Alesha membuka matanya di pagi hari itu, badannya sudah lebih membaik dari pada semalam. Dia kini melihat Devan yang sudah rapi dengan kemeja lengan panjangnya.
"Sudah bangun?" Devan memakai stetoskopnya dan memeriksa detak jantung Alesha lalu menyentuh keningnya. "Sudah membaik."
"Kak Devan mau berangkat?" tanya Alesha. Dia bisa melihat mata ngantuk Devan meski rambutnya masih terlihat basah.
"Iya, sebentar lagi ada suster yang merawat kamu. Nanti makan bubur dulu, makannya harus dihabiskan ya. Obat kamu juga sudah aku siapkan."
Alesha menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Kak Devan jagain aku semalaman?"
"Iya, yang penting kamu sekarang sudah membaik. Aku juga sudah hubungi kedua orang tua kamu, nanti mereka ke sini."
"Tapi Kak Devan gak bilang kan kalau aku jatuh ke sungai?" tanya Alesha karena dia takut kedua orang tuanya akan bertanya yang tidak-tidak. Dia juga tidak mau orang tuanya tahu jika Dirgalah yang menyebabkan dia celaka.
"Tidak, aku cuma bilang kamu jatuh terpeleset." Beberapa saat kemudian Suster Lina sudah masuk sambil membawa peralatan untuk membantu Alesha membersihkan tubuhnya.
"Sus Lina sudah datang. Aku berangkat dulu ya."
Alesha menganggukkan kepalanya, kemudian dia mencium punggung tangan Devan yang langsung dibalas satu kecupan dari Devan di keningnya. "Cepat sembuh." Kemudian dia usap puncak kepala Alesha dengan penuh kasih sayang.
Seketika dada Alesha bergetar. Dia belum pernah merasakan diperlakukan oleh seorang lelaki seperti ini. Sangat manis dan menyentuh hatinya.
Alesha terus menatap Devan sampai Devan keluar dari kamarnya.
Benar-benar sosok suami idaman. Gimana aku gak jatuh hati kalau Kak Devan manis banget kayak gini. Oke, mulai sekarang aku akan mencoba menjadi seorang istri yang baik.
"Mau pakai baju apa, Bu?" tanya Sister Lani.
"Jangan panggil Bu, panggil Lesha saja, Sus. Tolong ambilkan piyama saja." Perlahan Alesha duduk dan akan menurunkan kakinya tapi dicegah oleh Suster Lani.
"Mau apa? Kata Dokter Devan tidak boleh bergerak dulu."
"Mau ke kamar mandi, Sus."
"Iya, saya bantu." Kemudian Suster Lina membantu Alesha ke kamar mandi. "Dokter Devan sangat sayang ya sama Kak Lesha. Perhatian sekali."
Alseha hanya tersenyum. Iya, Devan memang sangat perhatian dengannya. Tapi dia tidak tahu, perhatian Devan hanya semata karena tanggung jawab terhadap istri atau karena Devan memang mencintainya.
Sedangkan di depan pintu, diam-diam Dirga terus mengintai Alesha. Melihat kondisi Alesha yang seperti sekarang, dia merasa sangat bersalah. Tapi saat dia mengingat perhatian Kakaknya pada Alesha, rasanya dia sangat cemburu dan ingin memiliki Alesha kembali entah bagaimana caranya.
Dirga kini membalikkan badannya dan keluar dari rumah karena sudah saatnya dia berangkat ke sekolah. Di depan pintu dia berpapasan dengan kedua orang tua Alesha. Dirga yang pernah beberapa kali ke rumah Alesha, kedua orang tua Alesha jelas tahu tentang Dirga.
"Dirga, kamu kok ada di sini?" tanya Fara pada Dirga.
Dirga mencium tangan Fara dan Aslan. "Saya adiknya Kak Devan. Om dan Tante silakan masuk, Alesha ada di kamarnya. Saya permisi dulu karena sudah siang."
