"Heeeyy!! Aku ingin membeli itu"
"Tidak Aldi !! kau seperti anak kecil saja, jangan beli itu"
"Tapi sayang, itu miniatur motor yang aku sukai"
"Kau ingin menambahnya lagi huh?"
"Ta..tapi ini berbeda, ini seperti nya lebih bagus"
Tiba-tiba..
"Berikan saja, daripada dia menangis seperti orang kesurupan nanti" Ledek Ryan.
"Hey !! Apa masalah mu huh?" Balas Aldi
"Hahaha !!! Uncle seharusnya kau yang di gendong bukan baby Dias" Ledek Hans juga
"Hey, hey, hey, kau ingin seperti Ayah mu yang so cool itu huh? Maka jangan jadi teman ku sekarang" Ucap Aldi kesal.
"Ayah, Uncle marah padaku !!" Rengek Hans.
"Sudahlah kau masih punya Ayah kan, jadi biarkan saja!!" Ucap Ryan menenangkan Hans
"Berhenti meledek ku, kalian berdua sama saja, berikan aku solusi bukan malah meledekku seperti itu" Kesal Aldi
"Kau mau apa huh? Kau ingin ku tendang?" Ledek Ryan kembali.
"Kau pikir aku tidak bisa menendang mu huh?" Balas Aldi.
"Tendang saja jika kau bisa" Ledek Ryan lagi.
"Kau benar-benar meremehkan ku huh" Balas Aldi sembari pura-pura menendang.
"Hey sudah, kenapa jadi kalian yang bertengkar" Potong Han-na.
Jasmine pun menggelengkan kepalanya.
"Aku pikir kalian akan lebih berubah saat memiliki anak, ternyata sama saja" Sahut Jasmine.
Setelah cekcok lucu antara Ryan dan Aldi kemudian kami berpisah, aku bersama keluarga kecil ku ingin berfoto, sementara Jasmine dan keluarga nya ingin membeli sesuatu.
"Hubby, ayo kita buat Photo keluarga, sepertinya akan sangat lucu"
Ucap istri ku yang sedang bersemangat.
"Heem ayoo!!"
"Hubby, sepertinya disini lucu, ayooo, Hanns, kau di tengah ya"
"Mom, aku tidak mau berfoto"
"Ayolah, hanya hari ini saja yaa!! Mommy mohon!!" ucap Han-na dengan wajah memohon
"Hans, ayo, Daddy juga ingin punya Poto bersama kalian, Daddy akan memasukan nya kedalam liontin agar selalu Daddy pakai hihihi"
"Serius?? kau akan memakai liontin Dad? tapi di kelas ku liontin di pakai hanya untuk wanita"
"Tenang saja, Daddy akan mendesain nya agar tidak seperti wanita haha!!"
"Hubby kau ada-ada saja"
Setelah bercengkrama, kami pun berfoto bersama, hampir 1 jam kami berfoto, istri ku terlalu semangat sehingga aku dan Hans selalu si suruh untuk berpose, padahal kita sudah sangat bosan terus menerus berpose, huuuffftt, apa berfoto adalah hobby wanita? Yaa!! Tentu saja tiada hari tanpa berfoto lalu setelah itu mereka memposting nya di sosial media.
1 jam lebih akhirnya kami selesai berfoto.
"Hubby, ini bagus tidak?"
Ucap istri ku sembari memperlihatkan hasil jepretan kamera tadi.
"Hmm, semua sangat bagus, karena ada aku di situ"
"Apa?"
"Ah ti tidaaak, maksud ku, kita semua bagus, iya begitu"
"begitu?"
"I iya sayang"
"Lalu mana yang paling bagus?"
"Mmm, ini lebih bagus"
Ucap ku menunjuk ke salah satu poto.
"Oke, baiklah, aku akan memposting nya sekarang, aku akan menandaimu yaaa!!!!"
"Huh? Sudah ku duga"
"Hah? kau bicara apa?"
"Mmm wife, sebaiknya kau tidak perlu memposting itu sayang"
"Tapi kenapa Hubby? Aku hanya ingin mengapresiasikan rasa bahagia ku saat bersama kalian, memang nya tidak boleh?"
"Tidak, bukan begitu, aku hanya tidak ingin privasi ku terganggu karena komentar orang-orang nanti"
Tiba-tiba istri ku memicingkan mata kucing nya itu.
"Kenapa? Kau bahkan tidak pernah memposting keluarga mu di sosial media mu, agar apa? agar semua orang mengira jika kau masih lajang begitu huh?"
"Aish ck, bukan begitu, ya sudah oke baiklah, terserah kau saja"
Mata kucing nya masih memicing.
"Hey, apa mata mu akan terus seperti itu hmm!"
Ucap ku kemudian mencium kening nya, lalu dia tersenyum dan wajah nya pun memerah.
***
Sementara Aldi dengan Jasmine.
"Akhirnya aku mendapatkan nya !!" Senang Aldi.
"Setelah ini jangan makan siang, kau makan saja mainan mu itu" kesal Jasmine.
"Hey sayang kau jahat sekali" balas Aldi.
Jasmine pergi begitu saja.
"Yaahh, hey sayang tunggu aku!!!" Teriak Aldi.
Aldi berlari mengejar istri nya itu.
Setelah kejadian lucu tadi kami semua kembali ke villa di pinggir pantai yang sudah kami booking.
