Percekcokan

Penentuan hari tanggal penetapan hari yang baik. Mengurus rencana pesta pernikahan dan berbelanja keperluan hantaran. Perkiraan pada kedua pasangan calon pengantin itu adalah tunggak semi yang artinya sekalipun rezeki telah habis di gunakan dalam jangka pendek ataupun panjang maka akan ada penggantinya. Persiapan pernikahan di laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kunjungan bertemu orang tua calon untuk melamar dan menentukan hari dan waktu yang tepat. Pilihan melangsungkan pernikahan di masjid perkampungan tanah hijau, Darmo menyewa pendekor agar memberikan konsep yang sederhana di depan halaman. Darmo meminta Juna mempersiapkan WO catering jasa dekor di bagian dalam dan luar rumah Bilqis, souvernir dan segala keperluan lainnya.

Menikah di usia muda merupakan tantangan terbesar di hidup Bilqis. Di satu sisi, dia masih antara sadar atau tidak menjalani semuanya. Semula sebagai tuan takur terkaya di daerahnya, akan memberikan dua ekor kerbau dan uang mahar sebesar seratus juta rupiah. Tapi pikiran singkatnya itu menarik kembali cek di atas meja, Darmo melotot berpikir mencari cara lain agar nominal yang sama tertera.

Di perjalanan pulang dari rumah orang tua Bilqis, Vana tidak henti mengipasi wajahnya dengan kipas kecil berwarna merah menyala. AC mobil yang maksimal seakan belum bisa menandingi rasa panas di tubuhnya. Hatinya sangat berat menerima mereka sebagai bagian dari keluarganya.

“Huffh, kayaknya kolestrol ibu kambuh. Besok kalau di nikahan kamu ibu nggak datang, kamu mandiri aja ya.”

“Loh, kok gitu sih bu? Ibu mau Darma di cap sebagai anak sebatang kara?”

......................

Hari sakral di sela mendung kelabu pun tiba, hari dimana hidupnya di rundung kesedihan. Gaun putih pengantin, inai tangan dan kaki yan terukir memerah di kulitnya, riasan wajah yang menambah kecantikannya dan bouquet bunga mawar putih yang dia bawa. Hari itu cincin tersemat di jari manisnya. Iring-iringan pengantin memadati lokasi pesta selesai akad pernikahan. Darma tersenyum bangga mengangkat dada, dia merasa sebagai sang juara yang berhasil merebutkan si bunga desa.

Hancurnya hati para pria yang dia tolak terlebih lagi melihat Bilqis bersanding di pelaminan membuat mereka ingin mengutuk Darma dengan sumpah serapah.

“Mas Tomi aku tau sudah terlambat mengatakannya, tapi perlu mas tau kalau si Darmo itu ternyata buaya darat cap kadal yang suka memacari gadis-gadis cantik” ucap Dede.

Ingatan Tomi pada tahun lalu.

“Hiks, hiks. Mas Darmo tega sekali kau melakukan ini pada ku mas” tangisan Yuyun melihat Darmo berpelukan bersama wanita berambut pendek.

“Darmo apa-apaan kau ini? Yuyun semula sahabat kita yang kau pacari bahkan kau janjikan akan menikah bulan depan. Tapi kenapa kau malah berselingkuh?”

“Halah! Kamu tau apa soal selingkuh? Pacaran aja nggak pernah, yuk sayang. Ahahah!”

Pikiran Tomi yang sangat jelas mengetahui watak asli Darmo. Di sudah mengingatkan pria itu agar tidak menyakiti adiknya, tapi apakah dia bisa percaya begitu saja?

“Ku berharap yang terbaik untuk adikku, sekalipun laki-laki itu bermain api di belakang adik ku maka aku yang lebih dahulu membunuhnya!” jawab Tomi dengan mengepal tangan.

Tidak ada wajah bahagia yang tergurat, senyuman keterpaksaan dan yang paling membuat dia bingung setelah mendengar Darma melafazkan dua kalimat syahadat seperti dia berada di tempat yang baru dia sadari. Bilqis menoleh ke sekeliling, Darma yang merasa Bilqis akan menanyakan sesuatu padanya atau tersadar dari belenggu pelet pengasih. Dia menghembuskan mantra di depannya sebanyak tiga kali, wanita itu kembali bertekuk lutut .