Fara masih meloading beberapa saat lalu dia panik dan berpikir yang tidak-tidak. "Mas, jadi selama beberapa hari ini Lesha juga tinggal dengan mantannya. Aduh, Mas, gimana kalau rumah tangga Devan dan Alesha terganggu. Mama tahu persis, Lesha dan Dirga itu udah lama pacarannya."
"Ssttt, jangan berpikiran buruk dulu. Devan juga pasti bisa menjaga Alesha. Kita masuk ke dalam saja." Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah Devan.
Bu Rahma tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua. "Pak Aslan dan Bu Fara, silakan masuk. Alesha di kamarnya sedang dirawat suster."
"Luka Alesha parah?" tanya Fara. Putri manjanya itu pasti bertambah manja ketika sakit.
"Terkilir dan semalam demam, asam lambungnya sempat naik juga kata Devan. Tapi sepertinya pagi ini sudah membaik."
"Alesha pasti kecapekan, asam lambungnya sampai kambuh gini." Kemudian mereka masuk ke dalam kamar Alesha. "Lesha," Fara duduk di samping Alesha yang baru saja selesai berganti baju. "Sampai diinfus. Masih mual? Makan yang banyak biar gak dehidrasi."
"Iya, saya ambilkan makanan dulu. Memang sudah waktunya makan." Suster Lani keluar untuk mengambil makanan, beberapa saat kemudian dia masuk dan sudah membawa semangkuk bubur, segelas air mineral dan obat yang sudah disiapkan Devan.
"Biar saya saja Sus yang menyuapi, Suster bisa jaga Bu Rahma saja."
"Iya Bu, setelah makan, minum obat yang ini, lalu satu jam setelah makan, minum obat yang ini," tunjuk suster itu pada Fara.
"Iya, Sus."
Setelah itu suster Lani keluar dari kamar Alesha.
"Lesha, kamu jangan sampai telat makan. Asam lambung kamu jadi kambuh." kata Aslan. Dia berdiri di sisi ranjang dan mengusap rambut Alesha.
"Iya, kemarin karena jatuh, jadi Lesha gak enak makan." kata Alesha sambil menerima suapan dari Mamanya.
"Gimana bisa jatuh?" tanya Fara.
"Lesha gak tahu kalau tanahnya licin jadinya jatuh. Untung cuma terkilir dan untung lagi ada Dokter pribadi." Alesha tersenyum karena Dokter pribadinya itu memang sangat spesial.
"Enak kan punya suami Dokter. Sakit gak perlu dirawat di rumah sakit."
Alesha hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia menghabiskan buburnya terlebih dahulu sebelum lanjut mengobrol.
"Diminum dulu obatnya biar cepat sembuh."
Alesha menganggukkan kepalanya sambil menerima suapan obat dari Mamanya.
"Sha, Mama baru tahu kalau Dirga ternyata adiknya Devan."
Alesha hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi Dirga gak pernah gangguin kamu kan? Kalau kamu merasa gak nyaman, kamu tinggal di rumah saja sama Devan."
Alesha menggelengkan kepalanya. Apapun yang dilakukan Dirga padanya, dia tidak mungkin bercerita pada Mamanya.
"Gak papa, Ma. Dirga gak ganggu kok. Lagian Kak Devan juga harus jaga Ibunya di sini dan mengawasi Dirga."
Fara kini merengkuh putrinya dan mengusap rambutnya. "Kamu bahagia kan menikah dengan Devan? Devan memperlakukan kamu dengan baik kan?"
"Kak Devan sangat baik, Ma. Lesha beruntung memiliki Kak Devan."
"Syukurlah. Mama senang dengarnya."
💕💕💕
.
Like dan komen ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
AR Althafunisa
Dirga ga tau diri bgt ketahuan pribadi yg suka bangkang, Kakak nya Devan yg udah ngurusin ga ada hormatnya pisan sama yg tuaan.
2023-09-01
1
Alanna Th
jngn" bkn anak kndng; kq beda banget dg devan y?
2023-08-29
0
Oma Yoma
dirga ini org brengsk yg jg gak punya sopan santun.....masak menyebut nama Devan tanpa embel2 "kak" 😤😤😤
2023-08-27
4