Hari ini jadwal praktek Dokter Clarisa sudah selesai.
Rapat bersama pihak manajemen Rumah Sakit juga sudah selesai.
Duduk sejenak melepas lelah di kursi dalam ruangannya sambil memejamkan mata menjadi pilihan Dokter Clarisa hingga bunyi ponselnya membuat jemari lentik sang Dokter meraih benda pipih tersebut.
Sebuah Direct Message dari seorang teman kecil membuat senyum dibibir wanita cantik itu mengembang.
Kini, setelah janjian dan menentukan tempat bertemu, nyatanya kedua wanita cantik yang merupakan teman kecil itu duduk di meja yang mereka booking.
"Caca!" begitulah teriak riang sang teman lama saat Clarisa yang biasa dipanggil Caca oleh orang terdekat atau teman-temannya.
"Chate!" Caca memeluk dan keduanya bercipika cipiki melepas rindu setelah puluhan tahun tak bersua.
Jika dua keduanya adalah gadis kecil yang menggemaskan, kini kedua wanita tersebut yang tengah melepas rindu sudah menjelma menjadi sosok wanita dewasa, cantik dan memukau.
"Akhirnya Kamu balik juga Ca! Tahu ga sih, Aku tuh kangen banget sama Kamu!" Chate nyatanya masih bawel seperti dulu namun dalam wujud wanita dewasa.
"Chate! Kamu cantik sekali! Memang berbeda ya, Artis dan Model tersohor memang lain sekali! Kamu tambah cantik saja!"
Caca akui Chate yang memang berdarah bule semakin mempesona saja dilihatnya, terlebih profesinya sebagai Aktris dan Model membuatnya semakin cantik mempesona.
"Caca bisa aja. Chate jadi enak nih! Kamu sendiri cantik dan keren sekali! Sudah jadi Dokter plus Wakil Direktur Rumah Sakit. Ah memang Caca selalu teman Chate yang paling pintar!" Chate memuji Caca.
"Chate ini selalu saja, bikin hati Caca senang. Makasi Loh pujiannya, Caca jadi geer deh! Duh rasanya Caca ga pernah membayangkan bisa duduk semeja sama Aktris dan Model terkenal seantero tanah air. Caca ga siap masuk infotainment!" Canda Caca.
"Caca bisa aja. Tapi sepertinya Kamu harus biasa Ca, karena Chate ga mau Caca pergi lagi, Chate akan sering ngajak Caca meet up kayak gini. Chate kangen banget tahu sama Caca!"
"Sama Chate. Caca jadi ingat dulu-dulu saat kita sekolah. Eh iya Chate masih kontak dengan teman-teman Kita?"
"Beberapa ada yang Chate punya nomornya. Ada group juga loh! Nanti Chate minta admin masukan deh!"
"Seperti apa ya teman-temen Kita sekarang." Caca sedang membayangkan.
"Yang pasti mereka masing-masing sudah memiliki karirnya sendiri-sendiri. Eh Iya Ca. Minggu depan ada kumpul-kumpul. Ya semacam reuni kecil-kecilan lah. Kamu ikut ya!"
"Boleh Chate! Caca juga kangen sama teman-teman Kita."
"Cie kangen juga ga sama Martin? Apa kangen sama Arsen?" Chate malah meledek Caca.
Mendengar nama Martin disebut Caca seketika mengingat saat dimana terakhir kali saat Martin memberikannya hadiah.
Saat itu memang mereka masih anak-anak.
Entah apa maksud Martin.
Caca tersenyum tanpa sadar hingga Chate menyenggol lengannya menyadarkan lamunan Caca.
"Cie, hayo lagi keinget yang mana nih! Kulkas 2 pintu, Apa si jahil?" goda Chate.
"Chate ingat saja julukan itu." Caca mencebikkan bibirnya.
"Ya habis Kamu itu dulu bermasalah dengan kedua orang itu kan. Kalo ga sama Arsen ya sama Martin."
"Tapi Ca, Aku ga tahu kabar Martin. Teman-teman pun juga menanyakan. Setelah pindah sekolah keluar negeri Martin seperti hilang ditelan bumi. Sosial medianya saja tak ada. Teman-teman juga tak ada yang tahu kontak Martin."
Caca mendengarkan penuturan Chate dengan seksama.
Sama seperti yang Caca dengar dari Bundanya, keluarga Martin juga pindah tak lama Martin sekolah keluar negeri.
"Ca tapi kalau Arsen sekarang dia itu pengusaha top loh! Sering wara wiri di TV dan Youtube. Beberapa kali Chate bertemu dia."
