Menik berlari masuk ke dalam kelasnya. Karena pelajaran pak Wari sudah selesai, jadi Menik sudah bisa masuk dan menunggu pelajaran lainnya.
Eka heran dengan raut wajah Menik yang terlihat sangat sumringah.
"Menik, ada apa to?" tanya Eka.
"Lucu, Ka. Aku tadi lempar pel ke muka Hanum. Kok yo lemparan aku pas ke muka dia, aku kudu ketawa dari tadi," bisik Menik menjelaskan.
"Hus, kamu itu ngawur, kalo Hanum lapor ke pak Wari sama Bu Santi gimana. Hanum kan anak kesayangan mereka," ujar Eka memperingati Menik.
"Ya, orang dia duluan kok yang ganggu aku. Lagian aku wes biasa di hukum tanpa alasan yang gak jelas. Wes ra sah di pikir, lagian juga, kita bentar lagi lulus!"
"Betul kamu Menik. Aku ndak sabar pingin cepet-cepet lulus!" sahut Eka.
Menik pun tersenyum syahdu sambil memikirkan cita-cita besarnya yang mulia. Yaitu, Menik ingin mencari ibunya ke kota. Menik bertekad akan mencari uang tambahan untuk merantau ke kota mencari ibunya.
Bayangan Menik sangat indah. Datang ke kota, bertemu ibunya, mereka akhirnya jalan-jalan ke kota naik mobil, pergi ke mall-mall besar, dan mereka bermain dan bahagia bersama.
......................
Akhirnya pelajaran pun berakhir. Murid-murid sudah pada pulang, hanya tinggal Menik yang masih di sekolah karena dia hukum lagi oleh Bu Santi. Alasannya sudah jelas si Hanum sudah mengadu kepada Bu Santi.
Beruntung Eka setia membantu dan menemani Menik.
"Menik, kamu gak pingin kasih pelajaran opo ke Hanum. Getiiiing banget aku sama anak itu. Greget pingin mengkrues mulutnya itu!" geram Eka.
"Opo Yo? aku juga sebenarnya to greget sama anak itu!" sahut Menik yang juga memikirkan, hukuman apa yang untuk membalas Hanum yang selalu jahil dan membuat masalah dengannya.
Eka pun tersenyum memiliki ide ketika melihat mulut Menik yang mengunyah permen karet.
Menik menatap Eka dengan heran, "opo?" tanya Menik.
Eka pun membisikan sesuatu ke telinganya Menik.
Sesuai dengan harapan Eka, Menik pun tersenyum mendengar saran dari Eka.
Setelah beres, mereka berdua pun diam-diam meletakan permen karet itu di atas kursi Hanum. Mereka berharap jika Hanum tidak memeriksa kursi sebelum duduk.
"Beres! yuk kita pulang," ujar Menik memegang tangan Eka.
Mereka berdua akhirnya pun berjalan sambil berlari dan menyanyi bersama.
Benar-benar sahabat yang sangat lengket.
......................
Sore ini terlihat beberapa ibu-ibu membuat kue di rumah pak RT. Menik yang baru mau ngaret pun menyapa beberapa bapak-bapak yang ada di depan rumah pak RT untuk membahas tentang apa yang akan di pertunjukan di acara ulang tahun desa nanti.
Di sana ada pak Anjaz juga yang sedang duduk di kursi panjang terbuat dari kayu yang ada di bawah pohon rumah pak RT bersama dengan beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu lainnya.
"Assalamualaikum!" sapa Menik mampir ke rumah pak sebelum mencari rumput untuk kambing-kambingnya.
"Walaikumsalam! Mau ngaret ta Menik?" tanya Pak RT..
"Njeh, pak! tapi ini kok rame-rame ada opo?" tanya Menik.
