rKetiganya memilih mengambil meja disudut Resto yang mengahdap sebuah taman.
"Ada yang ulang tahun ya?" tanya Yamink, sembari menarik kursinya.
"Makan-makan masa iya nunggu ulang tahun" jawab Ningrum, lalu mengambil sebuah album berisi daftar menu dan membolak-baliknya.
"Ada bebek goreng cabe ijo. Mau cobain gak?" tanya Ningrum kepada keduanya.
"Bolehlah, Mbak.. Asal jangan biawak cabe Ijo saja" jawab Yamink .
"Kalau biawak itu mah, Kang Yamink " Andini menimpali.
Seketika Yamink menendang kaki Andini dari bawah kaki meja.
"Aaww.. Sakit tau" omel Andini.
Lalu Ningrum memesan 3 porsi bebek goreng cabe ijo dan minumannya Ia serahkan kepada ke dua sahabatnya.
Saat mereka asyik mengobrol sembari menunggu pesanan datang, tiba-tiba phonsel Ningrum berdering, satu panggilan vedeo.
Ningrum tampak gelisah, membuat Yamink dan Andini saling pandang.
"Siapa sih, Mbak? Buat penasaran aja" ucap Yamink.
Tanpa menjawab pertanyaan Yamink, Ningrum memperlihatkan foto profil si penelfon.
"Bima" Yamink terperangah.. "Angkat saja, ntar Mbak pura-pura sorot camera ke Aku, gimana reaksinya" Yamink menyarankan.
Ningrum menganggukkan kepalanya. Lalu mengangkat panggilan vedeo call tersebut.
"Hallo, Cantik.. Apa kabarnya? Sudah makan?" tanya Bima yang tampak disebuah bangunan mewah.
"Lagi mau makan" jawab Ningrum Ningrum.
"Wah.. Lagi di resto ya.. Sama siapa?" cecar Bima penasaran.
Lalu Ningrum mengarahkan camera ke arah Andini, dan terakhir kepada Yamink.
Seketika wajah Bima berubah saat melihat Yamink bersama Ningrum, dan sepertinya Ia sangat terkejut.
"Emm.. Sayang.. Sudah dulu, Ya.. Aku ada keperluan mendadak, Nih" ucap Bima tiba-tiba dan mengakhiri panggilan vedeonya.
Ningrum dan Andini saling pandang, lalu menatap pada Yamink.
"Sebenarnya ada rahasia apa sih, Kang? Kenapa Bima tiba-tiba mematikan phonselnya saat melihat kamu? Rahasia apa yang kamu sembunyikan dari kami?" cecar Ningrum penasaran.
Yamink menarik nafasnya dengan berat "Maaf, Mbak.. Aku gak bisa ceritain. Tapi intinya jika sebisanya jauhi orang bernama Bima, dia bukan yang terbaik untuk orang sebaik Kamu. Masih banyak pria diluaran sana yang baik juga tampan" jawab Yamink yang tampaknya masih tutup mulut dengan apa yang diketahuinya.
"Baiklah, Kang.. Aku gak maksa kamu buat ceritain, jika itu berat untuk kamu. Dan Aku akan sebisanya menjauhi orang tersebut" ucap Ningrum dengan yakin.
Andini terdiam. Ia menangkap gelagat hal buruk dari seorang Bima saat melihat caranya yang mematikan secara tiba-tiba saat melihat Yamink.
Andini memastikan jika ini adalah hal yang sangat besar bagi kehidupan sahabatnya.
Pesanan mereka datang, dan mereka menyantabnya dengan perasaan yang sulit ditebak. Sebab mereka tampak larut dalam fikiran masing-masing.
Sementara itu, Bima tiba-tiba merasa kesal, dan juga Khawatir saat mengetahui jika Ningrum berteman dengan Yamink.
"Siaalll..!! Mengapa Yamink bisa bersama dengan Ningrum? Sejak kapan mereka saling mengenal?" Bima tampak gelisah dan menghisap rokoknya dengan dalam.
"Aku harus bergerak cepat, jangan sampai Ningrum terpengaruh oleh hasutan Yamink" gumannya penuh kesal.
Bima memacu sepeda motor sportnya menuju rumah kos sederhananya, lalu masuk kedalam kamar dan menguncinya.
Pria itu mengeluarkan benda pipih kuningan berbentuk Semar, lalu memejamkan matanya dan entah apa yang sedang dilakukannya.
Ketiga sahabat itu sudah bersiap akan pulang, dan Ningrum mengantarkan Yamink terlebih dahulu.
"Makasih, Ya Mbak.. Traktirannya" ucap Yamink lalu keluar dari mobil. Lalu Ningrum memganggukkan kepalanya, dan kembali mengemudikan mobilnya menuju pulang.
