Bab 9, akhirnya kutukan terpatahkan

Di dalam selimut terlihat Anjaz Anjaz diam menindih Menik yang ada di bawahnya. Meskipun ritual pembuatan anak harus segera di lakukan, tetapi Anjaz sangat kesulitan karena joni-nya tidak mau berdiri.

Bukan karena tidak tergoda dengan bentuk tubuh Menik yang masih kencang, tetapi suara-suara aneh yang terdengar di telinganya, membuat sangat parno sampai-sampai Anjaz tidak bisa bergerak.

Anjaz mendengar seperti ada seseorang yang sedang menyanyi sebuah nyanyian kidung di dalam kamar mereka. Suara itu terdengar sangat jelas.

Anjaz seperti merasa ada yang memperhatikan mereka di dalam selimut dan sedang menemani mereka.

"Pak, cepetan, gek ndang to," bisik Menik ke telinga Anjaz.

Anjaz yang awalnya seperti orang bingung pun berusaha untuk tenang dan berusaha untuk segera mematahkan kutukan itu.

"Menik, tahan ya, aku mau melakukan pemanasan biar joni ku bisa berdiri," bisik Anjaz.

"Joni sopo to pak? wes ojo kelamaan pak, masukin gek udah, aku wes sumuk banget ini di dalam selimut!" bisik Menik tidak sabaran.

Anjaz pun menggelengkan kepalanya. Menjelaskan sekarang pun hanya akan membuang-buang waktu.

Anjaz pun tidak berkata-kata banyak dan langsung menghisap dada Menik agar ia merasa ter-angsang, sehingga joni-nya bisa bangun.

Tetapi Menik malah menjambak rambut Anjaz dengan kuat.

"AW!" teriak Anjaz kesakitan.

"Pak, ngapain to Kok malah *****!? di masukin pak, di masukin!" bisik Menik dengan gregetan.

"Ya itu namanya pemanasan Menik. Sudah, kamu percaya aja sama aku, tutup matamu sekarang," jawab Anjaz yang tidak kalah gregetnya dengan Menik.

Menik pun hanya mengangguk ketika Anjaz memerintahkannya. Anjaz kembali menghisap sesuatu yang coklat itu untuk mendapatkan gai-rahnya.

Menik pun hanya memejamkan matanya sambil menggeliat kegelian. Bukannya menikmati, Menik justru menahan tawa karena itu benar-benar terasa sangat geli sekali.

Ketika di rasa Joni sudah bangkit, Anjaz pun langsung membuka ************ Menik.

"Menik, jangan teriak ya?".bisik Anjaz.

"Iyo, pak, siap.".jawab Menik mengangguk.

Anjaz pun langsung assalamualaikum kepada Menik.

Ketika benda itu masuk, Menik pun langsung merasakan panas sekujur tubuhnya.

"AW!" pekik Menik yang langsung di bungkam oleh Anjaz dengan tangannya.

"Hussst!" ucap Anjaz sambil terus berolah raga.

Ketika selaput itu pecah, tiba-tiba saja suara gemuruh di atas langit mengangetkan mereka dan para warga desa.

DHUOOOAR!"

Suara ledekan itu cukup keras membuat semua orang yang tertidur pun langsung terbangun dan menutup telinga mereka.

Setelah suara ledakan itu, tiba-tiba saja suasana yang tadinya serasa mencengkram, tiba-tiba saja suasana berubah menjadi syahdu dan tenang tentram kembali.

Para warga pun langsung menghela nafas lega. Meraka sudah dapat menduga jika kutukan sudah di patahkan.

Gerimis rintik-rintik pun akhirnya membasahi tanah desa kembang kuncup.

Para warga pun yang tadinya sedang posisi ketakutan, kini mereka kembali menarik selimut dan memeluk keluarga mereka masing-masing.

Pak RT pun akhirnya dapat tidur dengan pulas dan memeluk istrinya dengan tenang.

