"Daad, apa aku boleh bertanya??"
Ucap Hans padaku sembari berbaring di sebelah ku.
"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan Hem ??"
Jawab ku menatap nya.
"Apa Daddy dan Mommy tidak akan meninggal dunia saat aku belum dewasa??"
Ucap nya sontak membuat ku terkejut.
"Huh? Why ? kenapa kau bertanya seperti itu ??"
Jawab ku mengerutkan kening ku sambil memiringkan badan ku ke arah nya.
"Teman ku !! Tadi !! orang tua nya meninggal karena kecelakaan pesawat, dia sekarang jadi tidak memiliki orang tua lagi, dia sendirian, dia juga tidak memiliki adik dan kaka !!"
Ungkap nya serius.
"Ya Tuhan, i'm so sorry for that !! kasihan dia !! apa dia benar-benar tidak memiliki saudara lain ?"
Jawab ku yang merasa kasihan pada teman nya.
"Aku tidak tau Dad, Tapi , dia akan tinggal dengan paman dan bibi nya"
"Itu bagus, setidaknya dia masih memiliki saudara, dan dia tidak terlantar"
"Tapi Daaad, teman-teman ku bilang, jika paman dan bibi tidak akan sebaik orang tua, paman dan bibi juga bisa saja jahat dan membuat dia menderita, iya kan Dad ?"
"Hey boy, tidak semua orang itu jahat, kau harus paham, jika sifat manusia itu berbeda tidak bisa kau samakan"
"Tapi Dad, teman ku pernah di pukuli oleh paman dan bibi nya karena dia sering meminta uang !!"
"Hahaha, jangan pernah menyimpulkan apapun ketika kau memang tidak mengalami nya sendiri, dengar nak !!! itu hanya cerita teman mu, kau boleh percaya tapi kau tidak harus menyama ratakan setiap orang, karena setiap orang itu berbeda, kau mengerti ??"
"Iya Dad, i see, tapii ??"
"Tapi apa ??"
"Aku masih memikirkan bagaimana jika aku sudah tidak memiliki Daddy dan Mommy?? dimana aku akan tinggal ??"
"Kemarilah !!"
Ucapku menyuruhnya mendekat padaku, kemudian dia pun mendekat dan berbaring di atas tangan kanan ku.
"Dengarkan Daddy !! apa kau mendengar apa yang Daddy katakan saat di rumah sakit waktu itu?"
Hans pun mengangguk.
"Jangan pernah memikirkan apa yang belum terjadi, bukan kah begitu?"
Hans mengangguk lagi.
"Kau harus percaya pada takdir !! kematian itu tidak terlihat, kau tidak akan tau kapan Mommy dan Daddy akan meninggal nak, jika pun Mommy atau Daddy meninggalkan mu lebih dulu, Daddy yakin kau akan baik-baik saja, akan banyak orang yang menyayangi mu nak, asalkaaan!!! kau harus menjadi orang yang baik dan tulus, kau harus banyak membantu orang lain yang sedang kesusahan tanpa imbalan, maka orang lain akan memperlakukan mu sama seperti apa yang kau lakukan, jika kau berprilaku buruk pada orang lain maka kau juga akan di perlakukan buruk oleh orang lain, kau mengerti kan ??"
"Iya Daaadd !!!"
Setelah beberapa menit hening, tiba-tiba...
"Daaad ??"
"Yaaa !!"
"Aku... menyayangi mu !! jangan tinggalkan aku jika aku belum dewasa !!! aku tidak mau seperti teman ku !!"
Ucap nya terisak, aku tersenyum mendengar nya berkata seperti itu, kemudian aku memeluk nya dan mengusap-usap kepalanya hingga 1 jam tidak terasa dia pun tertidur sangat pulas.
Aku pun beranjak perlahan, aku keluar kamar Hans, sejak tadi aku memang ada di kamar Hans, karena dia meminta ku untuk tidur dengan nya, kemudian aku beranjak dan menuju ruang kerja ku.
Aku memikirkan apa yang Hans kata kan, sehingga aku berpikir untuk membuat surat wasiat hari ini, semua kata-kata ku seperti sedang menampar ku sendiri, kematian memang tidak terlihat, aku tidak tau kapan kematian akan menghampiri ku, jadi tidak ada salah nya jika aku membuat surat wasiat sekarang.
