Rencana busuk Darma

“Arun, bangun Arun! Ambilkan bola mata ku!” suara Mawar membangunkannya.

Dia ketakutan melihat wajah Mawar yang buruk rupa. Ada cacing menggeliat, kukunya mengelupas kulitnya yang berbau busuk. Arun muntah tidak tahan mencium aroma busuk. Dia berteriak minta tolong, Mawar membangunkannya melihat Arun sangat ketakutan.

“Kamu kenapa mas?”

“Huh, tidak apa-apa. Cuma mimpi buruk, tolong ambilkan aku minum.”

Mawar memakai piyama dan sandal bulu menuruni tangga. Dia menuang secangkir kopi, pandangan melihat ke segala arah lalu cepat-cepat meniupkan mantra ke dalam minuman. Dia tidak tahan menjadi yang kedua, besok Arun dia desak segera menikahinya meskipun hanya sebagai istri sirih. Pada mala mini sosok jin membantunya menenggelamkan cinta sedalam-dalamnya sampai pria yang dia tuju takut kehilangannya.

“Terimakasih kopinya nikmat.”

“Mas, kamu besok segera mengurus pernikahan kita ya. Istri sirih juga tidak apa-apa. Kamu nggak mau aku pergi kan?”

“Jangan pergi sayang, aku bisa saja menjadikan mu istri sah. Tidak perlu status jadi istri yang kedua. Tapi, aku tidak bisa menjamin bisa memberikan mu uang setiap hari. Rita mengambil semua hak kuasa padanya dan Riky.”

“Pokoknya aku nggak mau tau. Kamu harus cari cara mas!”

......................

Melihat wajah Bilqis yang cantik jelita, kecantikan alami tanpa polesan make up atau gincu pemerah bibir. Darma rajin makan di warung bu Hani. Pagi, siang maupun malam, dia lebih betah nongkrong berlama-lama. Bulan depan waktu kelulusan menyelesaikan sekolah ke jurusan. Dia berniat mengajak Bilqis ke jenjang serius. Tepat di hari libur, minggu pagi yang membuat Bilqis terkejut dengan apa yang dia katakan.

“Dik, kamu mau nggak jadi istri mas?”

“Hah? Mas ngawur ya, Bilqis belum ada niat menikah. Kita saja baru kenal sepekan. Bilqis masih mau bersekolah mas.”

“Kan ada namanya menikah dulu baru pacaran. Kalau kamu belum siap, mas akan menunggu kamu sampai selesai sekolah.”

“Tapi Bilqis nggak punya perasaan apa-apa sama mas..”

Hatinya seperti di bakar di dalam tungku api yang sangat panas. Baru kali ini dia di tolak mentah-mentah, pria yang sangat tinggi kepercayaan dirinya berpikir wanita itu akan menerimanya membuat dia merasa sangat tertampar. “Kau berani menolak ku? lihat aja ya mulai hari ini kamu akan patuh dan tidak akan bisa lepas dari ku!” gumam Darma menatapnya.

Sikap Darma aneh terlihat ketika Tomi mengajaknya kembali ke kosan. Dia mengatakan tidak perlu lagi kembali karena hanya menunggu ijazah di bulan depan. Segala urusan administrasi dan hari perayaan kelulusan bisa dia selesaikan dengan uang. Anak seorang saudagar tuan takur mulai menyombongkan dirinya.

“Kamu sama si Darma habis ngomongin apa? abang kok curiga ya. Kalau dia macam-macam sama kamu biar abang hajar dia!”

“Nggg__mas Darma ngajak nikah bang.”

“Apa! Udah gila si Darma. Mau embat adik abang di sela sikap play boynya itu? nangis darah kamu nanti di buatnya dik.”

Di atas meja ritual kain hitam, dia menunjukkan foto wanita yang dia idamkan. Gambar Bilqis yang dia ambil dari kejauhan. Di belakang Foto penuh tertulis namanya. Di depannya dukun ke tujuh yang dia minta agar membuat wanita itu tergila-gila padanya.

“Kau yakin sanggup menjalani syaratnya?” tanya si dukun meleburkan foto di atas darah.

Darma mengangguk menyeringai, dia menerima sebuah kendi sebagai syarat memasukkan pakaian milik wanita yang dia tuju ke dalamnya. Bukan hanya itu, setiap malam dia harus menjalani ritual merendam diri di dalam sungai. Pria gila itu menganggap enteng persyaratan segera menyetujuinya.

Mencuri pakaian di jemuran adalah usaha yang gampang. Apalagi dia menghafal semua baju yang di pakai wanita incarannya. Empat puluh hari tidak terlihat, selama itu pula Bilqis sering mendapatkan gangguan dari makhluk halus. Hari ini, sebelum mukenah terpasang. Gangguan sosok wujud hitam besar menindih tubuhnya. Sosok tersebut mengeluarkan lendir bercampur darah ke dalam mulutnya.

“Arggh! Arghh!”

Persyaratan terakhir adalah menggali kuburan untuk mengambil pengikat kepala kain kafan mayat. Sabtu malam minggu, Darmo mengetuk pintu rumah Bilqis. Dia membawa sekotak martabak dan beberapa bungkus cemilan. Tanpa di sangka, Bilqis yang membukakan pintu untuknya. Wajah wanita itu tersenyum bahagia. Darma meraih tangannya yang sangat lembut, dia mengecup punggung tangan meminta wanita itu mengijinkannya masuk ke dalam.

“Siapa yang datang nduk? Eh, ada Darmo. Tomi belum pulang kampung, kamu nggak ke kosan?”

“Ngga bu, semua urusan selesai kok. Saya kesini kangen lihat Bilqis. Heheh..”

Kursi-kursi sederhana yang terbuat dari papan di padati para pemuda yang datang. Dua kursi yang di duduki guru lajang di sekolah Bilqis menambah daya tarik pemandangan seperti mirip para artis yang mau mengantri bermain sinetron layar lebar.

“Huh semuanya tamu kak Bilqis. Aku mana?” gumam Risa melirik dari kamar.

Bilqis memilih tetap tinggal di kamar membuka bukunya. Dia menikmati makanan pemerian Darmo. Wajahnya merah merona, desir darah dan degup jantung memikirkan pria yang mulai dia sukai. Siapa yang menyangka susuk pengasih, ilmu gendam menaklukkan hatinya telah berhasil?

Pertengkaran dua guru muda karena tadi malam cinta mereka tidak di sambut. Di lapangan basket keduanya adu jotos, mengakibatkan amarah kepala sekolah memberikan pemotongan gaji selama tiga bulan.

“Untung aja Bilqis nggak menerima salah satu dari mereka. Kalau tidak bapak kepala sekolah akan mengeluarkannya” bisik salah satu guru di dalam kantor.

Surat pak pos di terima Hani, dia membaca alamat asing yang tertulis nama tertuju untuk Bilqis. Dia meletakkan surat di atas meja kemudian melanjutkan pekerjaan. Sesampainya Bilqis di rumah, anak yang berbakti itu langsung mengambil alih pekerjaan ibunya.

“Makan dulu baru bantu ibu. Nanti kamu sakit. Ada surat untuk mu, ibu taruh di atas meja belajar ya.”

“Ya bu..”

Kota Duku Asem.

Teruntuk Bilqis kekasih yang sangat aku cintai setulus hati.

Aku adalah pria sejati yang sangat mahal meneteskan air mata. Tapi kali ini air mata ku tidak bisa di tahankan mendengar kabar kepulangan mu. Tanpa perpisahan adik meninggalkan mas begitu saja. Sakit jiwa dan raga merasakan kehilangan mu. Kapan adik kembali?

Semoga adik sehat selalu dan baik-baik saja. Terimalah cincin tanda ikatan mas dari kejauhan, tunggu mas datang melamar mu.

Tertanda Wijaya.

Di belakang, Hani mengusap pelan punggung anaknya. Dia menyuruh Bilqis mengembalikan cincin berlian yang berniat ratusan juta itu. “Cincin mewah dan mahal yang sangat berat tanggung jawabnya. Ibu nggak mau jadi masalah di hidup mu nak. Coba ibu tanya sama kamu, sebenarnya kamu pilih siapa?”

“Nggak tau bu. Bilqis masih pusing mikirin sekolah.”

