Episode 17

"kurang ajaaarrr, kau menutup semua kasus ku hanya untuk bayaran huh ? polisi bodoh, kau yang seharusnya di penjara"

Bugghh......

Aku memukul polisi itu.

Aku bertengkar hebat dengan polisi brengsek yang setau ku dia berpangkat panglima, aku mengetahui itu dari Aldi yang tidak sengaja mengikuti polisi itu.

Aldi melihat polisi itu sedang bicara dengan Albert, Aldi tau betul jika itu memang Albert, aku pun percaya karena Aldi juga memberikan ku bukti yang sangat akurat, aku menghampiri polisi bajingan itu lalu aku mulai membuat keributan di situ, semua orang di kantor polisi melerai ku dan mengancam ku akan memenjarakan ku jika aku tidak mau berhenti.

Aku pun berhenti dengan nafas yang masih menderu, selang beberapa menit Aldi pun menyusul ku, dia mencoba menenangkan ku dan coba untuk menjelaskan pada kepala polisi atas kasus ini.

Aku pun duduk di hadapan jenderal polisi, Aldi yang menjelaskan semua yang terjadi, karena aku tidak ingin bicara selagi masih emosi, Aldi memberi kan bukti berupa video dan poto, hingga jenderal polisi itu pun terkejut dan segera memanggil polisi gadungan itu dan menunjukan bukti pada nya, lalu dia di introgasi.

Dia terkejut, tapi dia sempat mengelak dan membuat ku semakin emosi.

"Polisi br*ngsek !! terkutuk kau huh !!! masih tidak ingin mengakui nya setelah bukti benar-benar mengarah padamu ??"

Ucap ku berdiri dan ingin memukul nya lagi, namun Aldi menahan ku dan mencoba memberi pengertian padaku, aku benar-benar tidak bisa mengontrol emosi ku.

"Calm down brooo!!! kau bisa menambah masalah mu jika kau tidak mengontrol emosi mu, tenanglah kita selesai kan ini secara baik-baik"

Ucap Aldi mencoba menenangkan ku, lalu aku pun duduk kembali dan berusaha untuk tenang.

Setelah beberapa jam kami berdebat dan polisi lain menyelidiki kasus ini, polisi brengsek itu berhasil di nyatakan bersalah karena bukti itu memang tidak bisa di pungkiri lagi dan dia pun di pecat sebagai panglima polisi, hingga sampai saat persidangan datang polisi tersebut di bebaskan bersyarat.

Jenderal polisi pun meminta maaf padaku atas kejadian tidak terpuji karena ulah anak buah nya itu, dan sebagai permintaan maaf nya dia bersedia dan berjanji untuk membantu ku menemukan Albert sialan itu, dan aku pun menyetujui nya.

aku pun puas sekarang, aku hanya tinggal mencari Albert, dan polisi juga ingin membantu ku mencari Albert, aku sedikit tenang, karena mungkin satu persatu masalah ku akan segera selesai.

***

Setelah aku pulang ke rumah.

Aku berbaring di sofa sembari memijat kepala ku, sementara Aldi langsung pulang setelah mengantar ku, dia memberikan ku wejangan agar aku bisa sedikit mengontrol emosi ku.

Yeaaah !!! aku memang cepat marah, bagaimana aku tidak marah jika kejadian nya seperti itu, aku pikir polisi seperti itu hanya ada di film saja, ternyata di dunia nyata juga ada, sungguh menyebalkan.

Aku terus saja memijat kepala ku, hingga tiba-tiba istri ku datang membawa putri ku Alexa yang sedang belajar bicara dan mengatakan kata Daddy dengan pelat (cadel).

"Hii Daddy, Daddy baru saja pulang yaah !!"

Ucap istri ku menirukan suara anak kecil sembari mengayun-ayunkan tangan putri kami.

Aku pun terbangun dan segera menggendong Putri ku lalu menciumi nya.

"Hey sayang, putri Daddy kau sudah pintar bicara ya sekarang!!"

Ucap ku sambil menciumi nya.

"Daadaaa, Daddy !!!"

Ucap Putri ku yang membuat ku gemas.

"Hubby, bersihkan diri mu dahulu, setelah itu kita makan bersama, hari ini aku hanya memasak untuk kita, karena Hans ingin menginap di rumah Aunty nya Jasmine"

Ucap Istri ku, tapi aku terkejut.

"Apa ?? kenapa tidak memberi tau ku??"

"Kenapa ?? lagi pula Hans yang ingin menginap di rumah Jasmine !!"

"Tidak, tidak !! tidak boleh, Hans harus pulang, aku akan menelpon Aldi untuk membawa Hans pulang , atau aku yang akan menjemput Hans!!"

Ucap ku panik, dan istri ku heran melihat ku seperti itu.

