Qilin mencuci wajahnya setelah ia menenangkan dirinya. Dia berusaha untuk terlihat baik baik saja, dia bahkan tersenyum pada cermin di kamar mandi.
" Kamu bisa Qilin." Gumam Qilin.
" Qilin, kamu sudah siap?" Ujar suara Justin daei luar.
" Sebentar.." Teriak Qilin.
Qilin memastikan dirinya baik baik saja, lalu membuka pintu kamar mandi. Terlihat Justin yang sudah siap dengan pakaian rapi.
' Oiyah.. Semua pakaian Justin adalah pakaian papa, aku akan belikan pakaian yang sesuai untuk Justin.' Batin Qilin.
" Justin, sepertinya kita tidak jadi ke pasar." Ujar Qilin, dan Justin menjadi sedih.
" Kenapa??" Tanya Justin.
" Kita ke mall saja." Ujar Qilin, dan Justin tersenyum.
" Ayo." Ujar Justin.
Seperti biasa, Qilin memakaikan topi dan masker pada Justin. Mereka pun akhirnya berjalan keluar dari rumah itu menuju keluar gang.
Tak perlu menunggu lama, sebuah taksi datang. Qilin melambaikan tangannya, dan taksi itu berhenti.
" Pak, ke mall terdekat." Ujar Qilin.
Mereka pun menuju ke mall yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.
" Astaga, apa aku tidak tersesat di sini?" Batin Qilin karena mall itu lumayan besar, dan itu tampak asing.
Terakhir kali Qilin ke mall adalah saat ayah angkatnya masih hidup.
" Ayo, Justin." Ujar Qilin, dan menggandeng tangan Justin. Mereka memasuki mall dan langsung terlihat jejeran pakaian yang memenuhi mall itu.
Qilin berjalan kesana kemari mencari pakaian pria yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, bagaimanapun persediaan uang nya sudah semakin menipis.
" Nah.. di sana, ayo." Ujar Qilin dan mendatangi toko pakaian yang sudah tertera harga harganya.
" Justin, kamu tidak memiliki baju baru, kita akan beli baju untukmu." Ujar Qilin.
" Tidak perlu, Qilin.. Baju yang aku pakai masih bagus." Ujar Justin.
" Tidak apa - apa.. Ayo aku pilihkan." Ujar Qilin.
Qilin mengambil ini dan itu, kaos, kemeja, celana, bo*er, celana santai, semua keperluan pria. Lalu membawanya ke penjualnya.
" Apakah ada tambahan lagi, kak? " Tanya Penjual.
" Mmm.. Sebentar. " Qilin melihat jaket yang terlihat keren jika Justin kenakan, akhirnya ia mengambil Jaket itu.
" Tambah jaket." Ujar Qilin, dan langsung di total oleh penjual.
Qilin membayar sejumlah uang, dan ia membawa dua kanting besar berisi pakaian Justin.
" Ayo kita belanja keperluan rumah juga." Ujar Qilin.
Qilin turun satu lantai, di sana terdapat seperti toserba namun di dalam mall. Qilin mwmbawa troli besar dan masuk ke dalam.
" Qita beli ini.. ini.. ini.." Ujar Qilin sambil mengambil satu persatu barang dari etalase.
Mereka saling bercanda gurau selama berbelanja, dan tidak terasa mereka menghabiskan waktu mereka seharian mengitari seisi mall itu.
Namun Qilin tidak menyadari bahwa cctv menyorot dirinya selama dia berada di dalam mall itu.
" Ayo kita pulang." Ujar Qilin. Qilin dan Justin pun pulang.
Tak lama datanglah Malvin yang akan mengecek cctv di Mall itu, Malvin telah mengecek cctv di banyak tempat dan hari ini dia sampai di mall itu. Mengecek satu persatu cctv di berbagai tempat tentu memakan banyak waktu, meskipun di bantu oleh hacker yang mencari Qilin dengan mencocokan gambar wajah Qilin.
Sayangnya Qilin sungguh tidak meninggalkan jejak digital, Qilin tidak memilik jejak riwayat penggunaan ponsel sejak tiga tahun yang lalu, yang artinya dulu Qilin memiliki ponsel, namun sekarang tidak. Qilin juga secara kebetulan tdak pernah terrekam di cctv manapun, karena Qilin memang tidak pernah memasuki tempat besar seperti mall.
Qilin juga tidak menggunakan kartu debit atau uang elektronik, Lingkup keseharian Qilin hanya di rumah, cafe tempatnya bekerja, kantin dan pasar malam. Hanya itu itu saja lingkup keseharian Qilin, jadi para anak buah Arthur pun sedikit kesulitan dengan Qilin yang hidup sangat misterius.
'' Periksa rekaman sejak sebulan yang lalu, cocokoan dengan wajah gadis ini.'' Ujar Malvin.
