BAB 9

Mereka semua kini duduk di ruang makan. Beberapa kali Dirga melirik Alesha. Dia berdecak saat bisa menangkap tanda merah di leher Alesha.

Alesha tak menghiraukannya. Dia justru menikmati sarapan pagi itu.

Devan jelas tahu apa yang sedari tadi dilihat Dirga. Tiba-tiba saja ada rasa takut yang singgah di hatinya. Dia takut jika Dirga justru berpikir yang tidak-tidak pada Alesha.

"Ini kamu tutupi ya." bisik Devan sambil menutupi leher Alesha dengan rambut.

Alesha hanya tersenyum kecil. Setelah selesai sarapan, mereka bertiga segera berpamitan pada Bu Rahma.

Dirga mendahului langkah mereka berdua dan segera menaiki motornya.

"Rasanya gak nyaman banget kalau tiap hari harus bertemu Dirga hampir 24 jam," keluh Alesha saat dia sudah duduk di jok depan sebelah Devan.

"Iya, aku ngerti. Kamu masih cinta sama Dirga?" tanya Devan. Dia kini mulai melajukan mobilnya menuju sekolah Alesha.

Alesha mengalihkan pandangannya. "Aku sudah dua tahun pacaran sama Dirga, jelas gak mudah melupakan perasaan begitu saja. Mungkin aku bisa berpura-pura bahagia bersama Pak Devan, tapi jika dihadapkan dengan diri sendiri apakah bisa berpura-pura? Jujur, aku benci dan kesal sama Dirga, tapi, udahlah, gak bisa dijelaskan dengan kata-kata." Kemudian Alesha menutup bibirnya. Mengapa dia jadi curhat dengan Pak Dokter? Dokter yang ada di sebelahnya itu kan Dokter umum bukan Dokter Psikologi.

"Iya, semua memang butuh proses. Pelan-pelan saja kamu melupakan perasaan kamu. Kalau kamu mau, sepulang sekolah kamu pulang ke rumah kamu saja terus setelah aku pulang dari klinik aku jemput."

Seketika senyum Alesha mengembang. "Iya, aku pulang ke rumah saja ya. Tapi gak papa kan aku gak nemenin ibu?"

"Gak papa. Ibu pasti juga ngerti. Kamu bisa nemenin ibu setelah pulang dari rumah kamu," kata Devan. Dia memang seorang pria yang sangat penyabar.

Tiba-tiba saja Alesha mencubit gemas pipi Devan. "Pak Dokter memang baik banget ya. Benar-benar suami idaman. Tapi sekarang aku belum bisa jatuh cinta. Gak tahu juga nanti."

Devan meraba pipinya sesaat. Pipinya yang dicubit tapi dadanya yang bergetar. Entah butuh waktu lama atau sebentar, dia pasti akan menunggu sampai Alesha jatuh cinta padanya.

"Pak, berhenti di sini saja. Jangan sampai ada yang tahu aku diantar om-om."

"Hah? Om-om." Devan menghentikan mobilnya di tepi jalan sebelum sekolah Alesha.

"Iya sih meskipun om-om nya ganteng. Aku masih pakai seragam putih abu, jadi belum siap buat pamer suami." Alesha memakai tasnya lalu menarik tangan Devan dan mencium punggung tangannya. "Sebagai pengganti Ayah." Kemudian dia turun dari mobil Devan.

Devan masih saja speachless. Bagaimana dia semakin tidak jatuh hati pada Alesha, jika tingkah laku Alesha semanis ini.

"Alesha." Dia mencium punggung tangannya tepat di bekas bibir Alesha. "Sepertinya ini saatnya aku yang berjuang." Devan kembali melajukan mobilnya, bukannya berputar arah tapi dia kini masuk ke dalam sekolah Alesha.

Setelah memarkir mobilnya, dia turun dan berjalan ke pos satpam. "Pak, apa Pak Hendri sudah datang?"

