"Kenapa lengan mu bisa seperti itu? wajah mu juga penuh lebam, apa kau berkelahi?"
Tanya ku khawatir dan penasaran, sementara kami masih berpelukan.
"Aku di serang oleh seseorang, entah siapa dia, dia memakai penutup wajah dan berpakaian serba hitam, aku pikir dia akan mengambil barang ku, tapi setelah aku dengan sengaja menawarkan nya dia tetap menyerang ku, hingga akhirnya dia kalah dan lari begitu saja"
Ucap nya, kemudian aku menengadahkan kepala ku pada Ryan dengan mata berkaca-kaca, sembari berkata.
"Aku takut, bagaimana jika orang itu menyerang anak-anak?"
Ucap ku khawatir.
"Sssssssttt, sudah, jangan pikirkan itu lagi, aku akan mencari bodyguard untuk kau dan anak-anak"
Jawab nya menempelkan telunjuknya ke bibir ku.
"Tetap saja, aku khawatir, lengan mu, wajah mu, bagaimana jika dia melakukan lebih dari ini pada mu ??"
Balas ku ingin menangis.
"Tidak, jangan pernah berpikir seperti itu, kita akan baik-baik saja, percaya padaku okay ??"
Sambung nya yang kemudian mencium kening ku lalu memeluk ku kembali.
Setelah adegan yang sedikit romantis tadi, kami memilih untuk pamit pulang pada Jasmine dan Aldi, mereka juga seperti nya sudah lega melihat kami sudah baikan.
"Kami pamit pulang !! lain kali aku akan menemanimu lagi di sini !!"
Ucap ku pada Jasmine dan Aldi, kemudian Jasmine mengangguk lalu kami berpelukan, sementara Ryan menggendong 2 anak kami dan aku segera bergegas mengambil Alexa.
"Hubby !! tangan mu sedang terluka, bagaimana jika tangan mu berdarah lagi !!"
Ucap ku khawatir lalu mengambil alih gendongan Alexa, sementara Hans masih di gendongan Ryan.
"Tidak apa-apa honey, lagi pula aku mempunyai dokter di rumah !!"
Jawab nya yang tersenyum menggoda ku.
"Han-na !! jaga suami mu itu, beri dia servis yang bagus, agar dia tidak melirik perempuan lain, huuuhh, dasar suami tidak tau diri kau !!"
Ucap Aldi dengan tiba-tiba.
"Heeey !!! jaga bicaramu, jangan main-main dengan ku, atau kau akan tau akibat nya huh!!!"
Balas Ryan yang ingin memukul Aldi namun aku segera melerai nya, sementara Jasmine memarahi Aldi yang selalu menggoda Ryan.
Setelah di mobil, tidak ada percakapan, sampai aku menguap karena mengantuk.
"Tidurlah, aku akan membangunkan mu setelah sampai"
Ucap nya lembut.
"Aku masih memikirkan apa yang terjadi padamu tadi, aku sebenarnya sudah khawatir sejak Aldi berkata kau akan ke rumah sakit, Karena Aldi menakuti ku, dia berkata buruk !!"
Ungkap ku menatap nya.
"Apa yang dia katakan ?? jangan terlalu percaya padanya, karena dia sudah gila!!"
Jawab Ryan memiringkan telunjuk nya pada kening nya.
"Tapi sekarang dia benar, terjadi sesuatu padamu dan kau terluka !!"
Ucap ku memanyunkan bibirku.
"Hahaha jangan begitu, aku selalu ingin menggigit nya !!"
Jawab nya malah tertawa.
"Hubby aku serius, jika saja aku tidak pergi ke rumah sakit, mungkin kau tidak akan mencari ku dan terluka seperti itu !!"
Jawab ku ingin menangis, namun Ryan malah menggenggam tanganku lalu menciumnya dengan sebelah tangannya.
"Sssttt sudah lah, luka ini tidak ada bandingan nya dengan luka saat aku kehilangan kalian, ayo tidurlah, seperti nya bahu ku sudah merindukan sandaran mu !!"
Begitu jawab nya, lalu aku pun bersandar pada bahu nya.
Setelah sampai, aku diam sebentar melihat istri ku yang sedang tidur, aku tidak ingin menganggu tidur nya, dia cukup nyenyak dengan tidur bersandar di bahu ku dengan memeluk lengan ku, sesekali aku melirik ke belakang melihat dua anak ku tidur lelap.
Aku sangat bersyukur karena memiliki mereka, Ya Tuhan, jangan pisahkan aku dengan mereka, aku terlalu menyayangi mereka, aku tau aku egois, tapi saat ini mereka lah kebahagiaan ku yang ku punya.
Sesekali aku mencium kepala istri ku, tapi tiba-tiba dia terbangun.
"Huuuuuuacchh !!! sayang apa ini sudah sampai ? kenapa kau tidak membangunkan ku ?"
Ucap nya dengan nada serak nya.
"Aku tidak ingin mengganggu tidur mu sayang"
Jawab ku yang di balas oleh senyuman.
"Lalu jika aku tidak bangun sampai pagi, apa kita akan terus berada di mobil ini?"
Balas nya lucu.
"Tentu, kenapa tidak!!"
Ucapku yang terus memandangi nya.
