Aku diam sejenak, dan menatap tajam pada Ryan, dan dia pun terlihat takut dengan tatapan ku, kemudian aku menghampiri sekertaris cantik itu.
"Okay baiklah, kau boleh pergi sekarang !!"
Ucap ku dingin padanya sembari mengambil jas Ryan di tangan nya.
Sekertaris itu pun langsung keluar dengan gugup.
Saat aku berbalik, dan menatap Ryan, dia menghindari tatapan ku, lalu aku menghampiri nya.
"Jadi ini tamu istimewa mu huh ?"
Ucap ku datar.
"De dengar dulu penjelasan ku Baby, a aku tidak bermaksud begitu, a aku hanya takut kau marah, jika aku jujur "
Jawab nya gugup.
"Jadi benar, kau menyembunyikan ini dariku?"
Ucap ku masih datar.
"Ma maaf, ta tapi ini ide Aldi, dia mengirim sekertaris seperti dia, ja jadi aku bingung untuk mengatakan nya padamu, aku takut kau marah dan tidak mengijinkan dia bekerja di sini !!"
Ucap nya menunduk.
Aku diam sejenak dan menghela nafas panjang.
"Aku ingin pulang !!"
Balas ku yang tidak ingin berdebat dan memilih untuk mempersingkat percakapan.
Aku harus menjernihkan dulu pikiran ku sebelum aku lepas kendali.
"Honey, tu tunggu, dengar dulu penjelasan ku !! ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak bermaksud menyembunyikan nya dari mu !!"
Ucap nya menghadang ku dan memeluk ku.
"Aku ingin pulang !! jangan halangi aku !!"
Ucap ku sedikit berteriak.
"Hon, please, aku bisa jelaskan!! ku mohon, jangan pulang dulu, aku tau aku salah, tapi jangan marah seperti ini !!"
Balas nya memohon.
"Menurut mu ? aku harus apa? apa aku harus tertawa saat kau berbohong?"
Jawab ku kemudian pergi begitu saja.
"Honey, Hon, kumohon, dengarkan dulu penjelasan ku !!"
Teriak nya sembari, mengejar ku keluar.
Dia terus mengejar ku sampai di parkiran mobil, aku segera masuk dan melajukan mobil ku, sehingga dia tidak bisa mengejar ku.
Untung saja, aku tidak membawa Alexa, sehingga aku bisa berlari menghindari Ryan.
Aku menangis di sepanjang jalan saat mengemudi mobil.
Kenapa? kenapa Ryan berbohong padaku, apa dia selingkuh? apa dia tertarik pada sekertaris itu, bahkan Ryan mengantar nya pulang, meminjamkan nya jas, kenapa kau membohongi ku Ryan.
hiikk...hikk...hiikk
Aku selalu percaya padamu, karena kau selalu berkata jujur, tapi kenapa sekarang kau berbohong padaku, kau berbohong tentang tamu istimewa itu, dan semalam kau telat pulang, kenapa Ryan!!! kenapa kau tidak jujur padaku ?
Aku terus saja menangis.
***
Aku tidak bisa mengejar istri ku sekarang, kemudian aku masuk lagi ke kantor ku, aku harus menenangkan dulu pikiran ku.
Aku menyuruh sekertaris baru itu ke ruangan ku.
"Masuk lah ke ruangan ku !!"
Ucap ku di telepon pada sekertaris baru ku itu.
setelah beberapa saat, dia menghampiri ku tanpa mengetuk pintu.
"Tunggu!! ini ruangan ku, dan kau harus tahu sopan santun saat memasuki ruangan ku!! ulangi lagi !!"
Ucap ku tegas padanya.
"Maaf tuan, tapi apa maksudnya ulangi lagi ?"
Jawab nya polos.
"Kau keluar lagi dan masuk keruangan ku dengan mengetuk pintu !!"
Balas ku sedikit kesal.
"Ah baiklah Tuan !!"
Dia pun kembali lagi masuk keruangan ku dengan mengetuk pintu.
Tok..tokk..tokk..
"Come in !!"
Ucap ku, lalu dia pun masuk.
"Silahkan duduk !!"
Sambung ku lagi kemudian dia pun duduk.
"Kau tau kenapa aku memanggil mu kemari ?"
Ucap ku datar tanpa melihat nya.
"I ya Tuan, itu karena tadi !! aku tau aku salah !!"
