Dan perlakuan kedua orang itu tak luput dari pandangan Arsen dari kejauhan, andai dia tidak sedang berbicara hal penting dengan bawahannya, mungkin dia sudah bertindak langsung saat itu juga.
Setelah hampir jam makan siang tiba, Arsen sudah berada didalam ruangan kerja milik Nevika, dia sudah tidak sabar ingin meminta penjelasan soal kemesraan dia dengan Bagas di tempat meeting pagi tadi.
"Sayang, apa pekerjaanmu masih banyak?" Arsen langsung duduk di bangku kerja milik Nevika.
"Sudah sih, tapi jam makan siang aku masih beberapa menit lagi." Nevika melihat jam dipergelangan tangan miliknya.
"Tidak apa-apa, aku pengen ngobrol berdua dulu sebelum makan." Ucap Arsen yang memang selalu ingin menyelesaikan masalah tanpa mau menunda-nunda waktu.
"Tapi aku nggak enak sama ketua divisiku Yank, dia aja masih kerja masak aku bawahannya malah istirahat dan ke Kantin duluan?" Bisik Nevika kembali, hubungan mereka memang sudah diketahui oleh umum, jadi kedekatan mereka seperti itu ditempat kerja sudah umum juga.
Apalagi Arsen punya jabatan penting di kantor itu, jadi tidak ada yang berani mengusik atau menggangunya secara terang-terangan, walau dibelakang mereka mungkin gosip sudah tersebar dimana-mana, tapi seperti itulah hidup, tidak akan ada yang menarik kalau nggak ada gosip yang bisa di ulik.
"Tidak apa-apa, aku yang akan mengurusnya." Jawab Arsen dengan santainya, apalagi Arsen kenal baik degan ketua Divisi kekasihnya itu.
"Ya udah deh, terserah kamu aja, lagian aku juga sudah lapar." Jawab Nevika yang sebenarnya juga senang jika bisa istirahat lebih awal.
"Tunggu sebentar ya, aku minta izin dulu dengan ketua divisimu."
Karena jabatan Arsen lebih tinggi disana, jadi ketua Divisi Nevika pun tak mampu menolaknya, walau sebenarnya dia juga merasa tidak enak hati dengan karyawan lainnya, takut dikira membeda-bedakan atau pilih kasih karena Nevika adalah kekasih Arsen.
"Sayang, aku mau makan kepiting, pesenin ya." Pinta Nevika dengan manja, karena segala kebutuhan makan Nevika setiap harinya di kantor memang Arsen yang selalu menanggungnya.
"Hmm... tapi jawab dulu pertanyaanku." Seperti biasa, Arsen langsung memesankan makanan kesukaan kekasihnya itu.
"Pertanyaan apa?" Tanya Nevika yang langsung menempelkan kepalanya di lengan Arsen dengan manja.
"Kamu ada hubungan apa dengan Bagas?" Ucap Arsen yang memang tidak suka berbicara basa-basi.
"Nggak ada, kami berteman sudah sejak lama yank, bahkan sebelum aku mengenalmu, bukannya kamu sudah tahu?" Jawab Nevika dengan santainya.
"Benarkah?" Namun Arsen tetap merasa curiga karena menurutnya kedekatan mereka tadi pagi itu lebih dari seorang teman.
"Iya, emang kenapa sih? masak berteman saja tidak boleh." Sangkal Nevika yang langsung memonyongkan bibirnya.
"Boleh sayang, tapi jangan terlalu dekat seperti itu juga dong?" Walau jika dengan orang lain Arsen sering berbicara ketus, namun dengan Nevika seolah dia lemah tak berdaya.
"Dekat apa?"
"Tadi aku melihat kalian berdua entah ngapain habis meeting pagi, hayow?" Arsen tetap berbicara dengan tenang agar pembicaraan mereka tidak menimbulkan sebuah pertengkaran.
"Owh... itu karena ada serangga yang masuk di sepatuku, jangan terlau posesif begitu, orang aku juga santai aja kalau kamu dekat dengan bawahanmu." Seperti biasa, jika sudah dituduh, Nevika akan kembali menuduh, bahkan lebih parah.
"Bawahan yang mana?" Tanya Arsen yang memang tidak pernah merasa sedikitpun.
"Bukannya bawahanmu semua wanita?" Lirik Nevika yang ikutan pura-pura cemburu, padahal dia tahu betul rasa cinta Arsen kepada dirinya itu begitu besar.
"Tapi kami hanya membahas soal kerja saja, bukan yang lainnya?" Karena memang seperti itulah kenyataannya, Arsen selalu membentengi diri apalagi jika berhadapan dengan wanita lain.
"Bahas yang lain juga aku mana tahu, orang aku nggak melihat secara langsung kok, apalagi kita nggak satu ruangan." Nevika terus saja mencari-cari perkara.
"Nevika tolonglah, kenapa jadi bahas rekanku, aku sekarang sedang membahas kamu dan Bagas!" Arsen jadi pusing sendiri, kenapa dia jadi yang kena pikirnya.
"Aku dan Bagas seperti kamu dan rekanmu, kalau kamu nggak mau aku curigain, jangan curiga denganku!"
