Ningrum memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya ditepian ranjang. Rasa lelah bekerja seharian membuatnya ingin segera beristirahat.
Baru saja Ia memejamkan kedua matanya, nomor itu kembali menghubunginya.
"Hai.. Jangan cuek, dong.. Aku VC ya?" tulisnya dalam pesan teks di aplikasi WA-nya.
Dengan kesal Ningrum mematikan phonselnya, agar orang tersebut tak lagi menghubunginya, Ia sangat lelah dan ingin segera tidur, merajut mimpinya.
Diseberang sana, seorang pria bertubuh kekar dengan wajah tampan rupawan tampak kecewa saat segala usahanya diabaikan oleh sang wanita incarannya.
Baginya pantang untuk tidak mendapatkan wanita yang diinginkannya. Sebab selama ini wanita selalu mengejarnya, dan itu merupakan kebanggaan baginya, hanya dengan bermodalkan wajah tampan dan juga tubuh kekarnya.
Bima, duda dengan anak satu yang mana ditinggalkan istrinya dengan membawa seorang puteri kecilnya yang masih berusia 6 tahun saat itu.
Pertengkaran dalam rumah tangganya yang tak mampu lagi dapat dibenahi, membuat keduanya mengambil jalan perpisahan.
Kini mantan istri Bima juga sudah menikah lagi dan memiliki seorang anak laki-laki dari pernikahan keduanya. Namun Bima bukanlah pria yang mudah terpuruk dalam urusan asmara, sebab jika kehilangan satu wanita, maka mudah baginya mendapatkan wanita lainnya.
Namun Ningrum merupakan wanita yang membuatnya sangat penasaran. Ia mendengar kabar dari adiknya jika Ningrum adalah seorang janda tanpa anak yang memiliki wajah ayu rupawan dan bonus kaya raya, serta memiliki usaha salon kecantikan serta dekor pelaminan yang menjanjikan.
Hal tersebut membuat Bima semakin gencar ingin mendapatkan Ningrum dan itu suatu keharusan.
*****
Pagi menjelang. Sinar mentari bersinar dengan sangat begitu terangnya. Ningrum sudah bersiap untuk berangkat ke salon dan seperti biasanya, sebagai wanita bekerja sekaligus pemilik dari salon tersebut, Ia selalu menjaga stylisnya dan juga penampilannya.
Make up ringan selalu menghiasi wajahnya dan itu membuatnya selalu terlihat fresh dan tetap cantik menawan.
Ningrum mengemudikan mobilnya menuju salon miliknya. Tampak Jenny sudah berada disalon terlebih dahulu, dan menyiapkan segala yang dibutuhkan.
"Jenn.. Besok kita dapat job untuk acara weeding di rumah seorang pejabat yang menikahkan anaknya. Koordinasikan kepada para kru lainnya agar mempersiapkan bahan VVIP, dan dekor dengan nuansa yang lagi booming sekarang, dan jangan kecewakan pelanggan, apalagi ini pejabat" ucap Ningrum panjang kali lebar yang harus diingat oleh Jenny.
"Baik, Mbak.. Akan saya koordinir dari sekarang" jawab Jenny dengan cepat.
"Ok.. Saya ke lantai dua dulu. Kalau Andini mencari saya, bilang saya diatas dan suruh naik saja" titah Ningrum sembari menapaki anak tangga menuju lantai dua tempat ruang kantornya.
Lalu 3 orang pekerja lainnya yang sebaya dengan Jenny datang dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Jenny merupakan orang kepercayaan Ningrum yang diberi kelonggaran lebih dibanding dengan ke 3 karyawati yang lainnya.
Selain Jenny sudah bekerja sangat lama dengannya, Jenny juga berpengalaman dibidang kecantikan, sehingga Ningrum mempercayakan usahanya kepada Jenny untuk menangani setiap permasalahan yang ada.
Jenny menghubungi kru untuk mengantarkan segala alat decor ke rumah pejabat yang dimaksud oleh Bos-nya. Lalu menyebutkan decor dan warna apa yang diinginkan oleh sang pejabat dalam menyambut pernikahan sang anak.
Ningrum memasuki ruangan ternyamannya dan duduk bersandar di kursi kebesarannya.
Ia membuka phonsel canggihnya, lalu berseluncur di dunia maya untuk melihat beberapa rekomendasi dekor terbaru untuk acara pernikahan dan juga hajatan lainnya. Jika merasa cocok dengan hatinya, Ia menyimpan foto tersebut untuk menjadi referensi jika ada yang membutuhkan jasa decornya.
Seaat pintunya diketuk oleh seorang pekerjanya.
"Bu.. Bu Ningrum?"
"Ya.. Masuk"
pintu dibuka, dan tampak karyawatinya memasuki ruangannya.
"Ada apa?" tanyanya dengan penuh selidik.
"Ada yang mencari Ibu dibawah" jawab pekerja itu.
Ningrum mengernyitkan keningnya "Maksud kamu?"