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kakak ku tampak tidak bahagia dengan pernikahannya” batin Risa.

Tomi mengiming-iming akan membelikannya rumah beserta isinya seperti ada di dalam angan-angan. Dia bersama istrinya menumpang di rumah mertua, setiap hari kerjanya hanyalah bermalas-malasan. Uang perhari di berikan sebagai uang makan, di pagi hari dia masih menutup diri dalam selimut. Jendela tidak di ijinkan di buka, pada pertengahan hari dia baru turun dari tempat tidur dudu bersantai di warung sang ibu mertua.

“Wah mantu kesayangan bu Hani kalau jam segini baru kelihatan ya, sudah pulang kerja pak?” kata bu Rija memperhatikan wajahnya yang baru bangun tidur.

“Si Darma lagi pindah tugas bu, makhluk anak muda banyak labilnya. Oh ya Darma, kamu sama Bilqis ke pasar ya. Itu Bilqis udah siap-siap di dalam.”

“Ya bu.."

“Bu Hani, mantu ibu kerja apa sih? Saya ngomong tidak di gubris, nggak ada sahutan. Sombong banget! Apa mentang-mentang karena dia anak orang kaya?” bisik Rija.

“Sudah jangan bahas mantu saya bu, setiap pelanggan yang datang ke warung pasti tanyain si Darma melulu” ucap Hani tersenyum tipis.

Di senja yang tidak lagi indah, Bilqis melupakan semua cita-citanya. Dia berpegang kuat di pinggang Darma yang mulai kencang mengayuhkan sepeda. Rambutnya tetap saja, kepang dua dengan bajunya serba tertutup. Wanita itu menatap langit, harapannya di hari esok akan tersenyum bahagia.

Hari terlewati, sikap Darma yang mulai uring-uringan. Dia mulai tidak betah tinggal satu rumah dengan mertua dan ipar. Dia menyewa rumah kontrakan yang jaraknya beberapa meter dari rumah ibu mertuanya, permintaan rumah dekat ibunya di kabulkan Darma terlebih lagi dia melihat Bilqis yang mulai sakit-sakitan.

Wajahnya semakin pucat, dia tidak selera makan dan mual sepanjang hari. Darma membawanya ke puskesmas, mendengar hasil pemeriksaan yang menyebutkan kalau istrinya telah hamil. Senyum dan tawanya kegirangan mengangkat tubuh Bilqis tanpa memperdulikan banyak orang melihatnya.

Semula kabar kehamilan ini adalah awal yang sangat baik untuk menjalin hubungan keluarga yang harmonis. Namun, sifat Darmo semakin bertambah parah. Dia tidak betah berada di rumah, makan dan tidur sebagai tempat persinggahan sementara.

Minggu malam di penuhi percecokan panjang, pria itu beraroma alkohol. Bilqis tidak bisa menahan emosi ketika menemukan tanda bibir di kerah baju suaminya. Piring-piring makan berterbangan, pakaiannya di bungkus dengan sprei. Dia bersiap membuka pintu untuk pergi dari rumah sambil membawa perutnya yang besar.

Brakk__

Tangan Darmo sangat kasar merampas kain, dia menyalakan pematik membakar semua pakaian itu. Sedikit lagi rumah berserta isinya akan hangus terbakar. Bilqis mempercepat langkah mengambil beberapa ember air untuk menyiram api.

“Kau bunuh saja aku! Ternyata benar kata orang-orang kalau kau suka main perempuan!” bentak Bilqis mengangkat gunting besar ke lehernya.

Darmo menarik gunting, melemparkannya ke lantai. Dia mencekik Bilqis, menindih tubuhnya tanpa memikirkan bayi yang ada di dalamnya. Pria yang kesetanan itu melotot memperlihatkan urat-urat mata berwarna merah.

“Kalau kau pigi, kita semua akan mati! Tidak perduli anak yang sedang kau kandung!”

“Uhuk! Uhuk!” Bilqis terbatuk kesakitan, dia mencari rongga udara melepaskan cekikan.

Terpopuler

Comments

papan nama

papan nama

check 🥳

2023-06-04

0

Cece

Cece

menikah dengan setan. mau q bunuh aja si darma itu!!
jadi gimana lepas dari belenggu si pria gila?

2023-06-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!