"Ndin.."
"Ya.." jawab Andin dengan mulut yang masih tersumpal bakso bakar.
"Tadi Mas Andy nelfon lagi"
Seketika mata Andini membola "Dan transfer uang lagi, trus ngilang lagi?" ucap Andin yang mencoba menalan kunyahannya, lalu menyambar botol air mineral yang tak pernah lupa dibawanya kemanapun.
Ningrum menganggukkan kepalanya "Ya" jawab Ningrum lirih.
"Mbak.. Kalau ada stok satu lagi cowok seperti itu tolong kabari ya.. Aku mau satu dan jangan luoa langsung bungkus" jawab Andini dengan menaikkan satu alisnya.
Ningrum mencoba tersenyum, menanggapi komentar konyol sang sahabatnya.
"Dimana coba, Mbak.. Dapat nemu cowok yang transfer uang, tanpa meminta balasan apapun, trus ngilang trus timbul lagi. Itu cowok langka, Mbak.. Dan perlu dilindungi oleh para wanita" jawab Andini yang terus nyerocos .
"Kalau Aku boleh saran, Ya Mbak.. Mending Mbak nikah saja deh samaMas Andy.." Andini masih terus saja memberikan ocehannya.
Ningrum menarik nafasnya dengan dalam "Tapi Dia diKalimantan, dan Dia meminta Mbak yang untuk datang kesana, itu hal yang mustahil, dan keluarga Mbak juga gak akan ngijinin" jawab Ningrum dengan lirih.
Andini menatap Ningrum dengan seksama "Eh, Mbak.. Jangan lebay.. Ya jangan pergi sendirianlah. Bawa satu keluarga inti untuk nenemenin Mbak, atau bisa juga bawa Aku saja, lumayan kan bisa jalan-jalan antar pulau" ucap Andini dengan senyum yang membuat Ningrum mengerti maksudnya.
"Kamu dibawa bisa nguras isi dompetku. Jajanmu saja melebih bocah TK" jawab Ningrum sembari memanyunkan bibirnya.
"Yaelah, Mbak.. Sama temen sendiri saja perhitungan.. Dimana lagi coba Mbak dapat temen se imut dan sebaik aku" balas Andini semabri meraih satu tussuk sosis terakhirnya dan mengunyahnya.
"Mbak masih ragu, Ndin.. Mbak berfikir jika Ia sudah beristri" jawab Ningrum.
Andini menghentikan kunyahannya "Darimana Mbak bisa menyimpulkan hal tersebut?" tanya Andini penasasaran.
"Ya itu dugaan Mbak saja sih, dan juga feeling Mbak mengatakan itu" jawab Ningrum dengan helaan nafas yang sangat berat.
Andini menatap sang sahabat "Ribet bener hidupmu, Mbak" ucapnya dan menghabiskan kunyahannya.
Ningrum memgangkat ke dua bahunya.
Lalu Andini melirik jam di phonselnya "Waktu jam istirahat habis Mbak, Aku balik ke kantor" ucap Andini sembari beranjak dari duduknya.
Ningrum hanya menganggukkan kepalanya.
Lalu Andini melangkah keluar dari ruangan kerja Ningrum "Ndin.."
"Ya.." jawab Andini sembari menoleh ke arah Ningrum.
"Ntar malam aku jemput kamu habis Isya.. Mbak traktir kamu, uang dari Mas, Andy" ucap Ningrum dengan senyum smrik.
Seketika wajah Andini berubah cerah "Oke, Mbak.. Love U sekebon apel deh. " jawabnya dengan semangat lalu menghilang dibalik pintu.
"Dasar bocah, kalau denger makanan paling kenceng" guman Ningrum sembari melanjutkan pekerjaaannya.
Seketika perut Ningrum berbunyi, ternyata Ia belum makan siang. Lalu menghubungi Jenny untuk membeli makan siang dan kali ini Ia kembali mentraktir karyawannya membelikan makan siang.
Setelah memberikan titah kepada Jenny, Ia kembali melanjutkan pekerjaaannya senbari menunggu pesananannya datang.
*****
Malam kembali datang. Kegelapan dan cahaya rembulan yang ditemani bintang-bintang bertaburan menandakan malam ini cerah tanpa hujan.
Ningrum sudah bersiap untuk menjemput Andini, Ia menuju garasi dan mengendarai mobilnya.
Saat melintasi simpang penjual ayam geprek. Tampak Mbak Leli yang merupakan adik dari Bima memperhatikannya. Ningrum memberikan klakson pertanda menyapa, dan terlihat dari kaca mobil yang tertutup wanita itu tersenyum padanya.