"Aku tadi cuma nanya aja sayang?" Arsen langsung mengusap wajah Nevika dengan lembut.
"Kamu bukan nanya, tapi kamu mau menuduhku itu!" Apapun yang terjadi, terlepas benar atau tidaknya Nevika tetap tidak mau disalahkan.
"Siapa yang menuduhmu sayang, astaga?" Akhirnya Arsen hanya bisa menjambak rambutnya sendiri.
"Kalau kamu masih mau menuduhku, aku akan benar-benar melakukan apa yang kamu pikirkan." Nevika malah seolah balik mengancamnya.
"Apa sih yank, kok jadi kamu yang marah sama aku?"
"Kamu itu selalu aja curiga sama aku, kamu tuh nggak percaya sama aku kan?" Tuduh Nevika balik.
"Percaya sayang, ya sudahlah.. tidak perlu membahasnya lagi, aku minta maaf ya?"
Seperti inilah akhirnya jika mereka berdua sedang berdebat, siapapun yang salah tetap Arsen yang akan menjadi pihak yang salah dan selalu rela untuk meminta maaf terlebih dahulu.
"Kalau kamu percaya denganku, bolehkan aku memberikan tes kepadamu?"
"Tes apa lagi sayang?"
"Tes kepercayaan."
"Maksudnya?"
"Kalau kamu percaya denganku, ayo kita tukaran pasangan."
Nevika seolah mendapatkan moment yang pas untuk mengajukan permainan tukaran pasangan itu, padahal rencananya dia ingin mengatakannya nanti sore.
DUAR!
"HAH? tukaran pasangan bagaimana maksud kamu?" Dan emosi Arsen mulai naik disana saat dia mendengar ide konyol itu.
"Kamu sayang nggak dengan aku yank?"
"Sayang lah, perlu bukti apalagi agar kamu percaya bahwa rasaku ini sungguh-sungguh denganmu."
"Kalau begitu kamu juga harus percaya denganku, bahwa kita akan tetap bersama melalui setiap cobaan yang ada." Rayu Nevika sebisa mungkin.
"Yang jelas ngomongnya, nggak usah muter-muter."
"Kamu merasa nggak kalau hubungan kita itu hambar rasanya?"
"Hambar apa sih Yank, sebenarnya kenapa, aku salah apa dengan kamu sayang?"
"Mungkin kita harus mencoba satu tantangan baru, agar hubungan kita teruji nantinya, jadi jika ada masalah setelah menikah kita akan kebal dan bisa mengatasinya dengan mudah."
"Tantangan apa!"
"Tukaran pasangan! Jadi kita bisa menilai, seharusnya menjadi pasangan yang baik itu seperti apa!"
"Kalau itu namanya bukan tantangan sayang, tapi SELINGKUH!" Umpat Arsen yang akhirnya merasa kesal sendiri.
"Hanya satu bulan saja yank, setelah itu kita kembali dengan pasangan masing-masing dengan pengalaman baru, gimana?"
"Aku nggak mau!" Tolak Arsen mentah-mentah.
"Berarti kamu tidak percaya denganku yank?" Sebenarnya Nevika juga sudah tahu jika hasilnya pasti seperti ini, namun dia tetap ingin mencobanya.
"Ini bukan masalah percaya atau nggak percaya, tapi ini tentang sebuah kesetiaan sayang, gimana ceritanya tukar-tukaran pasangan, kalau tukaran barang ada manfaatnya, kalau pasangan hanya akan merusak hubungan kita sayang dan aku tetap menolaknya, mengerti kamu!" Arsen mencoba memberikan pengertian dengan tegas.
"Ayolah Yank, anggap saja ini sebagai pengalaman hidup, karena pengalaman itu mahal loh harganya!" Bujuk Nevika kembali.
"Aku tidak perduli, pokoknya aku tidak mau!"
"Tapi Yank!"
"Kamu makan sendiri saja, sudah aku pesankan makanan yang kamu suka, aku jadi nggak selera makan gara-gara ide gila kamu itu!" Arsen langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Aish, kenapa dia susah sekali dibujuk, nggak ngerti-ngerti deh!"
Belum juga Nevika mengatakan jika orang yang ingin bertukar pasangan dengannya itu adalah Bagas orangnya, apalagi kalau sudah tahu, mungkin Arsen akan marah besar, karena dia sepertinya sudah curiga sedari awal, dengan kedekatan Nevika dan Bagas.
Kejujuran dalam sebuah hubungan itu ibarat cermin, sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih kembali seperti sedia kala, jadi jangan pernah mencoba-coba bermain dengan cermin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
gemar baca
memang dunia halu mah bebas....mau tukeran pacar istri atau posisi .tapi suka sama quote kak iska tentang cerminan akan kepercayaan 👍
2023-06-02
1
Ghina Novita
kalo kenyataan juga gak ada yang bakalan mau tukeran pasangan..
gila ide Bagas sama Nevika
2023-05-31
0
Diank
Setujuu banget sech Bang Arsen, mana ada yang mau tukaran pasangan yang malah merusak hubungan yang sudah ada kalau tukaran barang pasti ada manfaatnya. Ini sech modus nya Nevika saja yang kegenitan pingin cipika cipiki dengan Bagas
2023-05-31
0