Episode 8

Aku membunyikan klakson mobil ku, lalu berkata pada Shanon.

"Masuklah, aku akan mengantarmu!!"

Ucapku padanya.

"Ti tidak Tuan, terimakasih !!"

Jawab nya menolak ku.

"Ayo cepatlah, ini sudah malam, jika kau masih menunggu Taxi itu, lalu kapan kau akan sampai di rumah mu"

Balas ku.

"Ta tapii... Tuan !!"

Ucapnya ragu.

"Cepatlah, Istri dan anak ku sedang menunggu ku di rumah, aku tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu jawaban mu !!"

Balas ku yang kemudian dia mengangguk, lalu masuk dan duduk di belakang.

Dia sedikit berbeda dengan wanita lain, setidaknya dia memiliki attitude yang baik setelah tau jika aku sudah memiliki Istri dan anak, tidak seperti wanita pada umumnya yang menawarkan diri untuk mendapatkan perhatian ku.

Setelah dia masuk lalu aku melajukan mobilnya santai...

Setelah beberapa saat hening tanpa suara, aku memulai percakapan.

"Dimana rumah mu?"

Ucapku.

"Rumah ku sedikit jauh dari sini Tuan, kau tidak perlu mengantarkan ku ke rumah ku !!"

Jawab nya.

"Apa menurut mu aku harus menurunkan mu di jalan? aku tidak ingin di cap sebagai bos yang kejam"

Balas ku yang sedikit kesal dengan jawaban nya.

"Maaf Tuan, aku hanya tidak ingin merepotkan mu saja !!"

Jawab nya yang masih pemalu dan gugup.

"Kau sekarang sudah menjadi karyawan ku, jadi aku bertanggung jawab atas dirimu, sekarang katakan saja dimana alamat rumah mu?"

Ucapku tegas.

Shanon pun menyebutkan dimana alamat rumah nya, kemudian aku melajukan mobilnya sedikit kencang.

***

Di Rumah...

Setelah aku merasa lega karena Anak-anak sudah tertidur, kemudian aku menunggu untuk kepulangan suami ku, aku melihat jam sudah jam 12 malam, tapi suamiku belum pulang juga, dia juga tidak memberi ku kabar, aku menelpon nya berkali-kali tapi dia tidak menjawab, apa handphone nya mati ? atau dia ketiduran di kantor? atau terjadi sesuatu pada nya?.

Tidak, aku harus berpikir positif, jangan berpikiran negatif, aku percaya tidak akan terjadi apa-apa pada Ryan suamiku.

Aku pun mondar mandir kesana kemari, kemudian menyalakan televisi di ruang tengah, lalu duduk di sofa.

***

Dia meminta ku untuk menurunkan nya di depan gang rumah nya saja.

Setelah dia keluar dan mengucapkan banyak terimakasih padaku, tiba-tiba aku terlintas untuk membuka jas ku dan memberikan nya pada Shanon.

"Pakailah !! ini sudah malam, tidak pantas jika kau berjalan kaki dengan memakai baju yang seperti itu !!"

Ucap ku kemudian dia menerima nya dan berterima kasih lagi padaku, setelah itu kemudian aku pergi dan melajukan mobil ku dengan kencang.

***

Setelah sampai di rumah.

Cekleek...

Karena aku mempunyai kunci serep, jadi aku langsung membuka pintu rumah, aku tau Istri dan anak-anak ku pasti sudah tidur karena menunggu ku, aku tau ini sudah sangat telat, aku jadi merasa bersalah karena pulang telat.

Setelah aku melewati ruang tamu, aku melihat istriku yang tertidur di sofa, dengan televisi yang masih menyala.

Kenapa aku membuat nya menunggu, aku benar-benar merasa bersalah, aku menghampiri nya, aku berjongkok tepat di samping nya, lalu aku mengusap-usap kepala nya memandangnya dan mencium seluruh wajah nya sangat lama.

Dia akhirnya bangun.

"Hubby, kau sudah pulang?"

Ucap nya dengan nada serak karena baru bangun.

Aku terus saja menciumi nya.

"Hihihi, itu sangat geli !!"

Ucap nya tapi aku terus saja menciumi nya dan menggelitiknya.

