Ningrum meletakkan koper berisi alat make up nya. Ia merasakn tubuhnya sangat lelah dan ingin beristirahat dengan segera. Lalu Ia menyempatkan diri untuk membersihkan tubuhnya dan beranjak ke kamar mandi.
Ningrum memandangi tanda merah yang di tinggalkan pria itu hampir disekujur tubuhnya.
"Dasar Breeengsek..!!" maki Ningrum, lalu menggosok tubuhnya dengan busa sabun dan mempercepatnya.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Ia segera menyalin pakaian tidurnya dan segera ingin tidur.
Ia melihat phonselnya untuk melihat pukul berapa saat ini. Namun Ia melihat beberapa pesan di aplikasi WA-nya.
Waktu menunjukkan pukul 12 malam, dan pesan itu baru saja dikirimkan.
"Hai, Cantik.. Belum tidurkah? Apakah Kau memikirkanku? Emmmuaach.."
Ningrum melempar phonselnya diatas ranjang, mencoba membiarkan tanpa membalasnya. Ia menarik selimutnya dan menutup seluruh tubuhnya agar tak lagi mengingat peristiwa menjijikkan malam itu.
"Apa yang terjadi padaku? Mengapa Aku begitu memikirkannya? Sungguh ini sangat membingungkan" Ia berguman lirih.
Lalu Ningrum meraih phonselnya, dan membuka akun pribadinya, berselancar di dunia maya untuk menghilangkan kegelisahannya, berharap matanya mengantuk setelah bermain phonsel.
Postingan akun pribadi Riffky mantan suaminya lewat dari berandanya. Tampak mantan suaminya itu sangat berbahagia dengan kehidupan barunya bersama janda beranak tiga yang telah mampu memporak porandakan kehidupan rumah tangganya.
Ningrum mendenguskan nafasnya. Ia tak ingi menatap terlalu lama, karena hanya akan membangkitkan luka lamanya.
Ningrum kembali menggulir setiap postingan yang berseliweran diberandanya. Lalu sebuaa akun bernama Bima Anggara yang menggunakan foto profil pria sialan itu lewat diberandanya, sebab Ia menggunakan akun publik, sehingga dapat dilihat oleh siapapun yang tidak berteman dengannya.
Ningrum merasa penasaran. Ia mencoba membuka laman pribadi milik pria bernama Bima Anggara tersebut.
Lalu melihat foto-foto yang Ia unggah. Tampak pria itu bekerja disebuah perusahaan besar dan ternama. Beberapa foto saat mereka berada meeting room bersama orang besar dan berkedudukan tinggi membuat Ningrum sedikit luluh hatinya.
"Tampaknya Ia pekerja keras" guman Ningrum saat melihat Foto Bima berada disebuah lokasi kerja yang berada diketinggian dan itu sangat mengagumkan.
Perlahan image buruk tentang seorang Bima Anggara memudar dengan adanya foto-foto tersebut.
Ningrum mengulas senyum tipis, entah apa yang difikirkannya saat ini.
Ningrum memandangi foto Bima saat berada disebuah alat berat yang terdapat disebuah lokasi kerja berbahaya.
Bahkan tak jarang Bima mengabadikannya dalam unggahan siaran langsung dan juga vedeo yang membuat Ningrum sedikit mengikis prasangka buruknya pada pria itu.
Ningrum kemudian menutup aplikasi akun medianya, dan mencoba untuk tertidur.
Sementara itu, Bima berada didalam rumah kosnya, dan kembali mengeluarkan benda pipih logam kuningan berbentuk semar. Ia memandang benda itu, dan tersenyum licik.
Yang penasaran dengan benda yang Author ceritakan itu bentuknya seperti ini ya..
Setelah puas memansang benda itu, Bima kembali memasukkannya kedalam sakunya.
Lalu Ia kembali tertidur didalam kamar kosnya yang sempit dan juga sumpek.
*******
Ningrum menggeliatkan tubuhnya. Ia bergegas beranjak dari ranjangnya untuk segera ke salon.
Setelah membersihkan tubuhnya Ia mengganti pakaiannya dengan tampil modis.
Ningrum adalah salah satu wanita yang memyukai staylist dan menjaga penampilannya agar selalu terlihat fresh.
Ia bergegas meraih kunci mobilnya dan menuju ke garasi mobil. Ningrum mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari mencari sarapan.
Ia menemukan penjual nasi uduk dan singgah untuk membelinya sebanyak 5 porsi sekaligus untuk 4 orang karyawatinya.
