Hemmm.. Gak biasanya.. Hallo, Ndy.. Ada apa kabar ?" tanya Ningrum dengan senyum terkembang.
"Gak ada, cuma ingin tau kabar kamu saja?" jawab Andy dari seberang telefon.
"Kirain mau kirim uang, ternyata nanya kabar. Kabarnya aku dah janda, Ndy" jawab Ningrum santai.
"Makanya Nikah ma Aku, kamu saja yang gak mau, kalau kamu nikah ma aku gak bakal jadi janda" jawab Andy berkelakar.
Ningrum mendenguskan nafasnya "Kamu jauh banget, entah di negeri mana" jawab Ningrum lirih.
"Aku transfer uang, tapi kamu yang datang, ya.. Aku sekarang di kalimantan, kalau mau temui kamu gak bisa, tapi kalau Kamu yang temui, ntar Aku jemput dibandara" jawab Andy serius.
"Ngaco kamu, kamu kira Kalimantan itu dekat apa" jawab Ningrum lagi.
"Tapi Aku serius, Ningrum.. Aku saat ini dipertambangan batu bara" jawab Andy dengan lirih.
"Gak bisa, lho Ndy.. Aku juga banyak kerjaan disini.. Lagian orangtuaku juga mana ngijini.. Kamu saja yang kemari.." jawab Ningrum.
Andy menghela nafasnya "Aku masih memcintaimu, sama seperti dulu" Ucap Andy dengan suara lirih..
"Makasih.."
"Nomor rekeningmu masih samakah?" tanya Andy dengan serius.
"Iya.. Ngapa emangnya.. Kamu mau kasisi aku duit?" ucap Ningrum berkelakar.
"Iya, Bawel.. Buat jajan" jawab Andy
Tak berselang lama, sebuah notif M-Banking masuk ke phonselnya dengan pemberitahuan sebuah dana masuk 10 juta ke rekeningnya.
Ningrum lalu menelfon Andy "Ndy.. Itu beneran?" cecar Ningrum dengan penasaran.
"Iya.. Napa emangnya? Jangan boros-boros,Ya Bawel" ucap Andy dengan cepat "Ya sudah.. Aku mau balik kerja dulu, Bye.." ucap Andy mengakhiri panggilan telefonnya, bahkan sebelum Ningrum sempat mengucapkan terimakasih padanya.
Ningrum mengirimkan pesan teks "Makasih Bawel, murah rezekimu, Ya.." lalu mengirimkannya kepada aang mantan pacar.
Andy adalah sosok penyayang, mereka berpacaran sejak masa kuliah dibidang Bussnis dan management. Namun setelah wisuda terpisah tanpa kabar. Sebab Andy kembali ke Kotanya, dan putus contac komunikasi.
Bertahun lamanya, Ningrum bertemu jodoh dengan Riffky dan menikah. Setelah 4 tahun pernikahannya, Ningrum dan Riffky belum juga dikarunia anak hingga sekarang, dan hal itu membuat mereka sering cekcok.
Lalu saat ada acara reuni di kampus, tanpa sengaja Andy datang ke acara reunian dan ingon mencari kabar tentang Ningrum.
Lalu mereka dipertemukan kembali dan saling bertukar nomor phonsel. Namun Andy sedikit kecewa dengan pertemuan itu, sebab Ningrum telah memiliki suami, namun mereka tetap berkomunikasi secara online dan saling bertanya kabar.
Panggilan kata "Bawel' yang mereka sematkan sejak saat berpacaran masih melekat hingga kini, dan itu terkadang membuat mereka seperti terkenang pada masa indah mereka.
Bukan hanya kali ini Andy mengiriminya uang dengan jumlah yang tak sedikit. Saat masih menikah dengan Riffky Ia juga terkadang sering mengirimkan uang jika Ningrum sedang mengeluh.
Ia tak tahu hubungan apa yang sedang mereka jalin. Andy tidak pernah menuntut atau mengungkit apapun tentang uang yang dikirimnya. Setiap kali sehabis mengirimkan uang kepadanya, Ia akan menghilang dalam waktu yang cukup lama, lalu tiba-tiba datang menghubungi dan hanya mengobrol sebentar lalu mengirimkan uang, dan menghilang lagi.
Terkadang ada rasa bersalah dihati Ningrum. Pernah saat Ia bertengkar hebat dengan Riffky dan berniat kabur untuk menemui Andy, namun niatnya tertahan karena Ia masih berstatus istri orang dan Ia tidak ingin menanggung dosa itu.
