BAB 6

Sampainya di rumah Devan, Devan hanya membantu memasukkan kardus-kardus barang ke dalam kamarnya kemudian dia mengambil snelli dan tas kerjanya.

"Kamu tata sendiri ya, aku buru-buru. Ada pasien di klinik." kata Devan. Tanpa menunggu jawaban dari Alesha dia keluar dari kamar.

Alesha hanya mengedarkan pandangannya di kamar Devan yang lumayan besar. Baru juga Alesha akan menjawab, Devan sudah melangkahkan kakinya jenjang keluar dari kamar.

"Astaga, udah pergi aja. Duh, nata sendiri. Aku tuh capek. Tahu gitu tadi masuk sekolah aja, biarin aja diangkut sendiri sama Pak Dokter. Ih," Alesha terus mendumel. Dia membuka kardus-kardus itu lalu menata pakaiannya di dalam almari yang sudah disediakan oleh Devan.

"Rapi juga kamar Pak Dokter," gumam Alesha.

"Lesha." panggil Bu Rahma.

Panggilan itu membuat Alesha menoleh ke arah pintu.

"Ibu, Lesha kira Ibu tidur." Alesha berjalan mendekati Bu Rahma lalu membantunya masuk ke dalam kamarnya. "Ibu duduk dulu."

"Mau dibantu, Ibu suruh Mbak Ita ya?"

Alesha menggelengkan kepalanya. "Lesha bisa sendiri."

"Ya sudah. Kalau butuh apa-apa bilang sama Mbak yang ada di belakang ya. Gak usah sungkan-sungkan, mulai sekarang ini juga rumah kamu."

Alesha menganggukkan kepalanya.

"Kamu yang sabar ya jadi istri Devan, karena dia sering sibuk. Lalu terkadang ada panggilan mendadak sewaktu-waktu saat ada pasien darurat. Mau tidak mau dia harus meninggalkan pekerjaannya di rumah. Karena bagi seorang Dokter, pasien adalah yang nomor satu," jelas Bu Rahma sambil mengusap rambut panjang Alesha.

Alesha menganggukkan kepalanya. "Kak Devan kerja di rumah sakit mana?"

"Di kliniknya sendiri. Dia juga bekerjasama dengan beberapa rekannya. Ini semua berkat kerja keras Devan sejak muda."

Alesha menganggukkan kepalanya mengerti. Ternyata hebat juga suaminya itu.

"Ya sudah Ibu keluar dulu ya. Kalau kamu capek istirahat saja, biar nanti dibantu Devan."

Alesha menganggukkan kepalanya lalu membantu Bu Rahma keluar dari kamarnya.

Setelah itu dia segera kembali ke kamar dan menata barang-barangnya. Meskipun sambil mendumel sendiri tapi akhirnya pekerjaannya selesai juga.

"Capek banget aku." Alesha merebahkan dirinya di atas ranjang sambil memeluk boneka beruangnya. Hanya dalam hitungan detik dia sudah tidur dengan nyenyak.

Alesha lupa menutup pintu kamarnya, hingga membuat seseorang yang tidak sengaja lewat di depan kamar itu penasaram dengan Alesha. Dia kini masuk ke dalam kamar Devan.

"Lesha!" Dia sangat terkejut saat melihat Alesha tidur dengan nyenyak di kamar kakaknya.

Merasa ada yang mengawasi, Alesha membuka matanya. Dia kini mengucek kedua matanya saat melihat Dirga ada di depan matanya. "Ini pasti mimpi kan?"

"Lo kenapa ada di sini?" tanya Dirga. Dia hanya ingin memastikan bahwa dugaannya salah.

Mendengar suara itu, seketika Alesha terduduk. "Lo, kenapa ada di sini?" tanya balik Alesha.

"Kenapa lo tanya balik. Ini rumah gue."

"Rumah lo? Ini rumah Dokter Devan."

"Iya, Kak Devan itu Kakak gue."

Deg!

Seketika dunia seolah berhenti berputar. Bagaimana bisa mantannya sekarang justru menjadi adik iparnya. Memang selama dua tahun pacaran, Dirga sama sekali tidak pernah mengajaknya ke rumah dan bertemu dengan keluarganya.

"Jadi lo istrinya Kak Devan?"

Alesha tak menjawabnya. Dia masih shock dengan kenyataan ini.

Dirga tersenyum miring. "Ternyata lo gak mau sama gue karena ini. Lo rela melakukan apa saja demi pria yang berprofesi Dokter."

"Apa lo bilang? Gue bukan cewek murahan! Lagian kita putus juga salah lo yang selingkuh. Lo jangan menuduh gue balik!" Alesha turun dari ranjang. "Lo keluar dari kamar ini!" usir Alesha.

"Lo pikir, gue gak tahu alasan Kak Devan mendadak menikah, itu karena lo digrebek warga sedang berbuat me sum. Gue sih yakin, pasti lo yang memulai duluan karena Kak Devan bukan tipe agresif."

Alesha hanya mengepalkan tangannya. Kesabarannya benar-benar sedang diuji.

"Lo berlagak suci pas sama gue, ternyata semua itu kalah dengan pria berjas putih."

Plak!

Alesha menampar pipi Dirga dengan keras. "Kalau lo salah, jangan mengalihkan kesalahan lo!" Air mata Alesha semakin deras mengalir di pipinya.

"Oke, kita lihat saja. Apakah lo akan bertahan sama Kak Devan dan tinggal di sini, lengkap dengan mantan lo? Kalau lo mau balikan sama gue, gue masih bisa menerima lo karena gue yakin lo gak cinta sama Kak Devan." Kemudian Dirga keluar dari kamar Devan.

Alesha segera menutup pintu itu dan menguncinya. "Mengapa dunia ini sempit banget." Kemudian Alesha melempar tubuhnya ke atas ranjang dan menangis. Sampai hari hampir malam dan sudah saatnya Devan pulang, Alesha masih saja di dalam kamar. Dia sama sekali tidak berani keluar dari kamar.

Beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu dari luar. Lalu terdengar suara Devan memanggilnya. Alesha segera membuka pintu kamarnya.

"Kamu kenapa?" tanya Devan. Dia bisa melihat mata sembab Alesha.

Devan segera menutup pintu kamarnya. "Kamu kenapa menangis seperti ini?" tanya Devan lagi karena Alesha tak juga menjawabnya.

Tangis Alesha semakin terisak. "Antar aku kembali ke rumah. Aku mohon..."

"Maaf Lesha, tapi aku sudah janji sama orang tua kamu." Devan kini duduk di samping Alesha. Ingin dia memeluk Alesha tapi tangannya hanya tertahan di dekat punggung Alesha.

Alesha semakin terisak, lalu bagaimana hari-harinya selanjutnya jika harus bertemu dengan Dirga setiap hari.

"Apa yang membuat kamu sedih? Ada yang memperlakukan kamu tidak baik di sini? Bilang sama aku."

Isak tangis Alesha masih saja terdengar. "Sebenarnya, Dirga adalah mantan aku."

.

💕💕💕

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Weehh mulai nih komplik PEBINOR nya,,Srmoga aja Alesha gak goyah ya..🙏🏻🙏🏻🥺

2023-10-22

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Menjadi istri dokter dan menjadi istri prajurit itu harus banyak bersabar,jarus menjadi wanita yg tanggung,Hak cengeng..

2023-10-22

0

Efvi Ulyaniek

Efvi Ulyaniek

ku kirim bunga untukmu Thor Krn aq suka ceritanya

2023-08-14

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!