EPS. 5. Simpang jalan.

Qilin dan Justin berjalan menyusuri jalanan malam itu, hingga keduanya sampai di sebuah halte lalu mereka duduk di sana.

" Kamu lelah?" Tanya Qilin, dan Justin mengangguk.

" Maaf, ya.. aku tidak punya kendaraan. Kita akan menunggu angkutan umum tiba, tapi sepertinya akan sulit dapat karena sudah larut malam." Ujar Qilin.

Tatapan Justin saat ini terkunci dengan tukang jualan makanan yang menjual jajanan malam berupa bakar bakaran, seperti bakso bakar, sosis bakar dan lain lain. Baunya menggoda di hidung Justin.

Qilin mengikuti arah pandang Justin, lalu dia tersenyum melihat Justin yang terus memandangi penjual itu. Bukan penjualnya tapi pada makanan yang sedang di bakar penjual itu.

" Kamu mau?" Ujar Qilin.

" Wangi.." Ujar Justin.

Qilin mengalihkan pandangan Justin dengan membelokan wajah Justin untuk menatapnya.

" Justin, jika lapar, katakan lapar.. jangan tunggu aku bertanya. Karena perutmu kamu yang merasakan, oke?" Ujar Qilin.

" Lapar." Ujar Justin, dan Qilin terkekeh.

" Tunggu aku, aku akan beli. Kamu duduk saja di sini." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.

Qilin pun pergi menyeberangi jalan dan menghampiri penjual bakaran itu, Qilin mengeluarkan selembar uang dari amplop besar yang di berikan oleh ibu angkatnya untuk membeli makanan itu.

' Untung aku sudah punya uang.' Batin Qilin.

" Pak, beli ini dan ini, masing masing lima tusuk." Ujar Qilin.

" Oke." Sahut penjual itu ramah.

Qilin sesekali melihat ke arah Justin untuk memastikan Justin masih ada di sana. Dan saat ini ada pria yang duduk di sebelah Justin sambil memegangi ponselnya seolah sedang memfoto Justin.

" Pak, bisa tolong lebih cepat?" Ujar Qilin karena khawatir.

" Sebentar ya, kalau tidak matang merata tidak enak." Ujar penjual.

Qilin semakin panik karena tiba tiba pria yang tadi memfoto Justin, kini seperti menelepon seseorang.

' Apa dia penculik yang menjual organ tubuh manusia? Dia sangat mencurigakan.' Batin Qilin.

Sementara Justin hanya tersenyum manis melihat ke arah Qilin.

" Ini ka, silahkan." Ujar penjual.

" Terimakasih, pak." Ujar Qilin, dan berlari pergi.

Qilin memberikan uang pecahan 100 ribu itu tanpa meminta kembalian dan langsung berlari menyeberangi jalanan. Dan beruntungnya ada taksi yang lewat, Qilin langsung menghentikan taksi itu.

" Pak, berhenti." Ujar Qilin.

Taksi itu berhenti dan sang sopir membantu memasukan koper Qilin, sementara Qilin membantu Justin masuk ke dalam taksi sebelum pria yang sedang menelepon itu menyadari bahwa Justin hilang.

Taksi pun melaju pergi, dan Qilin menghela nafasnya lega.

" Qilin, kenapa lari?" Ujar Justin.

" Tidak apa apa, ini bakaran mu, makanlah.." Ujar Qilin sembari memberikan satu kantong bakaran yang dia beli dengan senyuman.

" Terimakasih, Qilin." Ujar Justin, dengan manis.

Justin senang dan memakan makanannya.

" Nona, maaf.. mau di antar kemana?" Tanya supir taksi.

" Mmm.. Jakarta pak." Ujar Qilin menyebut kota Jakarta.

" Baik." Ujar supir taksi.

Sementara itu, pria yang tadi sedang menelepon kini kebingungan karena Justin sudah tidak ada.

" Kemana perginya pria tadi? Aku yakin dia adalah orang kaya yang hilang itu." Ujar pria tadi.

Dan tak lama, ada beberapa pria yang datang salah satu diantaranya adalah Malvin, asisten Arthur.

" Apakah anda pria yang menghubungi saya dan mengatakan melihat keponakan saya?" Ujar Malvin.

" Iya, pak. Tadi dia duduk di sini, bersama saya. Tapi saat saya sedang menelepon bapak dan memberikan petunjuk arah, dia sudah tidak ada." Ujar pria itu.