"Ampuuunn !!!! jangan !!! tolong hubby kau membuat ku geli, hahaha, stopp !! anak-anak bisa bangun nanti"

Ucap nya yang tertawa karena aku menggelitik nya.

Lalu aku berhenti, kemudian memandang nya.

"Kau menunggu ku setiap hari seperti ini, apa kau tidak lelah hmm?"

Ucap ku lembut padanya.

"Tidak sayang, aku ini istri mu yang akan selalu menunggu mu sampai kapanpun !! tapi kenapa kau tidak memberi ku kabar jika kau akan telat, aku mengkhawatirkan mu !!"

Ucap nya memanyunkan bibirnya.

Kemudian aku mengecup sekilas bibir mungil nya itu.

"Kenapa aku selalu ingin memakanmu ketika kau bertingkah seperti ini hmm?"

Ucap ku tersenyum sinis.

"Hubby, kenapa kau tidak jawab saja pertanyaan ku, kenapa kau tidak mengabari ku tadi? apa kau tau, aku sampai mondar mandir kesana kemari"

Ucap nya sembari memainkan bibir ku, lalu mengecup nya sekilas.

"Maaf kan aku sayang, ada kendala tadi di kantor, dan aku bertanggung jawab atas itu, jadi aku menyelesaikan nya terlebih dulu"

Jelas ku padanya.

"Hhmm begitu, tapi biasa nya kau mengabari ku jika akan telat, tapi tadi kau bahkan tidak menjawab panggilan ku"

Ucapnya masih memanyunkan bibirnya.

Aku benar-benar merasa bersalah, karena aku terlalu fokus pada sekertaris baru ku itu, sampai-sampai aku mengabaikan istri ku sendiri.

"Sayang!! ponsel ku di tas ku dan aku tidak memakai nada dering karena tadi ada meeting dan aku lupa mengembalikan dering nya, maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"

Ucap ku sedikit berbohong.

"Aah begitu kah ?? baiklah, karena kau telat pulang, hari ini kau tidur di sofa saja"

Ucap nya, seperti nya pura-pura marah, tidak banyak bicara, aku langsung menggendong nya.

"Heey jangan curang Hubby, turun kan aku !!"

Ucapnya berteriak..

"Ssst, kau bilang jangan berisik ? tapi kenapa kau berteriak, anak-anak akan bangun nanti"

Ucap ku padanya.

Aku menggendong nya ke kamar dan membaringkan nya, karena badan ku sangat lengket, aku mandi terlebih dahulu.

Setelah selesai, aku menghampiri istriku yang sedang tidur lalu aku memeluk nya, dia pun berbalik dan tidur di lengan ku dan memeluk ku.

"Kau lelah Hubby?"

Ucap nya lembut.

"Suree, apa kau juga lelah? mengurus anak-anak?"

Jawab ku.

"Tentu, hari ini Alexa sangat rewel jadi aku sedikit lelah mengurusi nya"

Balas nya.

"Kau harus menambah extra kesabaran mu honey, karena menjadi Ibu tidak lah mudah begitu juga menjadi Ayah"

Ucapku.

"Benarkah? bukan kah menjadi ibu yang paling sulit?"

Jawabnya sembari melihat ke arah ku.

"Hey sayang, menjadi Ayah juga sulit, tidak mudah, Ayah harus terlihat kuat menjaga dan merawat, keluarga nya, meskipun dia lelah dia tidak bisa berkata lelah"

Jelas ku padanya.

"Oh iya Hubby, bagaimana kabar dari pelaku itu? apa polisi sudah mengabari mu ?"

Ucapnya.

"Aldi sedang menyelidiki nya, dan dia bilang jika polisi menemukan CCTV saat dia sedang melewati rumah Ayah, meskipun tidak terlihat jelas, tapi menurutku itu petunjuk yang bagus"

Jawab ku.

"Siapa dia ya, jika saja aku tau siapa pelakunya, maka aku akan menembaknya lagi"

Ucapnya lucu.

"Memangnya kau berani menembak seseorang honey?"

Tanya ku.

"Sebenarnya tidak hihihi"

Jawabnya cekikikan.

"Aku sudah mengantuk, ayo kita tidur !!"

Ucap ku kemudian memeluk nya.

"Ayo, jal ja Yo Hubby"

Jawab nya membalas pelukan ku.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!