"Dan Kamu tahu Ca, Arsen pernah nanyain Kamu loh ke Chate. Cie, kayaknya bakal ada yang CLBK nih!"
"Mana ada begitu!"
"Ya dulu usil siapa tahu sekarang jodoh!"
"Ada-ada saja Kamu Chate! Aktris Kita terlalu banyak main film jadi halu!"
"Ya siapa tahu Ca. Oh iya, bagaimana kabar Bunda Kamu? Ah Chate jadi ingat sering ngabisin bekal Caca, Abis masakan Bunda Caca enak banget!"
"Alhamdulillah Bunda sehat."
"Oh iya Ca, Adik Kamu makin ganteng aja, Aku beberapa kali pernah ketemu di acara TV, ah Adikmu makin ganteng saja." binar wajah Chate.
"Jangan naksir sama Adikku. Aku ga mau punya Adik ipar kayak Kamu." Canda Caca pura-pura mengkerut.
"Ya jangan gitu dong Bestie, siapa tahu Aku jodoh sama Nabil dan jadi adikmu."
"Sudah, jangan bercanda terus, tuh makanan kita sudah datang."
"Ah iya benar, Chate juga sudah lapar!"
"Memang Mbak Model bisa makan banyak?"
"Mumpung Aku baru selesai dengan projectku dan kini sedang free jadi Aku bebas. Walaupun seperti Kamu tahu dari dulu, perutku ini seperti karet!"
Caca dan Chate tertawa lepas.
Kedua teman kecil yang kini bersua kembali menikmati makanan sambil mengenang memori lama sambil bernostalgia.
Seakan menjadi moment yang pas manakala diiringi lagu dari Sheila on 7, Sahabat Sejati, seakan mewakili perasaan keduanya.
"Btw, Kamu sudah punya pacar belum Ca? Secara bule kan banyak yang ganteng-ganteng!"
"Mana ada. Aku diluar negeri hanya sekolah dan bekerja. Kamu sendiri Aku sering lihat digosipkan dengan beberapa pria."
"Mereka itu semua lawan mainku di Film. Ya strategi marketing saja!"
"Ah masa, sekian banyak tak ada yang nyantol di hati. Caca lihat yang terakhir sepertinya ramai sekali gosipnya. Jujur saja sama Caca. Aku ga bakal ember dan cerita ke Lambe Turah kok!"
"Hahaha, Kamu bisa saja. Sini Aku kasih tahu."
Chate meminta Caca mendekatkan telinganya dan Chate mulai membisikkan sesuatu.
"Ah serius!" Caca membulatkan matanya mendengar bisikan Chate.
"Suits! Malah teriak! Calm Baby." anggukan Chate membenarkan keterkejutan Caca.
"Ya patah hati deh! Padahal akting dia sama Chate bikin baper loh! Aku saja bela-belain nonton dan sampai terbawa suasana. Sampai lupa kalau Aktrisnya teman kecilku sendiri. Kalian romantis banget di film itu." Caca masih tak terima seakan ia menolak fakta mengejutkan yang ia dengar.
"Hahaha, Makasi loh sudah suka dengan Akting Kami. Tapi Kamu akan semakin terkejut kalau Chate kasih tahu siapa pacar dia!" kata-kata Chate tentu saja membuat jiwa -jiwa netizen Caca semakin berkobar.
"Sini!" kembali Chate membisikan Caca sesuatu.
"Sumpah!" Caca kali ini lebih terkejut.
Nyatanya dengan santai sambil menikmati makanannya Chate mengangguk tanda membenarkan.
Caca geleng kepala seolah tak mempercayainya.
"Sungguh diluar Nurulkan?" Chate bisa mengerti ekspresi wajah Caca temannya.
"Ya, Caca ga nyangka saja. Wah ternyata beda banget ya diluar dan didalamnya." Caca manggut-manggut.
"Ya begitulah Ca, netizen atau publik hanya melihat dunia Kami dari sisi gemerlapnya saja. Padahal mereka juga manusia. Mereka melakukan itu agar karir dan eksistensinya tetap terjaga.
"Makanya Ca, terkadang apa yang terlihat belum tentu sama seperti keadaan aslinya."
"Wah, Aku ngeri sendiri mendengarnya Chate."
"Ya begitulah Ca. Tuntutan karir dan demi popularitas!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Yani
Chate yang dulu naksir sama om Gust ya🤔
2023-06-21
0
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor apa sih yang di omongin kok aku jd kepo ya 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
2023-06-17
2
🌺awan's wife🌺
apa yg kalian bisikan,,aq kepo nih😅😅😅
2023-06-17
2