Episode 2

"Kau akan menerima proposal nya ?"

Ucap Aldi.

"Entahlah aku tidak tau"

Ucap Ryan bingung.

"Ada apa dengan mu Ryan ? kenapa kau seperti nya ingin sekali menerima itu ? jika saja aku jadi kau, aku tidak akan pernah berhubungan lagi dengan orang yang sudah membuat dampak buruk pada kehidupan ku"

Ungkap Aldi.

"Tapi ini akan sangat menguntungkan untuk perusahaan ku, perusahaan ku akan berkembang pesat"

Jawab Ryan.

"Apa yang kau pikirkan? keuntungan perusahaan mu atau keselamatan keluarga mu huh?"

Tegas Aldi.

Ryan diam sejenak.

"Baiklah aku akan menolak"

Ucap Ryan.

"Kau harus berani mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mu"

Balas Aldi.

"Oke, terimakasih atas solusi nya, ini sudah malam, ayo kita pulang"

Ucap Ryan sembari membereskan dokumen-dokumen pada tas nya.

"Mmmm, tunggu, Btw, boleh kah aku minta cuti, selama 1 minggu?"

Mohon Aldi pada Ryan.

"Apa !! cuti 1 minggu? untuk apa?"

Balas Ryan.

"Apa kau lupa, ini adalah hari-hari dimana istriku akan melahirkan, jadi aku harus sigap dalam menjaganya"

Ungkap Aldi.

"Ouuuwww, suami yang manis, tapi tetap saja aku yang paling romantis daripada kau !!"

Ledek Ryan.

"Ohh yaaa!! aku tidak peduli sama sekali, yang aku pikirkan sekarang hanya istri ku"

Ucap Aldi akan pergi tapi kemudian kembali.

"Aku sudah meminta surat cuti ku pada bagian HRD, jadi kau tidak perlu repot-repot untuk membuatkan nya untuk ku"

Ucap Aldi lagi kemudian pergi.

"Heeeyyy !!! dasar, aku bos nya di sini, tapi kenapa aku yang harus di atur, menyebalkan"

Balas Ryan yang kesal pada Aldi, kemudian pergi juga.

***

Setelah sampai di rumah.

"Aku pulaangg !!"

Tidak ada jawaban,

Aah pantas saja, aku pulang sedikit telat, sehingga istri dan anakku mungkin sudah tidur.

Aku bergegas ke kamar putra ku, dia tertidur sangat pulas dan nyaman, aku menghampiri nya, lalu mencium kening nya.

Kemudian, aku menuju kamar ku.

Pemandangan yang ku lihat di kamar ku, saat putri kecil ku sedang tidur bersama Mommy nya, dengan posisi yang tidak karuan, aku tersenyum melihat mereka, lalu mengendong putri ku, untuk tidur di kasur nya, aku mencium kening nya lalu menyelimuti nya, kemudian aku menghampiri istriku dan mencium kening nya sembari mengelus pipi nya.

"Hmm kau pasti lelah sayang"

Ketika aku akan beranjak, tapi tiba-tiba pelukan erat mendarat di tubuhku, ternyata istri ku terbangun.

"Kau sudah pulang hubby?"

Tanya dia dengan suara serak nya.

"Hmm, maaf aku mengganggu tidur mu sayang?"

Ucap ku lembut padanya.

"No, kau tidak menganggu, justru kau yang aku tunggu sejak tadi"

Jawab Istriku itu dengan masih memeluk ku erat.

"Honey, aku sedikit bau, apa kau nyaman dengan bau ku? aku akan mandi terlebih dahulu okay !!"

Ucap ku ingin beranjak namun istri ku menghentikan nya kembali.

"First kiss !!"

Ucap istri ku manja.

"Kenapa kau sedikit manja hari ini hemm"

Balas ku kemudian mencium sekilas bibir istriku, dia hanya tersenyum manis kepada ku, lalu aku beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku.

Setelah selesai, aku melihat istriku sedang memainkan ponsel, lalu aku menghampiri nya dan duduk di samping nya.

Setelah melihat ku, dia meletakan ponsel nya dan langsung menatapku.

"Bagaimana dengan proposal itu ?"

Tanya dia.

"Mmm, aku tidak akan menerima nya, aku tidak mau mengambil resiko dengan membahayakan keselamatan keluarga ku"

Jelas ku sembari merentangkan tangan ku untuk sandaran kepala istri ku.

"Apa kau tidak berpikir lagi, dengan atau tidak kau menerima proposal itu, Albert adalah ancaman untuk kita"

Ucap istri ku, yang memang benar, karena Albert adalah orang yang sangat nekat, dia bisa melakukan apapun untuk membalaskan dendam nya.

Aku terdiam sejenak.