"Ini loh, besok kan mau ada acara ulang tahun di desa, ini kita lagi mau nyusun acara-acara apa saja yang akan di selenggarakan. Ini, pak Anjaz juga mau bantu buatkan contoh gambar pola hiasan untuk membuat dekorasi lapangan nanti," ujar pak RT menjelaskan.
Menik yang penasaran dengan apa yang sedang di gambar pak Anjaz pun duduk di samping pak Anjaz secara spontan.
Lalu, Menik melekatkan arit di pangkuannya.
Spontan para sesepuh di yang ada di sana pun langsung berdiri berteriak.
"MENIIIIIK..... ASTAGHFIRULLAH!" teriak warga membuat Menik kaget.
Ternyata, Arit yang Menik bawa dan di letakan di pangkuannya itu juga jatuh ke pangkuan pak Anjaz. Jadi, arit satu berada di pangkuan 2 dua orang, yaitu bujang dan gadis. Dan itu adalah salah satu pantangan besar di desa tersebut.
Apa lagi hal itu di saksikan oleh para sesepuh dan para warga. Mitos ini percaya atau tidak adalah salah satu keyakinan di desa tersebut. Jika sampai kedua orang ini tidak segera di nikahkan, maka musibah besar akan segera menimpa desa tersebut.
Seperti hama yang akan merusak hasil tani mereka, seperti cuaca yang tidak menentu sehingga bisa membuat hasil tani tidak seimbang. Bahkan bisa terjadi kemarau panjang. Atau, bahkan yang lebih mengerikan, selama 7 hari berturut-turut akan ada yang meninggal secara tak wajar di desa tersebut.
Sebelum 1x24, orang yang sudah melanggar pantangan itu pun harus segera di nikahkan di depan khalayak ramai.
Tetapi tidak semudah itu untuk mematahkan hukuman dari pantangan yang sudah di langgar.
Meskipun musibah di desa akan hilang karena dua sejoli sudah di nikahkan, namun malapetaka akan menghajar rumah tangga kedua sejoli ini selama 100 hari lamanya.
Jika kedua sejoli dapat melewati musibah ini selama 100 hari. Maka kedepannya mereka akan hidup bahagia dan sejahtera.
Menik pun langsung berdiri ketika orang-orang mendelik ke arahnya dan meneriakinya.
Melihat arit yang jatuh dari pangkuannya, Menik pun langsung mengerti dan langsung menutup mulutnya karena kaget.
Mata Menik memerah, tangannya gemetar dan juga kepalanya tidak berhenti bergeleng-geleng.
Anjaz pun hanya melongo karena dia tidak tahu apa-apa. Padahal, hari ini Anjaz akan harus menikahi muridnya sendiri.
"Ada apa ini?" tanya Anjaz..
"Menik dan pak Anjaz harus segera menikah!" seru pak RT.
Anjaz pun tersenyum bingung. "apa, menikah? apa ini maksudnya, mengapa aku harus menikahi Menik?" tanya Anjaz bingung.
Menik pun tidak berani bersuara. Matanya memerah karena syok dengan apa yang ia lakukan.
"Kalian sudah melanggar aturan desa ini, jadi kalian harus menikah!" sahut salah satu warga lainnya.
"Melanggar!? apa yang sudah saya langgar? saya dari tidak ngapa-ngapain Menik. Dia cuma duduk di samping saya!" jelas Anjaz.
Karena tidak ingin ada keributan, apa lagi pak Anjaz adalah orang baru yang tidak mengerti aturan desa mereka, akhirnya pak RT pun mengajak pak Anjaz untuk duduk di dalam rumah beserta Menik dan juga si Mbah, dan beberapa sesepuh lainnya.
Bagaimana kisah berikutnya. Apakah Anjaz akan bersedia menikahi Menik dan menerimanya sebagai istrinya. Jangan lupa terus simak cerita ini dan beri dukungan terhadap karya ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Efrida
sejauh ini asyik kok ceritanya
2023-09-08
0
Nulis terus✍️💪
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya bestiiii 🥰
2023-06-08
0