Aku sedang di jalan, tapi tiba-tiba ban mobil ku bocor, terpaksa aku harus mengganti nya, aku keluar lalu mengambil ban cadangan di belakang mobilku, tapi tiba-tiba ada yang menghampiri ku dan memegang bahu ku lalu memukul wajah ku.
"Aaargghhh !!! apa apaan ini !! siapa kau ?"
Aku tidak bisa mengenali nya, karena dia memakai penutup wajah, dia memakai pakaian serba hitam, lalu terus menyerang ku, dan aku pun melawan nya, dia pun kalah, tapi tiba-tiba dia mengeluarkan pisau.
"Tunggu !! siapa kau? jangan menjadi pengecut huh? apa kau menginginkan uang ku? mobil ku? jika kau ingin uang ku, maka ambillah !!"
Aku sudah bertanya, tapi dia sama sekali tidak menjawab nya.
Apa dia bisu ? hah entahlah.
Tapi dia malah terus menyerang ku, sampai akhirnya pisau itu mengenai lengan ku hingga baju kemeja ku robek dan lengan ku berdarah.
"Ouchh shiiittt, siapa kau sebenarnya? ayo katakan padakuu !!!"
Teriak ku sembari memegang lengan ku yang terkena pisau itu.
Dia tidak menjawab lagi, dan terus menyerang ku, tapi ketika dia kalah dari ku, tiba-tiba dia berlari meninggalkan ku begitu saja.
"Ssshh, ini sakit sekali, darah nya tidak mau berhenti"
Setelah dia pergi, aku segera mengganti ban mobil ku yang belum aku selesai kan.
Setelah beberapa menit selesai, aku diam sejenak dan mengelap keringat ku, tapi tiba-tiba.....
Ddrrrrr...ddrrr...drrrr....
Handphone ku bergetar kemudian aku melihat nya, dan ternyata itu dari Aldi.
Aldi memberi tau ku jika istri ku ada di rumah sakit bersama anak-anak ku sedang menengok istri nya Jasmine.
Hhuuuhh syukurlah dia baik-baik saja, dan tidak meninggalkan ku.
Aku segera bergegas menuju rumah sakit.
***
Setengah jam perjalanan menuju rumah sakit, kemudian aku masuk ke ruangan Jasmine dan melihat Jasmine yang masih bangun, sedangkan, Aldy dan anak-anak ku sudah tidur pulas di atas sofa.
Tapi aku tidak melihat istriku, dimana dia ?
tapi Jasmine memberi kode bahwa Istri ku sedang di kamar mandi.
Aku menarik nafas panjang lega mengetahui itu, kemudian berdiri di samping Jasmine.
"Hi Jasmine, bagaimana kabar mu?"
Tanya ku pada Jasmine.
"Aku semakin membaik Ryan, aku sudah boleh pulang jika aku sudah bisa berjalan normal"
Jawab nya tersenyum padaku.
"Syukurlah, semoga kau cepat sembuh dan segera pulang kembali ke rumah"
Balas ku tersenyum kembali.
"Iya, hey, kenapa dengan lengan dan wajah mu? apa kau berkelahi?"
Cemas Jasmine.
"Ah ini, tadi ada orang yang ingin mencoba mencelakai ku, tapi aku tidak tau dia siapa!!"
Balas ku.
"Apa motiv nya ? apa dia ingin merampas barang-barang mu ?"
Tanya Jasmine penasaran.
"Aku rasa tidak, karena saat aku bertanya padanya dia tidak menjawab sama sekali, dia malah terus menyerang ku"
Ungkap ku pada Jasmine.
"Ya Tuhan, untung saja hanya lengan mu yang terluka, kau harus segera mengobati luka mu, jika tidak itu akan infeksi"
Balas nya peduli.
"Iya, nanti akan aku obati !!"
Ringkas ku.
"Oh iya, aku sudah tau apa yang terjadi antara kau dengan Han-na, tapi kenapa kau harus berbohong padanya? kenapa kau tidak jujur saja?"
Tanya Jasmine pada ku.
"Aku akan mengatakan nya, tapi aku takut dia cemburu dan tidak mengijinkan wanita itu bekerja di perusahaan ku, aku hanya ingin profesional saja, dan tidak mau perasaan ku tidak tenang saat bekerja hanya karena istri ku tidak mengijinkan wanita itu bekerja, sementara aku tidak bisa begitu saja memecatnya ketika kinerja nya memang bagus"
Ungkap ku pada Jasmine yang di balas oleh anggukan.
"Mmmmt i see, i see, baiklah sebisa mungkin kau harus menjelaskan nya pada Han-na, karena Han-na sangat sensitif saat sedang cemburu, apalagi tau kau mengantar kan wanita itu ke rumah nya dan meminjamkan jas mu, jika itu di posisi ku, aku juga akan marah seperti Han-na"
Ucap nya pada ku.
"Iya iya..!! aku tau aku salah"
Balas ku kemudian menghampiri anak-anak ku lalu menciumi mereka.
***
Aku pergi ke kamar mandi sebentar.
Lalu setelah selesai, aku terkejut ketika melihat Ryan yang sedang menciumi anak-anak ku.
Aku diam dan tidak menghampiri nya, aku malah pergi keluar, dan dia yang melihat ku mengikuti ku keluar.
Dia sedikit berteriak memanggil ku.
"Honey, tungguuu!!"
Teriak nya mengejar ku.
"Baby...!!"
Teriak nya lagi yang kemudian menahan lengan ku agar berhenti.
"Wife tunggu...!! apa aku begitu buruk ?"
Ucap nya, dan aku pun langsung berhenti.
