Episode 7

Dua hari kemudian.

*Di dalam telepon*

"Bagaimana ? apa kau sudah menemukan tanda-tanda?"

Ucap ku sembari memandang ke luar jendela kantor ku.

"Belum, polisi juga masih mencari, cukup sulit mencari pelaku, karena dia memakai penutup wajah, tapi polisi mendapat kan Cctv saat dia melewati rumah Tuan Syakip"

Ucap Aldi padaku.

"Benarkah ? bisakah polisi mengrimkan File nya padaku?"

Ucap ku semangat.

"Iya, nanti akan ku kirimkan padamu"

*Telepon pun mati*

Tidak lama.

Tok...tok...tok..

"Come in"

Ucap ku yang tidak melihat ke arah orang yang masuk dan fokus pada laptop ku.

"Maaf Tuan !! aku di tugas kan oleh Mr Aldi untuk menjadi sekertaris anda, apa aku bisa bekerja sekarang, dan darimana aku harus memulai nya ?"

Ucap seorang perempuan yang membuat ku berhenti menatap laptop ku dan sekarang menatap ke arah nya.

Ya Tuhan dia sangat cantik, aku sedikit terpana melihat kecantikan sekertaris baru ku, apa lagi dia memakai baju sexy, sampai aku tidak bisa mengedipkan mata ku, jantungku juga berdebar.

Tidak-tidak ini tidak benar, aku segera menghindari pandangan ku dari mata nya.

Aldi benar-benar akan membuat ku dalam masalah, kenapa aldi mencari sekertaris secantik dia, bagaimana aku harus menjelaskan ini pada Han-na.

"Maaf Tuan, darimana aku harus memulai nya?"

Ucap nya menyadarkan ku.

"Eohh !! maaf !! siapa namamu? perlihatkan CV (Curicullum vitae) mu !!"

Balas ku mencoba bersikap tegas.

"Nama ku Shanon Tuan !!"

Ucap nya sembari memberikan formulir nya padaku.

CV nya sangat bagus, dia juga sepertinya perempuan yang pintar, dia juga banyak berpengalaman, tidak ada salah nya jika aku menerima dia sebagai sekertaris baru ku.

Setelah melihat isi CV nya aku menghela nafas, akhirnya aku berkata...

"Okay, baiklah, kau boleh bekerja saat ini juga, aku akan mengantarmu pada meja kerja mu, oh ya !! dan satu hal, mulai besok ganti pakaian mu dengan pakaian yang lebih sopan, kantor ini bukan agensi untuk model, jadi kau tidak perlu memamerkan tubuh mu seperti itu, semoga kinerjamu bisa membuat ku puas"

Ucap ku tanpa melihat nya, lalu beranjak akan mengantar nya.

"I iya, baik Tuan !!"

Jawab nya gugup, lalu mengikuti ku di belakang.

Aku mengantarnya ke meja kerja nya, dan semua mata tertuju pada ku dan sekertaris baru ku ini, yeaah !! tidak heran, karena selain dia cantik, dia juga berpakaian sexy, semua orang terpana melihat kecantikan nya.

Aku akan memberi perhitungan pada Aldi, kenapa dia membiarkan sekertaris ini berpakaian sexy seperti itu, dasar tidak berguna.

"Heeeyy, kau lihat, Tuan Ibrahim memiliki sekertaris baru yang sangat cantik, apa nyonya Kim akan cemburu melihat itu?"

Ucap salah satu karyawan ku yang berbisik pada teman nya, tapi masih bisa ku dengar, tapi aku pura-pura tidak mendengar nya.

"Aku rasa, Tuan bos akan tergoda, karena dia sangat cantik dan sexy sekali, aku saja yang baru saja melihat nya sudah jatuh cinta pada nya"

Jawab teman nya.

Tidak, ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh mendengar kan mereka, ucap ku dalam hati ku.

Setelah mengantar kan dia ke meja kerja nya, aku langsung buru-buru masuk ke ruangan ku, dan langsung menelpon Istri ku.

*Dalam Telepon*

"Yeoboseyo Hubby, ada apa? apa kau butuh sesuatu?"

Ucap lembut istri ku.

Aku menghela nafas, ternyata suara lembut nya masih bisa membuat jantung ku berdebar, aku masih aman, dan aku harus menjaga jarak dengan sekertaris itu,

"Hello, Hubby? kenapa kau tidak bicara?"

Panggil nya padaku.

"Aah maaf sayang!! aku hanya merindukan mu, dan kau tau, aku hari ini ingin cepat pulang"

Ucap ku manis pada istri ku.

"Hubby, aku sudah kesana tadi siang, apa kau sudah merindukan ku lagi hmm? kalau begitu besok aku akan lebih lama berada di kantor"

Jawab nya membuat aku panik.