"Kau benar sayang, tapi aku tidak akan membiarkan keluarga ku berada dalam bahaya, aku akan berusaha sekuat tenaga ku, menjaga kalian, dan melindungi kalian"

Balas ku.

"Serahkan semua ini pada takdir Tuhan, kita hanya perlu berdoa untuk kebaikan keluarga kita"

Ucap nya, lalu aku mencium kepala istri ku.

"Kita akan melewati itu bersama, apapun yang terjadi"

Ucap istri ku yang menatap ku dalam, aku membalas tatapan nya sambil tersenyum, dan aku pun langsung mengecup bibir mungil nya itu, saat aku ingin melepaskan ciuman itu, istri ku malah menarik leher ku hingga ciuman kami berlanjut sangat lama, lama kelamaan semakin memanas, lalu ciuman ku turun pada leher nya, dan menyusuri setiap bagian tubuh nya hingga ujung kaki nya.

Aarrrhh dia memang pandai membuat ku bersemangat seperti ini, aku mencium nya kembali, kemudian membuka seluruh baju ku dan baju nya, lalu aku memainkan br**st nya, hingga terjadilah pertempuran antar keringat saat itu.

***

Di taman.

Kebetulan hari ini hari minggu, hari dimana aku dan keluarga kecil ku menghabiskan waktu bersama, kami berjalan santai di luar, pemandangan yang sangat indah, dengan pohon-pohon yang berjajar, sungai kecil jernih yang mengalir, udara yang sejuk dan kicauan burung yang masih terdengar, sungguh ini adalah suasana yang ramah untuk tubuh.

Aku terus berjalan sembari mendorong kereta bayi perempuanku, sementara suamiku dan putra ku, mereka berlari-lari kecil di depan ku, hingga tiba-tiba mereka berhenti di penjual ice cream, Aku melihat Hans merengek meminta ice cream pada Daddy nya, dan yaaa Ryan memang tipe Ayah yang selalu memberikan apapun pada anak nya, berbeda dengan ku yang kadang sering memarahi dan melarang anak ku, tidak salah jika Hans lebih memilih Daddy nya untuk bermain atau pun mengadukan masalah nya, kadang-kadang itu membuatku cemburu, tapi sudah lah, lagipula Ryan Ayah nya dan aku juga tidak bisa memperlakukan anak ku sama seperti Ryan, karena ku rasa menjadi ibu rumah tangga itu harus memiliki mental yang benar-benar kuat.

Seharusnya aku beruntung dan harus banyak bersyukur karena suamiku mengerti keadaan ku dan dia selalu membantu ku di saat aku kesusahan mengurus anak, dia selalu menghibur ku dengan kata-kata nya yang kadang manis, romantis, dan humoris, jika saja suamiku seperti suami orang lain yang tidak setia, atau tidak mengerti keadaan mental seorang ibu rumah tangga, huuufff mungkin aku sudah akan gila menghadapinya sekarang.

"Mommyyyyy !!! Daddy membelikan aku ice cream kesukaan ku"

Teriak putra ku berlari ke arahku sembari menjilat ice cream itu.

"Hey pelan-pelan Baby !! Ayo duduk di situ"

Ucap ku yang khawatir dia terjatuh, lalu aku menyuruhnya duduk di kursi taman itu.

Aku memperhatikan Hans memakan ice cream itu dengan lahap, sedikit lucu ketika melihat bibir dan pipi nya penuh dengan ice cream.

"Baby? apa Daddy mu tidak membelikan nya untuk Mommy?"

Tanyaku padanya.

"I don't know Mom, karena aku langsung berlari kesini, dan Daddy tadi langsung membayar ice cream itu"

Jawab nya tanpa melihat kearah ku dan hanya sibuk pada ice cream nya.

"Kenapa kau tidak meminta Daddy mu membelikan nya untuk Mommy?"

Balas ku.

"Apa Mommy ingin ice cream ini? Jika kau mau, ambil saja milikku"

Ucapnya.

"Kau memberikan nya untuk Mommy?"

Balas ku meyakinkan nya.

Hans hanya mengangguk dan menyodorkan ice cream itu padaku.

Tapi aku menggelengkan kepala.

"Tidak sayang, Mommy hanya bercanda, makanlah untukmu, lalu dimana Daddy mu? "

Ucap ku padanya.

"Dia sedang berbicara dengan teman perempuan nya Mom !!"

Ucap Hans, yang berhasil membuat ku terkejut, tapi aku memilih untuk tidak berkata apapun.

Sambil menunggu Ryan aku sibuk kan saja dengan mencubit-cubit pelan putri kecil ku yang sedang tidur di kereta bayi.

Tapi kenapa dia lama sekali.

Pikiran ku kemana-mana sekarang.

...****************...

......................

***BERSAMBUNG***...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!