"Pak Kepala Sekolah baru saja datang."

"Bisa saya menemuinya?"

"Sebentar saya hubungi dulu."

"Iya, bilang saja Dokter Devan ingin bertemu."

Devan menunggu satpam itu menghubungi ruang kepala sekolah. Dia mengedarkan pandangannya ke sekolah negeri yang menjadi favorit itu. Kebetulan sekali, klinik miliknya juga berada di dekat sekolah itu.

"Silakan langsung ke ruangan saja, Pak," kata Pak Satpam itu.

"Baik, terima kasih." Devan segera berjalan menuju ruangan kepala sekolah. Dia mengetuk pintu yang terbuka itu. Pria yang berkaca mata dan seumuran dengannya itu tersenyum menatapnya.

Kemudian Pak Kepala sekolah itu berdiri dan menutup pintu setelah Devan masuk. Mereka kini duduk berjajar di kursi. "Ada apa, Van? Adik kamu gak ada masalah di sekolah. Atau ada perlu lain?'

"Masih ada lowongan guru gak di sini? Guru Biologi aku bisa. Terutama untuk kelas dua belas."

Hendri tertawa mendengar permintaan sahabatnya itu. "Ada apa tiba-tiba mau jadi guru? Butuh uang tambahan buat buka rumah sakit?"

Devan tertawa sambil menepuk bahu Hendri. "Klinik aku udah berkembang, ini bukan soal uang. Biar aku menyumbangkan ilmuku secara gratis. Kamu tahu kan, aku juga sudah terlatih menjadi guru."

"Lalu? Jangan bilang sebagai amal jariyah."

"Betul itu salah satunya, tapi ada satu urusan duniawi."

Hendri menatap Devan curiga. "Jangan bilang kamu naksir salah satu siswi di sini? Ya ampun Van, umur kamu udah hampir kepala tiga. Anak aku aja udah TK."

"Yang namanya jalan takdir itu udah digariskan. Jadi gini, aku kasih tahu kamu sebuah rahasia besar, tapi kamu jangan mempermasalahkan ini, apalagi sampai memberi sanksi."

"Apa?"

"Aku udah nikah sama salah satu siswi di sini."

Seketika Hendri tertawa cukup keras. "Gimana bisa?"

"Ceritanya panjang. Yang jelas aku sedang berusaha untuk mendapatkan hatinya."

"Keren yang sedang fall in love. Udah kayak kisah-kisah di novel online." Hendri kembali duduk di kursinya. "Oke, nanti aku bilang sama Bu Lilis selaku Guru Biologi di kelas dua belas agar bisa mengatur jadwal."

"Istri aku di kelasnya Dirga. Aku pegang satu atau dua kelas aja."

"Nanggung banget kalau mau amal. Lagian kelas Biologi cuma seminggu dua kali."

"Aku sibuk di klinik. Untung klinik aku dekat dari sini. Meskipun cuma dua kali seminggu setidaknya aku ada alasan untuk sering-sering datang ke sini."

Hendri masih saja tertawa. Ternyata benar ketika pria dingin jatuh cinta, dia pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan pasangannya. "Dirga di kelas XII IPA 3, ada jadwal pelajaran Biologi nanti setelah istirahat."

"Oke, aku akan ke sini lagi nanti. Aku sekarang ke klinik dulu." Kemudian Devan berdiri. "Thanks brother." Setelah bersalaman dengan Hendri dia keluar dari ruang kepala sekolah.

Alesha, mulai sekarang aku bisa mengawasi kamu juga di sekolah.

.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bangeett ngefans aku samanpak dokter,
Lope lope sekebon jagung sama pak dokter 🥰🥰🥰💋💋💋

2023-10-22

0

Dia Amalia

Dia Amalia

asekkk pk dokter jd guru🤣😂😂

2023-09-18

1

Lisa Citra

Lisa Citra

cowok posesif 🤣🤣🤣

2023-09-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!