Ningrum melajukan mobilnya masuk kedalam kompleks perumahan Andini dan akan menjemput sahabatnya.
Sesampainya didepan pagar rumah Andini, tampak gadis lincah itu sudah bersiap sedari tadi menunggunya, dan saat melihat mobil Ningrum berada didwpan pagar rumah, Ia bergegas menghampiri, lalu masuk kedalam mobil.
"Lama nunggunya, Ya" tanya Ningrum.
"Gak juga kok, Mbak.." balas Andini, yang malam ini menggunakan dres dibawah lutut dengan paduan jaket sebatas dada dan sepatu putih casual.
"Kita ke rumah kang Yamink yuk?" ucap Ningrum sembari memutar mobilnya untuk berbalik arah.
"Boleh juga, sekalian ngerasain uang Mas Andy" jawab Andini sembari cengengesan.
"Emang Mbak dah hubungi Kang Yamink kalau kita mau kerumahnya?" tanya Andini.
"Belum.. Kita culik saja Dia" jawab Ningrum dengam cepat.
"Okelah.. Misi penculikan kita Mulai" ucap Andini yang disertai mobil melaju membelah jalanan menuju rumah Yamink.
Setelah beberapa menit, mereka hampir menuju rumah sahabat mereka, dan terlihat seorang pemuda bertubuh tinggi berjalan menenteng kantong kresek berisi mie instan hendak masuk kedalam pagar rumah.
Dengan cepat Ningrum menepikan mobilnya, dan Andini segera turun, menarik lebgan baju sang pemuda.
Pemuda yang tak lain adalah Yamink tersentak karena kaget "Ya ampun, Ndin.. Ngagetin aja ne anak.. Kirain tadi rampok atau apa" omel Yamink yang sempat darahnya berdesir karena takut.
"Aiih... Nanggung banget yang dirampok cuma mie instan ma dua telor doank" balas Andini.
"Eh. Lumayan juga tau, bisa buat martabak telor, Lu kan doyan makan" balas Yamink tak mau kalah.
Melihat perdebatan keduanya Ningrum turun dari mobilnya dan berdecak.
Lalu tanpa berkata apapun menarik Yamink kedalam mobilnya "Eh.. Mbak.. Aku mau dibawa kemana?" Ucap Yamink bingung.
"Berisik banget, udah ngikut, saja" jawab Ningrum laku menutup pintu mobil dan menuju kemudi.
"Bukan dirampok, tapi Kami mau nyulik kang Yamink" Andini menimpali lalu masuk ke mobil.
"Lha. Buat apaan juga diculik" ucap Yamink dari balik jok tengah.
"Mau dijual dan timbang kilo" balas Andini dengan cepat.
Lalu Yamink menoel kepala Andini dengan gemas.
"Sudah-sudah..berisik banget.. Sekarang kita kemana? Mau malan dimana?" tanya Ningrum kepada ke dua sahabatnya "Wah.. Mau makan toh. Sering-sering saja kalau gitu culik saya" jawab yamink dari belakang.
"Ke resto yang baru buka itu, Mbak" ucap Andini cepat.
"Okelah.. " Jawab Ningrum, lalu menuju ke arah jalanan tempat dimana Resto yang dimaksud oleh Andini.
Tak berselang lama, mereka sampai ditempat yang dituju dan mereka turun dengan segera.
"Ya ampun.. Tempatnya bagus banget.. Tapi sayangnya Aku pakai sendal jepit" ucap Yamink sembari memperlihat sendal jepit merk swallow nya.
"Ya kalau mau foto tinggal foto saja Kang, ntar gau usah sampai ke sendalnya" jawab Andini.
Yamink tanpa sadar masih menenteng kantong kreseknya lalu melihat ke arah Andini "Ndin.. Nih, buat kamu saja" ucapnya sembari meletakkan kantong kresek itu ditangan Andini.
"Iiih.. Kampreeet ne akang, giliran dibawa ke resto mie instan dua telornya dianggurin" omel Andini yang terus melangkah mengikuti Ningrum memasuki resto.
Yamink berpura-pura tidak mendengar omelan sahabatnya, Ia memandangi semua oranmen dan decor dari resto tersebut yang terkesan dengan tema alam. Karena banyak menggunakan bahan dari properti bambu untuk bangunannya.
Ketiganya lalu mencari tempat untuk duduk dan memesan menu yang disediakan ditempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
enak bgt itu mah , gak bakalan nolak jg klu stp hari di culik nya tuk makan-makan 🤭🤭
2023-06-19
0
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
diculik buat di traktir makan..?? aah itu sih syapa yg bisa nolak? 😍😍😚😚
2023-06-12
2