Bima memasuki kamarnya. Ia mengeluarkan benda pipih logam kuningan berbentuk semar dari dalam saku celananya. Ia memandang benda itu, lalu meniupkan nafasnya ke benda tersebut sembari tersenyum licik.
Setelah melakukan hal tersebut Ia kembali menyimpannya dan memejamkan matanya untuk tertidur.
Malam semakin larut dan menunjukkan pukul 3 dini hari. Suasana dingin sepi dan mencekam mengantarkan tidur lelap setiap insan.
Sinar mentari bersinar sangat terang. Ningrum tersentak dari tidurnya. Ia harus bergegas ke tempat resepsi pernikahan pejabat telah menyewa jasanya. Mereka meminta jika Ningrum sendiri yang meriasnya dan tidak ingin diwakilkan.
Ningrum bergegas membersihkan dirinya dan memakai pakaian style casual dan ringan agar memudahkannya untuk bergerak.
Setelah mempersiapkan alat tempur make up-nya , Ia menghubungi Jenny agar mengirimkan pakaian adat dalam boks plastik besar ke acara tuan rumah. Lalu Ia segera meluncur kelokasi yang dituju.
Sesampainya di lokasi Tuan rumah, Ningrum segera memasuki kamar pengantin dan mulai merias sang pengantin dan nantinya akan di bantu Jenny untuk merias anggota keluarga yang lainnya.
Sesampainya Jenny dilokasi resepsi, Ia menuju kamar pengantin dan memberikan perlengkapan yang diminta oleh Bos-nya.
Lalu Ia membantu merias anggota keluarga lainnya.
Qa
Hampir 1 jam lamanya merias, akhirnya selesai juga. Kini Ningrum memasang baju pengantin sesuai permintaan keluarga, dan ternyata keluarga menjatuhkan pilihan pada warna merah darah.
Setelah selesai, kini pengantin siap ditampilkan, dan Ningrum dapat bernafas lega.
Ningrum membawa pengantin wanita keluar kamar dan menuju pelaminan super mewah yang telah dipesan secara VVIP.
Setelah itu Ningrum duduk sejenak di kursi tamu untuk beristirahat karena kakinya merasa pegal berdiri selama satu jam make up dan perlengkapan lainnya.
Ia menggunakan telapak tangannya untuk mengipas dirinya yang tampak berkeringat. Lalu tampak seseorang menyodorkan sebotol minum air mineral yang sudah terbuka tutupnya. Lalu dengan cerobohnya Ia meraih botol itu tanpa melihat siapa pemberinya, dan meneguk hingga setengahnya.
Ternyata rasa lelahnya membuatnya tidak fokus. Hingga akhirnya Ia menoleh ke arah si pemberi minum tersebut.
Dan alangkah terkejutnya Ia saat mendapati Bima sudah berada disisinya dan Ia adalah orang yang memberikan minum air mineral itu.
Ka-Kau..!!" ucap Ningrum dengan debaran jantungnya yang bergemuruh. Entah mengapa Ia menjadi gugup jika berhadapan dengan pria itu.
"Apa yang Kau lakukan disini?!" tanya Ningrum dengan nada lirih namun penuh penekanan.
"Ini acara resepsi, dan Aku bisa saja salah satu dari tamu undangan" jawab Bima santai.
Ningrum menggeram, ingin rasanya Ia mencabik wajah pria yang telah melecehkannya malam tadi.
Ia beranjak dari duduknya dan memilih untuk masuk ke kamar pengantin saja.
Namun saat Ia melintasi pria Ia mendengar ucapan sang pria yang membuat telinganya sedikit panas "Selain cantik, kamu juga sangat aduhai" ucapnya dengan seringai licik dan kedipan matanya yang membuat Ningrum semakin muak.
"Dasar, Brengsek..!!" maki Ningrum kesal.
"Jangan mencoba menolakku, suatu hari kamu yang akan memohon padaku!!" ancam Bima dengan senyum mematikan.
Ningrum bergidik melihatnya "Tidak akan Pernah.!!" jawab Ningrum cepat.
"Kita lihat saja nanti, siapa pemenangnya" jawab Bima, lalu mengenakan kacamata hitamnya dan beranjak dari tempat tersebut, sembari meletakkan jemari telunjuk san jemari tengah dikeningnya, lalu menunjuk kearah Ningrum.
"Dasar, gila..!!" maki Ningrum lalu berjalan menuju kamar pengantin dan memilih beristirahat di sana.
Bima memacu sepeda motor sportnya dengan kecepatan tinggi, sepertinya Ia akan kembali ke perantauan yang berjarak 8 jam perjalanan dari kota kecilnya.