“Kalau gitu kembalikan benda ini nak. Dia pasti menerima keputusan mu.”

......................

Mobil berjejer memadati rumah makan sederhana, sepeda motor, sepeda angin hingga angkutan umum yang sengaja di sewa terparkir rapi di depan rumah. Lahan kosong berjarak lima langkah itu biasanya di pakai warga sebagai lapangan menonton layar tancap. Sore hari yang sibuk, Bilqis di dalam memotong sayuran di bantu Risa yang melayani para pelanggan mengambil piring-piring kotor di atas meja. Masakan olahan tangan Hani yang serasi di lidah para pecinta kuliner.

Tambahan pemandangan bunga menghiasi para pria muda yang ingin melirik Bilqis di sela menyantap makanan. Kedatangan pihak keluarga dari persepupuan, Sina bersama ketiga anaknya berkunjung melebarkan senyuman memeluknya.

“Kak aku datang! Aku dengar Bilqis pulang dari kota dan bersekolah dekat rumah ku. Kalau berkenan, Bilqis tinggal di rumah aku aja kak. Sayang banget ongkos pulang perginya.”

“Ya benar tante, nanti sekalian biar Sandi yang mengantarnya sekolah. Kebetulan rute kantor berjarak sama dengan sekolahnya Bilqis.”

“Duh, nggak usah repot-repot. Bilqis udah terbiasa kok pulang pergi. Sekalian bantu jaga warung yang kecil-kecilan ini.”

“Jangan merendah kak. Warung kakak rame banget loh, oh ya kak Bilqisnya kemana?”

“Ada di dapur..”

Sandi melongo, dua adiknya menarik telinganya melihat Bilqis. Pria itu mengagumi sepupunya sendiri, tanpa aba-aba dari ibunya. Sandi menyodorkan tangan meminta Bilqis menerima jabatannya.

“Kenalin saya Sandi, anak tante Sina.”

“Kak Sandi yang dulu tukang nangis ya?” jawab Bilqis menerima jabatan tangan.

“Hahah,..” tawa kedua adiknya serentak.

......................

Malam larut, Bilqis terkejut merasakan ada yang memanggilnya. Dia melihat bayangan Darmo keluar dari balik jendela mengusap wajahnya. Jeritannya terbangun di dalam mimpi seolah terasa nyata. Sekujur tubuh Bilqis menggigil kedinginan, dia mulai meracau membangunkan Risa.

“Ibu! Kak Bilqis bu!”

Warga kampung melihat dari depan pintu, suara jeritan Bilqis memanggil nama Darmo. “Ada apa? Dia belum satu bulan pulang dari kota besar tapi udah buat masalah. Jangan-jangan dia nggak perawan jadi menolak kita” ucap salah satu pria bertubuh tinggi.

“Perkataan mu ada benarnya juga. Tau sendiri pergaulan anak kota seperti apa kan? Tapi dari sekian banyak pemuda kenapa pria itu yang dia sebut ya?”

Pikiran-pikiran miring tentang Bilqis di patahkan pria yang memakai sarung yang barus aja pulang dari masjid. Dia beristighfar mendengar ucapan mereka berdua.

“kalian tidak boleh su'udzon. Aku kenal siapa anak bu Hani walau tidak dekat dengannya. Bilqis juga tidak kecentilan atau pernah menerima semua cinta pemuda kampung sebelum dia pergi ke kota atau kembali dari kota. Jangan menyebar fitnah!”

“Tapi kenapa dia jerit-jerit gitu? Kesurupan?”

Si pria bersarung tidak berani menyimpulkan jawaban atas pertanyaannya. Dia hanya mengangkat bahu , berjalan pergi mendekati rumahnya. Berdiri membacakan ayat-ayat suci Al qur’an. Hawa panas, suara-suara aneh dan penampakan di depan rumah memperlihatkan rumah itu sedang di serang makhluk halus.

“Astagfirullah al’adzim..”

Terpopuler

Comments

hanra💯

hanra💯

lanjut 🙏

2023-06-04

0

Sajak Rindu

Sajak Rindu

mangatz kak 💝

2023-06-02

0

Ikhram

Ikhram

susuk kuntil kah 😱

2023-06-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!