Hari ini Embun dan Arsen sebenarnya masih cuti, namun karena ada meeting perusahaan dadakan, jadi mereka tetap harus hadir, walau setelahnya mereka berdua bisa pulang.
Dan pagi tadi, Arsen sengaja menjemput Embun untuk pergi ke Kantor bersama, karena nanti setelah pulang meeting mereka berdua berencana ingin kencan perdana ditempat luar.
"Beginilah nasip kita, sudah ambil cutipun masih tetap harus ikut meeting, mana ngomongnya dadakan lagi, emang mereka pikir kita tahu bulat apa?" Gerutu Embun setelah mereka keluar dari mobil.
"Kamu ternyata bisa ngedumel juga ya?" Ledek Arsen sambil tersenyum.
"Gimana nggak ngeluh, tadi malam sengaja bergadang nonton film sampai hampir pagi, karena hari ini masih cuti, eh.. tiba-tiba ada panggilan meeting pagi-pagi, mana nggak sempat buat sarapan lagi, kamu pasti belum sarapan juga kan?" Umpat Embun dengan segala ocehannya.
"Nggak papa sayang, nanti setelah meeting kita bisa sarapan diluar, okey?" Dan Arsen langsung merangkul bahu Embun dan menempelkan kepala mereka masing-masing sambil berjalan masuk ke loby Kantor.
"Kita mampir ke Kantin dulu yuk, aku mau minum kopi dulu, takut nanti saat meeting aku malah tertidur lagi."
"Okey, kita ke Kantin sekarang." Jawab Arsen yang langsung menyetujui.
"Aduh... mana tempat duduknya penuh lagi." Saat kedua cangkir kopi sudah ditangan, tempat itu ternyata penuh.
"Kita ke sebelah sana, kayaknya masih ada bangku kosong." Arsen langsung mengajak Embun ke pojokan Kantin.
Degh!
"Haish... ada yang lagi mesra-mesraan, pantas saja kursi disampingnya kosong."
Embun langsung menurunkan kedua bahunya saat melihat ada Bagas dan Nevika disana.
"Ya udah nggak papa, kita kan cuma ngopi sebentar saja." Ucap Arsen yang sebenarnya juga tidak nyaman, apalagi melihat kemesraan mereka secara langsung.
"Hai... kami numpang duduk disini sebentar ya." Sapa Embun dengan senyuman walau hanya sekilas.
"Terserah." Jawab mereka berdua dengan kompak.
"Aish... menyesal aku menyapanya!" Umpat Embun sambil melengos kesal.
Walaupun memang permainan mereka ada aturannya untuk bersikap dingin dengan pasangan aslinya, namun setidaknya tidak perlu menjawabnya dengan ketus seperti itu pikirnya.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan." Ucap Arsen sambil mengacak gemas rambut Embun, dia tahu betul bagaimana perasaan Embun saat ini.
"Seharusnya biasa aja gitu kan, apa salahnya saling sapa, kita kan bukannya musuh." Embun masih berwajah masam, karena merasa hal ini sangat keterlaluan baginya.
"Minum dulu kopinya."
"Slrrpp... aw... masih panas ternyata." Karena terlalu kesal, Embun langsung saja menyeruput kopinya.
"Astaga SAYANG! pelan-pelan dong yank, sini aku tiupin dulu." Dan Arsen sengaja mengeraskan panggilan sayangnya.
"Cih.. sok mesra, kita juga bisa kan Ayank, owh iya.. aku tadi buatin kamu sarapan spesial loh." Umpat Nevika yang langsung mengeluarkan kotak bekalnya.
"Owh ya, wow... kamu memang terbaik sayang, sudah cantik, pinter masak lagi, mana coba sini aku mau cicipin." Jawab Bagas dengan semangat.
"Pasti enak dong Yank, kan masaknya pakai cinta." Ucap Nevika dengan gaya pamernya.
"Iya dong, apapun masakanmu aku pasti suka." Puji Bagas dengan wajah riang gembira.
"Pffthh!" Dan Arsen langsung membungkam mulutnya sambil menahan tawa.
"Kenapa?" Tanya Embun yang malah jadi penasaran.
"Nggak apa-apa, mau lagi kopinya?" Jawab Arsen dengan wajah yang masih terlihat menahan tawa.
"Nanti saja, masih panas banget, nanti lidahku bisa melepuh lagi."
"Okey, pelan-pelan aja, masih banyak waktu sebelum kita ke ruang meeting."
"Taraaa... nasi goreng spesial buat Ayang."
Nevika sengaja memamerkan hidangan nasi goreng yang dia buat dengan penuh drama tadi pagi.
"Wow... sepertinya enak." Puji Bagas kembali.
"Iya dong, sini aku suapin, aak.."
"Emm..."
Namun saat nasi goreng itu mendarat dimulut Bagas, dia langsung terdiam cukup lama, seolah tidak sanggup untuk mengunyah apalagi menelannya.
"Gimana, enak kan Ayank?" Tanya Nevika dengan senyum kebanggaannya.
"Mmm... en--enak kok, enak banget, eherm." Dengan wajah yang sulit digambarkan, Bagas menelan bulat-bulat butiran nasi goreng buatan Nevika.
"Wah... sudah pinter masak kamu sekarang ya say---, ehh... Nev!" Arsen sampai lupa ingin memanggil dia dengan sebutan sayang juga.
