"Sudah di cek semuanya, Mbak" ucap Yamink sembari menyerahkan nota bon kepada Ningrum.
"Bentarlah, Kang.. Ini masih juga di cek" jawab Ningrum sembari memeriksa jumlah pesanan barang yang twrtera di nota bon dengan barang yang dibawa oleh Yamink.
Pria bertubuh tinggi itu melirik kepada Andini yang masih sibuk dengan phonselnya yang tampaknya sedang berbalas chat dengan seseorang.
"Seius amat sih Lu, Ndin" celetuk Yamink dengan nada kelakarnya.
"Tenanglah, Kang.. Ini urusan kantor" jawab Andini tanpa menoleh kepada Yamink dan terus sibuk membalas chatnya.
"Emangnya Lu gak ngantor jam segini?" tanya Yamink dengan selidik.
"Masih jam istirahat, ntar lagi juga masuk" jawab Andini dan menyudahi chatnya.
Ningrum sudah selesai memeriksa pesanannya. "Sudah, Kang.. Sudah lengkap semua" ucap Ningrum kepada Yamink "Ada diskonnya kan, Kang.. Masa iya sama temen dan langganan gak ada diskonnya" Ningrum mencoba merayu Yamink.
"Ih.. Kamu ini ya, maunya diskonan mulu, Mbak" jawab Yamink dengan kelakarnya.
"Yeee.. Masa iya Kamu gak kasihan sama janda seperti Aku, Kang" ucap Ningrum sembari menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu mah janda Kaya, Mbak.. Masa Ia mau disantuni" jawab Yamink, lalu memberikan harga total dari belanja sahabatnya itu.
Andini terkekeh mendengar ucapan Yamink yang mengatakan Ningrum janda kaya gak perlu disantuni.. "Mbak Ningrum emang gak perlu disantuni, Kang.. Tapi perlu di kasih sayangi" celetuk Andini.
"Saya carikan jodoh ya, Mbak.. Biar gak galau terus" goda Yamink, sembari mengancingkan resleting tasnya yang sudah kosong.
Ningrum membaca total jumlah pesanannya dan membayar jumlah yang harus dibayarnya. Ternyata Yamink benaran memberi diakon untuknya.
"Makasih ya, Kang.. Buat diskonnya" ucap Ningrum sembari tersenyum sumringah.
Yamink hanya menganggukkan kepalanya "Gimana, Mbak.. Mau gak?" ucap Yamink sebelum pergi.
"Mau apanya?" tanya Ningrum bingung.
"Yaelah, Mbak.. Jadi tadi tidak dengar obrolan kami dengan Mbak Andini buat carikan jodoh untuk Mbak?" ucap Yamink serius.
"Haah.?! Ada-ada saja kalian ini.. Gak, Ah.. sudah seperti jaman Siti Nurbaya saja" ucap Ningrum sembari memanyunkan bibirnya.
Yamink menaikkan kedua bahunya "Ya sudah.. Nanti kalau berubah fikiran kabari, Ya" ucap Yamink serius..
Ningrum hanya mengerucutkan bibirnya, dan tertawa ringan melihat keseriusan dari sahabatnya itu.
Sementara itu Andini juga berpamitan karena jam istirahat kantornya sudah habis.
"Mbak.. Aku ngantor dulu, Ya.. Ntar Aku main lagi" ucap Andini berpamitan.
"Ya.. Makasih ya, Say.. Sudah selalu menghiburku" ucap Ningrum.
Andini hanya mengerjapkan kedua matanya. Oh, Iya.. Kalau ada temenku yang mau cari jodoh, bolehkan Aku kasih nomor Mbak sama mereka" ucap Andini dengan tersenyum menggoda.
"Haaa?! Kamu sudah sama saja dengan Kang Yamink.. Udah ah.. Gak usah repot-repot.." jawab Ningrum dengan nada geli melihat kelakuan kedua sahabatnya itu, yang terlihat bersemangat sekali mencarikan jodoh untuknya.
Andini tertawa renyah, lalu beranjak pergi menuju kantornya yang tak jauh dari salon milik Ningrum.
Ningrum memperhatikan para pekerjanya yang sedang melakukan perawatan para pelanggan setia disalonnya.
Untuk mengusir rasa bosannya, Ningrum membuka aplikasi media sosialnya. Ia melihat-lihat postingan yang lewat diberandanya. Terkadang hanya memberi like pada postingan dengan iseng saja.
Hingga pada saatnya Ia melihat notifikasi dari sebuah pesan masuk. Dengan iseng Ningrum membukanya. Sebuah sapaan kata 'Hi' dari sebuah Akun bernama 'Bima' dengan foto profil seorang pria tampan bertubuh kekar.
Ningrum mengernyitkan keningnya, lalu mengabaikan pesan masuk itu, dan menganggap jika itu adalah orang iseng yang sengaja ingin mencari korban saja.
Ningrum akhirnya menutup aplikasi media sosialnya, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ningrum menata semua alat-alat dan obat-obatan kecantikan yang baru saja dipesannya dari Yamink sahabatnya di lemari etalase.
Baru saja Ia menata beberapa botol obat pelurus rambut dilemari etalase tersebut, masuk beberapa pesan di aplikasi WA-nya. Saat Ningrum membuka dari nomor tidak dikenal dan menggunkan foto profil yang sama diaplikasi media sosial yang satunya.
