3.Bara dan Api

Entah itu memang kebetulan atau memang Takdir Tuhan, kita tidak pernah tahu, karena Takdir itu terkadang memang lucu. Ada saja caranya mempertemukan dua orang yang tak punya urusan dengan cara yang seolah tidak sengaja.

"Nevika!"

"Eh Bagas?"

Kedua orang gabut ini memutuskan untuk pergi ke Kafe yang memang mereka inginkan sedari tadi, tanpa berhasil membawa pasangan mereka masing-masing.

Embun kekasih dari Bagas sungguh-sungguh harus lembur dadakan karena rumitnya menyelesaikan laporan milik Bagas itu, sedangkan laporan kerjanya sendiri saja sudah cukup memusingkan kepalanya, namun Embun tetap saja melakukan pekerjaan itu dengan ketulusan dan segenap hati.

"Beneran elu kan, kirain tadi salah orang." Bagas langsung duduk dihadapan Nevika tanpa ragu.

"Kamu kesini juga?" Tanya Nevika yang langsung terlihat sumringah karena mendapatkan teman, pergi ke Kafe sendirian kan memang kurang seru pikirnya.

"Iya, pulang kantor bosan dirumah, kamu sendiri aja?" Bagas menoleh ke seisi Kafe disana, mencari keberadaan kekasih hatinya Nevika namun tidak ada. Mereka semua satu Kantor, jadi tahu kalau mereka sudah punya pasangan masing-masing.

"Iya." Jawab Nevika dengan senyum genitnya yang selalu sengaja menarik perhatian setiap pria.

"Cowok kamu kemana?" Tanya Bagas dengan senyum liciknya.

"Dia sibuk dengan keluarganya, kalau cewekmu kemana? biasanya dia ngekor mulu kemanapun kamu pergi?" Ledek Nevika, dia mengenal Embun, tapi tidak pernah ngobrol dekat karena memang mereka beda Divisi, lain halnya dengan Bagas, karena Nevika sudah kenal Bagas dari dulu lagi.

"Hehe... dia juga sibuk dengan pekerjaannya bahkan sampai harus lembur dia sekarang, entah mau pulang jam berapa dia nanti malam." Jawab Bagas yang memang tidak mau ambil perduli, walaupun Embun seperti itu karena dirinya.

"Woah... kita senasip sepertinya?" Nevika merasa heran sekali, ada apa dengan hari ini.

"Iya, hehe... kamu sudah pesan makanan?" Tanya Bagas yang melihat hanya ada minuman di meja itu.

"Aku ngopi aja, lagi nggak mood makan." Jawab Nevika dengan santainya.

"Aku pun sama, tadi laper banget, tapi setelah berantem dengan cewek gue, aku juga jadi nggak berselera makan." Bagas mulai melakukan sesi curhatannya.

"Kamu berantem juga? kok nasip kita kebetulan sama juga sih?" Nevika seolah tertarik dengan obrolan mereka.

"Owh ya? Jangan-jangan kita jodoh lagi, haha!" Tawa Bagas langsung menggelegar disana.

"Bisa jadi, haha!" Dan Nevika pun sama, dia bahkan tidak perduli dengan banyak pasang mata yang memandang kearah meja mereka.

"Eh... kamu ingat nggak di sekitar sini ada club malam yang asyik?" Bagas mulai punya inisiatif yang negatif.

"Ada, diujung sana kan?" Jawab Nevika dengan cepat.

"Yoi, dulu waktu nyari tempat buat gathering kantor, kita berdua sempat nyasar disana kan?"

Mereka berdua memang sudah kenal, bahkan sebelum mereka memiliki pasangan masing-masing.

"Kenapa emangnya?" Tanya Nevika kembali.

"Kalau aku ngajak kamu kesana kira-kira kamu keberatan nggak? Daripada badmood disini kan?" Ucap Bagas yang membuat Nevika seolah tertarik.

"Ide yang bagus tuh!" Celetuk Nevika yang memang sedang bosan karena kesal dengan kekasihnya yang tidak mau menurut dengan dirinya kali ini.

"Kalau begitu tunggu apa lagi, kita gaskeun kesana yuk!" Bagas langsung terlihat semangat.

"Let's go!"

Akhirnya mereka berdua berangkat bersama, sepanjang perjalanan mereka asyik ngobrol berdua, tertawa haha hihi, seolah melupakan pasangan mereka masing-masing.

Mereka berdua sama-sama suka sensasi, jadi setelah sampai di club malam itu pun dengan enjoynya mereka langsung turun dan berjoged bersama seiring dengan dentuman musik jedag-jedug dan lampu yang gemerlap.