Hacker yang bekerja dengan Arthur pun langsng menjalankan tugasnya, ia membuka laptop khususnya dan mulai melakukan pengecekan dengan menggunakan wajah Qilin.
Rekaman berputar dengan sangat cepat, mereka tidak perlu malihat dengan mata mereka, hanya dengan foto wajah Qilin, sistem akan mencari kecocokan nya sendiri.
'' Ting!'' Bunyi laptop itu. Malvin langsung melihat laptop dan rupanya ia menemukan Qilin.
'' Itu dia! hari apa dia ada di sini?'' Tanya Malvin.
'' Sekitar empat puluh menit yang lalu, tuan.'' Ujar hacker.
'' Cari semua rekaman cctv yang merekam pergerakannya.'' Ujar Malvin.
Malvin melihat Qilin tampak bersama seorang pria, Malvin mencari gambar paling jelas dari pria itu dan menatapnya dengan teliti.
'' Itu tuan muda, dia berada di daerah sini, cepat cari rekamannya.'' Ujar Malvin.
Malvin menghubungi semua anak buahnya untuk ikut mencari Qilin dari cctv jalanan, Malvin sungguh merasa gemas kerena dia tidak pernah gagal dalam misi pencariannya sejak muda, namun kini dia di kelabuhi seorang gadis yang menculik keponakan nya itu.
'' Dapat??'' Tanya Malvin.
Taksi itu berhenti di sekitaran gang ini, tuan. Lalu tidak terlihat lagi kemana gadis itu bergerak.'' Ujar hacker.
'' S*al! kita cari mereka dengan berpencar.'' Ujar Malvin dan pergi dari sana.
Sayangnya Malvin tidak melihat rekaman keseluruhan kegiatan Justin dan Qilin di mall itu. Qilin sama sekali tidak menyakiti Justin, justru Qilin menjaga dan memastikan Justin baik baik saja.
Sementara itu, Qilin yang sedang di buru oleh Malvin saat ini sudah sampai di rumah. Qilin tidak turun di gang tempat tinggalnya, dia turun di gang dimana selalu ada pasar malam, dia mampir ke sana untuk membeli makanan dan pulang lewat jalan tembusan berupa gang yang lebih sempit.
'' Bagaimana? Apakah kamu senang?'' Tanya Qilin.
'' Justin senang, asal selalu bersama dengan Qilin.'' Ujar Justin.
'' Hm.. sudah ya berkata manisnya, ayo makan makan malammu.'' Ujar Qilin.
Qilin senang telah membuat Justin bahagia selama setengah harian ini dengan berada di mall. Meski dia menghabiskan banyak uang, tapi dia senang bisa membawa Justin jalan jalan.
'' Qilin, A..'' Ujar Justin mencoba menyuapi Qilin makanan yang sedang dia makan.
Qilin pun membuka mulutnya, dan mengunyah makanan pemberian dari Justin dengan tersenyum.
Justin juga terlihat begitu menikmati makanan itu. Makanan jalanan yang seumur hidup tidak pernah Justin sentuh, kini dia memakannya setiap hari tanpa rasa takut sama sekali.
Setelah selesai makan malam, Justin naik keatas kamarnya, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Rupanya itu adalah sebuah jepitan rambut. Saat di mall tadi, Justin melihat jepit yang menarik perhatiannya. Justin meminta uang pada Qilin, tapi tidak memberi tahu Qilin untuk apa dia meminta uang itu.
Tanpa curiga sedikitpun, Qilin memberikan selembar uang pecahan seratus ribu, dan Justun langsung membeli jepitan itu, lalu mengantonginya.
'' Hihi.. aku kaan berikan ini pada Qilin nanti.'' Gumam Justin. Justin pun merebahkan dirinya di ranjang.
Sementara itu, Qilin sedang membereskan semua belanjaan nya di dapur. Qilin juga mencuci pakaian di malam hari lalu akan menjemurnya di balkoni. setelah semuanya selesai, Qilin pun membersihkan dirinya di kamar mandi.
Qilin sudah segar dengan pakaian santainya, ia naik kaeatas kamar Justin dengan membawa sebotol minuman untuk Justin.
" Justin, kamu sudah tidur??" Panggil Qilin.
Qilin membuka pintu kamar Justin dan mendapati Justin yang telah tidur pulas, Qilin tersenyum lalu meletakan air yang ia bawa di meja.
" Selamat tidur Justin." Ujar Qilin, lalu pergi keluar dari kamar Justin.
Qilin turun kembali ke bawah, ia merasakan sesuatu yang aneh, antah mengapa ia merasa akan terjadi sesuatu yang besar.
" Kenapa perasaanku tidak enak." Gumam Qilin, lalu melihat kearah kamar Justin. Qilin pun turun ke bawah.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa nanti Qilin akan berpisah sama Justin
2025-01-16
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
kasian qilin hhmmm
2024-07-04
1
Oi Min
aq melu deg deg an tor
2023-11-28
2