Pertikaian ghaib

Undangan pernikahan tercabik-cabik berterbangan di atas lantai. Nafasnya kembang-kempis tidak terima melihat semua perlakukan pria yang telah meninggalkannya. Dia bersumpah mulai hari ini wanita yang merebut suaminya itu hidupnya akan lebih menderita. Marina nekad menempuh jalan hitam demi melampiaskan dendamnya.

“Secepat itu kau menikah lagi! Dasar bajingan!”

Kebencian mengalahkan ketakutannya, tubuhnya di penuhi cacing, lintah, hewan melata lainnya. Seekor ular kecil masuk ke dalam rongga mulut, dia tetap memusatkan pikiran hingga ular yang masuk itu berhasil dia kunyah dan telan.

Tepat selesai ijab Kabul, Risa berteriak sekuat-kuatnya. Para tamu terkejut mengerumuni, dia pingsan tidak sadarkan diri selama berjam-jam. Pesta pernikahan yang meriah di ganti kekacauan, iringan musik terhenti, kursi pelaminan yang kosong, tidak ada pihak keluarga yang menyambut di bagian pintu masuk. Beberapa dukun tidak sanggup membangunkannya, salah satu dukun yang di bawa *****, lari kalang kabut melihat sosok mengerikan yang akan mencekiknya.

“Dimana ibu ku? kenapa belum datang juga?” gumam Adit panik.

Di depan meja ritual, dia merasakan serangan makhluk hitam yang di gerakkan oleh manusia. Dia melihat mantan menantunya bersekutu dengan iblis mengimbangi ilmu yang dia miliki. Serangan sihir, pengembalian sukma yang di curi. Sesajian berantakan, kedua penganut ilmu hitam itu muntah darah. Tidak terima kekuatannya bisa di imbangi, Marina menggunakan jurus terakhir. Dia menggigit jempolnya sampai berdarah, dalam mengucap mantra menarik sukma Risa terkunci di tubuhnya.

“Arghh! Dukun sialan! Tapi kita lihat setelah ini, menantu mu yang baru akan menjadi gila! Ahahah!” ucap Tari menggerakkan lidahnya seperti gerakan ular.

Pakaiannya serba hitam, kebaya jaman dahulu, sarung, penutup kepala sampai lipstick berwarna hitam. Sesampainya di depan pesta, Marina menghentakkan kaki sebanyak tiga kali. Dia dalam mantra memagari agar tidak ada gangguan selanjutnya. Kehadirannya menstabilkan keadaan, salah satunya para pekerja catering yang tidak lagi di keluhkan dengan hidangan basi. Orang-orang yang kesurupan mulai sadar dan langit semula gelap berubah menampakkan sinar mentari.

Dia masuk mencari Risa, tanpa menjawab pertanyaan Adit. Sosok dukun itu langsung menyemburkan darah miliknya sendiri ke tubuh Risa yang mengeras seperti sebongkas es batu di lautan.

“Bu, lama sekali datangnya. Ibu dari mana?”

“Tuan, tolong jangan ganggu nyonya besar” ucap salah satu anggotanya.

Dia berhasil menyadarlan Risa, wanita itu tampak ling lung ketakutan menunjuk Adit. Dia tidak mau pria itu mendekatinya, di penglihatannya wajah adit mirip gendoruwo atau sejenis makhluk yang mengerikan. Hani menangis memeluk anaknya, cobaan batin melihat nasib anaknya berpikir dia seharusnya tidak mengijinkan Risa di lamar Adit.

“Anak ku, hiks!”

“Bu, dik Bilqis kenapa?” tanya Bilqis sambil menggendong bayinya.

Bayi Lysa yang tidak betah di dalam kamar, dia menangis keras. Tubuhnya menggeliat menolak, hingga tangisannya mulai reda keluar rumah. Menyadari anaknya yang risih berada di dalam kamar pengantin, Bilqis mencari Darma agar sementara menggendong Lysa. Mereka berpura-pura menjadi pasangan yang harmonis, di samping menggendong anaknya. Dia mencari kesempatan melirik tamu undangan yang cantik dan seksi.

Risa belum tenang sebelum Adit pergi dari hadapannya. Kini hanya ada dia dan Hani di dalam kamar, raut wajah Risa mengerut, melotot ke atas masih seperti orang kesurupan. Semua ayat-ayat yang di lantunkan tidak mempan malah membuat anaknya semakin menjerit histeris.

Pak Yuga dan Tomi memegangi kedua tangannya saat akan mencekik ibunya. Tangan dan kaki Risa terpaksa di ikat, Marina melanjutkan membaca mantra, menantunya itu kembali pingsan posisi tubuh membungkuk.

“Dia pasti kelelahan berjuang mengendalikan dirinya sendiri. Mari kita tinggalkan Risa agar beristirahat” ucap Marina menarik tangan Hani.

Ikatannya di buka, gaun penganti di ganti, tetap saja Risa seperti berada di alam lain yang tidak tenang di ganggu penampakan makhluk-makhluk mengerikan yang ingin membunuhnya. Di atas meja ritual, wanita iblis penganut ilmu hitam itu tidak henti mengirim sihir di udara. Marina mulai merasa ada serangan kembali segera memanggil Adit agar menemukan dimana Tari berada.

“Ibu tidak mengira mantan istri mu mengorbankan diri demi membunuh Risa. Ini juga salah mu karena bersikap buruk padanya!”

“Bu, aku sudah bosan dengan Tari yang tidak bisa memberikan keturunan untuk ku.”

Mendorong gagang pintu, sebelum pergi dia berniat ingin berpamitan pada istri barunya. Risa bersembunyi di balik pintu mengigit lehernya sampai kulitnya robek. Dia menampar Risa, mendorong kuat hingga dahinya terbentur tepi kasur.

“Tolong! Arghh!” melihat darah membanjiri baju Adit, Hani berlari menutup lukanya.

“Jangan di bawa ke dokter bu, gigitan makhluk iblis ini harus di obati secara ghaib” kata Marina membantu menekan luka.

“Sakit kali bu!” rintih Adit.

“Anak ipar ku cengeng ya, baru luka kecil gitu aja udah merengek manja. Badannya aja yang besar, tapi nggak tahan kena sakit” ucap Darma.

“Jangan ngomong seperti itu mas, kalau di dengar nanti jadi salah paham” jawab Bilqis.

Hari terlewati di dalam kesendirian, tidak ada malam pertama atau kebahagiaan hinggap di rumah tangganya. Di dalam mimpi, Risa ketakutan berlari dari kejaran makhluk besar berbulu mengeluarkan kuku panjang. Dia menggigil menutup mulutnya sendiri, berusaha agar tidak bernafas di balik pohon besar melihat sosok makhluk yang mencarinya berhenti sedang memakan sesuatu.

Mayat manusia yang membusuk di cabik-cabik mengambil orang tubuhnya. Risa yang tidak kuat melihat melanjutkan berlari berharap dia selamat. Suara Adit membangunkannya, wajah makhluk yang sama yang ada di dalam mimpi. Karena Risa akan mencekiknya, Adit terpaksa menindih tubuhnya.

Brakk__

“Astaggirulah! Apa yang kau lakukan pada anak ku Adit!” teriak Hani.

“Ini bukan seperti yang ibu lihat, Risa mau membunuh ku bu!”

Prak__ tamparan keras di wajahnya.

“Justru kau yang mau membunuh anak ku. Semenjak bertemu kau, hidupnya menderita!”

“Pak, kita usir saja mantan menantu ini. Ibu tidak mau anak kita semakin celaka!” ucap Hani pada suaminya.

“Jangan dekati aku! Pergi!”

Risa berlari keluar rumah seperti orang gila. Tanpa alas kaki, rambutnya acak-acakan menuju ke perkebunan sawit. Kedua orang tuanya berlari mencari di susul Adit yang mengerahkan para anggotanya.

“Perkebunan ini terkenal angker pak. Apa bapak yakin mau mencari tengah malam begini?” tanya pria bertubuh gemuk.

“Bodoh! Pertanyaan macam apa itu! cepat cari istri ku sampai ketemu!”

Ada sepuluh anggota yang menyorot senter ke pepohonan, mereka terpisah mendengar suara cekikikan kuntilanak terbang di atasnya. Dua dari mereka lari pontang-panting sampai tanpa sadar masuk ke dalam jurang. Pada malam itu, Risa tidak di temukan sampai Marina menggunakan seluruh ilmu hitam agar menemukannya.

Mantra yang terucap kali ini memperdengarkan suara rintihan suara Risa. Adit mengikuti langkah ibunya ke salah satu pohon di bagian tengah perkebunan.

Terpopuler

Comments

timah

timah

banyak melewatkan adegan setan🙏 maaf ga kuat baca miss

2023-06-04

0

sajiku

sajiku

sesat

2023-06-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!