15. Jati diri tersembunyi.

Pagi ini ada kegiatan olahraga gabungan di Batalyon dan Markas. Rhena masih mengejar Riri yang begitu lincah. Bang Arma yang sedang melaksanakan apel gabungan hanya bisa meliriknya saja dengan rasa cemas.

"Ririii.. awas jatuh nak. Mama nggak bisa kejar Riri..!!"

Karena tidak melihat jalan, Rhena tersandung tapi tepat saat itu Sertu Setyo menahan tubuh Rhena yang hendak terjatuh karena mengejar Riri. Saat itu dirinya sedang standby keamanan.

"Kamu.. Ehmm.. maksud saya.. Ibu tidak apa-apa?" Tanya Sertu Setyo.

"Saya nggak apa-apa. Terima kasih Om." Jawab Rhena kemudian menghindari Sertu Setyo.

"Bisakah saya bicara sebentar?"

"Tentang apa? Tidak ada lagi yang harus di bicarakan Om." Rhena menghindar tapi nyeri di bawah perutnya terasa mencengkram.

"Ada apa Rhen?? Ayo saya bantu..!!"

"Biar saya saja..!!" Bang Arma meraih tangan Rhena, ekor matanya melirik Sertu Setyo dengan tatapan tidak suka.

Sertu Setyo melepas genggaman tangannya, dirinya sudah paham rasa tidak suka dari Dankinya. "Maaf Dan.. saya tidak bermaksud melakukan hal lebih, saya hanya membantu."

"Silakan lanjutkan tugasmu, biar saya jaga Rhena." Kata Bang Arma.

"Siap Dan..!!"

~

"Riri tidak boleh lari jauh dari Mama..!! Di perut Mama ada adik bayi, adiknya Riri..!!!" bang Arma menegur putrinya yang banyak tingkah.

"Papa bohong, perut Mama nggak besar. Dimana adiknya?" Tanya Riri.

"Adiknya masih belum besar, masih sebesar biji kacang." Kata Bang Arma menjelaskan perlahan.

"Riri nggak mau adik sebesar biji kacang..!!" Tolak Riri.

Mbak Geeta tau ada pasutri yang sedang kerepotan membujuk gadis kecilnya. Ia pun berjalan menghampiri dan membelai rambut Riri. "Riri lihat perut Mami. Tadinya juga si adik di perut Mami sebesar biji kacang tapi karena Mami banyak makan akhirnya adik tumbuh sehat. Nanti adik Riri di perut Mama juga sebesar perut Mami."

"Oya??? Adik masuknya lewat mana Mi??" Tanya Riri dengan segenap rasa ingin tahunya.

"Eeee.. eehmm.. itu tanya sama Papa saja ya..!!" Pinta Mami Geeta nyengir karena bingung harus menjawab.

Kini Bang Arma menggaruk kepalanya bingung sendiri. "Ituu.. ya dari.... Dari Papa sayang-sayangan sama Mama." Bang Arma mencoba menjawab dengan gaya cool tapi Bang Ojaz dan Bang Renash sudah terkikik mendengar jawaban Bang Arma.

"Itu lho Ri, sayang-sayangan waktu Mama di uber tikus." Sambar Bang Ojaz.

Riri mengangguk paham tapi Bang Renash tak seberapa paham masalah tragedi tikus tersebut.

"Abang nggak paham ya. Hahahaha.. si Riri laporan ke barak, katanya Mamanya di serang tikus. Naahh kita berbondong bantu Danki donk. Laahh ternyata Papanya Riri tikusnya. Nggak taunya besok pagi jadi lho adik Riri." Jawab Bang Ojaz memberikan kronologi tragedi tikus.

Bang Renash tertawa terbahak. "Berarti sebelum itu tikus mesumnya sudah bongkar gudang donk ya, masa ekspress betul langsung jadi aja itu si Mickey Mouse??"

"Yeeeaayy.. Riri punya adik Mickey Mouse." Mendengar nama Mickey Mouse, Riri terlonjak kegirangan karena menyangka Mama Rhena sungguh mengandung bayi Mickey Mouse.

Bang Arma dan Rhena saling pandang antara cemas tapi juga geli bingung bagaimana harus menjelaskan pada Riri.

"Adiknya itu kecil Ri, adik bayi. Papa maunya adik perempuan yang lucu untuk Riri." Kata Bang Arma.

"Lakii.. anakmu pasti laki. Rhena mabuknya parah juga. Pasti laki-laki." Sela Bang Renash.

"Laahh.. dulu Mbak Geeta nggak mabuk juga laki-laki." Bang Arma pun tak mau kalah.

"Kata siapeeee.. ini kepala sampai ngebul mikir Geeta mulai pagi, siang, sore malam ngoceh, ngomel, ngamuk.. adaaa saja yang jadi bahan argumen. Kalau kalah bicara, Abang langsung kena hantam mentang-mentang dia atlet MMA. Kau enak, istri mantan pramugari.. pasti kalem. Kamu atlet tapi nggak ada lawan di rumah. Naah Abang selalu kalah meskipun judulnya menang." Curhat Bang Renash mengingat masa kehamilan Geeta yang membuatnya ikut stress.

Tak ada yang menyadari jika sedari tadi Mbak Geeta berdiri di belakang punggung Bang Renash. "Apa seluruh makhluk hidup disini tidak ada yang tau kalau Rhena juga atlet????"

Bang Renash tersentak kaget tapi lebih kaget lagi Bang Arma yang sama sekali tidak mengetahui riwayat hidup Rhena.

"Yang benar Mbak?" Tanya Bang Ojaz.

"Apa saja kerja kalian. Masa nggak baca riwayat hidup Rhena.. kalian tidak tau bakat istri perwira?" Tegur Mbak Geeta.

"Benar itu dek???" Tanya Bang Arma masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

Rhena mengangguk kalem.

"Kok Abang nggak pernah dengar kejuaraanmu???" Tanya Bang Arma kembali penuh selidik.

"Dulu Rhena masih ikut kejuaraan junior club. Pernah di Rusia juga beberapa tahun yang lalu."

"Oya?? Siapa namamu?"

"Ghea. Nama panggungnya Rhenata Ghea."

Bang Arma terduduk mengingat masa lalunya. Dulu memang dirinya pernah mengikuti kejuaraan di Rusia dan pernah sekilas melihat gadis cantik yang menarik perhatiannya. Ia tersenyum dengan pipi memerah. "Berarti kamu gadis nakal yang malam itu terjebak bersama saya di badai salju ya? Tak di sangka kamu benar-benar jadi istri Letnan Lanang."

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

ternyata jodoh yg tertunda yaa...😊😊😊

2023-10-09

2

Ratna Anggraeni

Ratna Anggraeni

wah ceritanya jodoh masa lalu nih ya ,.,🤭🤭🤭🤭

2023-07-17

1

Nurlaila Ginting

Nurlaila Ginting

tapi kok bs di siksa sm mantan suami dan mertua ya klo punya bakat itu 🤔

2023-06-29

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 57 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!