Jawab nya menunduk.
"Kau berani tidak mengetuk pintu saat masuk ke ruangan ku, kenapa ?"
Ucap ku kesal.
"Maaf Tuan, aku pikir saat pintu sedikit terbuka, kau tidak sedang sibuk, jadi aku langsung saja masuk"
Jawab nya.
"Apa menurut mu perilaku mu itu benar?"
Ucap ku.
"Ti tidak Tuan, ma maaf, aku tidak akan mengulangi nya"
Jawab nya menunduk.
Aku menghela nafas sejenak.
"Oke baiklah, pergi lah, dan perbaiki kesalahan mu"
"Ba baiklah Tuan !!"
Saat dia akan keluar dari ruangan ku, tiba-tiba dia tersandung, dan membuat ku reflek menghampiri nya, lalu membantu nya.
"Kau tidak apa-apa?"
Ucapku padanya.
"Tidak Tuan, hanya sedikit sakit"
Ucapnya yang mencoba berdiri, tapi tiba-tiba kaki nya tidak bisa menahan keseimbangan, dengan terpaksa aku merangkul bahu nya agar bisa berdiri dengan benar.
Tapi keadaan menjadi semakin buruk, ketika Aldi tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Oouuuuwwhhh !! mata kuuuuu !! Seperti nya mataku akan rusak melihat kemesraan ini"
Ucap Aldi sembari menutup mata nya dengan telapak tangan nya.
Aku terkejut saat Aldi masuk, lalu melepaskan rangkulan ku pada sekertaris ku itu.
Sekertaris itu gugup kemudian keluar ruangan.
"Apa kau tidak mempunyai sopan santun huh? memasuki ruangan orang lain tanpa mengetuk pintu"
Ucap ku kesal pada Aldi.
"Ooww oww calm down bruuhh !!! kau seperti sedang tidak ingin di ganggu? apa kau baru saja sedang bersenang-senang huh ?"
Jawab Aldi lantang, sembari menaikan sebelah alisnya.
"Hey !! jangan sembarangan bicara, kau bisa menimbulkan fitnah nanti !! ini semua salah mu, Han-na marah padaku tadi karena sekertaris itu, jadi kau harus bertanggung jawab !!"
Balas ku padanya.
"Apa ? kenapa kau menyalahkan ku huh? bukan kah kau yang meminta ku untuk mencari kan sekertaris baru?"
Jawab Aldi sedikit berteriak.
"Ya!! aku memang ingin sekertaris, tapi bukan yang seperti dia, itu hanya akan membuat rumah tangga ku rusak"
Sambung ku sedikit berteriak juga.
"Heey, apa hubungannya dengan rumah tangga mu? dengar kan aku, secantik apapun perempuan di luaran sana, jika kau menundukkan mata dan hati mu, tidak akan ada masalah apapun pada rumah tangga mu, jika dengan sekertaris baru itu rumah tangga mu berantakan, itu bukan salah siapapun, tapi lihat lah pada diri mu sendiri"
Ungkap nya sedikit kesal padaku.
"Jika kau mencintai dan menghargai istri mu, kau tidak akan mungkin bermain mata dengan perempuan lain, itu kenapa banyak pasangan yang hancur sekarang, karena mereka tidak bisa menjaga pandangan nya, sudahlah, aku kesini hanya ingin memberi tau, tentang info penembakan Tuan Syakip, tapi waktu nya kurang tepat, lebih baik kau selesaikan dulu urusan mu dengan istri mu, aku akan pulang dulu sekarang"
Sambung nya, kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan ku.
"Heeey monkey!!, setidaknya kau bantu aku untuk menjelaskan nya pada istri ku !!"
Ucap ku berteriak namun dia tetap pergi.
Aaarghhhh dasar teman tidak berguna....
Aku langsung duduk dan memijat kepala ku, kemudian menyandarkan kepala ku pada kursi empuk ku.
Benar juga apa yang di katakan oleh Aldi, aku jadi merasa bersalah, apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus meminta maaf pada Han-na? tentu saja !! karena dia sekarang sedang marah, aku harus membujuk nya, tapiii bagaimana? semua cara sering aku lakukan saat membujuk nya ketika sedang marah, jadi sekarang apa yang harus aku lakukan? huuuufffhhh, dasar payah, kenapa kau harus berbohong pada istri mu sendiri Ryaaan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments