Kesedihan, penderitaan dan rasa sakit yang tidak tertahankan. Dia memeluk perut besarnya meratapi semua yang terjadi. Semua kata bijak berkata kalau cinta akan tumbuh setelah menikah itu hanya kiasan kata menutupi belang kejahatan sifat asli siapa pasangan itu sebenarnya.
“Hubungan haram, perselingkuhan akan terasa sangat nikmat. Kau menutupinya dari ku mas, apakah kau puas telah menyakiti ku? hiks!”
Dubrak__
Darma membanting pintu, dia mengunci Bilqis dari luar. Kegilaan pria itu membiarkan Bilqis dalam keadaan kacau. Langkah kakinya terhenti mendengar suara teriakan Bilqis, dia berlari masuk ke dalam melihat air ketuban Bilqis yang pecah. Dia membawanya ke Rumah Sakit, kelahiran anak pertamanya di sambut bayangan tinggi besar yang mendekati ruangan persalinan.
“Jangan ganggu anak dan istri ku! aku berjanji akan tetap menjalani persyaratan!” ucapnya bersujud di depan sosok yang mulai menghilang.
Perjanjian ghaib menggendam sukma, pelet mengambil kain kafan dari dalam kubur harus membuatnya seumur hidup memakan bunga kantil dan memberikan sesajian di dekat kuburan yang dia puja. Apa jadinya bayi itu? apakah dia akan terlahir yang di aliri darah pemujaan setan? Atau seutuhnya milik Bilqis yang sedari muda rajin beribadah?
......................
Di ruang makan yang hening di buyarkan pertanyaan Risa yang sangat membingungkan. Dia tidak berselera menelan semua lauk-pauk, pikirannya tertuju pada kakaknya.
“Bu, pak. Katanya kalau orang rajin beribadah itu sulit kena santet atau gangguan iblis. Tapi kenapa kak Bilqis bisa terkena ilmu hitam si Darma?”
“Ibu pernah dengar dari pengajian, jawaban atas pertanyaan itu. Kata pak ustadz, salah satu dosa itu sering di lakukan oleh orang muslim dan tidak segera bertaubat kepada Allah SWT. Karena bisa saja sholat yang di kerjakan tidak karena Allah SWT.”
“Ya dan salah satu penyebab orang rajin shalat tapi bisa masuk neraka karena masih percaya pada dukun dan sejenisnya. Dukun tau perkara ghaib dari bisikan iblis. Jadi dalam hadis riwayat Imam muslim di terangkan bahwa orang yang percaya kepada dukun maka shalatnya tidak di terima selama empat puluh hari.”
“Bapak, jangan di teruskan. Ibu mengaku salah bawa anak kita ke dukun niat hati berusaha pelet atau guna-guna hilang malah anak kita jadi menikah sama Darma.”
Selesai makan bersama, Hani menyuruh Risa untuk pergi ke kamarnya. Dia belum mengantuk, tiba-tiba terkejut mendengar suara tangisan bayi. Dia mencari sumber dimana datangnya suara itu, membuka pintu melihat Bilqis berdiri sambil menggendong bayi. Dia menggoyangkan tubuh menimang bayi yang menangis.
Hani mengucapkan ayat-ayat suci Al qur’an, dia mengunci pintu rapat-rapat. Menutup tirai gorden , berlari mencari suaminya.
“Pak, perasaan ibu tidak tenang. Apa yang terjadi sama Bilqis ya.”
“Jangan berprasangka buruk bu. Kalau ada apa-apa pasti Darma kesini.”
Di dalam ruangan terdengar suara tangisan bayi, Darma tersenyum mengusap wajahnya. Menunggu di depan pintu, beberapa menit berlalu terlihat seorang suster membawa bayinya keluar. Darma kumandang suara adzan yang menghentikan tangisannya. Dia bersyukur masih ingat isi adzan yang dia hafal beberapa hari yang lalu.
“Untung mas Tomi mendesak agar aku mempercepat hafalan adzan. Kalau nggak pasti aku jadi bahan gunjingan di rumah sakit ini. Huhu.”
Pikiran pria itu sangat pendek, dia seolah hanya mementingkan harga dirinya. Melihat anaknya seperti mainan, Darma mencubit kuat pipinya membuat bayi itu kembali menangis. Dia memberikannya lagi pada suster, lalu berjalan menuju ke ruangan dokter. Pria gila itu meminta ijin agar membawa istrinya pulang, kelakuan gilanya menyuruh Bilqis menggendong anaknya di belakang kayuhan sepeda angin bersama bayinya yang baru lahir.
“Apakah suami ku ini orang gila? Atau dia memiliki gangguan mental? Dia memperlakukan anak dan istri seperti benda mati tidak bernyawa” gumam Bilqis menahan perutnya yang sakit.
Di depan rumah ada Tomi berdiri melihat adiknya. Dia melotot menahan pukulan ke wajah Darma. Adiknya terlihat sangat pucat, dia tampak baru melahirkan. Kontak batin ibunya yang menyuruhnya pulang sambil menjenguk adiknya terjawab di hadapan.
“Darma, kau suami dan seorang ayah yang tidak punya hati. Malam-malam begini kau bawa istri mu pulang setelah melahirkan. Biar Bilqis dan keponakan ku sekarang aku bawa ke rumah ibu.”
“Tu_tunggu bang. Aku ambil pakaian ganti Bilqis sebentar. Aku menyusul dari belakang.”
“Bang Tomi, mas Darma. Kalau bapak dan ibu bertanya, bilang saja Bilqis sendiri yang minta di bawa pulang ya. Bilqis nggak mau menambah pikiran orang tua kita” ucap Bilqis.
Dia mulai belajar tentang arti hidup, semua sikap dan kejahatan suaminya di telan demi anaknya. Suara ketukan pintu di dalam rintik hujan, Hani terkejut melihat anak dan cucunya. Dia segera membawa mereka masuk, menyiapkan sebuah kamar kosong dan mengurusnya. Pertanyaan yang di ucapkan terjawab dengan pesan Bilqis sebelum sampai ke rumah itu.
“Kamu nggak kasian sama anak mu? itu otot-otot kamu baru saja lepas, orang melahirkan mana boleh langsung berjalan. Kamu mau buat badan mu rusak sendiri? Ibu kecewa sama kamu.”
“Maafin Bilqis bu..”
Bayi perempuan berkulit putih, bibirnya merah merona dan kelopak matanya yang besar. Hani tidak henti menimangnya. Dia menoleh ke Darma, menantunya yang tidak berguna itu harus di beri nasehat sepanjang malam.
Istrinya mau melahirkan tapi persiapan keperluan anaknya sendiri untuk selembar popok pun tidak ada. Bayinya terpaksa memakai popok bekas Rusli semasa bayi. Untung saja Hani masih menyimpannya di lemari pakaian, dia mulai menilai menantunya bukan lah sosok pria yang bertanggung jawab.
Di depan kedua mertuanya, dia di interogasi tanpa henti. Hani mulai merasakan sikap Darma yang semakin sombong dan angkuh.
“Darma, jangan karena kami ini orang susah. Jadi kau anggap sebelah mata, bukan kah kau yang mengejar-ngejar Bilqis? Ayah apa kau Darma? Kalau tidak ada pakaian bekas itu, apa cucu ku mau kau bungkus dengan daun pisang?” ucap Hani meninggikan suaranya.
“Tahan bu, nanti di dengar tetangga. Darma, bapak tanya sama kamu. Apa kamu jadi seorang ayah untuk anak mu dan suami bagi Bilqis? Kalau tidak, biar kami ambil anak dan cucu kami” ucap pak Yuga yang ikut kehilangan kesabaran.
“Maaf pak, bu. Akhir-akhir ini Darma sibuk bekerja.”
“Kerja apa? Ibu malu setiap kali di tanya orang kampung, Apa perlu Tomi yang mencarikan mu pekerjaan? Jangan mengandalkan uang orang tua mu saja. Kau harus menafkahi keluarga mu dengan hasil keringat mu sendiri. Kau dengar tidak Darma?”
Hani mengangkat tangan akan menamparnya, Yuga menahan menggiringnya masuk ke dalam kamar. Dia memiliki riwayat penyakit lemah jantung, wanita itu mengusap dadanya dengan tubuh gemetaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
❁(𝗚)𝗜-𝗗𝗟𝗘❁
ଘ😇ଓ
2023-06-04
0
Cece
menikahi wanita hasil rampasan. mas Wijaya kasian ih
2023-06-04
0