"Eoohh tidak-tidak, besok aku akan ada meeting, dan klien ku meminta ku untuk meeting di luar, iya begitu !!"

Ucap ku yang sudah panik.

"Hey ada apa? memang nya akan ada meeting seharian penuh? lagi pula aku bisa menunggu di kantor kan?"

Jawab Istri ku.

"Eoh, dia tamu istimewa sayang, jadi dia tidak mau jika melihat ada keluarga yang selalu datang setiap hari untuk kepentingan pribadi, yaa!! dia memang sedikit aneh"

Ucap ku berusaha untuk tidak terdengar gugup dan sedang berbohong, tiba-tiba terdengar suara tangisan Alexa.

"Okay baiklah-baiklah, Hubby aku akan menutup telponnya karena Alexa dia sedikit rewel hari ini, pulang tepat waktu, hati-hati saat berkendara, dan jangan lupa, I always love you !!"

Jawab nya langsung mematikan teleponnya.

Aaah manis sekali dia,

"I love you too wifey, muaachh, muaacch !!"

Aku seperti orang gila saja yang menciumi ponsel ku yang sudah tidak menerima panggilan.

Sekarang aku akan menelepon Aldi.

Telepon berdering.

*Dalam Telepon*

"Hallo, ada apa Tuan Gajendra ?"

Ucap Aldi di sebrang telepon.

"Aldi dengar, apa kau tidak punya akal huh? kenapa kau mengirim sekertaris baru yang cantik dan berpenampilan sexy seperti itu, apa kau ingin menghancurkan rumah tangga ku begitu?"

Ucap ku marah.

"Hey apa masalahnya, kenapa kau marah-marah seperti itu, kau kan yang meminta ku mencari kan sekertaris, dan apa masalah nya dengan rumah tangga mu?"

Jawab Aldi santai.

"Aissshh, kau masih tidak peka huh? sudahlah, percuma saja aku berbicara pada mu, dengar, jika terjadi sesuatu pada rumah tangga ku, maka kau adalah penyebabnya !!"

Ancam ku pada Aldi kemudian aku mematikan telepon.

Apa dia tidak berpikir, apa yang akan terjadi pada rumah tanggaku saat ada perempuan cantik dekat dengan ku, aiisshh kenapa hati ku jadi tidak tenang begini.

***

Beberapa jam kemudian.

Hari sudah mulai malam.

Aku keluar dari ruangan ku, tapi aku melihat satu meja yang masih menyala.

Lalu aku menghampiri nya.

"Kau ?? kenapa kau belum pulang?"

Ucap ku yang terkejut karena ternyata Shanon masih bekerja,

"Eoh, selamat malam Tuan, mmm!! ma maaf, aku tadi bekerja sedikit lamban, karena belum terlalu paham, jadi aku belum menyelesaikan nya, sedikit lagi akan selesai sekarang"

Ucap dia gugup.

"Kau membawa kendaraan? atau siapa yang menjemput mu? pacar mu? suami mu?"

Ucap ku to the point.

"Ma maaf Tuan !! aku belum menikah, dan tidak mempunyai pacar, dan aku akan memesan Taxi online"

Jawab nya menunduk tanpa menatapku.

"Apa ? Taxi online? apa kau tidak khawatir sama sekali dengan keselamatan mu?"

Balas ku.

"Tentu Tuan"

Jawab nya masih tidak menatap ku.

"Lalu kenapa? setidaknya kau membawa kendaraan mu sendiri"

Balas ku lagi.

"Tapi menurut ku sama saja, karena kecelakaan terjadi bukan karena kita sendiri atau bersama orang-orang, tapi itu semua karena Tuhan yang berkehendak"

Jawab nya sambil memasukan barang-barang ke tas nya, tanda dia sudah selesai atas pekerjaan nya.

Jawaban nya cukup membuatku sedikit terkejut.

"Dengar, Tuhan memang yang berkehendak tapi cara mu untuk celaka itu adalah pilihan mu, jadi apa kau akan menyia-nyiakan waktu mu untuk celaka karena kelalaian mu sendiri?"

Balas ku tegas.

Dia hanya menunduk, tanpa menjawab, dan dia beranjak akan pergi.

"Maaf Tuan !! aku akan pulang sekarang dan aku sudah memesan Taksi online"

Ucapnya kemudian pergi menjauh dari ku.

Setelah keluar, aku melihat nya sedang menunggu Taksi itu, sementara aku menghampiri mobilku lalu masuk.

Sebentar!! jika aku membiarkan dia sendirian di sini, apa aku boss yang jahat? tapi jika aku mengantarnya ? apa tidak akan apa-apa?

Kata ku dalam hati ku.

****************

................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!