Rutinitas Embun setiap paginya seperti biasa, yaitu membuat sarapan pagi dua porsi, karena untuk memulai segala aktifitas padatnya setiap hari itu butuh Sarapan, bukan hanya sekedar Harapan yang tidak pasti.
Dan karena hari ini dia ada meeting pagi bersama staf-staf petinggi perusahaan dan masih ada beberapa materi yang belum Embun siapkan, jadi dia sengaja membawa sarapannya ke Kantor saja, takut jika nanti dia terlambat.
Dua roti bakar keju yang berisi lembaran daging dan sosis, beserta sayur plus saos dan juga mayonais sudah dia masukkan ke kotak bekalnya, setiap harinya dia memang selalu membawa dua sarapan, satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi biasanya untuk Bagas, dan pagi ini dia lupa kalau kekasihnya itu bukan lagi Bagas, melainkan Arsen.
"Aish... udah ngebut masih aja lambat, kapanlah kota ini terbebas dari kata macet!"
Penyakit 'Ngedumel' dari diri Embun mulai keluar saat kemacetan kota tidak bisa dia hindari.
Dia bahkan berjalan dengan sedikit berlari sambil memperhatikan copy-an kertas yang ada ditangannya.
Brak!
"Astaga maaf-maaf, aku nggak sengaja, aduh.. kenapa apes banget gue hari ini." Embun langsung berjongkok sambil memunguti beberapa lembar kertas miliknya yang tercecer di Lantai saat tubuhnya bertabrakan dengan seseorang didepannya.
"Kenapa jalan nggak lihat-lihat?" Tiba-tiba terlihat satu tangan kekar membantu mengambilkan kertasnya yang tercecer, dengan suaranya yang khas itu seolah berhasil mengalihkan arah pandangan Embun, karena dia mulai menghafal suara pria ini.
"Ehh.. maaf Arsen, aku terburu-buru tadi." Ucap Embun sambil nyengir kuda, dia masih merasa canggung, padahal seharusnya status mereka sudah pacaran saat ini.
Tapi untuk sekedar berkomunikasi dengan intens saja dia canggung, bahkan sampai pagi ini tidak ada chat ataupun komunikasi dari mereka melalui ponsel seperti pasangan kekasih pada umumnya yang biasanya sering telponan sampai mereka tertidur.
"Kita ada meeting pagi ini kan?" Ucap Arsen yang juga sengaja ingin datang awal, karena menjadi ketua bagian memang tidak mudah, datang lebih dulu bahkan pulang lebih akhir daripada yang lainnya.
"Iya, ada beberapa materi yang belum aku siapkan, padahal tadi udah berangkat pagi, tapi entah mengapa pagi ini jalanan macet sekali." Embun berulang kali menghela nafas beratnya, karena harus menyusun lagi lembaran kertas yang tadinya rapi jadi acak-acakan kembali.
"Sepertinya masih ada cukup waktu, selesaikan saja sekarang." Ucap Arsen yang juga belum berani bertatapan secara langsung dengan Embun, apalagi selama ini dia tidak pernah sedekat ini dengan wanita lain selain Nevika.
"Hah?" Namun arah pandangan Embun terpusat pada arah lain.
"Kok hah? ngapain kamu malah melamun disana, kalau kamu tidak segera menyelesaikan materimu sekarang bisa kena marah kamu nanti saat meeting." Arsen masih belum sadar kemana arah pandangan Embun kini.
"Bukannya itu Bagas dan Nevika ya?" Embun menunjuk Bagas dan Nevika dengan raut wajah lesunya, entah mengapa sepagi ini suasana hatinya sudah sangat kacau.
Bagas dan Nevika terlihat sedang duduk bersama menikmati sarapan pagi mereka dengan romantis, dengan saling menyuapi satu sama lain, bahkan duduknya pun sudah menempel seperti perangko yang tidak terpisahkan.
"Sayang, kamu biasanya sarapan roti sama kopi aja?" Ucap Nevika kepada Bagas.
Entah mengapa Embun dan Arsen berjalan mengendap-endap ke arah mereka sambil menguping tema pembicaraan apa yang mereka bahas.
"Nggak selalu Yank, karena Embun setiap harinya selalu membuatkan aku sarapan dan dibawa ke Kantor."
Bahkan panggilan mereka sudah sayang-sayangan, sedangkan Embun dan Arsen masih seperti orang asing yang baru bertemu.
"Dia pandai masak?" Tanya Nevika sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bagas dengan manjanya.
"Lumayan, setiap harinya menu yang dia buat beda-beda, jadi nggak bosan." Jawab Bagas dengan jujur, karena soal sarapan dan makan siang dirinya selama ini, semua sudah diatur oleh Embun, dia hanya tinggal menikmatinya tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Tapi aku tidak pandai masak, gimana dong?" Ucap Nevika sambil memonyongkan bibiirnya dengan gemas, membuat Bagas yang memang memiliki nafsv yang cukup tinggi ingin sekali menyambarnya, tapi masih dia tahan, karena ini baru permulaan.