"Buk, akhirnya kutukan sudah di patahkan. desa kita akan tentram kembali," ujar pak RT.

"Amiin, pak. Wes, bubuk lagi yuk!" ujar buk RT.

......

Di sisi lain, Anjaz masih terus berusaha untuk sampai ke puncak tinggi-tinggi sekali. Makin lama, rasanya semakin nyaman dan tentram.

Setelah suara ledakan, entah mengapa tiba-tiba saja Anjaz merasa lebih tenang dan sudah tidak lagi merasa parno. Bahkan kini Anjaz sudah dapat menikmati legit milik Menik yang masih sangat sempit.

Bahkan, karena saking menikmati, Anjaz sampai tidak sadar jika selimut yang awalnya menutupi tubuh mereka kini sudah tidak lagi menutupi mereka.

"Menik, sa-saya... Emmmmm...!" Anjaz pun akhirnya sampai ke puncak tinggi-tinggi sekali.

"Sssssshht....!" tidak kalah, menikmati mengejang karena ia juga merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.

"Ah, ini sungguh malam pertama yang sangat mengandung adrenalin. Aku tidak akan pernah melupakan malam ini," ucap Anjaz yang kini terkulai lemas di samping Menik yang hanya terdiam sambil menutupi wajahnya karena malu.

Anjaz pun nampak heran dengan sikap Menik yang malu-malu, padahal di awal, Menik sama sekali tidak malu ketika ia membuka pakaiannya di depannya.

"Menik, kamu kenapa?" tanya Anjaz.

"Hust, wes pak gek bubuk!" jawab Menik yang menarik selimut dan membelakangi Anjaz.

Anjaz pun merangkul punggung Menik dan berkata, "Menik, apapun yang terjadi, sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri, saya harap kita bisa mengenal lebih jauh dan saling membuka hati satu sama salin," ujar Anjaz mencoba mengajak Menik berkomitmen bersama.

"Aku malu, pak. Gara-gara aku, pak Anjaz harus menikahi gadis koyo aku Iki. Maafin aku yo, pak?" Menik pun terlihat sangat menyesali perbuatannya..

"Jangan berkata seperti itu. Aku tidak apa-apa kok, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Insyaallah, aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk kamu," jawab Anjaz mencoba menenangkan Menik.

"Tapi, pak, Menik masih pingin sekolah?" ujar Menik yang kini membalikan tubuhnya dan menatap sang guru yang kini sudah menjadi suaminya.

"Aku akan bicara sama kepada sekolah. Aku sangat yakin mereka akan mengizinkan kamu untuk tetap sekolah, apalagi sekarang akan ujian kelulusan, mereka pasti akan memberikan kesempatan untuk kamu," ujar Anjaz mencoba untuk meyakinkan Menik.

"Janji yo, pak!?"

"Sekarang manggilnya jangan pak, dong, panggil mamas boleh," ucap Anjaz sambil menatap mata Menik.

Entah kenapa, Menik sangat malu dengan tatapan Anjaz kepadanya. Menik pun kembali membelakangi Anjaz dan memejamkan matanya. "Selamat bubuk, mas Anjaz," bisik Menik dengan malu-malu.

Anjaz pun tersenyum, ia pun memejamkan matanya dan menenangkan hatinya. Anjaz masih tidak percaya jika ia kini sudah menikah dan melewati proses yang cukup membuat bulu guduk merinding.

Dan anehnya, setelah ia memecahkan perawatan Menik, hal mistis itu pun langsung hilang dan suasana kembali hangat dan tenang. Anjaz bener-benar pertama kali merasakan hal ini dalam hidupnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Efrida

Efrida

50 rb dpt perawan kau pak. neng kota ra iso 😅😅😅

2023-09-08

0

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

wahahahaa... bener2 yah kmu jaz... bts smg pak guru bs bijak sana dan ttp setia sm si menik..
ahhhh gmn ksh slnjutnya yah?

2023-06-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!