Wajah pucat, tidak selera makan. Mencium aroma nasi yang baru saja di masak membuatnya mual. Pikiran Hani sempat kacau melihat kondisi anaknya. Dia membayar seorang bidan memeriksa anaknya. Hasil pemeriksaan yang mengatakan Bilqis mengalami stress sehingga menaikkan suhu tubuhnya.
Demamnya datang saat malam hari, tepatnya di tengah malam. Hani mencoba pengobatan lainnya, memanggil seorang dukun berharap bisa menangani masalah anaknya.
Di ganggu orang yang meletakkan hati padanya. Si dukun menanyakan siapa pria yang telah di tolak anaknya.
“Kira-kira ada empat puluh bahkan seratus pak. Anak saya ini masih mau fokus sekolah. Dia sendiri bilang belum mau pacaran atau menerima lamaran setiap pria yang menyukainya.”
“Bu Hani, ada satu pria yang memiliki susuk bahkan ilmu kekebalan. Kalau ibu bertemu dia, ibu harus melemparkan merica hitam ke kepalanya. Tapi yang saya lihat bukan hanya satu duku, tapi banyak dukun yang mengguna-guna agar para pria tersebut di cintai nya”
“Astagfirullah al adzim. Siapa manusia berhati iblis itu pak?”
“Hampir secara keseluruhan tamu istimewa yang datang ke rumah ibu.”
“Tolong, selamat anak saya pak.”
“Mmhh, saya akan mencobanya..”
Pertempuran dukun di udara, pria tua itu mengeluarkan muntahan darah berkali-kali menghadapi salah satu pria yang hampir membunuhnya. Urusan persyaratan selanjutnya dia serahkan pada Hani, pria itu melihat punggung Hani dan anak laki-laki yang dia bawa.
“Kalau nasib baik berpihak pada anak mu. Pastilah anak mu akan sembuh, tapi sebaliknya” gumamnya melihat foto Bilqis yang mulai hanyut di dalam wadah yang berisi darah.
Pengobatan ghaib membuat risih Bilqis, terutama melakukan kesyirikan menduakan Allah SWT. Hatinya benar-benar menolak ketika ibunya menyuruhnya melakukan ritual mandi kembang. Di dalam angan-angan Bilqis, wajah Darma membuat dia tidak bisa terlelap. Kerinduannya setiap hari ingin bertemu, sampai hari ini menunggu kedatangan pria yang dia lihat seperti arjuna dalam khayangan. Kebahagiaan melihat kedatangan Darma, Bilqis mengganti gaun, menyisir rambut dan memakai hiasan polesan tipis di wajahnya.
“Dik Bilqis katanya lagi sakit ya, ini mas bawain bakso hangat. Ada beberapa cemilan dan buah-buahan. Oh ya, sudah minum obatnya?”
“Sudah mas, terimakasih banyak. Mas kemana aja, kok lama sekali datangnya?”
Hani melirik dari belik pintu, sikap anaknya sangat aneh melihat penyambutan pada Darma. Dia memperhatikan pandangan mata Bilqis yang tidak mau berhenti menatap pria itu.
“Apa ini Cuma perasaan ku saja ya? Jangan-jangan si Darma yang mengguna-guna anak ku!” gumam Hani sambil menekan jantungnya.
Kabar tidak sedap menerpa telinga para pemuda kampung maupun pria dari kota tetangga yang menanti Bilqis menerima salah satu dari mereka. Pilihan yang tidak di sangka-sangka jatuh pada pria yang jarang berpenampilan tidak terurus. Bahasa gaulnya adalah urakan. Setelan baju kusut, rambut tidak terawat, cara bertingkah yang kurang sopan santun. Pria yang di sebut-sebut dapat meluluh kan hati Bilqis membuat para pria lain membencinya.
“Apa yang di lihat dari pria bertampang pas-pasan seperti itu?”
“Cara jalannya saja mirip seperti robot!”
“Huh lihat rambutnya yang kribo! Matanya kayak orang morfin!”
