Bang Arma mengecup kening Rhena sampai tanpa sadar air matanya ikut menitik. Tangannya mengepal kuat, hatinya ikut terasa sakit setiap kali melihat Rhena terus terbayang masa kelamnya.
"Apa kau sudah penjarakan ibunya si Setyo yang gila itu??" Tanya Ibu.
"Sudah dalam proses Bu."
"Rhena sampai seperti ini tapi dari kemarin masih proses saja. Kau mau istrimu menangis setiap hari??? Ingat anakmu Ar..!!! Beban mental Rhena terlalu berat, kehamilannya bisa terganggu." Ibu memang lebih berapi-api.
"Aku bukannya tidak bertindak Bu. Aku ini juga seorang anak. Aku hanya menghukum kelakuannya di masa sekarang saat Rhena bersamaku dan tidak bisa menghukum kelakuannya di masa lalu, tidak etis."
"Kalau sampai ada apa-apa dengan cucuku, aku yang akan maju..!! Rhena selalu ketakutan setiap bertemu orang baru karena takut orang baru itu akan melukai fisiknya. Kamu jangan jadi orang yang sabar Ar..!!!!"
Tak lama Rhena tersadar. Nafasnya masih tak beraturan. Ia melihat wajah ibu yang begitu teduh. Suara ibu memang sangat keras tapi tidak dengan hatinya yang lembut. Mungkin bisa di ibaratkan seperti Bang Arma yang berpendirian kuat dan tegas namun hatinya begitu lunak.
"Deek, apa masih nggak enak badan?" Tanya Bang Arma. "Perutnya sakit atau tidak?"
Rhena menggeleng pelan.. "Nggak Bang."
"Bu.. ikannya dapat besar, tujuh ekor tapi beda jenis." Ayah menyela pembicaraan mereka.
"Haduuh Ayaah.. sudah sini, mana ikannya biar ibu yang masak. Biar menantu kita istirahat..!!" Ibu mengajak ayah keluar dari kamar putranya.
Bang Arma lalu mengusap pipi Rhena. "Maaf, Abang tidak pernah katakan apapun tentang ibu. Semua serba rahasia, Abang tidak bisa mengungkap jati diri begitu saja sebelum Abang yakin pekerjaan Abang juga tidak membawa dampak buruk untukmu."
"Rhena ngerti Bang. Nggak apa-apa. Maaf Rhena berlebihan menanggapi ibu."
Bang Arma tersenyum mendengarnya. "It's oke."
...
Malam hari keluarga berkumpul untuk acara makan malam. Bang Ojaz pun ikut dalam acara tersebut. Sekian tahun bersama membuat Bang Ojaz sangat dekat dengan keluarga Bang Arma.
"Ayah, tolong lamarkan gadis yang saya suka donk..!!" Pinta Bang Ojaz pada ayah Bang Arma. Memang mereka sudah sangat dekat layaknya anak dan ayah.
"Okee.. kapan lamarannya?" Ayah menyanggupi permintaan putra angkatnya itu.
"Kalau bisa secepatnya yah, kejar setoran nih. Arma saja anaknya sudah mau dua. Saya satu saja belum." Ucapnya sembari curhat.
"Anak bukan ajang perlombaan Jaz, sudaah makan dulu yang kenyang, jangan pikir kawin melulu lu..!!" Tegur Bang Renash.
"Baaang.. saya ini sudah amat sangat cukup umur untuk mikir kawin. Umur saya saja lebih tua satu tahun dari Arma. Bulan depan mau naik pangkat Kapten.. laahh Baaaaang.. masa iya Kapten belum punya anak."
"Memangnya lu naksir cewek mana sih Jaz?" Tanya Bang Arma.
"Itu tuh, janda anak satu yang rumahnya di pengkolan.. yang setiap pagi jual nasi uduk tuuuhh.."
"Ya elaaaah Jaazz.. jadi itu sebabnya tiap pagi lu makan nasi uduk nggak ada yang lain?? Ternyata lu naksir janda juga." Jawab Bang Arma.
"Buy one get one. Cara cepat punya anak. Malu gue mau naik pangkat tapi gk ada biniiiii."
