Episode 9

Aku panik, 100% panik, aku sedang menunggu di luar, dan aku tidak kuasa menahan rasa gugup ini.

Istri ku akan melahirkan, dia akan melahirkan anak ku.

"Ya Tuhan, tolong selamatkan lah Istri dan anak ku"

Aku terus saja mondar-mandir, aku tidak tenang, perasaan ku campur aduk.

"Aldi, bagaimana dengan Jasmine?"

Ucap Han-na tiba-tiba sembari menggendong Alexa.

"Aku, aku tidak tau, dia di dalam sekarang, Han-na tolong, tolong bagaimana ini?"

Ucap ku sangat panik.

"Aldi tenanglah, jangan panik, Istri dan anak mu akan selamat, percayalah, sekarang tarik nafas mu perlahan, ayo kemudian kita berdo'a !!"

Ucap Han-na, mencoba menenangkan ku, lalu aku menuruti nya.

Tiba-tiba, Dokter keluar ruangan dan memanggil ku.

"Tuan Aldi !!! Istri mu membutuhkan mu sekarang, ayo masuklah !!"

Ucap Dokter padaku, kemudian aku pun masuk.

Ketika aku masuk, aku melihat istriku, dia tersenyum, namun senyum yang di campuri rasa sakit, dia terbaring dengan di kerumuni Dokter dan suster, lalu Dokter menyuruhku untuk ada di sisi istriku.

Aku memegang tangan istri ku dan menciumi kening nya, aku tidak berhenti menciumi kening nya sampai pada akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang membuat ku sangatlah bahagia.

"Selamat !! bayi kalian laki-laki, dia sehat, lengkap, tanpa kurang apapun, dan sangat tampan"

Ucap Dokter yang sedang menggendong bayiku yang masih merah.

Aku dan istri ku menangis bahagia, sangat bahagia.

Yeaaay !! aku menjadi seorang Ayah, aku menjadi seorang Ayah, aku berteriak di dalam hati ku, aku ingin sekali berteriak sekencang mungkin, tapi aku menahan nya, aku menciumi kening istri ku ketika itu dan dia pun tersenyum bahagia sama seperti ku.

Ya Tuhan !!! tidak ada yang lebih bahagia di bandingkan bahagia ku saat ini.

***

Sementara di luar ruangan.

"Honey !! bagaimana ?? apa Jasmine sudah melahirkan?"

Ucap Ryan yang baru saja datang dengan terengah sembari membawa Hans.

"Belum, dia masih di dalam dan Aldi baru saja masuk"

Jawab ku padanya.

"Semoga saja, mereka baik-baik saja!!"

Ucap nya lalu ku balas dengan anggukan.

"Mom, dia akan memanggil ku apa saat dia lahir?"

Ucap Hans tiba-tiba.

"Dia akan memanggil mu Kaka my boy!!"

Ucap Ryan tiba-tiba memotong.

"Tapi kenapa Dad? bukan kah dia keponakan ku? harus nya dia memanggil ku paman kan?"

Ucap Hans yang so tau.

"Kau bisa memanggil nya apa saja buddy, tapi untuk saat ini kau harus memanggil nya Adik"

Ucap Ryan.

"Baiklah !!"

Ucap Hans, kemudian aku hanya tersenyum sembari mengusap kepala nya.

Setelah beberapa saat, aku mendengar suara tangisan bayi yang keras, aku rasa itu bayi Aldi dan Jasmine.

Aku memandang Ryan dan kami tersenyum sumringah, kemudian kami berpelukan.

"Finally, mereka mendapatkan hadiah istimewa hubby !!"

Ucap ku menatap Ryan berkaca-kaca.

"Iya, kau benar, setelah bertahun-tahun mereka menantikan nya, akhirnya mereka mendapatkan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya"

Ucap Ryan sembari mengelus-elus lengan ku.

***

Di dalam ruangan.

Setelah beberapa saat, setelah semuanya selesai, istri ku akan di pindahkan ke ruang rawat, kemudian aku keluar ruangan terlebih dahulu.

"Hii buddy, selamat !! sekarang kau menjadi seorang Ayah !!"

Ucap Ryan padaku saat aku keluar ruangan, kemudian memeluk ku.

"Ryan bolehkah aku berteriak? aku sangat senang sekali, aku sudah menjadi Ayah sekarang, sama seperti mu"

Ucap ku bahagia dan membalas pelukan Ryan.

"Tentu saja, kau boleh berteriak, tapi jangan di sini, kau akan menggangu orang lain nantinya"

Jawab Ryan yang sedang menepuk-nepuk punggung ku.

"Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku sangat bahagia Ryan !!"

Balas ku menangis yang kemudian melepaskan pelukan Ryan.

"Heii !! kenapa kau jadi cengeng seperti ini huh?"

Ucap Ryan meledek ku.

"Aku menangis bahagia, bukan kah kau juga sering menangis huh?"

Jawab ku yang menangis seperti anak kecil.

"Hahaha, kau jadi seperti Alexa !!"

Ucap Ryan, masih meledek ku.

"Aldii !! selamat !! kau sudah menjadi Ayah sekarang"

Sambung Han-na, yang kemudian aku ingin memeluk nya tapiii....

"Heeey, tidak perlu seperti itu, aku sudah memelukmu tadi, jadi kau tidak perlu memeluk Istri ku, aku saja sudah cukup !!"

Ucap Ryan yang menghempas kan pelan tangan ku yang akan memeluk Han-na.

"Serius ? kau tidak membolehkan aku memeluk Han-na kakak ku ?"

Jawab ku yang sedikit heran pada Ryan.

"No no !! tidak ada yang boleh memeluk Istri ku selain aku, termasuk kau, mengerti ??"

Ucap Ryan sedikit menggoda ku lalu memeluk Han-na.

"Hubby, tidak seperti itu, Aldi sudah ku anggap adik ku, jadi aku bisa memeluk nya"

Jawab Han-na yang kemudian langsung memeluk ku dengan mengucapkan kata selamat.

Ryan pun kesal tapi tidak bisa berkata apa-apa.

***

1 hari kemudian.

Tokk...tokkk...tokk...

"Come in"

Ucap nya dari dalam.

Aku membuka pintu, dan menghampiri suamiku yang sedang bekerja, dia sangat fokus, sampai tidak sadar dengan kehadiran ku.

Aku berdiri di depan nya, tapi dia masih tidak melihat ku.

Aku mencoba pura-pura batuk.

"Ehemm !!"

Akhirnya dia melihat ku, dia langsung berdiri, tapi ada yang aneh, dia tidak seperti biasanya, dia seperti terkejut saat melihat ku.

Kenapa? tidak biasa nya, biasanya dia langsung tersenyum ketika melihat ku datang.

"Ho honey, ke kenapa kau tidak memberi tau ku dulu saat ingin ke sini ?"

Ucap Ryan gugup saat melihat ku.

"Kenapa? apa aku tidak boleh kesini tanpa memberi tau mu dulu huh?"

Balas ku lalu mengerutkan kening ku.

"Eoh, ti tidak begitu, aku hanya terkejut saja, dan ba bagaimana jika aku sedang meeting tadi"

Ucap nya pada ku masih gugup.

Aku menaikan sebelah alisku, lalu memicingkan mata kucing ku padanya.

"Ja jangan curiga sayang !! a aku hanya tidak ingin kau terlalu sering kemari, karena seperti yang aku bilang, ada tamu ku yang tidak mau urusan bisnis nya di campuri dengan urusan pribadi, begitu honey !!"

Ucap nya langsung menghampiri ku, memeluk ku, dan menciumi semua wajah ku.

"Benarkah? kau tidak membohongi ku?"

Jawab ku menaikan sebelah alisku lagi.

"Benar sayang, aku tidak membohongi mu, hmmm !!"

Ucapnya lagi sembari terus menciumi bibir ku, dan aku pun membalas nya.

Tapi tiba-tiba pintu terbuka.

Aku terkejut karena aku sedang berciuman dengan suami ku, tapi aku lebih terkejut lagi saat aku melihat seorang wanita yang sangat cantik membuka pintu tanpa mengetuk, lalu aku melihat dia sedang memegang jas hitam yang aku kenal.

Aku memicingkan mata dan mengerutkan dahi ku.

"Aah ma maaf, aku lupa untuk mengetuk pintu, maaf kan aku !!"

Ucap perempuan itu dengan membungkuk kan badan nya berulang kali.

Saat dia akan keluar, aku menahan nya, kemudian dia langsung terdiam menghadap ku sembari menundukkan kepalanya.

"Tunggu !! siapa kau? dan apa alasan mu kesini?"

"Ma maaf Nyonya, a aku sekertaris baru Tuan Ryan, a aku hanya ingin berterimakasih pada Tuan karena telah mengantarkan ku semalam dan aku ingin mengembalikan jas milik Tuan Ryan"

Apa? apa aku tidak salah dengar? Ryan mengantarkan nya ke rumah nya? tapi kenapa? apa Ryan selingkuh? dia juga tidak bercerita padaku jika dia sekarang memiliki sekertaris baru ?.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

................

BERSAMBUNG...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!