Cibiran para pemuda yang berdiri di depan rumah Bilqis. Wajah sombong tersemat dalam senyuman tarikan Darma mengangkat sudut bibirnya. Hari yang tidak terduga-duga dia berhasil menggandeng Bilqis keluar rumah berdua mengendarai sepeda angin miliknya. Jejeran mobil, sepeda motor dan mobil sewaan khusus untuknya di kalahkan oleh sepeda roda dua.
“Gila benar! Pake pelet apa si Darmo!” ucap Peno melotot. Dia menghabiskan isapan rokok terakhir, membuang putung dengan sikap kesal.
Di luar batas kesadaran, gadis itu tidak sabar ingin segera lulus dari bangku sekolah. Dalam tidur, Bilqis selalu bermimpi menjerit, memanggil nama Darma menambah rasa curiga keluarganya. Tujuh dukun tidak mampu membuat Bilqis melupakannya. Pada hari ini, jumat kliwon di tengah rintih gerimis pada pukul 08:00 WIB.
“Hari ini kamu bertamu jangan lama-lama ya. Nggak baik di lihat tetangga kalau setiap hari bahkan sepanjang hari berduaan ke rumah. Oh ya, ibu dengar kamu mau bicara sesuatu.”
“Begini bu, saya berniat menjalani hubungan lebih serius dengan Bilqis. Boleh nggak bu, saya melamar Bilqis tahun depan?”
“Menikah bukan kata sedekah bersama dalam ikatan yang halal. Hubungan jalinan rumah tangga sebagai teman menua seumur hidup untuk bersama meraih SurgaNya. Kamu sebagai imam harus bisa jadi pemimpin rumah tangga yang baik. Kalau belum bisa membahagiakan Bilqis lahir dan batin, ibu rasa pernikahan ini jangan di bicarakan.”
“Saya berjanji akan membahagiakan Bilqis bu.”
Kepulangan Darma ke rumah orang tuanya untuk menyampaikan ingin melamar Bilqis seolah sangat terburu-buru. Hani tidak menyetujui pria asing yang terlihat tidak baik itu menjadi suami anaknya. Ingin sekali Hani menolaknya mentah-mentah. Tapi Darma adalah teman dekat anaknya Tomi. Dia menaik turunkan perasaan mencoba menerima Darma dengan baik.
Di sisi lain, Bilqis tampak menerimanya dan mau menjalin hubungan lebih serius.
“Bu, beri Bilqis restu sama mas Darma ya..”
Pulang meminta biaya lamaran dan pesta pernikahan yang tinggi. Kedua orang tua Darmo semula berpikir wanita yang akan dia nikahi adalah seorang gadis yang kaya raya. Tapi mendengar dia hanya wanita biasa. Kedua orang tuanya bertanya hal menarik apa yang membuat dia ingin menikahinya. Darmo menunjukkan gambar foto Bilqis di layar handphonenya, reaksi dari kedua orang tuanya mengusap dagu dengan menurunkan jempol ke arah bawah.
“Kalau wajah cantik, bapak bisa carikan. Kamu bisa bebas memilih, punya istri dua juga tidak masalah!”
“Eit-eit kenapa bahas istri dua pak? Apa bapak ada niat menikah lagi?”
“Uhuk, emhh. Nggak bu, ya seumpama untuk si darma.”
Madi membayar seorang mata-mata sebagai detektif pribadi mencari tau mengenai bebet, bibit, bobot gadis yang akan di nikahi anaknya. Melihat kehidupan sederhana calon besannya itu, dia terkesan semakin sombong bahkan mengira wanita itu mau Darma hanya demi uang yang dia miliki. Semua foto-foto keseharian serta pekerjaan orang tua Bilqis, dia memotong cek mahar dan mengurungkan niat datang ke pesta pernikahan anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Renggo
💝💝💝💝
2023-06-03
0
Gofar
🥰up
2023-06-03
0
31
zzzz kena pelet darmo. bilqis mulai bertemunya hidup merana
2023-06-03
0