"Jelas dong, sarapan kalian mana? Nggak dibuatin sarapan kamu?" Ejek Nevika.
"Tidak masalah, biasanya juga aku kan jarang sarapan, dan kami berdua datang hanya untuk meeting saja, setelah itu kami bisa langsung pulang dan berkencan, ya kan Sayang?"
"Hmm.." Embun hanya menggangukkan kepalanya saja.
"Cih... kami setiap hari juga selalu kencan, ya kan Ayang, nih makan lagi nasi gorengnya Ayang, spesial banget loh sampai aku bangun pagi-pagi tadi."
"Uhuk.. uhuk.. sebenarnya aku sudah sarapan roti tadi yank, dan sudah agak kenyang." Ucap Bagas tiba-tiba.
"Nggak mau tahu, pokoknya habisin sekarang, aku udah capek-capek buatin buat kamu loh, ayo buka mulutmu!" Nevika langsung saja memaksakan kehendaknya.
"Satu suap lagi aja ya, aku beneran udah kenyang Yank." Rengek Bagas kembali.
"Eherm... kita ngopi di ruang meeting aja yuk, nanti biar aku pesankan kopi yang baru." Arsen langsung mengajak Embun pergi dari sana.
"Baiklah."
Akhirnya mereka memilih pergi dari Kantin dan meninggalkan kopi mereka yang masih panas.
"Kamu cemburu ya?" Tanya Embun saat dalam perjalanan menuju ruang meeting.
"Emm... biasa aja."
"Bohong, lalu kenapa kamu ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu, padahal kopimu bahkan belum sempat kamu minum."
"Owh... aku hanya tidak bisa menahan tawa saja disana, jadi daripada nanti mereka salah paham lebih baik kita ngopi di ruang meeting sambil menunggu yang lainnya."
"Menahan tawa karena apa? Apa wajahku ada kotoran, atau bedak dan lipstikku ketebalan, jadi kayak badut gitu?" Embun malah berpikiran lain.
"Bukan karena itu, riasan kamu pagi ini cantik kok, nggak tebel, aku suka." Celetuk Arsen tanpa sadar.
Berrr!
Dan hal itu cukup membuat hati Embun berbunga-bunga.
"Ahehe... lalu kenapa kamu menahan tawa tadi?" Ucap Embun dengan wajah malu-malu.
"Aku sebenarnya kasihan sama Bagas."
"Kenapa?"
"Pffthh... kasian kalau dia sampai keracunan makanan buatan Nevika." Ucapnya sambil memegang perutnya yang sudah kram.
"Ya enggaklah, orang dia bilang enak banget tadi." Ucap Embun saat mengingat perkataan Bagas tadi.
"Emang kamu nggak lihat wajah Bagas saat makan nasi goreng itu tadi?"
"Aku malas melihat kearah mereka."
"Ahaha... aku yakin dia pasti akan langsung sakit perut setelah menghabiskan satu kotak nasi goreng buatan Nevika tadi."
"Masak sih?"
"Dulu aku pernah minta dibuatin sarapan sama dia, namun setelahnya aku menyesal, karena setelah memakannya aku langsung sakit perut, hampir seharian bolak-balik kamar mandi sampai lemes."
"Kok bisa?"
"Entah apa bumbu-bumbu yang dia masukkan kedalam nasi goreng itu, rasanya itu aneh, kayak ada bumbu ketumbarnya gitu, dan nasi gorengnya itu sangat berminyak, pokoknya rasanya itu pengen muntah setelahnya, mau bilangin dia juga aku takut dia marah, pokoknya sejak saat itu aku tidak mau sarapan buatan dia, kapok aku!"
"Bahaha... mana ada nasi goreng pakai ketumbar, aku rasa dia nggak tahu bedain mana ketumbar mana merica, lagian juga nasi goreng nggak pakai keduanya, jelas mules pastinya!"
"Biarkan saja, katanya kan nasi goreng spesial dibuat pakai Cinta, makan tuh Cinta!" Ucap Arsen yang seolah puas menertawakan mereka.
"Ahahaha!"
Dan pagi itu sarapan mereka adalah gelak tawa saat membayangkan kondisi Bagas nantinya.
Entah mengapa saat melihat kemesraan mereka, Arsen dan juga Embun tidak terlalu merasakan kesakitan seperti diawal-awal hubungannya, mereka hanya kesal saja dengan sikap acuh Bagas dan Nevika, untuk yang lainnya Arsen dan Embun merasa enjoy aja.
Dan setelah badai selesai, kamu tidak akan ingat bagaimana kamu berhasil melewatinya, bagaimana kamu bisa berhasil untuk bertahan.
Jika kamu menghabiskan terlalu lama berpegang pada orang yang memperlakukanmu seperti pilihan, kamu akan kehilangan menemukan orang yang memperlakukanmu sebagai prioritas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Rustan Sarny Apul Sinaga
selamat menikmati cintanya Nevika ya mas Bagas....
2023-09-29
0
Yofa Meisya
syukurin lho Bagas......selamat menikmati perut yg aw....aw...aw....
2023-05-31
1
Diank
Syukurlah akhirnya kalian bisa iklas melihat mereka justru sekarang ada gelak tawa bahagia tanpa rasa sakit hati lagi
2023-05-31
1