4.Modus.

Rutinitas pagi karyawan di Kantor itu adalah meeting dengan kepala divisi masing-masing namun dalam satu tempat yang sama.

Setelah mereka semua selesai dan ingin kembali ke tempat kerja masing-masing, Bagas melihat Nevika berjalan sendirian, hal itu tidak Bagas sia-sia kan begitu saja, apalagi dia juga melihat Arsen masih terlihat berbincang dengan bawahannya di ujung sana.

Dan Embun juga karena sedang mengejar deadline, begitu meeting selesai dia langsung buru-buru masuk ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Nevika!" Sapa Bagas dengan senyum sumringahnya, dia memang terlihat begitu tertarik dengan Nevika, apalagi postur tubuhnya yang memang aduhai sekali, walaupun sebenarnya body Embun pun tak kalah menarik dengan Nevika, hanya saja dalam sebuah hubungan, rumput tetangga memang pasti akan terlihat lebih hijau, apalagi pria modelan Bagas yang kedua matanya sering jelalatan saat melihat barang bagus dan kurangnya rasa bersyukur dengan nikmat yang sudah diberikan Tuhan kepadanya.

"Hai... morning Bagas!" Sapa Nevika balik, dia pun terlihat senang saat bertemu Bagas pagi ini, mungkin efek dari sisa-sisa kebahagiaan mereka saat di club malam kemarin.

"Morning juga cantik, kita ngobrol sebentar yuk?" Bagas dengan santainya merangkul bahu Nevika, tanpa perduli di ujung sana masih ada Arsen yang menatap ke arah mereka.

"Boleh deh, masih ada waktu beberapa menit lagi kok." Jawab Nevika yang memang tidak keberatan sama sekali, dia terlihat santai saja, karena semua karyawan disana juga tahu kalau mereka sudah berteman lama.

"Owh ya, gimana udah ngomong belum sama cowok kamu tentang rencana kita kemarin?" Bagas seolah sudah tidak sabar ingin memulai permainan pertukaran pasangan itu, karena dia ingin cepat-cepat bisa menjalin hubungan dengan Nevika tanpa harus putus dengan Embun.

"Belum, soalnya kemarin dia masih sibuk dengan keluarganya, trus waktu dia sudah pulang, aku sudah tertidur dan pagi ini kami berangkat sendiri-sendiri juga, karena dia harus berangkat pagi-pagi sekali tadi." Jelas Nevika yang juga sedikit kesal karena dia ditinggal berangkat kerja lebih dulu oleh Arsen.

"Pacar kamu itu memang lebih mentingin pekerjaan daripada kamu, samalah seperti Embun yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan mungkin dia lebih mengutamakan pekerjaan ketimbang pacarnya sendiri, jadi rencananya juga sore ini aku mau ngomong sama dia." Bagas sengaja memanas-manasi Nevika, padahal Embun kerja keras dan banyak pekerjaan itu juga karena ulah Bagas, tapi dia tak sadar diri.

"Iya juga ya, padahal pasangan itu adalah masa depan kita yang paling penting ya kan?" Nevika pun sama, dia yang berulang kali kesal dengan sikap Bagas dan akhirnya merasa seolah diri sudah jenuh dengan hubungannya.

"Itu lah kenapa aku ingin kita melakukan permainan pertukaran pasangan ini, agar mereka bisa merasakan bagaimana kalau kedua-duanya sibuk kerja dan nggak ada waktu buat masing-masing." Bagas kembali mengompor-ngompori Nevika agar dia mantap dan segera berbicara dengan Arsen secepatnya.

"Ya sudahlah, sepulang dari Kantor nanti aku ngomong sama dia." Jawab Nevika dengan mantap.

"Aku juga kok, pokoknya kita harus berhasil membujuk pasangan kita masing-masing, okey?" Rayu Bagas sambil mengusap lengan Nevika dengan penuh kelembutan.

"Okey, aku juga akan mengusahakan tentang hal ini." Nevika seolah sudah yakin seratus persen dengan keputusannya.

"Kalau begitu aku traktir minum kopi dulu yuk, nanti kalau nggak sempat minum dibawah kita bawa naik ke atas, biar kerjanya lebih semangat."

Terkadang hanya dengan perhatian-perhatian kecil seperti inilah yang membuat keyakinan seseorang itu mudah goyah.

"Boleh deh." Jawab Nevika dengan senyum manisnya.

"Kamu udah sarapan belum tadi, mau aku belikan sarapan dulu nggak? disana ada nasi goreng, apa mau nasi uduk atau nasi kuning gitu?" Bagas sengaja mengumbar perhatiannya, dulu pun dia melalukan hal yang sama saat pede kate dengan Embun, namun setelah berhasil memilikinya, kini Embun yang seolah menjadi babu bagi dirinya, bahkan lebih kejamnya babu yang tidak dibayar, bahkan Embun harus mengeluarkan uang untuk membelikan ini itu sesuai yang Bagas inginkan.

Yang namanya kita belum mendapatkan target utama kita, sudah pasti apapun akan kita lakukan untuk mencapai tujuan dengan cara apapun.

"Aku memang belum sarapan, tapi aku nggak biasa sarapan makanan berat seperti itu." Ucap Nevika dengan wajah yang dia buat seimut mungkin.

"Kalau begitu mau aku belikan roti atau sandwich gitu, nanti kalau nggak sempat kan bisa makan sambil jalan aja, gimana?" Rayu Bagas kembali.

"Okey deh, ehh... apa ini yang masuk di sepatuku?" Tiba-tiba langkahnya terhenti saat kakinya terasa gatal.

"Coba sini aku lihat." Bagas langsung sigap dan ingin berjongkok dihadapan Nevika tanpa rasa malu saat ada orang yang melihatnya.

"Nggak usah Bagas." Namun Nevika langsung menolaknya, karena merasa tidak enak hati.

"It's okey, kamu pakai rok kan, jadi pasti susah nanti kalau jongkok, sini duduk aja di kakiku, biar aku lihat apa yang masuk di sepatumu." Namun Bagas tetap melakukannya, agar Nevika semakin tertarik dengan dirinya.

"Tapi?"

"Sudah, santai aja nggak papa."

Dan akhirnya Nevika mau juga, Bagas mulai berjongkok dihadapan Nevika, dan dia duduk dipahaa kokoh milik Bagas.

"Wah... ternyata ada serangga kecil masuk di kakimu." Bagas langsung melepas sepatu Nevika dan membersihkannya.

"Pantesan gatel-gatel tadi." Rengek Nevika dengan manjanya.

"Sudah nggak papa, udah aku bunuh serangganya tadi, bisa-bisanya dia menyakiti wanita cantik seperti kamu ini."  Bagas bahkan mengusap-usap kaki mulus Nevika sambil meniup-niupnya dengan manja, begitulah modus nya Bagas jika sudah menyangkut tentang wanita, selalu bisa mengambil hati di awal-awal hubungan.

"Kamu ini bisa aja Bagas." Wajah Nevika langsung bersemu, dia terlihat tersipu-sipu dengan kata-kata manis dari Bagas.

"Memang itu kenyataannya, apalagi kaki kamu halus mulus begini, tapi jadi bentol-bentol gara-gara serangga tadi kan, atau mau aku belikan sepatu baru saja?" Ucap Bagas yang sok royal, dia selalu beranggapan semua wanita suka dengan cowok royal, jadi dia sengaja menawarkan hal itu kepada Nevika agar dia tidak ragu menerima dirinya.

"Nggak usah Bagas, ini pun sepatunya masih baru, cuma tadi kan kita melewati tong sampah, mungkin serangga itu keluar dari sana."

Karena hubungan dekat mereka masih diawal, jadi Nevika sok jaim dan menolak tawaran sepatu baru dari Bagas, agar dirinya tidak terkesan jadi cewek matre.

"Beneran nih, kalau mau aku izin keluar nanti saat jam makan siang." Ucapnya, padahal untuk makan saja Embun yang selalu membelikannya, gajinya di Kantor ini sering dia gunakan untuk bersenang-senang di club malam atau sekedar kumpul-kumpul nggak jelas dengan teman-temannya yang seperti preman itu tanpa sepengetahuan dari Embun.

"Sungguh tidak perlu, makasih atas tawarannya." Ucapnya dengan sok lugu, padahal dalam hati dia menyayangkan juga hal ini, namun tidak masalah karena ada Arsen yang akan menjadi ATM berjalan baginya.

Andai yang menawarkan untuk beli sepatu baru tadi Arsen, sudah pasti dia akan menyetujuinya tanpa ragu.

Sebenarnya Bagas dan Nevika itu tidak jauh berbeda sifatnya, sama-sama jaim, sama-sama penuh dengan tipu muslihat dalam menjalin suatu hubungan.

Dan Nevika pun seolah terbang melayang saat seolah dia diperlakukan bak Ratu oleh Bagas, karena memang itu yang sebenarnya dia inginkan selama ini, namun Nevika merasa tidak pernah mendapatkan hal itu dari hubungannya dengan Arsen.

Arsen tipe orang yang tidak lebay, dia memang jarang berkata-kata manis, tapi lebih dengan perlakuan yang membawa Nevika kedalam kebaikan.

Tapi Nevika tidak pernah berfikir sejauh itu, dia lebih perduli dengan gengsi dan kesenangan semata hanya karena bujuk rayu dan gombalan yang tak bermakna.

Kemunafikan dalam sikap rendah hati merupakan bentuk kebohongan tertinggi, karena Munafik adalah adanya sebuah perbedaan di antara perkataan dan hati, adanya perbedaan di antara sesuatu yang tampak dan yang tersembunyi.

Terpopuler

Comments

titiek

titiek

pas lah klo jd pasangan ntar sm2 miskin 🤣🤣

2023-06-06

1

gemar baca

gemar baca

bener2 sak server ini orang,sama2 munafik.... senengnya gur modus tok, kenyataan beeeuuh......jungkir walik,cocok lah mereka berdua ni...tar kalo dah sama2 bosan baru belang dan kebusukan masing-masing tercium dan terlihat

2023-06-01

1

Ghina Novita

Ghina Novita

cocok kalian berdua
semoga Arsen jodoh dengan Embun 🤲🤗

2023-05-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!