"Kamu ternyata asyik banget ya orangnya?" Bagas mulai mengeluarkan rayuan mautnya.

"Masak?" Jawab Nevika sambil terus menggoyangkan kepalanya dengan asyiknya, jika dia mengajak Arsen sudah pasti kekasihnya itu akan menolaknya pergi ke tempat seperti ini.

"Nggak kayak cewek gue, lurus aja orangnya, ngebosenin!" Celetuk Bagas karena masih kesal dengan Embun.

"Haha... cowok gue juga sama, lempeng aja kayak jalan Tol!" Karena memang Arsen tidak menyukai hal-hal yang ribet dan menyimpang.

"Emm... by the way, gimana kalau kita selingkuh aja?" Celetuk Bagas dengan ide gilanya.

"Gila loe ya? Gue udah lama menjalin hubungan sama Arsen, dan dia banyak berguna untuk hidupku, jadi sayang banget kalau harus ditinggalin begitu saja." Jawab Nevika dengan cepat.

"Aku nggak nyuruh kamu buat ninggalin dia, aku pun sayang juga kalau harus mutusin cewek gue, dia pun berarti buat hidup gue." Jawab Bagas yang memang tidak akan jadi apa-apa tanpa Embun.

"Tapi kalau selingkuh, sama aja gue nyari gara-gara sama pacar gue, kalau ketahuan juga sudah pasti gue diputusin lah nanti!" Nevika belum siap jika harus kehilangan Arsen, apalagi dia bisa dijadikan sebagai ATM berjalan bagi dirinya, karena gaji kekasihnya itu lebih banyak dari dirinya.

"Emm... gimana kalau kita terang-terangan aja?" Ada saja ide dari otak licik Bagas itu.

"Maksudnya gimana?" Walau awalnya ragu, namun lama-kelamaan Nevika merasa tertantang juga.

"Kita semacam main game gitu."

"Game apa?" Nevika pun juga suka dengan tantangan dan hal-hal yang ekstrim.

"Game tukaran pasangan!" Celetuk Bagas sambil menaikkan kedua alisnya.

"Hah, gila loe ya?" Awalnya Nevika tersentak kaget juga.

"Gue emang gila, semenjak ketemu sama Elu hari ini, haha! Kita kasih tempo satu bulan aja gimana?" Dia kembali membuat tawaran yang menarik.

"Gimana ya, entah mau apa enggak ya cowok gue?" Dan pertahanannya sudah mulai goyah.

"Rayu lah, cuma satu bulan ini kok, biar hubungan kita nggak monoton gitu, ada sensasi barunya biar nggak gabut juga ya kan?" Bujuk Bagas terus menerus.

"Iya juga sih, tapi?" Sebenarnya dia sedikit bimbang, namun seolah rasa penasaran sudah mendominasi dirinya.

"Cowok Loe lempeng kayak jalan Tol dan cewek gue lurus penuh, mereka pasti setuju, ini kan hanya semacam game tukaran pasangan saja, biar nggak bosan dan setelah satu bulan kita kembali ke pasangan masing-masing."

"Okey deh, nanti gue coba bilang sama cowok gue!"

"Nah, gitu dong! Sebagai pemanasan gimana kalau kita turun lagi kebawah lagi?"

Hatinya seolah bersorak saat keinginan gilanya itu akhirnya berhasil, karena Bagas sedikit banyaknya tahu bagaimana karakter dari Nevika.

"Okey, siapa takut, haha!"

Akhirnya mereka berdua kembali berjoged ria diantara kerumunan orang-orang yang seolah lupa dengan Sang Pencipta hanya karena kesenangan dunia.

Bahkan saat Bagas berjoged sambil memeluk pinggang Nevika, wanita itu sama sekali tidak keberatan, dia bahkan merasa enjoy disana dan terlihat sangat menikmati alunan musik bersama kekasih orang. Mereka berdua bahkan seolah seperti bara dan api, yang sama-sama memanas ketika bertemu.

Hidup itu memang tidak ada yang sempurna, bahwa kenikmatan itu kadang juga merupakan cobaan tersendiri buat orang lain.

Nafsu dunia hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat, tapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan kebahagiaan selamanya.

Terpopuler

Comments

Utit Dewisetyowati

Utit Dewisetyowati

sama ² gila itu anak

2023-11-02

0

gemar baca

gemar baca

nah... satu server ini Bagas plus navika ,sama2 banyak miringnya,banyak negatifnya awal kisah sesuai judul d mulai dari sini rupanya .ok....seru ini lope lope iska

2023-06-01

1

Ghina Novita

Ghina Novita

nevika sama Bagas sama gilanya,jodoh kalian berdua

2023-05-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!