"Tidak masalah dong, kita bisa beli di luar kok, banyak sekarang yang jual sarapan pagi, itung-itung bikin mereka untung ya kan?" Bagas memang pandai berkata-kata manis, dan mungkin itu senjata utamanya untuk menakhlukkan seorang wanita.
"Kamu memang terbaik deh, jadi pengen peluk?"
Dan ternyata keduanya memang satu server, sama-sama genit dengan peran mereka masing-masing.
"Jangankan peluk, yang lebih dari itu pun boleh kok." Bagas langsung merentangkan kedua tangannya, seolah siap memberikan pelukan terhangat dari dirinya untuk Nevika.
"Ahaha... aku jadi malu." Jawab Nevika sambil tersenyum bahagia, tanpa perduli jika ada yang tersakiti di luar sana akibat ulahnya.
Dan akhirnya mereka berdua berpelukan, bahkan ditempat umum, keduanya memang suka sensasi jadi dengan mudahnya mereka larut dalam permainan yang memang sengaja mereka atur, agar bisa terang-terangan selingkuh tanpa harus putus dengan pasangan masing-masing.
"Woah... mereka benar-benar terlalu menghayati peran mereka." Arsen langsung menjambak rambutnya kebelakang sambil tersenyum sinis melihat aksi gila mereka, yang seolah tak punya rasa malu saat bermesraan ditempat terbuka seperti itu.
"Mereka pemain yang cukup totalitas."
Embun hanya bisa mengusap dadaanya yang mulai terasa sesak sampai ke ulu hati, baru hari pertama saja mereka sudah berbuat sejauh itu, bagaimana dengan hari-hari berikutnya, dia sungguh tidak berani untuk membayangkannya.
"Agak keterlaluan nggak kalau menurutmu?" Arsen langsung membalikkan badannya, tidak mau melihat kearah mereka lagi, dia sebenarnya tidak rela, karena wanita itu biasanya hanya merenggek minta peluk dengan dirinya, namun kini dia sudah berada dalam pelukan pria lain, tanpa bisa memisahkannya.
"Fuh... kamu sudah sarapan Arsen?"
Dan Embun pun sama, dia memilih mencari topik lain, karena jika hanya mengingat mereka berdua yang ada hanya luka yang dia rasakan.
"Kenapa? apa kamu jadi iri melihat mereka sarapan romantis berdua?" Arsen langsung mengikuti langkah Embun untuk pergi dari sana.
"Emm... lumayan juga sih, untuk sekedar pemanasan disejuknya pagi yang berkabut ini, tapi lebih tepatnya aku tadi sudah terlanjur membuat sarapan untuk dua orang, sayang kalau nggak dimakan, kamu mau nggak?"
Dan menghibur diri sendiri adalah hal yang sudah dia lakukan sejak Bagas mengajukan permainan ini.
"Hmm... boleh deh, tadi aku juga cuma minum kopi aja." Sebenarnya dia juga jarang sarapan setiap paginya, karena memang tidak terbiasa, dan Nevika pun bukan tipe orang yang selalu memperhatikan dirinya dengan detail, setiap harinya.
Kalau Nevika nggak ada maunya, mau Arsen bangun jam berapa, makan dan minum apa belom, dia juga tidak perduli, karena dari awal memang selalu Arsen yang memberikan perhatian lebih kepada Nevika.
"Makan hati doang nggak kenyang loh, kita juga harus makan sarapan, biar kuat menghadapi kelakuan mereka yang menyesakkan, bagaimana kalau kita sarapan diruanganku saja, mau nggak? soalnya aku sekalian mau nyiapain materi meeting."
"Kamu ini malah curhat diri sendiri, tapi okey deh." Ucap Arsen sambil tersenyum tipis, bahkan membuat Embun sedikit melirik kearah Arsen yang tersenyum karena celotehannya.
"Ternyata kamu Tampan kalau tersenyum, not bad lah!" Bisik Embun perlahan.
"Kenapa?" Tanya Arsen yang tidak begitu jelas mendengarnya.
"Nggak papa, ayo lewat sini ruanganku." Embun langsung membungkam sendiri mulutnya saat dia kelepasan bicara dan mulai mengagumi sosok Arsenio Hernandes.
Jalani dan perankan peranmu dengan baik, tak perlu khawatir akan bagaimana alur dari bab ini, jalani saja dengan kata ikhlas walau terasa sulit, karena Allah adalah sebaik-baiknya sutradara kehidupan di dunia ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Utit Dewisetyowati
semoga Embun jadian sama Arsen
2023-11-02
0
Diank
Nahkan baru tau kalau Arsen itu tampan Kalau tersenyum untung saja Arsen tidak mendengar keceplosanmu
2023-05-31
1
Ghina Novita
lanjut kak iska 💪🤗
2023-05-31
0