Sesaat Ia melirik phonselnya dan ternyata Bima sudah mengiriminya pesan "Hai, Cantik.. sudah bangunkah? Jangan lupa sarapan ya, Cantik"
Seringnya mendapatkan perhatian dari seorang yang sama, membuat Ningrum perlahan merasa begitu sangat special dan tersanjung.
Apalagi saat ini Ia merasa kesepian akan perhatian dari seseorang.
Ningrum tersenyum membaca pesan tersebut, meskipun belum mau membalasnya.
Lalu pesanannya selesai dan penjual itu memberikannya kepada Ningrum.
Ningrum membayarnya dan segera menuju ke salonnya.
Sesampainya disalon, tampak karyawannya sudah membersihkan dan mempersiapkan segala alat-alat kecantikan yang akan digunakan.
Ningrum membagikan4 porsi nasi uduk itu kepada ke empat karyawannya dan Ia beranjak menapaki lantai dua ruang kerjanya sembari menenteng satu kantong kresek berisi satu porsi nasi uduk.
Sesampainya diruang kerjanya, Ia mendapat kembali satu pesan "Jangan terlalu capek kerja ya, Cantik, jaga kesehatan" tulis pesan Bima yang menunjukkan begitu perhatiannya Ia pada Ningrum.
"Ya.." balas Ningrum singkat. Namun Ia tak menyadari jika tanpa Ia sadari jika dirinya menyambut perhatian dari Bima.
Sementara itu, Bima yang mendapat balasan dari Ningrum tersenyum seringai sembari menyeruput kopi panasnya disebuah kantin perusahaan tempatnya bekerja.
Bima merasa jika Ningrum sudah mulai masuk perangkapnya, dan Ia hanya tinggal menyusun skenarionya bagaimana agar Ningrum mau Ia nikahi dan mendapatkan wanita itu seutuhnya.
Bima merasa bangga jika saja dapat mendapatkan Ningrum, janda muda tanpa anak dan tentunya tajir.
Ningrum disinyalir memiliki beberapa aset berharga.
Dari mulai rumah mewah, rumah kontrakan 10 pintu, 2 buah mobil dumtruck yang kini dijalankan oleh kakak kandung Ningrum, lalu Ia juga mendengar jika Ningrum memiliki 20 hektar kebun sawit yang kini dikelola oleh ayahnya.
Ningrum tinggal dikota karena rumah mewah dan salonnya berada di kota, serta Ia sudah terbiasa tinggal dikota dan usahanya juga berjalan lancar di kota.
Membayangkan pundi-pundi harta kekayaan Ningrum, membuat Bima tak sabar untuk segera menikahi Ningrum.
Pria itu menghi- sap rokoknya dengan dalam. Ia menunggu waktu sebulan lagi, dan Ia akan kembali ke kota kecil untuk menaklukan wanita bernama Ningrum.
Dan Bima ingin kepulangannya kali ini untuk sekaligus melamar dan menikahi wanita itu.
Apapun akan Ia lakukan untuk mendapatkan wanita tersebut. Sebab selain cantik, Ningrum juga banyak menggunakan perhiasan hampir disekujur tubuhnya dengan emas dan juga berlian.
Bima kembali menyeruput kopi panasnya, dan mengirimkan pesan sebelum beranjak dari meja kantin "Abang, kerja dulu, Cantik" tulis pesan yeks tersebut kepada Ningrum.
Ningrum membuka pesan tersebut, lalu membacanya.
"Ya.." balas Ningrum singkat, namun membuat Bima tersenyum dengan seringainya. Lalu Ia beranjak dari kantin "Mbak.. Masuk nota BON, ya.." ucap Bima lalu berlalu pergi.
"Ya.. Jangan lupa bayar, dah numpuk Nih, hutang" jawab pemilik kantin dengan nada kesal.
Lalu Bima berjalan meninggalkan warung dan menuju lokasinya bekerja.
Sementara itu, Ningrum tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Bima Anggara. Sepertinya Ia mulai masuk perangkap sang pria yang mulai menebarkan jala pesonanya.
"Ningrum.. Tidak ada ada wanita yang tidak dapat aku taklukkan, dan lihat saja nanti seperti apa Kau akan betekuk lutut padaku" guman Bima dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya.
Sedangkan Ningrum saat ini merasa begitu sangat tersanjung atas segala perhatian yang yerus menerus diberikan oleh Bima, sepertinya hatinya kini mulai berbunga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Alma KC
Bacanya perlahan😅,
2023-07-21
0
V3
kerja jd Kontraktor tp hutangnya menggunung di warung ,, dasar gila
2023-06-19
0
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
halah.. modal tampang doang, ga taunya kasbon menggunung 🙈🙈
2023-06-11
3