Aku pun melepaskan cengkraman tangan ku lalu melihat ke arah tangan itu, dan aku terkejut dengan apa yang ku lihat.
"Haannnnsss !!!"
Aku langsung saja memeluk nya.
"Kemana saja kau huh?? kenapa kau tidak ada ?? Daddy mencari mu kemana-mana !!"
Ucap ku khawatir dengan posisi yang masih memeluk nya.
"Daadd, aku hanya mencari toilet, karena aku sudah tidak kuat, aku mencari nya tapi aku menemukan nya di tempat yang sedikit jauh dari sini, apalagi di toilet itu mengantri !! uuuh itu membuat ku pipis sedikit di celana, hehehe !!!"
Jelas nya padaku.
"Kenapa kau tidak bertanya pada suster atau orang yang lewat di sini agar kau menemukan nya, atau kau bisa beri tahu Daddy dulu hem?"
Ucap ku lalu melepaskan pelukan.
"Aku sudah tidak kuat Dad, jadi aku tidak berpikir aku akan bertanya, dan aku juga takut jika masuk ke dalam, maafkan aku !! aku membuat mu khawatir !!"
Jawabnya sembari menyatukan kedua tangan nya dan memasang wajah menyesal.
"Huuuufffhhh, baiklah, Daddy memaafkan mu, tapi jangan ulangi lagi, setidaknya kau beritahu Daddy terlebih dahulu"
Hans pun mengangguk.
"Ya sudah kita temui Dokter, di dalam benar, dia adalah Mommy mu, kaki nya di perban dan banyak lebam di tangan dan wajah nya, Daddy akan membuat laporan agar Mommy mu segera di pindahkan di ruang rawat"
Jelas ku sembari membawa nya berjalan ke arah ruangan Dokter.
"Dadd, apa Mommy akan baik-baik saja?"
Tanya Hans padaku.
"Tentu saja, Mommy akan baik-baik saja, jangan khawatir ya, Dokter akan menangani Mommy mu!!"
Setelah aku mengurus semua perlengkapan rawat istri ku, aku menelpon kedua bodyguard ku itu untuk menghampiri ku lalu aku memarahi mereka, dan saat mereka datang.
Plaaakkk.... plaaaakkkk...
"Kauuuu !!!! kenapa kau biarkan istri ku berjalan kaki di pinggir jalan huh?"
Ucapku yang sudah emosi.
"Ma maaf Tuan, tapi Nyonya yang meminta kami untuk tidak mengikuti nya !!"
Jawab nya.
"Lalu jika anak ku yang meminta nya? apa kalian juga akan begitu huh?"
Balas ku lagi.
"Ti tidak Tuan karena dia masih sangat kecil !!"
Ucap mereka menunduk.
"Lalu apa bedanya dengan istri ku ? dia perempuan, sepintar dan sehebat apapun dia, dia tetap perempuan, tidak seharusnya kau membiarkan istri ku begitu saja, selagi kau di tugaskan untuk menjaga dan melindungi nya !!"
Jawab ku pada mereka.
Namun yang menarik perhatian yaitu saat aku marah, Hans tiba-tiba berkata.
"Daadd, jangan marah, aku takuutt !!"
Rengek nya sembari memeluk ku dan menyembunyikan wajah nya.
Aku pun berhenti marah, dan menyuruh bodyguard itu pergi dengan isyarat.
"Hey boy kau takut ?? maafkan Daddy !! Daddy tidak akan marah lagi ya!!"
Ucapku berlutut dan memeluk nya, dia masih tidak bergeming dan masih menyembunyikan wajah nya dalam pelukan ku.
Kenapa dengan nya, dia tidak begini sebelumnya, dia jadi penakut sekarang, apa karena aku tidak pernah marah saat di rumah dan sekarang dia melihat ku marah ? atau apa ?
Entahlah!!...
***
Setelah beberapa jam.
Akhirnya istri ku di pindahkan ke ruang perawatan, kaki Istri ku patah, begitu kata dokter, dia harus beristirahat selama beberapa hari di rumah sakit, dia juga harus melakukan terapi saat perban sudah di buka.
Hari demi hari kami lalui, hingga sampai satu bulan istri ku harus sering kontrol ke rumah sakit.
Semakin kesini, keluarga ku semakin tidak aman, beberapa bulan yang lalu Ayah meninggal karena di tembak, dan kasus itu sudah di tutup dengan alasan polisi tidak bisa menemukan pelaku, tapi aku belum puas karena si penembak belum aku temukan.
Sebulan yang lalu aku di serang oleh orang dengan pakaian serba hitam, dan aku tidak tau siapa dia.
