TOLONG KALAU CERITA NARA MENGECEWAKAN HARAP DI BERI ALASAN DAN JANGAN DIAM SAJA SETELAH DI TANYA. MENULIS BUTUH BERPIKIR, SEKALI LAGI TOLONG JIKA MEMBERIKAN KRITIK JUGA HARAP DI BERIKAN PENYELESAIAN AGAR TIDAK MEMBUAT MOOD BERANTAKAN. TERIMA KASIH..!!!!!
🌹🌹🌹
"Syal untuk mengikat perut Abang, masih Abang simpan sampai sekarang." Kata Bang Arma.
Rhena kembali tersenyum malu-malu dan hal ini menimbulkan banyak tanya di benak seluruh orang yang ada di sana.
"Waduuuuhh.. ternyata mereka ini memang sudah berjodoh."
Bang Arma terus menatap wajah Rhena. "Dulu Rhena tidak berhijab. Kau tau khan bagaimana penampilan atlet, sekarang tertutup rapat seperti ini, mana aku tau kalau dia itu Ghea."
"Abang juga berubah, dulu Abang terlalu hitam." Jawab jujur Rhena.
Bang Arma menggeleng dengan tawanya, kini dirinya tau arti bahagia, tau siapa sesungguhnya wanita yang ia sayang. "Sehat terus ya dek. Jangan sakit lagi. Mas Ar sedih lho lihatnya." Bisik Bang Arma.
Rhena membenamkan wajahnya di perut datar Bang Arma, ia pun mengingat sapaan pertamanya untuk Bang Arma dulu.
...
Setelah dirasa cukup baikan, Rhena kembali bergabung di acara sore ini. Mata Rhena terus menatap Bang Arma yang sedang berbincang dengan pemandu senam wanita yang tubuhnya begitu indah.
"Ar, arah jam dua. Mata istri mudamu terus menatap kesini. Kelihatannya istri mudamu nggak suka kalau kamu ngobrol sama perempuan. Persis seperti masalahku dulu." Kata Bang Renash membisiki telinga adiknya.
"Aman Bang, Rhena nggak cemburuan seperti Mbak Geeta.
"Eehh Ar, hari sial nggak ada di kalender. Sudahlah, kamu menyingkir saja. Aku saja cari aman." Saran Bang Renash kemudian berjalan menyingkir jauh dari peredaran.
Sepertinya saat itu Bang Arma benar-benar tidak menyadari maut sudah ada di depan matanya.
"Bang Letnan, yuk latihan senam sama-sama..!! Biar untuk selanjutnya kita lanjut di tempat gym aja." Ajak seorang wanita pemandu senam pagi tadi.
Bang Arma memberikan jalan pada wanita tersebut namun kemudian Rhena menghadang langkah Bang Arma hingga mereka bertabrakan.
bbgghh..
"Astagfirullah.. deekk..!!!" Bang Arma mendekap Rhena yang nyaris terjatuh karena tertabrak olehnya.
"Mau kemana??"
"Latihan senam." Jawab Bang Arma enteng dan tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Pilih latihan sama dia atau sama Rhena?" Tanya Rhena sudah geram menanggapi Bang Arma.
"Sama dia lah, dia khan pesenam profesional." Bang Arma sedikit pun tidak berpikir jika hal itu akan membuat Rhena sangat marah.
"Baaang ayo..!!!" Ajak wanita itu karena perhatian Bang Arma teralihkan pada yang lain.
Bang Arma hendak melangkah tapi kemudian Rhena menghadang lagi.
"Apalagi sayang?"
Mata Rhena berkaca-kaca. Hatinya terasa sangat sakit. Ia mengusap perutnya. "Sayang, lihat ulah Papamu..!! Kalau tau begini, lebih baik Papa saja yang mabuk."
Bang Arma tertegun sejenak tapi kemudian ia menyadari kesalahannya. "Deek.. maaf..!! Maksud Abang bukan begitu..!!" Bang Arma berusaha meraih tangan Rhena tapi Rhena menepis dan berusaha menahan tangis sambil melangkah menjauh meninggalkan Bang Arma.
"Ini siapa Bang Let??" Wanita itu menyelipkan tangan di sela lengan Bang Arma.
"Mantan pacar, tapi sudah hamil anaknya dia..!!" Jawab Rhena sembari mengomel kesal.
