Episode 18

Setelah beberapa jam kemudian.

Ini sudah jam 9 malam, aku sudah berbaring di tempat tidur bersama istri ku yang tertidur di lengan ku dengan posisi memeluk ku.

Terdengar dengkuran kecil dari istri ku yang menandakan dia sudah tertidur lelap, sedangkan aku merasa tidak tenang, aku tidak henti memikirkan Hans, meskipun aku sering menanyakan kabar Hans pada Aldi di telpon, tapi aku masih takut, mungkin istri ku benar, aku terlalu berlebihan, tapi dengan kejadian yang menimpa keluarga ku akhir-akhir ini, aku jadi semakin berhati-hati dalam menjaga keluarga ku.

Maka dari itu, aku tidak ingin lengah dalam menjaga keluarga ku lagi.

Aku semakin tidak tenang, kemudian aku mencoba bangun dengan pelan, agar Istri ku tidak terbangun.

Aku mengambil gelas untuk minum, kebetulan aku selalu menyediakan air minum di kamar ku, setelah itu aku pergi ke balkon.

"Yang benar saja, aku jadi tidak tenang seperti ini hanya karena Hans menginap di rumah Jasmine dan Aldi, apa aku harus menelpon Aldi lagi ?? dia pasti akan mengomel jika aku menelpon nya lagi !! tapiii !!! aku masih khawatir pada Hans"

Aku pun menelepon Aldi kembali.

Tuuuuutt tuuuuuttt..

***

Di rumah Aldi dan Jasmine.

Aku sedang melakukan aksi ku pada istri ku, aku menciumi Jasmine dengan gairah, dan meraba seluruh tubuh nya.

Aku menidurkan Jasmine di kasur empuk kami dengan keadaan telanjang bulat, begitu juga aku.

Tapi ketika aku akan melancarkan aksi ku tiba-tiba...

Drrrrddrrrr....ddrrrrddrrrr.....ddddrrrddddd.

"Aaarrghhh Ya Tuhaaaaan, siapa lagi ini, jika dia Ryan lagi, aku berjanji tidak akan menyuruh anak nya untuk menginap lagi di sini !!"

"Sayang angkat saja terlebih dahulu !! agar kita cepat melakukan ini !!"

Ucap Jasmine dengan nafas yang masih tersengal.

"Tapi sayang, dia pasti hanya ingin menanyakan Hans lagi !! sudahlah abaikan saja !!"

Aku pun menyelesaikan misi ku bersama istri ku tanpa menghiraukan telepon.

Setelah selesai..

Drrrrddrrrr... drrrrddrrrr... drrrrddrrrr.

"Aisssshh !!! untung saja aku sudah selesai !!"

Aku pun segera mengecek dan mengangkat telepon ku, dan benar saja, ini dari Ryan, aku tau dia ingin menanyakan Hans lagi.

Ya ampuuunnn !!! Ayah yang posesif, semoga kau tidak tertekan mempunyai Ayah seperti dia Hans.

*Dalam telepon*

"Yaaa !!! apa kau tidak tidur huh? kau tau kau menganggu tidur ku, kau lihat 25 panggilan ini, kau sungguh mengganggu ku Ryan !!"

Ucap ku yang sudah kesal sejak tadi.

"Kenapa kau tidak mengangkat telepon ku huh? aku sudah menghubungi mu beberapa kali, apa kau sengaja tidak mengangkat telepon dari ku ?? dengar, aku mengirim banyak bodyguard ke rumah mu, jika mereka datang dengan name tag Khusus, kau harus terima mereka sebagai bodyguard untuk putra ku mengerti ??"

Ucap nya lantang di seberang telepon.

"Apaaaa??? ya ampuuunn, kau terlalu posesif pada anak mu, apa kau meremehkan keahlian ku huh? biarkan dia berkembang tanpa tekanan Ryan, agar dia mempunyai mental yang kuat"

"Itu pendapat mu, tapi menurutku aku tau yang terbaik untuk putra ku"

"Sudahlah, percuma saja bicara pada mu !!"

Aldi mematikan telepon.

***

Heyy !!! Tidak sopan, awas kau jika terjadi sesuatu pada putra ku.

Aku tidak langsung masuk ke dalam, aku memandangi langit gelap yang penuh bintang di balkon kamar ku, sembari memikirkan pertama kali aku mengenal Istri ku hingga akhirnya aku memiliki dua orang anak.

Perjalanan yang rumit namun indah hehe !!

***

Pagi hari.

Aku terbangun dan di suguhkan dengan wajah suamiku yang tampan, aku pun tidak berhenti memandang nya lalu menciuminya.

