“Titin? Kamu kok sampai disini?”
“Bilqis, apa kabar? Loh emangnya suami nggak cerita ya?”
“Sini, balikin kunci mobilnya atau aku akan teriak kamu pelakor. Kamu taukan amarah warga kampung, bisa-bisa kamu di bakar hidup-hidup!”
“Sialan lu! Gue nggak akan berhenti sampai disini!”
Darma terkejut mobilnya terparkir di depan rumah, cobaan batin Bilqis di uji. Tamu selanjutnya adalah mertua perempuan yang membawa dua pria asing mendobrak pintu. Dia membentak mengeluarkan kata-kata kasar, caci makian terlontar menganggapnya seperti orang asing.
“Uang ku habis demi rumah tangga mu yang tidak teratur ini. Percuma aku dan suami ku memberikan mu puluhan juta setiap bulan, kau juga tidak kepanasan atau kehujanan tinggal duduk tenang menikmati fasilitas gratis. Tapi lihat kenyataannya, rumah mu seperti kandang kambing!”
“Maaf bu, tapi Bilqis tidak merasa menerima nafkah puluhan juta dari mas Darma. Bu, mas Darma itu__”
“Ah sudah jangan banyak alasan! Kau tidak becus mengurus anak dan suami mu! ingat ya Bilqis! Kalau kau tidak bisa menjadi ibu yang baik, lebih baik kalian berpisah saja!” ancamnya pergi di ikuti dua pria bertubuh besar.
Darma keluar dari persembunyian, dia mengintip ibunya dari balik tirai jendela. Dia yakin pembelaan ibunya karena rasa sayang padanya. Dia ingin mengatakan sebuah kebenaran, permintaan maaf atas semua perselingkuhan yang dia lakukan. Berjanji tidak akan mengulang, perkataan yang sama bermodal dusta. Bilqis belum menjawab menerima permintaan maafnya, pria itu berpamitan beralasan buru-buru masuk kerja.
......................
Wijaya menerima kabar pernikahan Bilqis, hatinya hancur tetap di tahan di dalam rasa cinta yang tetap abadi di hatinya. Bilqis adalah cinta pertama dan terakhir di hidupnya, dia mendengar kabar miring keretakan rumah tangganya. Di siang hari yang terik, dia mencari alamat rumah kekasih yang telah lama hilang itu. Datang meminta dia agar kembali tidak perduli dengan statusnya yang sekarang. Wijaya berbicara di depan rumah sambil menatap wajah bayi yang ada di pangkuan Bilqis.
“Boleh mas menggendongnya?” tanya Wijaya mengulurkan tangan.
“Dik, tolong pikirkan sekali lagi. Ijinkan mas membahagiakan mu dan bayi ini. Mas berjanji akan menyayanginya seperti anak sendiri. Kalau masih ragu, mas siap jadi suami yang kedua, mas akan melindungi mu dari pria itu.”
“Bilqis udah bahagia dengan rumah tangga Bilqis mas. Maaf Bilqis banyak kerjaan, mas pulang ya..”
Dia menginginkan pria baik itu memiliki pendamping yang lebih baik dari dirinya. Dia tidak mau Wijaya terseret terkena masalah dengan segala sikap buruk Darma. Pernikahan sekali seumur hidup baginya, dia tidak mau menjadi buah bibir di buruk di lingkungan masyarakat.
“Kan sudah banyak yang bilang kalau si Darma itu play boy cap kampak!”
“Bilqis, kamu yakin mau menikah sama pria seperti itu?"
“Awas nanti habis manis sepah di buang.”
Bilqis mengingat cibiran orang-orang yang mengatakan hal buruk tentang suaminya. Tapi nasi telah menjadi bubur, dia memilih jalan hidupnya sendiri. Tepat di tahun yang terlewati, Darma menjual mobilnya karena tertimpa hutang ratusan juta rupiah. Main perempuan, judi, mabuk-mabukan dan kebiasaan mentraktir teman-temannya.
Dia tau bagaimana ketulusan Wijaya dan cara dia menghormati wanitanya. Menunjukkan sikap dingin, tanpa menoleh membiarkan pria itu pergi. Gangguan dari manusia dan makhluk halus, rumah yang dia tinggali lama-kelamaan mulai banyak menampakkan wujud. Tangisan Lysa tidak mau di turunkan dalam gendongan. Dari atas atap terdengar suara orang berjalan, kaki raksasa di iringi ramai kepakan suara burung gagak. Jam lima sore, Bilqis menutup seluruh jendela dan mengunci pintu.
Penampakan sosok hitam dari balik dinding, dia mengucapkan surah pendek sambil memeluk kuat anaknya. “Jangan ganggu kami! Pergi!”
Lampu berkedip, gangguan demi gangguan menghadang. Dia menegakkan sapu lidi di depan pintu kamar. Tak ingin berlarut dalam ketakutan, dia mengalihkan pikiran sambil membaca buku yang ada di atas meja. Tanpa terasa dia terlelap di samping anaknya, suara ketukan pintu membangunkannya. Dia tidak mau meninggalkan bayinya sendirian, Bilqis membawanya berjalan membukanya.
Tok_Tok_Tok (Suara ketukan pintu)
“Kulonuwun.."
"Monggo.. "
Tidak di sangka ayahnya datang ke rumah. Sepulang dari takziah yang jarak rumahnya dekat dengan anaknya, dia sangat rindu dengan cucunya sehingga menyempatkan menyambanginya. Pintu rumah baru terbuka kira-kira sepuluh menit. Tangan puntung hangus terkoyak kulit-kulit nanah masuk ke dalam ruang tamu. Mereka terkejut, mengucapkan istighfar melihat penampakan wujud hantu yang nyata.
Ayahnya terkesan pria yang penakut, dia meminta ijin pulang dengan langkah cepat. “Jangan lupa pintunya di tutup!” pesannya.
Sesampai di rumah, menceritakan kejadian itu pada Hani mengakibatkan amarah istrinya menarik telinganya sangat kuat. Hani sangat kesal melihat sikap Yuga yang bermental tempe. “Kamu pak, usia mau satu abad tapi nyali bocah! Malu ibu mendengarnya!”
“Maaf bu, bapak kan seumur hidup nggak pernah lihat hantu..”
......................
Seorang wanita muda memakai tas sandang turun dari mobilnya. Dia berteriak memanggil nama Risa, sebuah kata yang membuat Hani risih mendengarnya. Tidak perduli dia tamu penting atau pejabat tinggi. Orang yang datang kerumahnya harus menjaga sikap. Tamparan tangan wanita itu tergambar lima jari di pipi kanannya.
“Tutup mulut mu! Siapa yang kau sebut pelakor? Aku tidak pernah mengajari anak ku untuk merebut suami orang! Pergi!” bentak Hani sambil memegang pisau daging di tangan kirinya.
Dia masih sibuk memotong daging dan bahan di dapur, wanita itu berteriak membuat orang sekitar berpikir anaknya adalah seorang pelakor. Nama Risa di sebut-sebut telah merampas suami orang, semula wanita berbaju merah itu akan memberi perhitungan padanya malah terkena sial di hajar ibunya.
“Hiks. Aku akan menuntut mu!”
“Silahkan! Semua orang juga tua kau yang mencari huru-hara! Jangan pernah menginjakkan kaki kesini lagi!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Meica
mendadak kaget 😭 itu si bilqis sabar tingkat dewa apa ya mau di naikin sepeda angin selesai lahiran
2023-06-04
0
Kopral
😍
2023-06-04
0
Mr.Cho
hancur hati mas Wijaya 😱
2023-06-04
0