Lalu mereka hanya curhat lewat phonsel, dan Andy akan menghiburnya, lalu menghilang setelah melihat senyum diwajah Ningrum.
Ya.. Itulah gambaran sosok Andy yang sesungguhnya, selalu memberi tak harap kembali menuntut semua apa pemberiannya.
Jika dari segi fisik, tentu Andy tak kalah rupawan dari Bima. Wahah tirus dengan hidung mancung dan wajah rupawan, tajir dan memiliki saham diperusahaan batu bara, namun begitu sopan dan baik sekali.
Tetapi Ningrum tidak mengetahui tentang kehidupannua yang sekarang, apakah Ia sudah menikah atau belum, sebab Ia akan menghilang dalam waktu lama setelah mentransfer uang untuknya. Andy juga masih sosok misteri bagi Ningrum.
Setelah mengirimkan pesan teks tersebut. Tampak dua centang dan sudah terbaca, namun tanpa balasan. Ya itulah sifatnya yang sangat sulit ditebak.
Lalu Ningrum melanjutkan pekerjaannya. Kali ini Ia sedang menysun bukket dan parcel untuk acara hantaran belanja sebuah keluarga ternama. Ia masih sibuk dengan gunting, kertas, selotip dan bahan lainnya.
Meskipun Ia memilki harta melimpah, bukanlah sifatnya pemalas dan berpangku tangan saja. Ia akan tetap berusaha dan menerima orderan apa saja dari orang yang menyewa jasanya.
Tak berselang lama, sebuah pesan teks masuk. Ningrum meraih pbonselnya, tampak pesan dari Bima "Hai, Cantik.. lagi apa Nih? Jangan lupa makan siang, ya.. Mas kerja dulu ya, biar bisa lamar kamu" isi pesan teks tersebut.
Lalu Ningrum mencoba membalasnya "Hemmm.." meskipun Ia sedikit malas, namun entah mengapa hatinya tak dapat menolak untuk membalas pesan tersebut, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Terdengar suara ketukan dipintu ruang kerjanya.
"Masuk.." ucapnya sembari menghias bukket uang hantaran.
Tampak kepala Andini menyembul dari balik pintu, lagi-lagi dengan jajanan camilan ditangannya.
Kali ini Ia membawa bakso bakar saos pedas. Lalu menghampiri sahabatnya "Mau Mbak?" ucapnya sembari meletakkan bakso bakar diatas meja.
Tanpa memberikan jawaban, Ningrum mencomot bakso bakar dan juga terdapat sosis disana.
"Berteman dengan kamu, lama-lama dah seperti anak kecil saja, jajananannya pasti bocah" ucap Ningrum sembari mengunyah jajanan camilan sahabatnya.
"Nikmati saja, Mbak.. Jajanan bocah tapi jiwa mah tetap dewasa" balas Andini dengan santainya.
Ningrum memanyunkan bibirnya lalu menghabiskan dua tussuk bakso bakar tersebut.
Phonselnya kembali berdering. Tampak pesan masuk dari Bima, lalu Ningrum membukanya.
"Sudah makan siang, Cantik.. Jangan lupa makan ya" pesan itu kembali berulang, dan Ningrum diam saja.
"Dari siapa, Mbak? " tanya Andini, Kepo.
"Mau tau aja, apa mau tau banget" ucap Ningrum menggoda sahabatnya.
"Mau tau gak pake banget" balas Andini.
"Bima" jawab Ningrum cepat.
Andini mengerutkan keningnya "Lha.. Koq bisa? Apa kalian sudah sering chat-an? Jangan katakan kalau Mbak sudah jadian ma si Bima" cecar Andini dengan penasaran.
Ningrum mengjela nafasnya. Andai saja Andini tau jika Ia bukan hanya chat-an bersama pria sialan itu, bahkan sudah melakukan hubungan terlarang tanpa Ia sadari dalam satu malam saja, tentu sahabatnya itu akan memakinya.
Namun Ningrum tetap menutup rahasia itu meskipun Andini adalah sahabat karibnya, sebab itu adalah aib terbesar dirinya dan Ia hatus menutupnya dari siapapun.
"Ya enggaklah, Ndin.. Mana mungkin Mbak mau sama dia.. Ngaco kamu" jawab Ningrum berbohong, sebab saat ini hatinya berdegub kencang saat membaca pesan teks Bima akan melamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
enak tahu makan jajanan Bocah 🤭🤭
2023-06-19
0
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
jajanan bocah tu nikmaaat, murah lagi 😂😂
2023-06-12
2