Dia mulai bergerak mengerutkan alis nya namun matanya menyipit.

"Hmmmm!! morning wife !!"

Ucap nya kemudian tidur lagi.

"Morning too hubby!!"

Ucapku yang langsung menciumi bibir nya.

"Ayo bangun hubby, ini sudah siang, ayo kita jemput Hans !! "

Ucapku lagi dan membuat dia bangun cepat.

"Hans?? dia masih si rumah Aldi? aku harus menjemput nya sekarang"

Ucap nya yang langsung beranjak.

"Hey!! Hey!! Hubby, tenanglah, ayo kita berangkat bersama, aku juga ingin menjemput Hans, dan mengajak nya jalan jalan, kita juga sudah lama tidak jalan-jalankan, aku ingin menikmati keindahan bersama kalian, kita juga bisa mengajak Jasmine dan Aldi kan !!"

Ucap ku yang memegang tangan nya dan membuat kening nya mengkerut.

"Tidakk !! Kau di sini saja, aku yang akan menjemput Hans, dan untuk saat ini kita jangan dulu berpergian, kau tau, bukan kah aku belum menemukan Albert, bisa saja dia mengintai kita saat kita sedang di jalan"

"Lalu? Apa kita akan diam saja, apa kita tidak akan bergerak sama sekali? kenapa kau mesti takut pada Albert, kau memiliki banyak bodyguard, kau membayar nya untuk menjaga kita, lalu apa gunanya mereka jika kita tidak memperkerjakan mereka?"

Ungkap ku padanya.

"Apa? semudah itu kau berpikir? apa kau tidak ingat dulu? siapa dia? bagaimana dia melakukan segala cara untuk mendapatkan mu? apa kau tidak ingat saat Olivia mati karena dia? apa kau tidak ingat semua yang terjadi pada kita? aku memang memiliki banyak bodyguard, tapi tetap saja, mereka juga kewalahan saat menjaga mu karena kau keras kepala huuhh!!!"

Balas nya sedikit membentak ku, aku diam sejenak dan menarik nafas.

"Okay, enough !! tidak perlu mengungkit masa masa itu, untuk kali ini, aku akan menurutimu okay !!! Please hubby, aku ingin pergi ke suatu tempat, tempat yang damai, indah, tenang, dan nyaman tanpa tekanan"

Bujuk ku padanya, namun dia langsung menarik nafas dalam.

"Aku harap kau mengerti apa yang sedang aku takutkan, akan aku pikirkan lagi nanti !!"

Jawab nya meski sontak membuat ku senang, namun jawaban nya sedikit ketus, kemudian dia masuk ke kamar mandi.

Setelah beberapa menit, Suami ku pun selesai, aku sudah menyiapkan baju yang akan dia pakai.

Tapi dia tidak memakai nya meski dia sudah melihat nya, huufftt dia pasti marah, lalu aku pun menghampiri nya dan memeluknya dari belakang.

"Apa kau marah?"

Ucap ku membuat kepala nya sedikit berbalik.

"No, i just badmood !!"

Jawab nya yang masih merapihkan pakaian dan rambutnya, aah dia sangat cool.

Lalu aku membalikkan tubuhnya dan memegang pipi nya oleh kedua tangan ku.

"Love !! aku tau apa yang kau pikirkan, tolong, jangan buat kebahagiaan kita terhenti oleh ketakutan yang berlebihan itu, karena kita tidak mungkin jadi pecundang yang takut pada Albert, dan terus berdiam diri di dalam rumah seperti tikus yang takut pada kucing, kita cukup bisa untuk melakukan segala hal, lalu untuk apa kita berlebihan memikirkan itu?"

Ungkap ku dan dia hanya memandangi ku dengan mata yang aku tau dia masih takut terjadi sesuatu pada keluarganya lagi.

Lalu dia memalingkan wajahnya.

"Cukup Ayah, tidak lagi, aku tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu pada kalian, dan itu adalah kelemahan ku, dan aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku sendiri jika terjadi sesuatu pada mu dan juga anak-anak"

Jawab nya lalu aku membalikkan wajahnya lagi untuk menatap ku.

"Percaya lah, tidak akan terjadi sesuatu pada kita, selama ada Tuhan dan kau, jika pun itu terjadi, itu artinya tulisan takdir kita harus seperti itu !! Yakin kan hatimu, percaya jika kita akan baik-baik saja !!"

Balas ku berusaha menenangkan Suami ku, kemudian aku memeluk nya erat dan dia pun membalas pelukan ku.

...****************...

......................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!