Hari menjelang petang. Ningrum masih berada diruang kerjanya, dan para karyawannya sudah pulang terlebih dahulu.
Suasana sepi dan hening. Ia akhirnya memutuskan untuk pulang.
Ia menapaki anak tangga menuju lantai dasar. Dan tiba-tiba saja saat akan menuju anak tangga terakhir, Ia dikejutkan oleh seekor kecoa yang tiba-tiba saja melintasi kakinya, dan membuatnya terpekik karena takut dan juga geli.
Hal tersebut membuatnya terjatuh dan membuat kakinya terkilir.
"Dasar.. Kecoa siallaaan..!!" maki Ningrum dengan kesal. Lalu mencoba untuk beranjak bangkit, namun terasa sangat sakit, dan membuatnya meringis.
Ia mendengar pintu depan salonnya dibuka seseorang, dan tampak pria bertubuh tinggi kekar itu masuk ke salonnya dan menghampirinya.
Seketika Ningrum gemetar, Ia tidak mengerti mengapa pria itu tiba-tiba masuk kedalam salonnya dan tanpa permisi, Ia menggendong tubuh Ningrum dan membawanya ke sofa ruang tunggu.
"Hei.. Turunkan Aku..!! Jangan lancang Kamu, Ya" ucap Ningrum dengan nada kesal.
Namun pria yang tak lain adalah Bima tak menggubris ucapan Ningrum.
Lalu Ia meletakkan tubuh ramping itu diatas sofa, dan mulai mengurut pergelangan kaki Ningrum yang terkilir.
Meskipun kesal, namun Ningrum merasakan jiak pijatan pria itu lumayan juga, dan rasa sakit dipergelangan tangannya perlahan mereda.
Tiba-tiba saja suara gemuruh dilangit terdengar mengerikan, pertanda hujan akan turun.
Tak berselang lama, hujan turun dengan derasnya dan membuat Wanita itu terperangkap bersama pria yang baru dikenalnya.
Ningrum merasa sangat kesal, namun berbeda dengan Bima yang tampak menyeringai memandangnya.
"Mau apa Kamu kemari lagi?" tanya Ningrum dengan kesal dan tatapan tak suka.
"Mau Kamu?" jawab pria itu sembari menaikkan satu alisnya.
Jawaban dari pria itu membuatnya semakin kesal dan bergidik. Sebab pria itu memandangnya dengan dengan tatatpan liar dan itu membuat Ningrum semakin bergidik.
Seketika suara halilintar menyambar dengan sangat kuat dan kilatan cahayanya hingga tampak begitu jelas dari balik dinding kaca yang tirainya berkibar akibat angin yang berhembus kencang.
Ningrum tersentak dan terkejut karena suara halilintar yang tiba-tiba saja menggelagar tersebut.
Tanpa Ia sadari, ternyata Bima sudah berada disisi kanannya duduk sembari menyandarkan tubuhnya.
Saat Ningrum menoleh ke kanan, hampir saja wajah mereka beradu.
Ningrum membolakan matanya, namun tatapan Bima begitu sangat tajam menembus Retina matanya.
Ningrum tiba-tiba terpaku, diam tak mampu bergerak.
Bima terus menatapanya, hingga Ningrum tak menyadari pria itu menyesab bibirnya.
Namun Ia merasa tak mampu melawannya, diam dan meresapi apa yang diberikan oleh pria itu.
Hujan terus turun mengguyur dengan sangat derasnya, hingga wanita malang itu tak menyadari apa yang sudah dilakukan oleh pria itu padanya.
Malam semakin dingin. Ningrum tersentak dari tidurnya. Ia melihat jam di phonselnya menunjukkan puk 12 malam. Ia merasakan tubuhnya sangat dingin. dan alangkah terkejutnya Ia saat mendapati dirinya tanpa busana.
"Hah..?? Apa yang terjadi padaku?" teriak Ningrum dengan gemetar. Ia melihat pakaiannya berserakan dilantai dan dengan cepat Ia memungutinya.
Saat akan mengenakannya, Ia melihat banyak bercak tanda merah hampir disekujur tubuhnya.
"Siaall..!! Mengapa ini bisa terjadi? Pria brengsek itu sudah melecehkanku" gerutu Ningrum dengan kesal.
Ia dengan cepat memakai pakaiannya kembali, lalu meraih kunci mobil dan menutup salonnya menuju pulang.
Sesampainya di rumah mewahnya, Ia mencoba membersihkan dirinya. Ia memaki dengan kesal apa yang baru saja dialaminya.
"Beraninya Ia melecehkanku karena hanya seorang janda" gerutunya dengan kesal.
Namun saat Ia teringat akan tatapan mata itu, Ia menjadi gemetar dan deguban dijantung kian menderu.
Ia tak mengerti apa yang terjadi padanya.
Ia berniat ingin melaporkan kejadian yang menimpanya ke kantor polisi, nakun setiap kali membayangkan sorot mata Bima, Ia seperti tak berdaya.