"Iya, ada seorang pria yang mencari ibu" jawab pekerjanya lagi.
"Siapa?"
Pekerja itu menggelengkan kepalanya "Dia gak sebutin namanya, mungkin sales kali, Bu" jawab pekerja itu asal.
Seketika Ningrum terdiam. Ia menganggukkan kepalanya "Baiklah.. Bilang tunggu sebentar" jawab Ningrum.
Ia menduga jika saja itu sales yang menawarkan alat-alat kecantikan atau juga kosmetik lainnya dengan harga promo.
Lalu pekerja itu keluar dari ruangan Ningrum dan menuju ke lantai dasar untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu, Ningrum menyempatkan menyimpan satu foto decor yang sangat disukainya dan segera menutup layar phonselnya.
Ningrum beranjak dari ruang kerjanya dan menapaki anak tangga menuju lantai dasar.
Setelah sampai dilantai dasar, Ia melihat banyak pelanggan yang sedang dilayani oleh pekerjanya bahka ada beberapa yang mengantri.
"Sari, dimana orang itu?" tanya Ningrum kepada pekerjanya yang tadi memberitahu kepadanya.
"Itu, Bu.. Sebelah ruang tunggu" jawab Sari sembari menunjukkan loaksinya tempat pria yang sedang menunggunya.
"oh, Iya. Saya kesana" jawab Ningrum, lalu beranjak menuju ke arah ruang tunggu, sedangkan Sari melanjutkan pekerjaannya yang sedang melakukan creambath untuk salah satu pelanggannya.
Ningrum tiba diruang tunggu, Ia melihat seorang pria sedang bermain phonsel dengan posisi pria itu memunggunginya
"Maaf, Mas. Kamu mencari saya?" sapa Ningrum dengan berusaha bersikap ramah.
Sesaat pria itu memutar tubuhnya dan melihat ke arahnya.
Seketika Ningrum tersentak, sebab pria itu bukanlah sales seperti dugaannya, melainkan pria benama Bima yang sama seperti didalam foto profil akun media sosialnya.
"Ka-kamu? Ada keperluan apa kamu datang kemari?" tanya Ningrum dengan nada kesal.
Ia tidak menduga jika pria itu begitu sangat nekad menemuinya.
Bima tersenyum semanis mungkin, mencoba memikat hati Ningrum dengan sejuta pesona yang dimilikinya.
"Hai.. Mengapa begitu sangat ketus? Namun meskipun begitu, wajah kamu tetap terlihat cantik" Bima mengeluarkan jurus gombalan bin kain lap nya yang selama ini selalu berhasil memikat dan menjerat setiap wanita yang selalu Ia inginkan.
Ningrum tersenyum mencibir "Maaf, jika tidak ada keperluan lain, saya sedang sibuk" jawab Ningrum kesal dan serasa ingin muntah mendengar rayuan dari Bima.
Ningrum ingin beranjak dari tempat itu, Ia merasa jengah dengan segala bualan yang dilancarkan oleh Bima.
Namun Pria itu dengan cepat menarik pergelangan tangan Ningrum dan membuat wanita itu hilang keseimbangannya dan oleng kebelakang.
Lalu dengan sigap Bima menangkap pinggang Ningrum dan membuat keduanya saling bertatap mata.
Ya.. dengan jarak yang begitu dekat, Ningrum dapat begitu jelas melihat setiap lekuk wajah pria tersebut.
Dalam hal fisik, Bima adalah pria sempurnah. Wajah tampan dengan tubuh kekar menggoda.
Ningrum segera menepis kekagumannya, Ia tidak ingin mengagumi pria itu, tidak.. Dan itu tidak akan terjadi.
Ningrum segera berusaha berdiri tegak dengan di bantu oleh Bima.
Setelah berhasil berdiri sempurnah, Ningrum segera meninggalkan pria itu dan kembali ke ruang kerjanya dilantai dua.
Melihat kepergian Ningrum, Bima tersenyum dengan seringai, entah apa yang sedang Ia fikirkan.
Sementara itu, Ningrum merasakan degub jantungnya berdebar lebih kencang "Siaaall..! mengapa aku jadi gugup seperti ini?" maki Ningrum dalam hatinya.
Bayangan sorot mata pria itu terus mengiang diingatannya. Ia berusaha menghapusnya, namun tetap saja datang menghantuinya.
Ningrum merasa bingung dengan apa yang saat ini Ia rasakan. Ia tidak ingin terjebak dalam perasaannya alisa baper bin laper.
Ia menghela nafasnya dengan berat, mencoba menetralkan degub jantungnya yang memburu.
"Ini tidak benar. Aku tidak boleh terjebak pada perasaanku sendiri" guman Ningrum dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
suharwati jeni
jangan baper kan kata yamink, bima bukan pria baik².
sadar
2024-07-12
0
V3
Bima sdh menghipnotis Ningrum nih 🤭🤭
2023-06-18
0
yamink oi
aph terkena......
2023-06-10
2