Yamink memandang mobil sahabatnya dengan tatapan sendu "Semoga saja kamu tidak terperangkap dalam jerat si Bima, Mbak" Doa Yamink dalam hatinya, lalu berjalan memasuki pagar rumahhnya.
Sementara itu, Bima terus memejamkan matanya, dan tampak mulutnya berkomat-kamit seolah sedang merafalkan sesuatu.
Ningrum mengehembuskan nafasnya dengan berat, dan sesaat sesuatu merasuk kedalam hatinya dan membuatnya resah.
Sesaat mobil telah sampai didepan rumah Andini. Lalu gadis itu turun "Makasih, Ya Mbak" ucap Andini, dan tampak Ningrum hanya menganggukkan kepalanya.
Kali ini Andini tak ingin mengatakan apapun, sebab Ia tahu jika sahabatnya itu dalam kondisi dilema, mungkin lain waktu akan ada saat yang tepat untuk saling bicara.
Ningrum memutar mobilnya dan menuju arah pulang. Saat melintasi simpang gapura, Ia masih melihat Mbak Leli masih menggelar dagangannya dan memandangnya, namun kali ini Ningrum tak membunyikan klaksonnya, ada kegundahan dalam hatinya.
Sesampainya dirumah, Ningrum menuju kamarnya. Ia merasa bingung dengan perasannya saat ini.
Disatu sisi Ia ingin menjauhi Bima seperti apa yang diaktakan oleh Yamink. Namun disisi lain, perasaannya seperti mendamba Bima.
Semua yang terjadi saat ini seolah bertentangan antara hati nurani dan akalnya.
Tak berselang lama, Bima kembali menghubungi Ningrum. Seketika hatinya berdesir, dan Ia tampak gemetar. Bahkan Ia bingung harus mengangkatnya atau mengabaikannya.
Entah dorongan dari mana, akhirnya Ia memilih untuk mengangkatnya.
"Hallo, Cantik.. Sudah pulang dari makannya?" sapa Bima dengan seramah mungkin.
"Ya.." jawab Ningrum dengan lirih. Ia memperhatikan ruang kamar yang dijadikan Bima untuk menghubunginya. Sebuah ruangan sempit dengan berbagai pakaian yang bergelantungan di kamarnya.
Bahkan Ningrum menilai itu jauh dari kata mewah dan berbeda dari segala penampilannya selama ini.
"Kamu lagi apa, Cantik?" tanya Bima dengan pesonanya.
"Lagi rebahan saja" jawab Ningrum sekenanya.
"Bulan depan Aku lamar kamu, Ya.. Biar rebahannya gak sendirian lagi" ucap Bima dengan tatapannya yang terfokus pada retina Ningrum.
Seketika Ningrum merasa luluh hatinya, saat pandangan Bima menghujam jantungnya.
"Ma-maksud kamu apa?" kamu ingin melamarku?" Ningrum mengulangi kalimat yang diucapkan oleh Bima.
Pria menganggukkan kepalanya "Ya.. Aku benar-benar jatuh cinta padamu.. Kau begitu cantik dan membuatku tak dapat tidur siang dan malam" ucap Bima yang membuat Ningrum merasa tersanjung.
Namun tatapannya terus saja menerobos retina mata Ningrum.
"Bagaimana mungkin secepat itu kamu bisa menciintaiku, sedangkan kita baru saja saling mengenal?" cecar Ningrum.
Bima menyungingkan senyumnya "Cinta akan memilih pada siapa Ia berlabuh. Dan saat ini cinta dan perasaanku memilih berlabuh pada hatimu" jawab Bima yang membuat hati siapa saja akan luluh dengan segala pesona dan bualannya.
Ningrum tiba-tiba merasa getaran dihatinya kian menderu, tak lepas memandang sorot mata sang pria yang kini sedang mencoba untuk merasuki relung hatinya.
Ningrum seakan menemukan sebuah oase dipadang tandus. Sebuah tetesan air membasahi hatinya yang kering, Ia merasa terbuai dan inginkan pria itu hadir dihadapannya. bahkan Ia mengabaikan apa yang dikatakan oleh Yamink barusan.
Baginya saat ini Bima begitu memesona dengan sejuta janji dan harapan yang begitu membuatnya terbuai.
"Apakah Kau ingin menjadi pendampingku?" tanya Bima seolah tak ingin melepaskan buruannya yang sudah masuk dalam perangkapnya.
Ningrum tiba-tiba saja menganggukkan kepalanya dan menyatakan siap untuk disunting oleh pria bernama Bima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
cerita nya spt Pemikat Sukma , Sama-sama di hipnotis yg ceweknya dan pelaku kejahatannya yg cowok
2023-06-19
0
Ai Emy Ningrum
kak @yamink oi dibilang biawak sama ceu @Andini Andana ..sungguh tega nya tega nya 😂😂
2023-06-12
2