Setelah mandi ditengah malam, Ningrum menyalin pakaian tidurnya. Ia berbaring diranjang dengan tatapan nanar.
Ia tak mengerti mengapa bisa begitu bodohnya terdiam saat pria itu melecehkannya, bahkan hanya sekedar untuk menolaknya Ia pun tak sanggup.
"Apa yang terjadi padaku? Mengapa Aku bisa sangat begitu bodohnya.
Sesaat suara dering phonselnya berbunyi, dan pesan masuk bertubi-tubi ke aplikasi WA-nya.
"Makasih, Cantik.. Kamu hebat banget, dan sangat perfect"
Lalu pesan gambar yang menunjukkan dirinya saat tertidur dengan kondisi menjijikkan.
Seketika Ningrum terbeliak melihat semua itu, dan ingin rasanya Ia memaki pria itu. Namun lagi-lagi Ia harus mengurungkan niatnya, karena tiba-tiba hatinya sepertin menghiba.
Ningrum mengacak rambutnya. Entah mengapa Ia tiba-tiba membayangkan wajah tampan Bima denga tubuh kekarnya yang begitu sempurna.
Semakin Ia membenci pria itu, semakin Ia terperangkap dalam perasaannya.
"Siaaalll..!! Mengapa Aku jadi memikirkannya? Bukankah Aku sudah dilecehkannya?" ucap Ningru dengan kesal.
Ningrum mencoba memejamkan matanya, namun tak dapat jua matanya terpejam. Ia terus gelisah dalam tidurnya.
Lalu phonselnya berbunyi. Ningrum kembali membuka pesan masuknya. Sebuah pesan gambar dengan teks "Jika kamu tidak bisa tidur, Aku akan menemanimu hingga tertidur" tulisnya dengan fotonya yang berada didepan teras rumahnya.
Ningrum membolakan matanya saat melihat hal tersebut.
"Gila.. Malam-malam Ia nyamperin ke rumah, jiak ada tetangga yang lihat akan buat masalah" gerutu Ningrum kesal.
Namun lagi-lagi hatinya luluh dan tak dapat menolak apapun yang dikatakan oleh pria itu.
Ningrum gelisah dengan suasana hati yang gundah. Ia mengigit jemari telunjuknya berperang antara hati dan akalnya.
"Astaghfirullah.." gumannya lirih sembari memegang keningnya yang terasa sakit.
Perlahan Ningrum mulai mengantuk dan Ia memejamkan matanya.
Bima masih duduk diteras rumah mewah itu menanti Ningrum keluar dari kamarnya.
Ia begitu mudahnya melewati pos security didepan gerbang masuk kompleks, ntah apa yang yang dilakukannya, sehingga security membiarkannya masuk begitu saja.
Lama Ia menunggu, sehingga menghabiskan sebungkus rokok, namun Ningrum tak jua keluar dari rumahnya, dengan kesal Bima kembali pulang membawa sepeda motor sportnya.
Ia menuju ke warung ayam geprek sang adik yang berjualan disimpang masuk kompleks.
"Gimana, Bang? Susah dapetinnya?" tanya wanita itu sembari menghampiri Bima.
"Santai saja.. Tidak ada wanita yang tidak bisa abang taklukkan" ucap Bima sembari tersenyum licik.
"Jangan sampai lepas, sayang.. Udah janda tanpa anak, tajir lagi" wanita itu menyemangati abangnya.
"Tenanglah.. Bentar lagi juga balik ngejar" jawab Bima dengan yakin.
Lalu Ia beranjak dari warung tersebut dan mengendarai sepesa motor sportnya.
"Mau kemana, Bang?" tanya wanita yang merupakan adik perempuan Bima.
"Ke rumah Ibu.." jawabnya, lalu tancap gas pulang kerumahnya ibunya.
Sesampainya didepan sebuah rumah yang tampak biasa saja, Bima menghentikan motornya. Lalu mengambil kunci cadangan dan membukanya, lalu mendorong masuk sepeda motornya kedalam ruang tamu yang sangat sempit.
Disofa tampak tertidur dua pemuda yang hampir sebaya dan itu adalah adik Bima yang masih melajang dan pengangguran. Bima menuju kamar kedua yang dulunya ditempati adik perempuannya, namun karena adiknya sudah menikah, kini diboyong oleh suaminya yang menempati rumah kontrakan yang tak jauh dari kediaman mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
perasaan yg terkilir itu kaki nya deh bukan tangannya , tp knp di pijit itu tangan nya yaaa 🤣🤣🤣
Ningrum sdh di hipnotis tuh ,, mknya jgn prnh lihat mata nya , kn jd nya Ningrum dh di garap sama Bima 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
gak Abang gak adik nya sama-sama gilaaaa 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-06-19
0
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
iiih curiga si Bima tu punya ilmu hitam.. 😱😱🙈🙈🙈 kasian amat mbak Ningrum
2023-06-11
3
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
yg terkilir kaki, yg sakit pergelangan tangan 😁😁
2023-06-11
3