Episode 19

"Daaaaadd!!! i miss you!!!"

Hans berteriak kencang berlari ke arah Ryan dengan riang.

Ryan pun langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya dan langsung memeluk Hans.

Ryan dan Hans sangat dekat, bahkan Hans tidak ingin tidur jika dia tau Daddy nya tidak pulang ke rumah saat bekerja.

Begitu juga Ryan yang tidak pernah tenang jika Hans tidak di rumah.

Mungkin itu adalah ikatan batin, yaa!! Itu mungkin.

"Euuhmm ya ampun, satu hari saja kau tidak di rumah rasa nya hatiku sudah sangat kacau, bahkan aku selalu menganggu tidur paman mu"

Ucap Ryan pada Hans yang masih saling memeluk.

Tiba-tiba Aldi berkata.

"Huh kau sangat berlebihan!! Ayah yang posesif !!"

Ucap Aldi dan membuat Ryan berdiri.

"Apa kau bilang huh? Aku hanya tidak terlalu mempercayai orang lain untuk menjaga putra ku, lagi pula aku takut kau mengajari nya hal-hal yang aneh !!"

Jawab Ryan pada Aldi.

"Apa ? heey jangan terlalu berburuk sangka pada ku, kau tanyakan saja pada putra mu sendiri, apa aku mengajari nya hal yang aneh?"

Balas Aldi yang di potong oleh Hans.

"Daad, uncle tidak aneh, yang aneh hanya aunty Jasmine, karena aku mendengar suara aunty Jasmine aneh, dia menjerit di kamarnya berulang-ulang, aku pikir dia kesakitan, tapi saat aku ingin masuk, pintu kamarnya di kunci"

Potong Hans yang berhasil membuat kami semua terkejut, terlihat wajah Aldi dan Jasmine kemudian memerah, mereka juga menahan malu di depan aku dan Ryan.

"What thee.....!!!"

Teriak Ryan langsung memelototi Aldi dan Jasmine.

"Aku ingin bicara serius dengan kalian !!"

Ucap Ryan marah.

"Hubby sudahlah !!"

Ucap ku menenangkan.

"Tidak !!! Hans, kau bersama Mommy dan Alexa dulu okay"

"Yaas Daad !!"

Ryan pun membawa Aldi dan Jasmine menjauh dari ku dan Hans.

"Apa apaan ini, apa kalian tidak tau situasi huh?"

Ucap Ryan kesal.

"Buddy, kau salah paham, Jasmine sedang aku pijit, jadi dia berteriak !!"

Jawab Aldi beralasan.

"Alasan macam apa huh? kau pikir Jasmine benar-benar berteriak huh?"

Balas Ryan kemudian.

"Heeey !!! lalu apa masalah nya? lagi pula ini rumahku kan, apa aku tidak boleh menyentuh istri ku kapan saja huh? Hans juga tidak akan mengerti hal itu dia hanya anak-anak?"

Ucap Aldi membela diri.

"Ryan sudahlah, aku minta maaf untuk ini, aku juga tidak tau jika Hans belum tidur, da dan kau tau ji jika kau sedang me melakukan hal itu, kau juga tidak akan sadar dengan apapun kan?"

Pungkas Jasmine.

"That's right!!!! aku rasa kau juga pernah mengalami nya"

Teriak Aldi sembari memainkan jari tengah dan ibu jari hingga menimbulkan suara.

"Ti tidak, saat itu Hans masih berumur lima tahun, aku hanya takut, jika Hans sering mendengar itu, aku takut dia mulai berimajinasi, aku tidak ingin membayangkan nya, dia sudah cukup besar untuk mengerti hal itu sekarang!!"

Ucap Ryan khawatir.

"Hey tenang lah, Hans juga anakku, jadi aku tidak mungkin mengajari keburukan padanya"

Balas Aldi.

"Awas kau, jika kau mengajari keburukan pada anakku huh"

Ucap Ryan mengacungkan jari tengah nya pada Aldi.

Aldi yang melihat nya mengerutkan keningnya dan membalas acungan jari Ryan.

"Whattt??"

***

Seminggu kemudian.

Kami sedang berada di tepi pantai yang tidak terlalu banyak orang di situ, lalu Hans mengajak ku bermain bola, Aldi juga ikut bergabung, sementara istriku dan Jasmine sedang menggendong anak-anak kami sembari menyuapi nya.

Setelah seharian penuh kami bermain di pantai, kini hari sudah mulai petang, dan kami pun bergegas untuk kembali ke hotel.

