11.Mufakat.

Bagas kali ini seolah sudah tidak perduli dengan apapun rintangan yang mencoba menghalangi misinya, demi bisa pacaran terang-terangan dengan Nevika, tanpa harus kehilangan Embun, wanita yang paling berharga dan berjasa untuknya, dia bahkan rela nekad mendatangi Arsenio Hernandes, salah satu kepala bagian di perusahaannya yang terkenal sangat kaku dan dingin, agar Arsen mau menyetujui pertukaran pacar diantara mereka.

"Permisi, Arsen bisa kita bicara sebentar?"

Bagas mengetuk pintu ruangan Arsen yang memang sedang terbuka, sambil melongokkan kepalanya kedalam ruangan itu.

"Ckk... mau apa dia." Arsen tahu betul siapa Bagas, dan dia sudah menduga maksud dari kedatangannya kemari, jadi dia hanya memilih mengumpat saja, dan tetap meneruskan kegiatannya melihat pekerjaannya didepan layar monitor miliknya.

"Arsen, ayolah.. aku hanya ingin ngobrol sebentar saja, bisa kita bicara di Kantin saja?" Bagas tetap tidak menyerah, walau sambutan dari Arsen sudah terlihat sangat jelas, bahwa dia tidak menyukai kedatangannya kali ini.

"Huft.. aku tidak punya banyak waktu, kamu bisa bicara saja dari sana, tapi harus singkat padat dan jelas." Ucap Arsen tanpa mau memandang kearahnya, dia seolah malas jika apa yang ingin dia bicarakan adalah soal pertukaran pasangan.

"Boleh aku masuk, takut kalau ada orang lain yang dengar nanti." Pinta Bagas seolah meminta persetujuan, karena tidak mungkin dia bicara tentang masalah pribadi sambil teriak-teriak dari depan pintu.

"Duduklah." Arsen tidak punya alasan lain juga, karena dia berpikir benar juga apa yang dia katakan, kalau sampai yang lainnya tahu soal urusan gila dari pria itu, dia juga nanti yang malu, jadi terpaksa dia menyuruhnya duduk di kursi tamunya.

"Arsen, apa kamu tidak mau mencoba hal yang baru?" Ucap Bagas yang mencoba membuka obrolan diantara mereka, sedangkan Nevika memilih mengintip mereka dari celah pintu ruangan Arsen, tanpa berani ikut masuk kedalamnya, karena dia sedang berjaga-jaga diluar sana, untuk kemungkinan yang akan terjadi nanti.

"Tidak."

Arsen langsung menolaknya, bahkan tanpa mau bertanya tentang soal apa terlebih dahulu.

"Astaga Arsen, kita berdua seumuran bukan, kita masih muda okey, jangan terlalu serius begitu jadi orang." Bagas mulai merayunya, dengan cara apapun akan dia lakukan hari ini, asal Arsen mau menyetujuinya.

"Apa kamu tidak pernah bisa serius dengan hubunganmu, jadi selama ini kamu sukanya hanya main-main saja, begitu?" Arsen langsung membalikkan ucapan Bagas dengan tatapan tajam menusuk.

"Bukan begitu juga Arsen, tapi mumpung kita masih muda kan, apa salahnya kita cari sensasi baru, untuk sekedar mencari pengalaman baru saja gitu, bukan sungguhan." Jelasnya kembali dengan wajah yang terlihat menyebalkan dimata Arsen.

"Aku tidak perlu melakukan hal itu, bagiku jika memang cukup hanya satu, kenapa harus dua?" Jawab Arsen yang sebenarnya hanya malas jika harus berkenalan dekat dengan orang baru, baginya Nevika saja sudah cukup memusingkan dengan segala rengekannya, apalagi tambah satu lagi pikirnya.

"Kita bukannya mendua Arsen, kita hanya bertukar pasangan selama satu bulan saja, dan aku janji tidak akan serius saat menjalin hubungan dengan Nevika, orang aku juga serius kok dengan Embun." Ucapnya membela diri, karena memang dia juga tidak mau kehilangan Embun yang selalu ada ketika dia membutuhkan soal apapun itu.

"Kalau kamu serius dengan kekasihmu itu, kenapa kamu ingin mencoba gadisku? Kamu pikir dia barang apa, bisa kamu tukar sesuka hatimu?" Arsen masih tidak habis pikir dengan pemikiran pria dihadapannya ini, entah apa maunya.

"Nevika juga setuju kita bertukar pasangan Arsen?" Dia tetap mencoba menggoyahkan pendirian Arsen.

"Ckk, itu pasti karena bujukanmu!" Umpat Arsen yang sebenarnya juga dongkol dengan keputusan Nevika, entah apa kurangnya dia, kenapa harus tukar menukar pasangan segala pikirnya.

"Ayolah Arsen, apa salahnya kita coba untuk berbagi pengalaman dengan sifat para wanita, jadi kedepannya kita bisa lebih memahami sifat wanita kita." Bujuknya terus menerus tanpa henti.

"Aku tetap tidak mau!" Tolak Arsen dengan tegas.

"Hanya satu bulan saja Arsen, bukan selamanya, bahkan nanti kita jadi bisa menguji pasangan kita, tetap kuat mempertahankan hubungan kita nggak, saat kita diterpa cobaan selama satu bulan, ya kan?" Ada saja alasan yang dia lontarkan.

"Kalau kamu tahu ini sebuah cobaan, kenapa masih dilanjutkan, bukannya hidup berpasangan dengan tentram itu lebih bagus?"

"Biar kita itu bisa tahu karakter beragam wanita Arsen, memangnya kamu nggak mau apa!"

"Enggak!" Jawabnya dengan singkat dan jelas.

"Nevika saja mau, lagian kita terbuka Arsen, daripada diam-diam itu namanya selingkuh, cuma satu bulan bukannya lama Arsen, kamu ini susah sekali dibilangin!" Bagas sebenarnya sudah mentok nggak punya cara lain, namun dia masih terlihat memaksakan diri.

"Bukannya ini juga termasuk selingkuh?" Arsen tersenyum kecut kembali.

"Ya enggak, lagian juga setelah satu bulan kita kembali ke pasangan masing-masing."

"HEI...! satu bulan itu bukan waktu yang sebentar!"

"Aku janji nggak akan macem-macem dan aku juga tidak akan serius dengan Nevika, percayalah denganku." Ucapan Bagas memang terlihat meyakinkan, namanya juga usaha.

"Fuuh.. aku tetap tidak bisa mempercayaimu begitu saja!" Hanya helaan nafas beratnya saja yang tahu betapa kesalnya Arsen saat ini.

"Arsen, apakah kamu tidak ingin melihat pacarmu cemburu pada dirimu, saat kamu berhubungan dengan Embun?"

"Untuk apa?" Tanya Arsen setelah terdiam sesaat.

"Apa kamu tidak tahu, kalau cemburu itu tanda sayang?"

Sedikit demi sedikit pendirian Arsen mulai goyah, dia memang tidak pernah melihat Nevika cemburu dengannya, karena memang tidak ada wanita lain di sekelilingnya jika bukan urusan kerja.

"Ckk?"

"Kalau kamu ingin tahu seberapa besar rasa Nevika kepadamu, cobalah untuk membuat kekasihmu cemburu?" Bagas mulai tersenyum saat pandangan Arsen terlihat kosong.

"Apa ucapanmu bisa aku pegang?" Tanya Arsen setelah mempertimbangkan banyak hal.

"Tentu saja, aku tidak akan mengingkari janjiku, cukup satu bulan saja kita bertukar pasangan, setelah itu kita kembali dengan kehidupan kita masing-masing, okey?"

"Fuuh... ya sudahlah!"

Ingin sekali rasanya Bagas bersorak disana, karena misi gilanya akhirnya berhasil.

"Nah, gitu dong Bro! Kita Deal ya!" Bagas langsung mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.

"Hmm."

Dan dengan wajah kusutnya Arsen menyambut uluran tangan itu walau terpaksa.

"Siplah, besok kan akhir pekan, kita serah terima pasangan kita masing-masing, untuk tempat dan waktunya besok aku akan memberimu kabar lagi, okey?"

"Kau atur ajalah gimana baiknya!" Jawab Arsen yang malas berpikir untuk hal yang menurutnya tidak berbobot ini.

"Okey, kalau begitu aku pamit kawan, terima kasih atas kerja samanya, aku yakin tidak akan ada yang rugi diantara kita, permisi Arsen."

Karena sudah mencapai kata mufakat, Bagas langsung keluar dari ruangan Arsen dengan wajah riang gembira dan meninggalkan Arsen yang masih termenung sendirian di kursi singgasana kerjanya dengan lamunan panjang yang bersarang di otaknya.

Terpopuler

Comments

Diank

Diank

Tenang saja Arsen ide gila bertukar pasangan ini justru kamu nanti yang malah beruntung jika bisa mendapatkan hati Embun ketika kamu nanti mengetahui sisi baik dari diri Embun

2023-05-31

2

Ghina Novita

Ghina Novita

lanjut kak iska ❤️🤗

2023-05-31

0

Anik Trisubekti

Anik Trisubekti

lanjutkan bestie 😍😍😍

2023-05-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!