"Aku tau kau marah, dan jika kau tidak ingin melihat ku tidak apa-apa, setidaknya dengarkan dulu penjelasan ku !!"
Sambung nya yang sedikit membuat ku sakit.
"Baiklah, katakan !!"
Balas ku yang terus membelakangi nya sejak tadi.
"Aldi mengirim sekertaris itu dan....!!"
Ucap nya yang ingin menjelaskan namun aku potong.
"Aku tau !!"
Jawab ku singkat.
"Aku tidak memberi tau mu karena aku tidak ingin kau cemburu karena dia, dan aku tidak mau kau menolak nya bekerja di perusahaan ku, karena kinerja dia sangat bagus, aku juga mengantar nya hanya antara bos dan karyawan saja tidak lebih !! aku hanya kasihan padanya jika malam-malam dia masih menunggu Taxi, bagaimana jika terjadi apa-apa padanya, aku juga yang harus bertanggung jawabkan, apalagi aku ada di kantor saat itu, ku mohon percaya lah !!"
Ungkap nya padaku dengan nada yang berat.
"Tapi bukan itu masalaaah nyaa !!!"
Teriak ku yang kesal karena dia tidak mengerti pada perasaan ku, aku berbalik menghadap nya, tapi aku terkejut melihat wajah nya yang penuh dengan lebam, dan lengan nya, kenapa lengan nya berdarah ? Ya Tuhan aku sangat khawatir.
"What's that? apa kau berkelahi ? katakaaan?"
Ucap ku yang khawatir sembari memegang lengan dan wajah nya, namun dia hanya tersenyum kecil.
"Jawab aku ??? apa kau tidak bisa bicara huh ??? kenapa dengan lengan dan wajah mu ???"
Aku semakin kesal karena dia hanya tersenyum dan tidak menjawab ku.
"Kau masih peduli padaku?"
Jawab nya enteng dan berhasil membuatku berkata kasar pada suamiku.
"Perkataan yang sangat bodoooh !!! ayo ikut aku !!"
Aku membawa nya ke ruang pengobatan, dan Ryan pun tidak menolak, dia menuruti saja apa yang aku katakan.
Disana ada suster yang mengobati luka suami ku, tapi aku segera mengambil alih tugas suster itu karena sepertinya suster itu menaruh simpatik pada suami ku sampai dia mencuri pandang pada suamiku.
Huuhh !!! ini adalah konsekuensi memiliki suami yang begitu tampan.
"Suster !! biar aku saja yang mengobati luka suami kuuu!!"
Ucap ku yang sengaja sedikit berteriak saat mengatakan suamiku.
"Ah baik Bu !!"
Suster pun pergi dan meninggalkan kami berdua.
Tidak ada percakapan apapun, hening tanpa suara, ini begitu canggung.
Aku terus saja mengobati luka nya, sesekali dia merauh kesakitan, tapi aku tidak berkata sepatah kata pun, aku tau Ryan sejak tadi memandang ku karena aku melihat nya dari sudut mata ku, tidak biasa nya dia diam dan hanya memandangi ku, biasa nya dia selalu cerewet lebih dari ku ketika dia melakukan kesalahan, tapi tiba-tiba....
"I love you !!"
Ucap nya, sontak membuat ku menatap nya, dia memberikan senyuman nya yang selama ini membuat aku meleleh, tapi aku membuang muka ku.
Apa dia sedang membujuk ku? biasanya dia akan terus meminta maaf bukan berkata I love you, benar-benar aneh.
"Sudah selesai, aku harus melihat Alexa, aku pergi dulu!!"
Ucap ku yang akan pergi namun dia menahan ku.
"Kau masih marah padaku??? apa kau tidak ingin tau aku kenapa?? dan kau akan meninggalkan ku begitu saja??"
Ucap nya sembari membalikkan tubuhku, kemudian dia mendekati ku.
"Jika aku berniat untuk mengkhianati mu, aku akan melakukan nya sejak dulu, banyak wanita yang lebih cantik dari dia di kantor ku, bahkan klien ku!! mereka lebih baik daripada dia, tapi aku tidak melakukan itu, karena aku tau, kau adalah satu-satunya wanita yang akan mendampingi ku hingga akhir hayat ku"
Ucapnya dalam, sembari mengusap-usap pipi ku.
Ini begitu dalam, hingga aku meleleh mendengar nya, aku pun menetes kan air mata di hadapan nya.
"Sssssssttt, maafkan aku, aku sering membuat air mata mu terjatuh, tolong untuk kali ini, jangan menangis lagi karena aku, karena air mata mu terlalu berharga untuk ku !!!"
Ucap nya sembari mengusap air mata ku dengan ibu jari nya.
"Kenapa kau berbohong padaku huh? aku hanya takut jika kau mencintai wanita lain, dia sangat cantik, bisa saja kau melupakan aku karena kecantikan nya, hik..hikk..hik...!!!"
Balas ku yang akhirnya menangis sembari memukuli dada suamiku.
"Hahaha, jadi kau benar-benar cemburu huh ?? aku senang karena ternyata cinta mu padaku masih sama seperti dulu"
Jawab nya meledekku lalu berusaha memelukku.
"Jangan meledek ku, kau juga begitu, ketika aku di dekati oleh pria tampan yang padahal hanya menanyakan jalan saja padaku!!"
Aku berkata memanyunkan bibir ku sembari mengusap air mata ku.
"Sssssssttt, okay, baiklah, i'm so sorry, jangan meninggalkan ku lagi seperti tadi ya!! aku sangat cemas dan khawatir, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian, dan aku tidak ingin kau meninggalkanku !!"
Balas nya kemudian memeluk ku lalu menciumi kepala dan seluruh wajah ku.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments