Bu Santi pun maju dan berkata, "pak Anjaz, jangan mentang-mentang kini anda dan Menik sudah menikah, anda bisa seenaknya membela seseorang yang sudah jelas-jelas bersalah. Menik adalah anak miskin, jelas dia pasti sangat iri dengan Hanum, ponakan ku yang cantik dan juga kaya!" ujar Bu Santi membuat Anjaz merasa sangat geram.
Belum juga Anjaz akan merespon, tiba-tiba saja seorang murid masuk ke kantor..
"Assalamualaikum!?"
Semua mata pun langsung menoleh ke pintu .....
"Walaikumsalam, ada apa?" tanya pak Wari kepada ketua Osis yang masuk ke dalam kantor.
"Pak, saya ingin menunjukan sesuatu," ujar ketua Osis yang mendapatkan tatapan dari semua orang yang berada di kantor tersebut.
"Apa yang kamu kamu tunjukkan?" tanya Bu Santi merasa heran.
"Pak, anda harus lihat ini."
Ketua Osis itu pun memberikan ponsel seorang murid wanita yang ada foto-foto bukti kejahatan Hanum.
Pak Wari pun melotot dengan seram ketika ia melihat foto-foto Hanum yang dengan jelas memasukan ponselnya sendiri ke tas Menik.
"Pak Wari, apa yang bapak lihat?" tanya Bu Santi yang sepertinya sudah merasa tidak nyaman.
"Apa ini? apakah Bu Santi tau apa yang di lakukan Hanum!?" tanya Pak Wari menatap Bu Santi dengan tatapan mautnya. Mukanya pak Wari yang sangar, membuat siapapun akan merinding melihatnya.
Bu Santi pun langsung merebut handphone itu dari tangan pak Wari kerana ia merasa sangat penasaran.
Setelah melihat foto-foto itu, tangan Bu Santi gemetaran. Namun, Bu Santi mencoba bersikap santai sebab, di foto tidak terlihat wajah dia. Hanya Hanum saja yang terlihat di foto itu.
"Pak Wari, sepertinya saya juga telah di bohongi oleh Hanum. Dia mengadu pada saya jika handphone nya hilang. Saya tidak tahu jika sebenarnya semua ini hanyalah jebakan Hanum!" jelas Bu Santi dengan tatapan sedih agar semua orang percaya.
Menik hanya terlihat cuek dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pak, sudah terbukti bukan saya to yang ambil HP punya Hanum!? Sudah dari awal saya bilang, bukan saya pak, bukan saya, tapi bapak gak percaya sama aku." ujar Menik mengutarakan kekecewaannya kepada pak Wari.
"Pak Wari, saya harap, anda segera memberi sanksi kepada Hanum dan klarifikasi kepada sekolah agar semua orang tidak mengira jika bukan Menik yang ambil handphone Hanum," ujar Pak Anjaz yang merasa kurang terima juga karena muridnya sekaligus istrinya ini di jebak dan tuduh seperti ini.
"Pak Anjaz, saya akan klarifikasi untuk membersihkan nama Menik, dan untuk Menik, saya pribadi minta maaf sebab saya sudah salah faham padamu. Bapak akan segera menghukum Hanum." ujar Pak Wari.
"Saya ada satu permintaan, pak." ujar Menik dengan sumringah.
"Apa itu?" tanya Pak Wari.
"Saya minta Hanum dihukum membersihkan toilet selama 1 bulan full. Seperti yang bapak sering lakukan pada saya." pinta Menik.
"Tidak hanya itu, saya juga akan mendatangi kedua orang tuanya dan men-sekors Hanum." jawab Pak Wari.
"Tidak perlu, pak. Kasihan kalo harus di sekors, udah gapapa, aku juga udah maafin dia kok, hukum dia seperti bapak menghukum aku." ujar Menik tersenyum.
Anjaz terlihat tersenyum melihat kebaikan Menik. Meksipun sudah fitnah seperti ini, dia masih memiliki kasihan pada lawannya..
Ketika pulang sekolah, terlihat murid-murid lainnya menatap Hanum dengan tatapan sinis. Mereka sudah tahu jika Hanum sudah memfitnah Menik, si ratu bar-bar sekolah.
"HUUU.... iri, bilang boooos...!" seru murid dari kelas Menik yang kesal dengan kelakuan Hanum.
"Gak mampu bersaing, bilang booos..!" ujar lainnya.
"Cantik sih, tapi gak bisa bersaing, cuaaaakhs!" seru lainnya.