"Janda lebih menggodaaaa..!!!" Kata ayah dengan tawa renyah di susul para pria namun saat para wanita memperhatikan Ayah, wajah para pria seketika tegang.
Mbak Geeta bad mood dan Rhena sampai menangis karena salah paham.
Bang Arma rasanya benar-benar pusing, sejak dulu memang tiada hari bagi ayah tanpa lirikan mata dari ibu.
"Dek.. Abang suapin ya..!!" Bujuk Bang Arma.
Rhena menjauhkan piringnya, air matanya sudah menganak sungai. Bolak balik Rhena menyekanya dan masih tetap tumpah ruah.
"Kenapa hal seperti itu kalian jadikan candaan. Mengangkat derajat seorang janda itu mulia. Salahnya dimana???" Tegur ibu.
"Iya Bu."
"Maaf..!!" Kata Bang Arma.
"Maksud ayah bukan begitu."
"Kalau sampai menantu ibu nangis, game over kalian semua. Jauh-jauhlah kalian dari sini kalau hanya bisa buat nangis..!!!" Pekik ibu memberikan peringatan keras pada semuanya. "Kau Arma.. berhati-hati dalam setiap tindakanmu..!!! Jangan asal bicara di depan wanita hamil..!!"
"Iya Bu, aku ngerti."
Ibu mengambil piring Rhena dan menyuapi menantunya. Sesekali ibu mengusap pipi Rhena dengan tissue dan makan malam berakhir sunyi karena ibu sangat tidak suka ada hal sekecil apapun yang mengusik ketenangan para menantunya.
***
Pagi hari, udara sangat sejuk. Ibu mengajak Rhena dan Mbak Geeta untuk berjalan-jalan pagi. Ibu sengaja mengajak Mbak Geeta juga agar mereka bisa menghirup udara segar.
"Ibu.. Geeta juga belum masak..!!"
"Nanti beli sarapan. Sekali kali kandunganmu harus di ajak menikmati alam juga..!!"
Rhena dan Mbak Geeta tak bisa membantah apapun. Di ujung jalan ada seorang penjual nasi kuning pagi dan nampaknya Rhena sangat menginginkannya, terlihat Mbak Geeta pun menginginkan hal yang sama. Ibu yang sudah paham kemudian menggandeng kedua menantunya.
:
Ibu sudah menenteng kantong plastik berisi sarapan untuk menantunya juga untuk para pria di rumah.
"Ayo ndhuk..!!" Ajak ibu.
Rhena dan Mbak Geeta berjalan di samping kiri dan kanan ibu. Tak sengaja pagi itu mereka berpapasan
"Oh Tuhan, sial sekali aku ketemu kuntilanak satu ini lagi. Kau buat anakku bermasalah hukum. Dasar perempuan gilaa.. perempuan serakaaahh..!!" Ibu Sertu Setyo berusaha mendorong Rhena tapi Ibu Bang Arma menahannya.
"Perempuan gila dari mananya??? Kau yang gila. Bukannya istighfar, tobat,ini malah menumpuk dosa. Ngaca itu lu nenek peyot..!!!"
Ibu Bang Setyo begitu tersinggung karena ada seorang wanita menghentikan langkahnya. Ia menatap Rhena dengan pandangan tidak suka.
"Lihat apa???? Jangan pandang menantuku seperti itu atau kucolok biji matamu..!!!!" Bentak ibu Bang Arma.
Ibu Sertu Setyo lumayan kaget, nyalinya ciut tapi ia tak ingin terlihat lemah. "Kau akan menyesal punya menantu seperti dia."
"Heleeh.. lebih celaka punya mertua seperti kau. Tidak cantik saja banyak gaya kau."
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Althhar Amfairuz
ini mah mertua idaman....😄
ibunya bang Arma yaa bukan si nenek peyot ibunya si Setyo..🤣🤣
2024-11-17
1
Ersa
ibu setyo ketemu lawan....
2023-12-03
1
Ita Mariyanti
seneng nya pny mertua kek gn🥰🥰🥰
2023-11-22
1