Lalu istri ku mengalami kecelakaan, dia di tabrak lari oleh seseorang, tapi sampai saat ini polisi tidak menemukan pelaku nya bahkan polisi juga menutup kasus ini, sedikit aneh bukan, kenapa kasus yang menimpaku selalu di tutup begitu saja, huuuufffhhh, semoga saja anak-anak ku aman, dan aku harus menambah bodyguard lagi.
Aku tidak ingin menutup ini sebenarnya, tapi aku juga tidak bisa mencari pelaku itu sendiri.
Aldi benar, semenjak Albert kembali di kehidupan ku semua jadi tidak aman, tapi aku tidak bisa menuduh nya begitu saja sebelum melihat dengan mata kepala ku sendiri.
Aku hanya berharap keluarga ku akan baik-baik saja seperti sebelumnya.
Hari ini istri ku masih memulihkan kaki nya yang patah, ini waktu dia untuk kontrol, aku selalu mengantar nya, sebelum aku berangkat ke kantor.
"Kau pasti bisa sayang !!"
Ucap ku sembari memegangi nya.
Istri ku meringis sembari melangkah kan kaki nya perlahan, dan setelah 1 jam berlatih istri ku akhirnya dia bisa berjalan tanpa memakai tongkat lagi dan tanpa ku pegang lagi.
Dia tersenyum ke arah ku, dia sangat senang, dan segera menghampiri ku lalu memeluk ku.
"Terimakasih, karena kau selalu ada di samping ku sayang !!"
Ucap nya memelukku erat sembari menangis.
"Itu sudah kewajiban ku sayang !! aku bertanggung jawab atas hidup mu, dan aku harus memastikan semua kebaikan untuk hidup mu !!"
Jawab ku yang masih memeluk.
Istri ku semakin mengeratkan pelukannya kepada ku.
"Jangan tinggalkan aku, ku mohon apapun yang terjadi, berjanji lah untuk tidak meninggalkan ku, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika aku harus hidup tanpa dirimu !!"
Sambung nya yang masih menangis kemudian melepaskan pelukan nya.
"Sssssssttt, jangan bicara seperti itu, selama aku bisa, aku akan lakukan yang terbaik untuk Istri ku dan keluarga ku, tapi !! jangan pernah berpikir untuk terpuruk jika aku pergi atau meninggalkan mu suatu saat nanti, tetap lah menjadi wanita hebat yang pernah ku temui, tetaplah menjadi wanita kuat, anak-anak mu masih membutuhkan sosok seperti mu, jangan buang waktu mu untuk keegoisan mu, aku mencintaimu !!"
Ungkap ku menatap nya dalam, sembari mengusap air mata nya lalu mencium kening nya, sontak perkataan ku semakin membuat nya menangis.
"Jangan bicara seperti itu, kau seperti benar-benar akan meninggalkan ku saja"
Balas nya yang masih menangis sembari memukuli dada ku.
"Aaw aaww !!! kau menyakiti ku sayang !!"
Jawab ku pura-pura kesakitan, kemudian aku mencium kening nya lagi lalu kembali memeluk nya.
***
Beberapa bulan kemudian.
1...2...3.....
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to youuuu !!"
Ucap kami serentak saat kami berhasil mengagetkan Hans ketika membuka pintu kamar nya, sontak membuat dia terkejut dan tersenyum melihat nya.
Aku pun menghampiri Hans, sementara Jasmine mengambil bolu yang di pegang istri ku agar dia bisa menghampiri Hans.
"Selamat bertambah usia my boy, kau sudah semakin tinggi ya, sebentar lagi, seperti nya aku akan mempunyai seorang menantu iya kan Mom !! hahaha !!"
Ucap ku menggoda Hans.
"Daaad aku masih sekolah dasar mana bisa memberikan mu menantu aiiissshh!!"
Jawab Hans dengan ekspresi kesal, kemudian Istri ku menghampiri kami berdua.
"Kau semakin tampan nak, Daddy mu juga benar, kau semakin tinggi, dan semakin pintar bicara, happy birthday sayang!!"
Ucap Istri ku berlutut dengan mengusap pipi Hans istri ku akan memeluk Hans tapi tidak jadi.
"Opppsss, Mommy pikir kau tidak ingin di peluk lagi sekarang, kau kan sudah besar sekarang !! benar kan Daaadd ?"
Ucap istri ku lagi yang sedang menggoda Hans, kami pun semua tertawa.
"Mommm kau boleh memelukku tapi jangan di depan teman-teman ku saja !!"
Jawab nya memanyunkan bibirnya.
Kemudian istri ku memeluk Hans, dan aku pun memeluk mereka, kami bertiga berpelukan.
kami berbahagia saat itu, dan terus menggoda Hans, Jasmine dan Aldi pun mengucapkan selamat pada Hans dan juga memberikan hadiah yang sangat mewah.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments