EPS. 4. Memutuskan hubungan.

Qilin pulang dengan perasaan senang, meski dia belum dapat pekerjaan, tapi dia mendapat uang secara cuma cuma.

Dia membeli makanan untuk Justin, dan obat obatan untuk luka Justin. Qilin sampai di rumah sore hari, karena dia berjalan kaki tidak menaiki angkutan umum.

" Cklek." Pintu terbuka dan Qilin terkejut karena rumah kecilnya tampak berantakan, ia juga tidak melihat keberadaan Justin.

" Justin.." Panggil Qilin panik.

Qilin berlari menuju ke dapur, tapi tidak ada.. lalu dia melihat ke kamar mandi, tapi juga tidak ada. Qilin panik dan berlari keluar rumah untuk mencari Justin di sekitaran rumah, tapi tidak ada.

" Cari apa kau?" Ujar suara wanita paruh baya.

" Mama.." Gumam Qilin pias.

" Dengar, besok rumah kecilmu itu akan di bongkar, aku sudah membelikan sebuah rumah untuk kau tinggali di dekat danau, silahkan kau tinggal di sana. " Ujar ibu angkat Qilin.

" Lalu jangan panggil aku mama, aku bukan mamamu. Aku lihat kau tidak punya uang, sebagai kompensasi atas di keluarkannya kau dari kartu keluarga, aku juga memberimu uang, nah. " Ujar ibu angkat Qilin sembari memberikan amplop besar pada Qilin.

" Baik, bolehkah aku meminta kartu identitasku? Aku kesulitan hidup dan mencari pekerjaan tanpa kartu identitas." Ujar Qilin.

" Ada di dalam amplop itu beserta kunci rumah barumu, mulai sekarang diantara kita tidak ada hubungan apa apa. Hidup matimu, bukan urusanku." Ujar ibu angkat Qilin.

Qilin tersenyum ketika mendengar bahwa kartu identitasnya di kembalikan padanya. Tentang hidupnya, dia sudah terbiasa hidup susah selama tiga tahun terakhir setelah kematian ayah angkatnya.

Qilin sudah merasa bersukur karena ibu angkatnya itu sudah berbaik hati membelikannya rumah baru, setidaknya ibu angkatnya tidak membuang dia begitu saja.

" Terimakasih." Ujar Qilin, dan ibu angkat Qilin hanya melengos pergi.

" Besok pagi, rumah itu harus sudah kosong." Ujar ibu angkat Qilin sambil lalu pergi.

' Gadis bodoh.' Batin ibu angkat Qilin.

Entah apa sebenarnya alasan ibu angkat Qilin menahan kartu identitas Qilin selama ini, sejak kematian ayah angkat Qilin hingga sekarang, baru kartu identitas itu di serahkan pada Qilin.

' Aku bisa bawa Justin ke dokter dengan uang ini.' Batin Qilin. Qilin kembali teringat..

" Justin.." Gumam Qilin, dan langsung berlari kembali masuk kedalam rumah kecilnya.

Qilin menunduk ke kolong ranjang, dan ya.. Justin di sana. Dia sedang tertidur di kolong ranjang.

' Kasihan, dia pasti ketakutan saat mama masuk kemari.' Batin Qilin.

Qilin mengulurkan tangannya, dan mengusap pipi Justin dengan pelan.

" Justin, ini aku, aku sudah pulang." Ujar Qilin pelan.

Justin perlahan membuka matanya, dan tersenyum ketika melihat Qilin di hadapannya.

" Qilin.." Gumam Justin tersenyum.

Qilin pun membantu Justin keluar dari kolong ranjang dengan susah payah. Wajah dan pakaian Justin kotor karena debu di kolong ranjang Qilin.

" Qilin.." Ujar Justin lagi, lalu memeluk Qilin.

" Tidak apa apa, aku sudah pulang." Ujar Qilin.

" Grruuukkk!!!" Suara perut Justin yang terdengar.

" Hihi, kamu lapar? Aku bawa makanan untukmu, ayo kita makan." Ujar Qilin.

Justin mengangguk patuh, Qilin membuka makanan yang dia bawa, dan memberikannya pada Justin.

" Qilin tidak makan?" Tanya Justin.

" Aku masih kenyang, itu makanan untukmu " Ujar Qilin.

Justin menyendok makanan yang sedang ia makan lalu menyodorkannya kearah Qilin.

" Qilin makan." Ujar Justin dengan wajah lugu.

Qilin yang sebenarnya lapar pun akhirnya membuka mulutnya, ia menjadi terharu dengan aksi Justin. Qilin jadi teringat dengan mendiang ayah angkatnya, hanya ayah angkatnya seorang yang sering menyuapi Qilin.

" Qilin jangan sedih." Ujar Justin, dan Qilin tersenyum sembari menangis.

" Aku tidak sedih, aku bahagia. Terimakasih Justin." Ujar Qilin.

Padahal pertemuan mereka bahkan belum satu hari, tapi mereka tampak sudah dekat.

Akhirnya mereka makan makanan itu satu kotak bersama. Justin tidak protes sama sekali, dia benar benar menjadi pria lugu yang patuh. Justin sama sekali tidak ingat siapa dirinya dan dari mana dia berasal.

" Aku beli obat, kemari biar aku bersihkan lukamu." Ujar Qilin.

Justin pun duduk dengan patuh, Qilin membuka kaos yang Justin pakai, dan baru terlihat bahwa Justin memiliki tubuh yang bagus dan proposional.

Qilin sampai menggelengkan kepalanya berulang kali untuk menyadarkan dirinya dari rasa kagumnya itu.

' Tubuhnya berotot, pantas saja aku keberatan saat menggendongnya kemari. Tapi kenapa tubuhnya berotot tapi wajahnya imut?' Batin Qilin.

" Qilin, dingin.." Ujar Justin membuyarkan Qilin.

" Ah, maaf.. sebentar aku obati lukamu dulu. " Ujar Qilin.

Qilin dengan fokus mengoleskan salep yang baru ia beli ke tubuh Justin, sampai akhirnya selesai. Lalu Qilin memakaikan kaos panjang milik ayah angkatnya pada Justin.

"Sekarang wajahmu." Ujar Qilin.

Qilin mengelap wajah Justin yang kotor karena bersembunyi di kolong dengan handuk yang ia basahi dengan air hangat. Barulah Qilin mengolskan salep di wajah Justin.

" Justin, apa kamu tidak ingat sama sekali siapa dirimu?" Tanya Qilin.

Justin tampak mengingat ingat, tetapi dia tidak ingat sama sekali, lalu menggelengkan kepalanya.

" Sudahlah, tidak apa apa.. mulai sekarang aku yang akan merawatmu sampai kamu ingat siapa dirimu." Ujar Qilin.

Qilin tidak berani melapor pada siapapun bahwa dia menemukan Justin, Justin hilang ingatan dan otaknya menjadi sedikit gesrek, jadi Qilin takut Justin di manfaat kan orang yang mengaku ngaku sebagai keluarganya.

Jaman sekarang, manusia bisa dengan kejam memanfaatkan manusia lain demi kepentingan pribadinya. Bahkan Qilin sering melihat anak kecil yang di eksploitasi oleh orang dewasa di jalan.

" Justin, bagaimana jika kita pindah dari sini?" Ujar Qilin.

" Apalah kita akan pindah?" Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.

" Masa kontraku tinggal disini habis, jadi kita harus pindah. Aku akan mencari tempat tinggal yang lebih layak untuk kita tinggali." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.

" Aku akan bersiap dulu." Ujar Qilin.

Akhirnya Qilin menarik keluar koper milik ayah angkatnya. Qilin tidak bisa membawa banyak hal, karena dia hanya memiliki koper itu saja dengan ransel usangnya.

Qilin memasukan pakaiannya kedalam koper itu, dan barang barang yang menurutnya penting. Qilin lalu memasukan satu satunya foto yang ia miliki bersama ayah angkatnya ke dalam koper, dan selesai.

Qilin menunggu suasana di luar sepi agar dia bisa membawa Justin keluar dari sana. Dan sekitar pukul 9 malam, Qilin akhirnya keluar dari sana.

Qilin memakaikan jaket di tubuh Justin, dan kupluk di kepalanya, karena kota Bogor selalu dingin di malam hari.

" Aku akan bawa kamu keluar lebih dulu, lalu aku akan kembali kemari untuk mengambil koper ini." Ujar Qilin.

Qilin membantu Justin yang berjalan dengan pincang itu keluar diam diam dari rumah kecil itu.

" Tunggu aku di sini, jamgan pergi lemanapun, oke?" Ujar Qilin dan Justin mengangguk.

Qilin kembali masuk kedalam, dan ia mengambil kopernya. Qilin meninggalkan kunci rumah yang di berikan oleh ibu angkatnya di meja. Qilin tidak berniat untuk tinggal di sana.

Qilin benar benar akan memutuskan hubungan dari ibu angkatnya, seperti yang ibu angkatnya minta.

Di luar, mobil Gigi datang dan melihat Justin yang duduk menunduk.

" Malam malam masih saja ada pengemis, ck!" Gumam Gigi.

Justin hanya terus menunduk karena silau, jadi Gigi tidak bisa melihat wajah Justin.

" Dasar pengemis." Gumam Gigi dan masuk ke dalam pekarangan rumahnya.

Setelah Gigi masuk kedalam rumah, Qilin pun keluar dan menyeret kopernya.

" Justin, ayo kita pergi." Ujar Qilin, dan akhirnya mereka berdua pun pergi dari kediaman itu berjalan kaki untuk mencari angkutan umum.

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

suatu hari mereka yg jahat sama Qilin pasti nyesel 😤😤

2025-01-16

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

suatu saat lo akan ternganga2 sama org yg lo bilang pengemis ini

2024-09-04

1

Nur Bahagia

Nur Bahagia

okee bu.. awas aja kalo suatu saat qilin jadi orang kaya, kamu ngaku2 jadi ibunya 🤨 semangattt qilin 🔥

2024-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!