"Ini waktu nya makan siang baby, ayoo Mommy sudah membuatkan nya untuk mu!!!"
Ucap istriku lucu menirukan suara bayi.
"Wife, nanti sore kita akan makan di restoran, bersama Aldi dan juga Jasmine, sekarang aku mengantuk aku akan tidur sebentar untuk mengisi energi ku, karena tadi terlalu lelah berpose" Sambungku.
Istriku mengerutkan keningnya, tapi aku langsung lari ke kamar di ikutin Hans anakku.
"Ayo Hanns lariiii !!!!"
Setelah sampai di kamar, aku mendengar tawa Hans terbahak yang begitu renyah dan terlihat sangat lepas.
"Hey, broo,apa kau mentertawakan Daddy mu huh?"
"Hahaha, iya, kau sangat lucu, ketika takut pada Mommy Dad, Mommy juga seperti kucing yang ingin mencakar Daddy"
"Daddy tidak takut pada Mommy mu, Daddy justru mencintai nya"
"Tapi kenapa Daddy harus lari saat Mommy memelototi mu Dad? Itu artinya kau takut pada Mommy?"
Aku ingin menjelaskan sesuatu pada anak laki-laki ku ini, kemudian aku menuntun tangan nya lalu aku menyuruh nya untuk berbaring di sebelah ku.
"Dengar nak!! takut itu hanya istilah, arti sebenarnya secara alami adalah mengalah, jika kau sudah selalu mengalah pada seseorang itu artinya kau mencintai dia, karena arti dari mencintai adalah berkorban, memberikan seluruh hidup mu untuknya"
Jelasku pada Hans.
"Aah begitu,"
"Yupps"
Melihat anak tampan ku diam, kemudian aku bertanya padanya.
"Apa kau sudah sering mengalah pada gadis-gadis di sekolah mu huh?"
"Dad, aku sering mengalah pada semua perempuan, bahkan saat itu aku mengalah pada nenek-nenek, apa artinya aku mencintai semua perempuan, dan nenek-nenek itu?"
Mendengar jawaban nya aku tertawa terbahak.
"Hahaha, kau ini, bukan berarti kau mencintai semua orang, arti mengalah pada orang yang di cintai itu berbeda, tapi kau sudah benar dengan selalu mengalah pada wanita, karena selain wanita harus di hargai, wanita juga makhluk yang harus kita jaga, karena mereka di ciptakan dari tulak rusuk kita"
"Apa maksud nya Dad, bisakah wanita di buat dari tukang rusuk? Seperti bakso yang terbuat dari tulang rusuk sapi begitu?"
Ya ampuuun anak ini hahaha, seharusnya aku akhiri saja percakapan ini, aku takut tidak bisa menjawab nya nanti,
"Hey, jangan samakan itu dengan makanan, karena yang menciptakan manusia itu Tuhan, sementara makanan itu di ciptakan oleh manusia"
"Lalu bagaimana cara Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk Dad?"
"Huh? Hans!!! kau terlalu detail nak, Daddy saja tidak tau bagaimana itu terjadi, yang pasti, Tuhan itu Maha Besar, Dia bisa menciptakan apapun tanpa kita harus tau bagaimana cara nya"
"Aku pikir Daddy tau,"
"Sudah ayo kita tidur, palii"
Aku pun segera memejamkan mata dengan posisi lengan ku yang menjadi bantal Hans, aku bisa merasakan Hans perlahan berbalik kepada ku kemudian memelukku, aku pikir dia akan langsung tidur, tapi dia bertanya lagi pada ku.
"Dad? have you slept?"
"Yet, why?"
"Dad, aku tidak ingin dewasa!!"
Aku terkejut mendengar nya, kemudian aku membuka mata.
"Huh? Kenapa kau bicara seperti itu?"
"Karena aku tidak ingin berpisah dengan mu dan Mommy dengan Alexa juga"
"Hey kenapa kau bicara seperti itu? Memangnya jika sudah dewasa kau akan berpisah dengan kami?"
"Iya tentu saja, teman ku bilang kakak nya yang sudah menikah, harus meninggalkan rumah nya, jadi mereka berpisah"
"Kau terlalu mendengar kan kata teman mu, buktinya Daddy masih tinggal bersama kakek mu waktu itu, kau tidak harus meninggalkan rumah jika kau tidak mau"
"Jadi itu tidak harus Dad? Jadi aku masih bisa bersama dengan kalian?"
"Tentu saja, jangan takut dengan apa yang belum terjadi, kau pasti bisa melewatinya nak, dan ingat!! jangan terlalu mendengar kan kesimpulan yang tidak masuk akal dari teman mu, jika kau tidak tau sesuatu, kau bisa langsung tanya kan pada Daddy dan juga Mommy mu ya, kau boleh bertanya apapun nanti, tapi sekarang ayo kita tidur terlebih dulu, agar kita bisa dapat energi kembali okay"
Akhirnya Hans pun mengangguk, hingga dia memejamkan matanya dan tidak berucap lagi, anak ini benar-benar sedetail ini, pertanyaan mu membuat Daddy kewalahan, bagaimana jika Daddy salah bicara nanti Hans, semoga kelak kau jadi anak yang cerdas, baik, bertanggung jawab, dan tetap berbakti pada Tuhan mu nak.
Aku pun mencium kening nya lalu tidur.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments