Bima tampak turun dari lantai dua, sedangkan Ningrum masih bersantai menonton televisi di ruang lantai dasar.
Bima menghampiri Ningrum "Sayang.. Pinjam mobilnya, Mas mau menemui teman, Mas.. Sepertinya Ia ada relasi dengan perusahaan besar di kota ini. Mas mau coba-coba cari pekerjaan dsini saja" ucap Bima dengan kata yang selembut mungkin.
Ningrum yang mendengar keinginan Bima untuk mencari pekerjaan, akhirnya memberikan kunci mobil kepadanya.
Setelah mendapatkan kunci mobil tersebut, tak lupa Ia mengecup kening Ningrum dengan kecupan yang membuat Ningrum meleleh hatinya.
Lalu Bima berpamitan dan beranjak keluar menuju halaman tempat dimana mobil terparkir.
Disisi lain, Andini sedang mengendarai motor maticnya untuk mencari camilan. Ia berkeliling kota sendirian. Kebiasaannya yang suka ngemil, membuatnya tidak bisa tidur sebelum dapat camilan yang diinginkannya.
Andini berhenti disebuah trotoar tempat seorang akang penjual siomay mangkal. Ia memarkirkan motor maticnya dan duduk dibangku yang disediakan dan memesan dua porsi siomay untuk dibawa pulang.
Gadis itu bermain phonsel dan berseluncur didunia maya.
Namun matanya terganggu saat melihat mobil sahabatnya Ningrum melintas didepannya, dan berhenti tak jauh dari sang penjual siomay.
Saat bersamaan, pintu mobil dibuka, lalu seorang gadis yang tak lain adalah Jenny masuk kedalam mobil tersebut, dan segera mobil segera meluncur pergi.
Andini mengerutkan keningnya "Kenapa Mbak Ningrum menjemput Jenny dipinggir jalan? Aneh banget" guman Andini lirih. Namun entah mengapa hatinya merasa tak nyaman.
Andini membuka aplikasi WA-nya, lalu menghubungi Ningrum sahabatnya.
"Hallo, Mbak.. Lagi dimana?" tanya Andini basa-basi.
"Wh.. Ndin.. Lagi dirumah, nyantai, nonton TV, ada apa?" tanya Ningrum santai.
Deeeegh..
Jantung Andini berdegub kencang. Jika Ningrum dirumah, lalu siapa yang membawa mobilnya dan menjemput Jenny dipinggir jalan? Mungkinkah Bima? Lalu untuk apa?
Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk dibenak Andini.
"Mbak.. Aku mau singgah ke rumah boleh? dah lama gak ketemu, kangen" ucap Andini.
"Boleh, say.. Masa iya gak boleh"
"Aku lagi beli camilan, mau nitip gak? Aku traktir deh.." Andini menawarkan.
"Boleh. Emang kamu beli apa?"
"Siomay"
" Ok.. Satu porsi ya.." ucap Ningrum dengan cepat.
"Siip, deh" jawab Andini dan mengakhiri panggilan telefonnya.
Lalu Ia kembali memesan satu porsi siomay dan dan setelah selesai, Ia meluncur menuju rumah sahabatnya.
Sementara itu, Bima mengendarai mobil Ningrum berasa sangat keren. Tujuannya membiarkan debcolector membawa sepeda motornya karena agar dapat membawa mobil Ningrum, ya biar terlihat keren.
Jenny yang sudah pernah merasakan cumbuan Bima, merasa sangat kecanduan dan menginginkannya lagi.
Apalagi Bima adalah seorang pria tampan yang sangat membuatnya terpesona.
Bima membawanya ketempat sunyi. Sebab ingin menyewa hotel Ia tak memiliki uang, dan seratus ribu yang ada didompetnya itupun hasil dari siang tadi menarik selembar dari uang yang dimintanya dari Ningrum karena Ibunya mendesak kehabisan uang.
Setelah menemukan tempat yang tepat untuk bermaksiat, Bima meminta Jenny untuk pindah ke jok tengah, dan kemudian Bima menyusulnya.
Andini telah sampai didepan rumah Ningrum. Ia menenteng 3 porsi siomay dalam kantong kresek.
Andini menghubungi Ningrum dan meminta untuk dibukakan pintu.
"Hallo, Mbak.. Aku sudah didepan rumah, nih.. Bukain pintu, donk" ucap Andini dalam sambungan telefonnya.
"Iya.. Bentar.." jawab Ningrum, lalu beranjak menuju pintu utama untuk membuka pintu.
"Masuk.." jawab Ningrum, lalu Andini mengekori Ningrum dan menutup pintu rumah.