"Aaahhh, aku sudah cukup tua sekarang, menggendong Hans saja punggung ku sakit nya tidak hilang sesaat"

Aku menjatuhkan diri ku ke atas kasur yang empuk dan sangat nyaman.

"Benarkah? Apa perlu aku pijit?"

Ucap istri ku yang baru keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk lalu duduk di depan cermin.

"Tidak perlu sayang, aku tau kau juga pegal karena terus-terusan menggendong Alexa"

Ucapku yang meliriknya, dan tidak henti memandang nya.

"Iya, tapi itu tidak terasa, karena aku menikmati nya hubby"

"Waaahh !! Bisakah aku jadi sekuat dirimu?"

"Haha!! Apa yang kau katakan, jelas kau yang paling kuat di antara kami bertiga"

Ucap istriku sembari menyisir rambut nya.

Lalu aku beranjak, dan memeluknya dari belakang dan berbisik.

"Kau kuat wife, kau luar biasa, selama 5 tahun tanpa ku, menjaga Hans sendirian, bertahan hidup di tengah cercaan dan hinaan, tapi kau berjuang dengan pilihan yang sulit itu, i love you so much, tidak akan ada wanita lain lagi yang ada di dalam hati ku, bahkan aku berniat akan mengawetkan nya di dalam hati ku agar tetap abadi sampai aku mati, dan aku berharap kita akan bertemu di kehidupan berikutnya"

 "Hahaha, apa-apaan, kau seperti anak sekolahan yang sedang menggombal, but, thank you for everything Hubby, aku sangat bahagia, setelah sekian lama kita menikah, kau berusaha untuk menjadi suami dan ayah yang terbaik untuk kami"

"everything for you, Itu sudah jadi tanggung jawab ku"

Muuaacchhh

Aku mencium kepala nya, lalu aku menghampiri anak-anak ku, di kasur kecil di sebelah kasur yang ku tempati, dan mereka tertidur tanpa ada pergerakan, hanya dengkuran kecil yang terdengar, haha seperti ibunya.

"Lihatlah sayang, mereka tidur seperti mu, tidak ada pergerakan sama sekali, hanya ada dengkuran nafas kecil dari hidung mereka"

Ucap ku lalu istriku pun menghampiri ku untuk melihat anak-anak.

"Untung saja tidur mereka seperti aku, coba saja jika tidur mereka seperti mu, aku akan membeli penutup telinga yang tebal"

"Hey!! dengkuran ku tidak begitu buruk, itu hanya saat aku lelah saja"

"Sungguh? Setiap hari?"

"Hey, wife apa kita akan berdebat karena sebuah dengkuran?"

Istri ku tertawa kecil lalu kembali duduk di pinggiran kasur, begitu juga aku.

"Hubby apa kau lupa, hari ini adalah hari dimana kita bertemu pertama kali, aku tidak akan pernah lupa tentang kisah kita, meskipun kau dulu menyebalkan, tapi aku sangat kagum padamu, dan ternyata takdir masih berpihak pada kita, dan mempertemukan kita kembali hingga akhirnya kita bersatu, hingga kita di karuniai 2 orang anak, aku sangat bahagia, bisa bersama dengan mu, i love you hubby !!"

Ungkap nya menatap ku dan membelai wajah ku.

"Ya ampun!! kau masih saja mengingat nya selalu hmm"

Balas ku yang kemudian menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah nya dan aku selipkan ke telinganya.

"Karena itu pertemuan pertama kita Hubby, jadi aku sangat mengingatnya"

Ucap nya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu ku.

"Oh iya, kenapa saat itu kau membalas ciumanku huh? Padahal kita baru saja bertemu?"

"Entahlah, mungkin terbawa suasana"

"Hanya itu?"

"Hmmm!! Maybe"

"Tidak ada yang lain? Kau bilang kau mengagumi ku?"

"Ya ya ya aku akui, kau tampan, kau keren, kau harum, kau pria sejati, tapi kau pria brengsek juga!!"

"Hahaha, maafkan aku sayang, pikiran ku sedang kacau saat itu, jadi aku tidak bisa berpikir jernih"

"Yaa, aku memaafkan mu sekarang, karena kau memperbaiki nya"

Ucap nya lalu mencium pipiku, dan aku langsung memeluknya gemas.

Kami saling menatap lalu berpelukan, kami menghabiskan waktu bersama, hanya kami, keluarga kecil yang ku cintai.

Bahagia itu sesederhana ini, yaitu ketika kau bersama orang yang tepat.

****************

................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!