Bima bekerja sebagai kontraktor disebuah perusahaan besar. Namun Ia sebagai pemborong dengan pemodal yang berbeda. Ia menggunakan system bagi persen kepada pemilik CV yang menaungi usahanya.
Sementara itu, Ningrum merasa gelisah berada didalam kamar itu.
Ia merasakan sebuah denyutan dibagian organ intinya dan seolah meminta pria bernama Bima itu menuntaskan keinginannya yang gila.
"Astaghfirullah.. " ucap Ningrum sembari tersengal. Ia terus menerus meminta perlindungan Rabb-Nya dari hal menjijikkan tersebut.
Tak berselang lama, Jenny masuk ke dalam kamar, dan baru saja selesai merias beberapa keluarga inti yang mendapat kesempatan dirias
Sementara itu, Ningrum berusaha menutupi kegelisahannya dengan mengajak Jenny mengobrol seputar kemajuan salon dan juga hal lainnya.
"Mbak, mbak kan masih muda. Gak niat untuk nikah lagi?" tanya Jenny dengan penasaran.
"Gak, Jenn.. Masih trauma" jawab Ningrum dengan lirih, namun saat ini Ia masih terbayang sorot mata Bima yang begitu membuatnya terperosok kedalam lingkaran yang seolah mengikatnya dan tak dapat lari.
Jenny menganggukkan kepalanya dan mencoba memahami apa yang dirasakan oleh Bos nya.
Jenny menganggap Mungkin tak mudah bagi Ningrum untuk begitu saja lepas dari bayangan masa lalunya dan tidak ingin terburu-buru.
"Jenn.. Ambilin Mbak makan, dong.. Laper nih.." ucap Ningrum sembari membelai perut rampingnya.
Jenny menganggukkan kepalanya dan beranjak untuk mengambil makanan yang sudah terhidang di pramanan tamu.
Jenny mengambil dua porsi sekaligus untuk dirinya.
Setelah kepergian Jenny, Ningrum kembali merenung. Ia kembali terngiang tatapan mata Bima yang selalu mengusiknya dan membuatnya gelisah.
"Siaall..!! Mengapa aku terus memikirkannya?" Ningrum menggerutu dalam hatinya.
Ia seakan gak bisa lepas dari bayang-bayang pria yang baru dikenalnya itu.
Bahkan sialnya lagi, pria itu dengan mudahnya melecehkannya tanpa perlawanan apapun.
"Ingin ku cincang saja rasanya Ia.." namun ucapan dibibirnya tidak sinkron dengan hatinya yang justru menginginkan pria itu hadir saat ini.
Tak berselang lama, Jenny datang membawa dua porsi makan pagi menjelang siang mereka.
Lalu memberikannya kepada Ningrum dan satu untuknya. Rasa lapar yang menderanya membuaynya begitu lahab menyantap makanannya. Apalagi malam tadi Ia telah digarap pria brengsek itu dan membuat tenaganya terkuras dan membutuhkan asupan energi.
"Mbak.. Cowok yang datang pagi itu mencari Mbak cakep lho.." ucap Jenny tiba-tiba.
Seketika Ningrum tersedak mendengar ucapan karyawannya itu, lalu buru-buru meneguk air minumya.
"Kamu ini.. Jangan mudah percaya dengan penampilan seseorang dari luarnya saja" jawab Ningrum mencoba menyela.
"Tapi beneran lho, Mbak. Mas nya itu cakep, apalagi tubuhnya tinggi dan sixpack gitu" Jenny menimpali ucapannya.
"Sudahlah.. Usah bahas hal yang gak penting.. Lebih baik kita selesaikan makan dan istrirahat, sebab masih banyak waktu yang menunggu kita" ucap Ningrum tak ingin siapapun tahu tentang aib yang menimpanya malam tadi.
Jenjy menganggukkan kepalanya, Ia segera menyelesaikan makanannya san berniat tidur sejenak, sebab Ia akan menemani Ningrum hingga malam nanti sampai acara pakaian pengantin selesai.
Sementara itu, Ningrum mencoba membenarkan ucapan Jenny, jika Bima memang benar tampan dan menggoda dari segi fisik, namun brengsek dalam dalam hal akhlak, tetapi Ia sendiri yang tak dapat menolaknya malam itu, meskipun Ia sendiri tidak mengerti mengapa Ia sampai seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Wanita Aries
Pake semar mesem si bima
2024-08-08
0
suharwati jeni
jadi geregetan sama ningrum
2024-07-12
0
V3
Ningrum sdh di sirep sama Bima ,, Bima punya ilmu tuh
2023-06-19
0