Ningrum pergi menuju dapur untuk mengambil minuman "Mau yang bening atau yang pakai warna?" tanya Ningrum sembari berjalan menuju arah dapur.
"Yang bening, sekalian sama yang pakai warna" jawab Andini seenaknya.
"Asem banget Nih, Anak" omel Ningrum.
Lalu Andini cuma cengegesan.
Ningrum membawa sebotol air mineral dengan 2 gelas kosong serta minuman syrup jeruk dingin dalam satu teko kecil diatas nampan dan membawanya kepada Andini.
"Maksih.. Baik banget"
"Emang dari aku kan baik"
Andini memanyunkan bibirnya "Sepi banget, Mbak.. Mas Bima kemana?" Andini berpura-pura bertanya.
"Tadi katanya mau keluar temui sahabat ada nawarin proyek, jadi keluar sebentar.."
"Pakai mobil, Mbak?" tanya Andini.
Ningrum menoleh ke arah sahabatnya "Koq kamu tau?" tanya Ningrum, sembari membuka siomay dalam boks serofon.
Andini sedikit gelagapan "Emm.. Kan mobil Mbak gak ada parkir didepan" Andini beralasan.
Ningrum menyendok siomay dan mengunyahnya "Iya.. Motornya sudah dijual" ucap Ningrum berbohong, sebab Ia akan malu jika saja Andini tau motor Bima ditarik debcolector.
"Ooo.. Gitu" jawab Andini lirih, namun jauh dilubuk hatinya Ia sangat sakit, jika yang Ia lihat tadi adalah benar, namun saat ini Ia tidak ingin mengungkapkan apa yang baru saja dilihatnya, sebab Ia belum pasti apakah itu kebetulan atau apa kesengajaan.
"Enak siomaynya, Mbak?" tanya Andini mengalihkan pembicaraannya.
Ningrum menganggukkan kepalanya "Iya, Enak" jawab Ningrum dan sudah hampir menghabiskan makanannya.
"Mbak.. Seminggu lagi aku akan dilamar" ungkap Andini.
Ningrum membolakan matanya "Benarkah?" tanya Ningrum dengan wajah penasaran
Andini menganggukkan kepalanya "Bener.. Mas Rendy sudah menemui keluargaku, dan saat ini Ia sedang mengurus surat kepindahan kerjanya di kota ini agar kami tetap satu kota dan nantinya akan ngontrak didekat kantorku" Andini menjelaskan.
"Waah.. Selamat ya, Say.. Pastinya kamu bakal sering singgah ke salonku jika ngontrak didekat situ" ucap Ningrum dengan sumringah.
Andini tersenyum sumringah "Pasti donk, Mbak.."
Lalu Andini menghabiskan dua porsi siomay sekaligus yang membuat Ningrum menggelengkan kepalanya.
Sementara itu, Bima dan juga Jenni sedang bercumbu rayu didalam mobil dan gadis itu tampaknya sangat tergila-gila oleh pesona sang suami majikannya.
"Aduhh, Pak Bima.. Kamu sungguh benar -benar bisa membuat saya melayang" rintih Jenny dalam cumbuan dan buaian pengkhianatan yang mereka lakukan dibelakang Ningrum.
Bima tersenyum licik melihat gadis itu terlena dalam cumbuannya.
Hingga hampir dua jam lamanya mereka melakukan kemaksiatan tersebut, dan menyudahinya setelah mencapai puncak surgawinya.
"Ayo pulang, sudah malam, nanti Ningrum curiga" ucap Bima dan membenahi pakaiannya.
Jenny menganggukkan kepalanya, lalu kembali duduk di jok depan.
Bima mengemudikan mobilnya, lalu membawa Jenny kembali ke jalanan, dan menurunkannya disana.
Setelah menurunkan Jenny, Bima kembali pulang dan melaju dengan kencang.
Dengan mengendarai mobil milik Ningrum, Ia merasa begitu keren dan sangat tampak macho.
Andini berpamitan pulang, dan Ningrum mengantar sahabatnya hingga sampai ke depan pintu.
Andini mengendarai motornya dan menghilang dibalik pintu pagar.
Saat bersamaan, Andini berpapasan dengan mobil Ningrum yang dikemudikan oleh Bima.
Entah mengapa perasaan Andini begitu sakit melihat pria yang baru dua bulan menjadi suami sahabatnya itu, tetapi sudah berkhianat.
"Dasar, lelaki penipu..!!" maki Andini dalam hatinya, dan melajukan motornya berpura-pura tidak melihat Bima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
buruan donk , cari ustadz kek atau orang yang pintar , biar Ningrum cpt di obati
2023-06-19
0