"Aish dasar kau ini, ayo kita masuk kasihan anak-anak"
Jawab nya yang sedikit memerah.
Kemudian kami pun masuk kedalam rumah dengan menggendong anak kami.
***
Siang hari di ruangan kantor.
"Sayang !! aku akan mengganti perban mu !!"
Ucap ku yang membawa kotak P3K.
"Sebentar honey, aku sedang menyelesaikan pekerjaan ku"
Jawab nya yang fokus pada laptop nya, dan tidak melihat ku.
"Tidak, kau sudah berkata seperti itu sejak tadi, ayo cepat honey !!"
Aku kesal, sejak tadi dia hanya memperhatikan laptopnya, tapi aku akan sedikit menggoda nya, aku tersenyum seringai dan duduk di pangkuan nya sehingga dia berhenti bekerja.
"Wooww, apa ini ?? kau ingin menggoda ku huh??"
Kemudian aku pun langsung mencium bibir nya, dia membalasnya, lalu aku memperdalam ciuman nya, dia pun mencium ku dengan gairah, aku rasa dia sudah horny sekarang, rasakan Tuan kau terkena jerat ku, tiba-tiba dia akan memegang dada ku tapi aku segera menghentikan ciumannya.
"Heeeyy apa ini honey, kau membuat ku turn on tapi kau menghentikan nya, apa kau sedang mempermainkan ku huh?? aaarrghhh !!"
Ucap nya frustasi.
"Itu salah mu kenapa kau tidak mendengar kan ku huh?"
Jawab ku yang kemudian mendekatkan P3K dan langsung mengganti perban lengan nya.
"Honey, aku masih bekerja, jadi biarkan saja itu di lakukan nanti"
Balas nya membela diri.
"Kenapa kau seperti anak kecil hubby, kau sudah mempunyai dua anak, kenapa harus selalu aku yang mengingatkan hal kecil seperti ini, jika aku tidak mengingat kan mu apa kau akan ingat pada diri mu sendiri huh? jangan terlalu sering menyepelekan hal kecil aisshh !!!"
Ucap ku sembari mengganti perban nya.
"Huuuufffhhh baiklah baiklah, tapi boleh kah kita melanjutkan yang tadi kita lakukan??"
Jawab nya mencolek dagu ku sembari menaik-naikan alis nya.
"Heeyy !! dasar pervert, hanya itu saja yang ada di dalam pikiran mu!! bahkan kau tidak melihat ini dimana ??"
Balasku menghindar dari colekan nya.
"Kenaaapa ?? it's normal !! lagi pula ini kantorku, aku bisa melakukan apapun yang aku mau kan ?? bahkan meniduri istri ku sendiri, hihihi !!!"
Ucapnya lagi menggoda ku.
"Ssstt jangan berisik, kau menganggu konsentrasi ku saja, aku sedang mengganti perban mu, jangan banyak bicara sebentar saja !!"
Jawab ku yang fokus mengganti perban nya.
Tiba-tiba...
Tokk...tokk...tokk..
"Come in"
Ucap Ryan.
Melihat siapa yang datang aku jadi sedikit kepanasan, di samping dia sekertaris suami ku, dia juga pernah memakai jas suami ku dan di antar pulang oleh nya, jujur meskipun aku yakin suami ku setia, tapi tetap saja rasa cemburu ku tidak bisa aku tahan.
"Ada apa ?"
Ucap Ryan menatap nya.
"Ehmm maaf Tuan, ini laporan yang anda minta kemarin Tuan !!"
Jawab sekertaris itu.
"Okay, simpan saja di situ, aku akan memeriksa nya nanti"
Balas Ryan lagi, lalu sekertaris itu menyimpan laporan nya di meja Ryan.
Tidak tau kenapa aku jadi ingin pamer kemesraan ku dengan suami ku sekarang, hingga tanpa sadar, aku memegang junior suami ku lalu aku meremas nya, dia melihat tangan ku yang sedang meremas nya , jelas saja suamiku terkejut lalu dia menatapku heran, sementara si sekertaris itu belum keluar dari ruangan.
"Sayang, ayo !! aku sudah tidak tahan lagi !!"
Ucapku yang tidak ada rasa malu sama sekali.
"Eeuhmmm, he hey Shanoon kau boleh ke keluar sekarang !!"
Ucap Ryan pada sekertaris itu, kemudian dia membungkuk dan pergi.
"Honey, apa yang kau lakukan huh? apa kau tidak malu berbicara seperti itu di hadapan orang lain ??"
Ucap nya yang benar-benar tidak menyangka.
"Untuk apa aku malu, kau suamiku dan aku istri mu, seperti yang kau bilang, kita bisa melakukan apapun di sini, ini kantor mu kan??"
Jawab ku menggodanya.
"Iya, tapi tidak di hada....... "
Aku langsung memotong perkataan nya dengan ciuman ku, aku yang memikirkan perkataan Aldi semalam, membuat ku ingin memberikan servis terbaik untuk suami ku.
Aldi benar, aku harus memberikan yang terbaik untuk suami ku, agar dia tidak melirik wanita lain.
Entah berapa lama kami berciuman hingga suamiku pun membawa ku ke kamar di kantor tanpa melepaskan ciuman itu, lalu kami melepas satu persatu pakaian kami, hingga mungkin terjadilah sesuatu.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments