Bab 6. Pengumuman Ra jelas.

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakhatu..

Suara dari towa masjid membuat beberapa warga yang sedang beraktivitas berhenti dan mendengarkan dengan seksama siaran yang sedang berlangsung.

Ada yang sedang macul.

Ada yang sedang kasih makan ternak.

Ada yang sedang mencuci baju.

Ada yang sedang menggendong cucu.

Ada juga ibu-ibu rempong tukang gosip.

Mereka serempak memasang kuping untuk mendengarkan pak RT menyiarkan pengumuman..

*Kepada ibu-ibu dan bapak-bapak, besok di harapan kehadiran untuk membersihkan lapangan desa, sebab kita akan mengadakan perayaan ulang tahun desa kita tercinta yang ke, emmmm ... kurang lebih 100 tahunan lah, jika tidak salah, karena saya sedikit lupa lupa ingat.

Baiklah, sekali lagi pengumuman untuk para warga desa kuncup mekar. Di mohon kehadirannya besok sambil membawa beberapa alat bersih-bersih seperti, cangkul, arit, golok dan benda tajam lainnya. Kalo ada yang punya mesin babat, boleh juga di bawa supaya mempercepat proses bersih-bersih ilalang yang menjulang tinggi di hamparan lapangan yang luas seluas mata memandang.

Baiklah, saya akhirnya, wasallammulaikum warahmatullahi wa barakhatu*.

Para tetangga pun garuk-garuk kepala dan mengerutkan keningnya sebab, mereka tidak mendengar dengan jelas apa yang bapak RT siarkan.

"Walah, pak RT tadi ngomong opo to? ngomong kok umat-umit gak jelas!" ujar salah satu warga ibu-ibu yang sedang merumpi.

"Aku yo ndak jelas dia ngomong opo. Kalo Adzan aja ngasi puoool suarane. Tapi, kalo pasti siaran, pasti suarane koyo nyonya solo, lirih(pelan) sekali." imbuh emak-emak lainnya.

"Yo wes, kita ke rumah pak RT aja yuk, tanya langsung ke orangnya biar ndak ketinggalan berita kita," usul ibu-ibu lainnya.

"Ayok!

"Ayok!

"Ayok!

Emak-emak rempong serempak mendatangi rumah pak RT. Tidak hanya emak-emak rempong, beberapa warga lainnya yang sedang momong cucu, sedang macul, sedang kasih makan ternak, mereka juga serempak mendatangi rumah pak RT untuk meminta kejelasan atas siaran yang sudah di umumkan.

Pak Anjaz pun dengan kakinya yang dijinjing karena masih sakit, mencoba untuk keluar rumah dan ingin meminta kejelasan dari tetangga dari siaran yang kurang jelas apa yang umumkan.

Melihat gerombolan orang-orang pada menuju rumah pak RT, Anjaz pun mencoba untuk bertanya..

"Pak, tadi itu siaran apa ya? dan kalian mau kemana?" tanya Anjaz ramah ke salah satu warga.

"Ini kita juga mau kerumah pak RT, kita juga belum jelas apa yang di umumkan. Pak Anjaz mau ikut?" ujar warga tersebut.

"Boleh-boleh!" Anjaz dengan tertatih berjalan dengan pelan-pelan untuk ikut kerumah pak RT yang tidak jauh dari rumah yang ia sewa.

Pak RT....!

Assalamualaikum....

Pak RT ....!

seru warga memanggil pak RT ketika di depan rumahnya.

Pak RT dan Buk RT pun keluar ruma dan melihat segerombolan rakyat Indonesia yang terdapat di bagian kecil desa kuncup bergeruduk mendatangi rumahnya.

"Loh..Loh ... ada apa ini? kok malah pada datang ke rumah saya? bersih-bersih lapangan itu besok, bukan sekarang bapak-bapak... ibu-ibu...!" ujar Pak RT menjelaskan.

"Nah, ya makannya itu pak RT, kedatangan kami kesini ingin menanyakan apa yang sebenarnya bapak RT umumkan di masjid tadi. Suara pak RT sama sekali tidak terdengar oleh telinga kami," jelas salah satu warga mewakili rakyat lainnya.

Pak RT pun mengangguk mengerti.

"Oo walah, jadi kalian ndak ada yang dengar saya ngomong apa to? Yo wes, jadi begini, saya ulangi lagi sekarang. Besok bapak-bapak dan ibu-ibu tolong luangkan waktu untuk kerja bakti di lapangan desa, karena kita akan merayakan ulang tahun desa kita tercinta ini. Rencananya, pak lurah akan mengadakan layar tancap di lapangan dan siangnya kita akan mengadakan pertunjukan kuda lumping. Untuk ibu-ibu tolong siapkan beberapa makanan ringan dan juga masak-masak untuk makan bersama. Uang belanja akan di sediakan oleh pak lurah kita." jelas pak RT sekali lagi dengan lebih jelas.

"Ooooo... acara ulang tahun desa." para warga pun mengangguk mengerti sekarang ini.

Setelah mendengarkan penjelasan pak RT, para warga pun kembali dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

......................

Di sisi lain, terlihat Menik sedang membersihkan WC seorang diri. Menik mendapatkan hukuman dari pak Wari, guru matematika.

"Walah, piye to. Ngerjain soal salah, bolos salah, tanya tambah salah, piye maunya pak Wari iki jian, mumet aku!" keluh Menik kesal dengan peraturan Pak Wari yang menuntut agar muridnya pintar, disiplin dan tidak banyak tanya.

Ketika sedang membersihkan kamar mandi, tiba-tiba ada salah satu murid dari kelas A datang ke kamar mandi, ia adalah Hanum. Murid yang tempo hari membuat masalah dengan Menik.

"Oh, hahahha... kita lihat sekarang, seorang Menik di hukum ya? uuuu, acian...!" ejek Hanum sambil dengan sengaja menendang ember yang penuh dengan air kotor.

BYUR..! Air itu pun tumpah dan membasahi lantai.

Menik pun menatap Hanum dengan tatapan ia tidak akan melepaskan perempuan jadi-jadian itu.

"HANUUUM.....!" teriak Menik dengan kesal melemparkan pel yang ada di tangannya ke arah Hanum.

PLOK!

seketika Pel kotor itu pun nemplok ke wajah Hanum.

Hanum syok melihat kain pel kotor nemplok tepat di wajahnya.

"AAAAAAAAA..... MENIIIIIIIIIIIIIK!" Hanum berteriak syok sampai wajahnya memerah karena kesal.

Menik pun tertawa dan menjulurkan lidah untuk mengejek Hanum.

"Weeek... suruh sopo ganggu aku terus. Rasakno...!" ujar Menik lari meninggalkan Hanum yang sedang uring-uringan sendiri karena bajunya basah.

Hanum pun diam-diam mengumpat, ia berjanji akan membalas perbuatan Menik padanya.

"Tunggu koe Menik! bakal tak balas koe sesok!" umpat Hanum.

Terpopuler

Comments

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

bgus nik jgn lemah gtu jd org jgn mntg2 g punya gmpg di tindas aq suka nik..

2023-06-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!