"Hubby !! ada apa dengan mu?? sebelum nya kau tidak begitu, kau juga selalu mengizinkan Hans menginap di rumah Jasmine ?? kau seperti terlihat khawatir?"

Jawab istri ku yang menyadari aku sedang khawatir sembari mengusap pipi kanan ku.

"Aku hanya takut, luka mu saja belum sembuh total, aku takut Hans...!!"

"Ssstt, aku tau maksud mu, aku juga tau kau sangat khawatir, tapi bukan berarti harus berlebihan seperti ini hubby, aku juga khawatir, tapi tidak seperti ini, kita berdoa saja pada Tuhan agar keluarga kita baik-baik saja, lagi pula jika kau berlebihan, dan selalu melarang Hans, aku takut Hans akan berontak dan malah melawan mu nantinya, percaya padaku, Hans, akan baik-baik saja !! Jasmine dan Aldi sangat menyayangi Hans meskipun mereka sudah memiliki anak kandung, tapi sikap mereka tidak berubah kan pada Hans??"

Ungkap Istri ku, memegang wajah ku oleh kedua tangan nya, aku pun menunduk.

"Maafkan aku sayang, aku hanya takut..!!"

Jawab ku menyesal.

"Tidak perlu meminta maaf, aku mengerti, sekarang pergilah !! bersihkan badan mu, aku akan menunggu mu di meja makan !!"

Ucap nya sembari mengambil alih gendongan Alexa dari ku.

Aku pun bergegas pergi membersihkan badan ku.

***

Di rumah Aldi dan Jasmine.

Aku memarkirkan mobil ku di depan rumah ku.

Ah, aku harap Jasmine sudah pulang, aku merindukan nya, aku ingin segera memeluk nya hihihi...

Jasmine selalu menunggu ku di depan pintu jika dia sudah mendengar suara mobil ku, dan ternyata benar, dia sedang menunggu ku keluar dari mobil, yesss !! akhirnya dia ada di rumah hari ini.

"Hai sayang !! i miss u...!!!"

Ucap ku menghampiri nya lalu langsung menciumnya dengan gairah, tapi dia menolak nya.

"Hey hey stop, jangan di sini, apa kau tidak bisa menahan nya? dan biar kau tau kita tidak bisa melakukan hal-hal seperti itu sekarang, karena kau tau apa?"

"Huuff kenapa ?? tidak biasa nya kau menolak , memang nya ada apa?"

"Ada Hans di sini, dia akan menginap hari ini !!"

Ucap Jasmine senang.

"Whaaatt??? Hans akan menginap?"

Oh ya ampuuuun !! kenapa Harus hari ini, apa dia tidak tau jika hormon ku sedang naik hari ini ?? aku rasa bayangan ku buruk, Hans pasti akan menganggu waktu ku bersama Jasmine nanti, huufftt, baiklah-baiklah, tenang Aldi, kau pasti bisa menahan nya sampai kondisi nya aman terkendali.

"Ada apa?? kenapa kau diam saja ?? kau seperti tidak senang ada Hans di sini??"

Ucap Jasmine membuat ku tersadar.

"Aah !! ti tidak !! tentu saja tidak, aku sangat senang ada anak kecil itu di sini, dimana dia sekarang ?? aku akan mengajak nya bermain game !!"

Aku pun menghampiri anak dari sahabat ku itu.

Dia sedang bermain dengan putra ku dia menyelimuti nya dan mengelus-elus putra kami, pemandangan yang harmonis hihihi !!!.

"Yow yoww kiddos !! rupanya ada kau di sini huh?? sejak kapan kau di sini??"

Aku menghampiri nya lalu memeluk nya dengan gemas.

"Aaiissshh, Uncleeee, kau bauuu !!! seharusnya kau mandi dulu sebelum memeluk ku!!"

Ucap anak itu sembari memberontak melepas kan pelukan ku.

"Apa ?? kau bilang aku bau, kenapa hanya kau yang mengeluh aku bau, padahal tadi aku mencium aunty Jasmine, tapi dia tidak berontak seperti mu"

Jawab ku yang tanpa sadar berkata seperti itu, sehingga Jasmine memelototi ku.

"Mungkin Aunty sedang flu, jadi dia tidak mencium bau mu uncle, hahaha !!!"

Balas nya meledekku.

"Apa kau sedang meledekku huh !!! kemari kau huh !! akan ku beri pelajaran kau huh !!"

Aku pura-pura marah, lalu dia pun berlari dan aku pun mengejar anak nakal itu, dia malah tertawa, dan Jasmine pun tersenyum melihat nya.

Aku menyayangi nya, meskipun aku sudah memiliki anak kandung, tapi kasih sayang ku untuk nya tidak berubah, aku masih menyayangi nya seperti dulu begitu juga Jasmine.

...****************...

......................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!