Kau tidak akan kehilangan siapapun nak, jika pun aku tidak ada nanti, kau memiliki segala nya yang aku punya.
Setelah aku selesai membuat surat wasiat itu, aku segera mencetak nya lalu aku memasukan nya kedalam amplop berukuran sedang, kemudian aku menyembunyikan nya di sela-sela buku tebal, kemudian aku memberikan teks nya pada Aldi dan aku menyuruh nya untuk mencetak nya.
*Dalam pesan*
"Cetak itu untuk ku, lalu simpan baik-baik"
Mengirim berkas.
"Hey apa ini ??"
"Jangan membaca nya cukup cetak saja, itu sedikit rahasia"
"Kau bilang rahasia?? tapi kenapa mengirimkan nya padaku?? dasar aneh !!"
"Jangan banyak bicara lakukan saja perintah ku"
"Tungguuu!!!" (Membaca berkas).
"Apa aku tidak salah lihat ??ini surat wasiat ?? kau pikir kau akan meninggal dunia besok ??"
"Kematian itu tidak terlihat, jadi aku menyiapkan nya untuk berjaga-jaga saja, tolong jangan beri tahu siapa pun sebelum aku benar-benar mati, bahkan Han-na sekalipun"
"Serius ?? kau terlalu bersemangat untuk menunggu kematian huh ?? hingga kau menyiapkan wasiat sekarang, kau masih muda, anak mu saja masih kecil dan belum menambahnya lagi"
"Aku pikir kau yang paling cerewet daripada Jasmine !! kau tau itu sangat tidak normal ?? karena pada dasar nya wanita yang akan lebih cerewet di bandingkan laki-laki"
"Hey hey, jangan bandingkan aku dengan wanita, lagipula ini wajar saja, karena aku melihat ke anehan dari mu"
*Pesan terputus*
Sampai aku tidak membalas kembali, karena terkejut mendengar Istri ku memanggil ku.
"Hubby, kau disini ?? sedang apa di sini ?? apa pekerjaan mu masih belum selesai?? aku pikir kau tidur bersama Hans??"
Ucap nya lembut padaku sembari menghampiri ku.
"Hey sayang, aah aku sedang memeriksa beberapa berkas, kenapa kau belum tidur ?? apa ada yang menganggu mu??"
Tanya ku berbohong kemudian memeluk setengah badannya.
"Aku tidak bisa tidur ketika kau tidak ada di sampingku sayang !!!"
Jawab nya menatap ku dan menggoda sembari memainkan bibir ku.
"Woooww, benarkah ?? noo...noo...!! jangan membuat teman ku bangun sayang, kau yang akan tanggung akibatnya !!"
Ucapku tersenyum sinis.
"Tentu saja, aku selalu menanggung akibat perbuatan mu!! hingga Hans dan Alexa ada di dunia ini !!! hahaha !! "
Ucap nya, kemudian tanpa menjawab nya aku langsung saja mencium bibir nya dengan gairah.
Ketika aku akan membuka baju nya.
"Big no hubby!!! aku sedang datang bulan jadi tidak ada untuk hari ini yaa!!"
Ucap nya mencubit hidung ku.
Huuuffftt dan itu berhasil membuatku kecewa.
"Aaarggghh kenapa kau selalu mempermainkan ku babyyyy!!! kenapa kau tidak bilang sejak tadi, kau malah menggoda ku, aku tidak mau tau, lakukan untukku apapun cara nya !!"
Jawab ku yang sudah frustasi karena sudah terlanjur turn on namun dia hanya tertawa meledekku dan menjulurkan lidah nya kemudian pergi.
"Haiiisssshh !! awas saja aku akan memakan mu !!"
Aku pun pergi dan mengikuti nya.
Entah sesering apa kami melakukan hubungan intim, tapi orang bilang itu bagus, karena akan meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
Ya memang benar, aku hampir tidak pernah marah pada istri ku, karena dia selalu memuaskan ku dalam segi apapun, rasa cinta ku juga tidak berkurang sedikit pun padanya, dia juga ibu yang baik, yang selalu sabar atas tingkah anak nya, dia memang luar biasa, dia selalu mengerti dan mudah luluh juga saat aku meminta maaf atas kesalahan ku, dia tidak keras kepala seperti aku, jadi aku sangat bersyukur dan beruntung sudah menjadikan nya istri ku, aku sangat mencintai nya, sungguh sangat mencintai nya.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments