Pertengkaran Arsen dengan Nevika masih terus berlangsung, bahkan sampai mereka pulang dari Kantor, apalagi Nevika tetep kekeh ingin memainkan drama pertukaran pasangan.
Walau dengan alasan dan iming-iming apapun, Arsen tetap menolaknya karena menurutnya ini adalah sebuah pengkhianatan baginya.
"Sayang, hanya satu bulan saja, anggap saja ini ujian dalam hubungan kita agar kedepannya bisa langgeng nantinya bahkan sampai tua."
"Ujian itu berasal dari Tuhan, bukan dari permainan gila seperti ini Nevika Aulia!"
Jika Arsen sudah memanggil nama kekasihnya dengan nama lengkap seperti itu tandanya dia memang benar-benar sudah marah besar.
"Apa salahnya, jika kita memang saling percaya, dengan siapapun kita melewati cobaan itu kita pasti akan kembali ke pasangan semula Yank, ayolah kita coba dulu." Bujuk Nevika, dia sudah mulai terpengaruh dengan Bagas walau hanya karena kesenangan sesaat yang mereka ciptakan kemarin.
"Sekali aku bilang TIDAK ya TIDAK Nevika, jangan main-main kamu dengan hal seperti ini." Andai Arsen tidak menyayanginya, dia pasti sudah memutuskan wanita itu saat ini juga.
"Berarti kepercayaanmu denganku memang hanya seujung kuku, sebenarnya kamu kan yang takut kalau akhirnya nanti tergoda dengan wanita lain." Jika sudah tidak ada cara lain, untuk membalikkan keadaan dengan ikut menuduh adalah cara yang selalu Nevika lakukan.
"Wanita yang mana? kalau aku mau sudah dari dulu aku berselingkuh darimu karena tingkah kekanak-kanakkan darimu, tapi aku tidak mau! Karena aku hanya menyukaimu!"
Arsen tipe orang yang malas jika harus merayu-rayu, menggombal apalagi memulai kisah cinta dengan orang baru, dan juga merajut semuanya dari awal, itu kenapa dia lebih memilih setia dengan satu pasangan agar tidak ribet mengatasi pacar baru yang belum tahu apa-apa tentang dirinya dan harus menjelaskan tentang semua kebiasaannya.
Apalagi sedari dulu dia memang jarang hang out atau sekedar nongkrong-nongkrong dengan rekan kantornya di luar sana atau untuk sekedar berkenalan dengan seseorang yang akan menjadi some one special untuknya.
"Kalau begitu ayo kita coba kesetiaan kita Yank, siapa diantara kita berdua yang lebih setia saat diuji dengan pasangan lain dalam satu bulan." Rengeknya terus menerus, bahkan dia seolah ingin memaksakan kehendaknya.
Padahal baru berdebat beberapa kali dengan Arsen saja, dia seolah sudah ingin mencoba berpindah ke hati yang lain.
"Sayang, sebenarnya apa artinya aku di matamu?" Arsen hanya bisa tertunduk dengan wajah lesu.
"Kamu itu sangat berarti Yank, tapi aku ingin kita mencoba hal baru, satu bulan saja, aku janji akan kembali hanya untukmu."
Nevika memang mengatakan hal yang jujur, karena Arsen memang sangat berarti dihidupnya, tapi hanya untuk memenuhi segala kebutuhannya sehari-hari dan yang pasti selalu ada ketika dia membutuhkan.
"Ini hanya permainan bodoh semata sayang, kamu jangan sampai terlena dengan hal-hal seperti ini." Sebisa mungkin Arsen mempertahankan wanita yang sudah lama menemani dirinya selama ini, padahal Arsen tidak pernah protes selama ini jika Nevika selalu meminta permintaan aneh darinya, dia selalu saja menurutinya, namun jika bertukar pasangan seperti ini memang sudah keterlaluan sekali pikirnya.
"Bilang saja kamu memang tidak berani kan?" Nevika seolah menantang diri Arsen yang memilih tersenyum kecut mendengar ucapan yang dia anggap lelucon sampah itu.
"Nevika, hubungan kita itu bukan hanya sekedar kisah cinta monyet jaman SMA, kedua keluarga kita sudah bertemu, kamu sudah mengenal kedua orang tuaku juga, lalu apa kata mereka jika kita berdua sampai melakukan hal gila seperti itu, hah."
Kesabaran dari diri seorang Arsen benar-benar diuji saat ini, dia tidak habis pikir kenapa kekasihnya punya ide gila seperti itu, lalu perjuangannya selama ini dia anggap apa pikirnya.
Bahkan Arsen kedepannya sudah berencana ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, namun ide dari kekasihnya itu seolah membuat dirinya kembali mengurungkan niatnya.
"Kita bukannya tukaran pasangan untuk selamanya, hanya satu bulan saja, selepas itu kita kembali bersama lagi Yank, kita coba ya please!" Berbagai ekspresi wajah sudah Nevika tampilkan untuk membujuk kekasihnya, namun Arsen tetap kekeh untuk menolaknya.
"Kenapa kamu ngotot sekali sedari tadi, emang siapa pasangan gila yang mau juga bertukar pasangan dengan kita?" Akhirnya Arsen jadi penasaran, siapa pria yang diinginkan oleh kekasihnya itu.
"Pasangan Bagas dan Embun." Jawab Nevika dengan cepat.
"HAH.. APA? Kamu benar-benar ya Nevika, kamu sengaja kan, karena memang kamu ingin berselingkuh dengan si Bagas itu kan!" Seolah kemarahan Arsen meledak-ledak disana, baru pagi tadi dia mulai curiga dengan kedekatan mereka, dan ternyata dugaannya seolah benar, bahwa kekasihnya ada main dibelakang dirinya.
"Bukan berselingkuh, kita hanya ingin menguji kepercayaan pasangan masing-masing kok."
"Tapi bukan begini caranya!"
Rasa kecewa sudah pasti menyelimuti hati Arsen, dia yang selalu memuja Nevika dia yang selalu menuruti semua permintaannya, bahkan Arsen tidak segan-segan mengeluarkan uang berjuta-juta setiap bulannya tanpa perhitungan jika memang Nevika menginginkan sesuatu darinya, kini semua seperti tidak ada maknanya.
"Hanya ini caranya yank, kamu tidak perlu risau, karena aku dan Bagas sudah berteman sejak lama dengannya, kalau aku mau pacaran sama dia seharusnya sudah sejak dulu kan?" Selalu ada kata dari Nevika untuk ngeles dan membela dirinya sendiri, seolah apa yang dia katakan adalah yang paling benar.
"Apapun alasanmu aku tetap tidak setuju, TITIK!" Arsen bahkan meninggikan suaranya walau dia memilih memalingkan wajahnya karena seolah tidak mampu memandang wajah wanitanya yang paling dia sayangi yang ternyata kini berubah seperti itu kelakuannya.
"Ckk... kamu sekarang emang nyebelin, kamu selalu saja menentang keinginanku, aku sebel sama kamu!" Nevika sudah tidak punya kata-kata lagi untuk membujuk Arsen, akhirnya dia memilih pergi dan mengacuhkan kekasihnya.
Bahkan dia berencana sebelum keinginannya terpenuhi, dia akan terus mengabaikan kekasihnya itu.
"NEVIKA!" Teriak Arsen sambil berkacak pinggang, dia tahu kekasihnya itu memang sedikit keras kepala, tapi dia tidak menyangka jika ternyata dia tega memperlakukan dirinya seperti ini.
"Bodo amat! Awas aku mau pergi!" Bahkan Nevika mengibaskan tangan Arsen yang ingin mencoba menahan dia dengan memeluknya.
"Gadis ini sudah berani ngelunjak sekarang, huft... ternyata senja memang memberikan keindahan, tapi hanya sementara, begitu pula kamu yang telah memberikan kenyamanan, tapi ternyata hanya sandiwara."
Kekesalan pada diri Arsen seolah sudah sampai di ujung batas, seolah kasih sayangnya, perhatiannya dan cinta kasihnya selama ini tidak dia anggap berarti sama sekali.
Menurut Arsen, ujian cinta yang disengaja bukan seperti ini caranya, kalau saling tukar pasangan itu bermakna Nevika seolah menggangap dirinya tidak berharga dalam kehidupannya.
Jika memang sayang, siapa yang rela menukar pasangan hanya dengan alasan kepercayaan dan pembuktian cinta, semua terasa aneh dan yang pasti sangat melukai hati Arsen saat ini.
Sebenarnya yang menyakitkan itu bukan dia. Tetapi harapanmu terhadap dirinyalah yang terlalu tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
gemar baca
ya... harapan kita yang tinggi terkadang yang membuat kita kecewa dan sakit hati, harapan terhadap pasangan yang dapat memahami dan mengerti kita,namun terkadang realita y jauh dari kenyataan yang diharapkan.
2023-06-03
1
Diank
Hadeehh Arsen, kalau wanitamu sudah berani melunjak dan tidak memberikanmu kenyamanan karena mengadaikan kepercayaanmu dengan niat bertukar pasangan artinya sudah tidak ada lagi kesetiaan dan rasa sayang darinya
2023-05-31
0
Ghina Novita
kak iska marathon bacanya ❤️🤗
2023-05-31
0