("HAHAHAAAHAH")
suara tawa murid-murid lainnya.
Hanum hanya menunduk kepalanya karena ia sangat malu sekali. Hanum menangis dengan derasnya membuat matanya penuh dengan air mata membuat matanya terlihat buram, Hanum tidak melihat jika ada sebuah sapu yang di lempar oleh murid lain untuk menjanggal kakinya.
GEDABRUK
Hanum terjatuh.
HAHAHAHAHAHAHA
HUUUUUUUUUUUUU
tawa murid-murid lainnya semakin teriang-iang di telinga Hanum, membuat Hanum tidak berani berdiri dan berjalan lagi.
Hanum hanya menangis berderai air mata. Menik dan Eka yang baru keluar dari kamar mandi melihat jika Hanum sedang di dirundung oleh teman-teman sekolah.
Menik pun langsung berlari dan menghampiri Hanum. Meksipun Menik kesal dengan Hanum, namun Menik sangat tidak suka dengan bulian seperti ini.
"Hanum, kamu gak papa to?" tanya Menik sambil membantu Hanum berdiri..
"Hiks..hiks.. Menik, maafkan aku?" ujar Hanum masih menundukkan kepalanya.
"Hanum, udah gapapa, kamu sudah maafin kamu kok, udah ya, jangan nangis lagi?" ujar Menik sambil mengelap air Hanum.
"Menik, aku sudah sering jahat sama kamu, tapi kenapa kok kamu masih mau memaafkan aku?" tanya Hanum merasa terharu dengan sikap Menik.
"Udah gapapa, yang penting jangan di ulangi lagi Yo. Kita ini kan teman sama-sama, gak boleh saling benci," ujar Menik memeluk Hanum dengan erat..
Setelah memeluk Hanum, Menik pun menatap teman-temannya yang masih memerhatikan mereka.
"Teman-temanku yang baik, Menik minta jangan buli Hanum lagi Yo. Kasihan dia, lagi pula, siapa sih enggak iri sama Menik, secara, Menik gitu loh!" ujar Menik dengan gayanya yang centil. "Hehehehe, bercanda-canda. Aku tahu kalian juga sebenarnya gak suka to sama aku gara-gara aku nikah sama pak Ganteng. Ya mau gimana lagi, namanya juga jodoh!" lanjutnya yang masih memuji dirinya sendiri.
Teman-temannya Menik hanya tersenyum melihat tingkah Menik yang kembali seseru ini..
"Tapi tenang aja, di sekolah, pak ganteng adalah guru kita semua. Berbeda kali di rumah, dia adalah misua akyu....!" lanjutnya dengan gayanya masih seperti dulu.
"Menik, udah kamu itu malah manas-manasin yang lainnya!" tegur Eka.
"Hehehehe... iya-iya, aku cuma mau kasih ketegasan setegas-tegasnya kepada para konco-konco(teman) bahwasanya pak Anjaz, guru muda dan guru terganteng di sekolah ini adalah suamiku. Kalo ada di rumah, kalo di sekolah ya dia guru kita, hehehe." sahut Menik.
"MENIK, MALAM PERTAMA GIMANA RASANYA!" sahut seorang murid perempuan..
"E E E Eeeeeee.... penasaran ya... pingin tahu ya....!?" tanya Menik tersenyum Meledek teman-temannya..
"Cerita donk?" ujar salah murid lainnya.
"Menik, jangan di dengerin omongan mereka!" ujar Eka meminta agar Menik tidak lagi mengutarakan kehaluannya.
"Wes to, ndak papa." bisik Menik bersemangat ingin menceritakan kisahnya..
Menik pun menatap teman-teman sekolahnya yang semua adalah wanita.
"Sini-sini, kita kumpul di sini, tapi janji, kalian gak boleh iri, gak boleh cerita ke siapa-siapa!?" ujar Menik.
"OKE...!" seru anak-anak bersemangat.
Mereka pun membuat lingkaran untuk mendengar kisah Menik.
Melihat Hanum yang masih berdiri tidak mau membaur pun langsung Menik tarik tangannya.
"Mau ikut denger kisahnya nggak?" tanya Menik.
"Emang boleh?" tanya Hanum.
"Boleh donk!" ujar Menik yang langsung mengajak Hanum untuk bergabung dengannya.
............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Efrida
hanum kok mau dihukum dewe
2023-09-08
0
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
buset dah nik... ohhh menik
hai kk thor a yg syantik slmt kmbli lgi... smgt yah
2023-07-05
1