Ningrum mengernyitnya keningnya, lalu mencoba berfikir siapa sebenarnya pria itu? Mengapa bisa sampai mendapatkan nomor WA-nya.
Ningrum menduga jika ini adalah salah satu ulah sahabatnya yang jika bukan Yamink ya Andini.
"Dasar.. Punya temen pada rempong ngejodohin Aku.." ucap Ningrum sembari menggelengkan kepalanya.
Ningrum tidak ingin membuka pesan itu, lalu Ia mengabaikannya dan kembali menyusun alat dan obat-obat kecantikan untuk salknnya.
Namun sepertinya Pria itu tak patah arang, Ia terus berusaha mendekati Jingrum dengan gencarnya.
Pria itu melakukan panggilan vedeo, yang membuat Ningrum merasa bergidik melihat usaha pria asing itu mendekatinya.
Ningrum tidak ingin mengangkatnya, Ia mengabaikan panggilan itu hingga sebanyak lima kali panggilan. Karena merasa terganggu dengan ulah pria itu, Ningrum mencoba me-silent phonselnya, sebab jika dinonaktifkan Ningrum takut jika pelanggannya menghubunginya Ia tidak akan mengetahuinya.
Pria itu kembali menghubunginya, karena merasa kesal, Ningrum memasukkan nomor tersebut kedalam pemblokiran.
Ningrum kemudian menghubungi Yamink sahabatnya. Panggilan tersambung, namun tidak diangkat.
"Kemanalah Kang Yamink, Ne.. Ini pasti ulahnya, makanya Ia tidak mau mengangkat telefon dariku" gerutu Ningrum dengan kesal.
Lalu Ningrum mengakhiri panggilannya dan melakukan panggilan kepada Andini. Namun hal yang sama terjadi, Andini tak juga mengangkat panngilannya.
"Ini anak kenapa sih pada kompakan gak mau angkat telefon dariku" Ningrum kembali menggerutu.
Saat Ia menelefon Andini yang kedua kalinya, panggilannya di reject oleh Andini, yang membuat Ningrum semakin mencurigai kedua sahabatnya itu.
Ningrum mendengus kesal, lalu mencoba mengabaikan segala praduganya, dan kembali bekerja menyusun kembali alat-alat tersebut.
Namun baru saja Ia memulai pekerjaannya, Phonselnya kembali berdering dan berasal dari nomor yang berbeda lagi dengan foto profil yang sama seperti tadi.
Ningrum semakin kesal dengan ulah pria itu. Lalu Ningrum kembali memblokir nomor tersebut.
Ningrum memanggil pekerjanya. Lalu meminta pekerjanya untuk menggantikan pekerjaannya.
Ningrum terpaksa menonaktifkan phonselnya dan merasa sangat kesal karena ulah pria itu.
"Jenny.. Susun semua obat dan produk kecantikan ini dilemari etalase, Ibu mau pulang kerumah dulu, jika sampai pukul 10 malam Ibu gak balik lagi, tutup Salon dan sampaikan kepada teman kamu yang lainnya" titah Ningrum, lalu mengambil kunci mobilnya dan segera menuju rumahnya.
Sebuah perumahan komplek mewah. Dimana rumah itu merupakan warisan dari suaminya atas pembagian harta gono gini.
Rumah Andini hanya berbeda satu gang dari rumahnya, Ningrum berniat menyambangi rumah Andini malam nanti setelah gadis rupawan itu pulang bekerja.
Sesampainya didepan rumahnya, Ningrum memarkirkan mobilnya dihalaman rumah, dan merasa sangat lapar.
Ningrum ingin berbelanja didepan ujung gang yang banyak menyediakan jajanan apa saja.
Saat ini Ia ingin membeli seporsi ayam geprek. Ia mendatangi salah satu gerobak penjaja makanan.
"Mas.. Ayam gepreknya satu porsi, Ya?" ucap Ningrum kepada si penjual ayam geprek.
"Oke, Mbak.." jawab pedagang itu. Namun tiba-tiba istri penjual ayam geprek itu menghampiri Ningrum "Eh, Mbak Ningrum.. Sudah ada telefon dari Abang saya belum?" tanya istri penjual auam geprek itu.
Ningrum membolakan matanya "A..apa? Abangnya Mbak?"Ningrum mencoba memperjelas pendengarannya.
"Iya, Mbak.. Mamanya Bang Bima.. Abang saya saya ganteng lho Mbak.. Mbak nyesel deh kalau Mbaknya gak kenalan dengan abang Saya.." ucap wanita bernama Rani itu dengan percaya diri.
"Ya Salam.. Aku sampai su'udzon kepada Kang Yamink dan juga Andini" guman Ningrum dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah lumayan bagus 👍👍
2023-11-17
1
V3
kurang ajar amat tuh istri si tukang ayam geprek ngasih-ngasih nomor telpon nya Ningrum ,, gak sopan tuh orang 🤦🏻♀️🤬
2023-06-18
2
Ai Emy Ningrum
kemana sih kak @yamink oi sama ceu @Andini Andana dr td ditelepon kok diinjek ajah eehhh di reject ajah sih 🤔🤔😳😳😒😒☎️🤙🏻📱📲📳
2023-06-10
3