Wanita itu kaget melihat Bang Arma. "Bukannya Abang duda ya??"
Rhena berhenti sesaat kemudian ia kembali berjalan.
Bang Arma melepas rangkulan tangan wanita itu dan mengejar Rhena. Ia memperhatikan langkah Rhena yang begitu cepat. "Pelan-pelan dek..!!" Pinta Bang Arma.
Rhena yang sudah terlanjur kesal, ia terbakar emosi dan seketika itu juga menghajar Bang Arma.
Jelas saja Bang Arma begitu kaget mendapatkan serangan yang mendadak, refleks ia menahan dan Rhena sempat sedikit terpental dan itu semakin membuat Rhena kalap. Secara membabi buta Rhena melayangkan hantaman demi hantaman yang tidak bisa di balas oleh Bang Arma.
"Kejar sana, habiskan latihanmu Bang. Bukankah Rhena hanya seorang janda yang Abang pungut di jalanan."
"Astagfirullah..!!" Secepatnya Bang Arma memeluk Rhena untuk menenangkan istrinya itu. "Abang minta maaf dek. Maaf Abang nggak peka sama perasaanmu..!!"
Rhena tau Bang Arma sudah sebegitu takutnya. Hatinya yang masih kesal seketika ingin membalas perbuatan Bang Arma. Detik itu juga Rhena sesak.. ia mencengkram erat tangan Bang Arma kemudian ambruk begitu saja mengagetkan Bang Arma.
"Deekk.. Sayaaang..!!!" Bang Arma kalang kabut melihat Rhena pingsan bahkan lebih parah dari kejadian tadi. Ia segera mengangkat Rhena menuju ambulans. "Tolong donk KesLap nya..!!"
:
Bang Ojaz ikut panik karena tidak paham dengan apa yang terjadi pada Rhena. Sedari tadi Bang Arma terus menerus menegur para anggota kesehatan yang tidak bisa menyadarkan Rhena. Bang Ojaz pun melongok melihat ke dalam ambulans tapi ia mulai curiga karena gelagat Rhena tidak seperti orang yang sedang pingsan. Bang Ojaz pun naik ke dalam ambulans lalu menyentil kaki Rhena.
"Saya nggak sedang panik Rhen. Saya tau kamu pura-pura pingsan, sebenarnya ada apa?" Tegur Bang Ojaz.
Mendengar suara itu, Rhena membuka sedikit matanya dan melihat hanya ada Bang Ojaz disana. "Bang Arma milih latihan senam sama perempuan itu daripada sama Rhena. Malah perempuan itu mau ajak Bang Arma ke Gym." Kata Rhena dengan nada kesal.
"Oohh gitu, okeee.. kita tangani sekarang..!! Percaya sama saya ya..!! Tapi tolong nanti kerjasamanya, kamu pura-pura kesakitan. Kapan lagi nih ngerjain manusia kaku macam Arma." Bang Ojaz tertawa tapi kemudian memasang wajah cool. Ia seperti mencari sesuatu.
Bang Ojaz meminta anggotanya diam-diam membawa sesuatu setelah matanya melihat iodine di sudut dalam mobil.
~
"Aaarr.. lu ngoceh melulu. Rhena kenapa tuh..!!" Teriak Bang Ojaz.
Rhena cukup kaget dengan teriakan Bang Ojaz, tapi kesal tetaplah kesal. Rhena pun melanjutkan saja permainan usilnya.
"Ada apa Jaz???" Bang Arma berlari menghampiri Bang Ojaz.
"Ituu..!!" Tunjuk Bang Ojaz.
"Ya Allah Tuhan. Rhenaaaaa???????" Tak di sangka Bang Arma begitu syok. "Nggak.. aku mau anakku selamat..!!" Wajah Bang Arma pucat pasi melihat banyak darah di pakaian Rhena. "Lakukan apapun.. aku mau anakku..!!!!!"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Althhar Amfairuz
novel terkeren,terkocak tapi juga ada romantis sedihnya...❤️❤️
2024-11-18
0
Hilmi Miluri
menurut aku ini novel terkocak thorr 🥰
2025-01-20
0
KaylaKesya
hahahaha aduh abang ojaz hebat👍🤣 pintar❤️ kerjain abang arma
2024-09-28
0