" Seperti apa ciri cirinya?" Tanya Malvin.

" Dia memakai jaket hitam, ada dua kantong di depannya, lalu dia memakai kupluk berwarna merah maroon." Ujar pria itu.

" Oh, dia juga membawa koper besar." Ujar pria itu.

' Koper? Justin jatuh dari sky diving tidak mungkin dia membawa koper.' Batin Malvin.

" Ah, saya sempat memfoto dia, ini." Ujar pria itu dan memperlihatkan sebuah foto.

Malvin terkejut melihatnya, itu memang adalah Justin. Meski ada luka besar di wajahnya, tapi Malvin masih bisa mengenali bahwa itu Justin.

" Kemana dia pergi?" Tanya Malvin.

" Justru itu pak, dia menghilang saat saya sedang menghubungi bapak. Tadi dia di sini." Ujar pria tadi.

" Terimakasih untuk informasinya." Ujar Malvin.

Malvin memotret foto Justin yang di ambil pria tadi, lalu memberikan ponsel pria itu kembali.

" Ini untuk anda, terimakssih sudah memberikan informasi tentang keponakan saya." Ujar Malvin, sembari memberikan segepok uang di amplop tebal pada pria itu.

" Cari dan telusuri setiap jalanan di sekitar sini, tuan muda Justin menggunakan jaket hitam dan kupluk merah." Ujar Malvin pada anak buahnya, lalu langsung kembali menyebar.

Pria yang melihat Justin tadi tersenyum ketika mebdapat banyak uang, padahal dia hanya malihat saja, tapi di beri uang sebanyak itu.

" Wah.. memang orang kaya." Gumam pria itu.

Malvin mengirimkan foto Justin yang di ambil oleh pria tadi pada Arthur, lalu langsung kembali melakukan pencarian terhadap Justin.

Sementara itu, di kediaman Arthur.

Arthur membuka ponsel nya dan terkejut ketika melihat foto Justin yang Malvin kirimkan.

" Sayang, justin masih hidup." Ujar Arthur pada Sierra yang saat ini masih terus merenung memikirkan Justin.

" Apakah kamu serius, dad? Dimana dia, dimana Justin?" Ujar Sierra senang.

" Malvin menuliskan seorang pria melihat Justin di sebuah halte di kota Bogor. Tapi Justin hilang saat pria yang melihatnya sedang menghubungi Malvin." Ujar Arthur.

" Dad, ayo kita ke Bogor, mommy ingin mencari Justin juga." Ujar Sierra kembali berkaca kaca.

" Sayang, Malvin dan semua orang sedang mencari keberadaan Justin, kita tunggu saja kabar dari mereka." Ujar Arthur.

" Tidak, mommy mau mencari Justin, dad." Ujar Sierra kembali menangis.

" Daddy, lebih baik daddy bawa momny ke Bogor, kasian mommy jika hanya terus menangis di sini mengkhawatirkan kakak." Ujar Dustin.

Arthur menghapus air mata Sierra, lalu mengangguk.

" Baiklah, ayo kita ke Bogor. Dustin, kamu tetaplah disini, barang kali kakakmu pulang." ujar Arthur, dan Dustin mengangguk.

" Iya, dad. Oma dan opa juga sedang dalam perjalanan kemari dari LA." Ujar Dustin.

Akhirnya malam itu juga Arthur melakukan perjalanan ke Bogor. Arthur terus memeluk Sierra yang tak henti hentinya menangis karena menghawatirkan Justin.

" Sayang, sudah ya.. Justin madih hidup, itu adalah kabar baik. Setidaknya kita madih bisa menemukan dia nanti." Ujar Arthur.

" Iya, mommy hanya merindukan dia, dad." Ujar Sierra.

Mobil Arthur berhenti di lampu merah besar, dan di sebrangnya ada taksi yang juga berhenti di barisan paling depan, itu adalah taksi yang di naiki oleh Qilin dan Justin.

Mereka sudah masuk ke Jakarta, dan saat ini juga sedang melihat lihat jalanan kota Jakarta yang masih asing bagi Qilin.

Lampu hijau menyala, dan mobil Arthur melewati taksi yang di naiki Justin begitu saja. Padahal Justin saat ini sedang melihat keluar jendela.

Sementara di dalam taksi, Qilin bemar benar kebingungan, karena hari semakin larut dan argo taksinya sudah semakin mahal, sementara dia tidak tahu tujuannya kemana.

" Paman, apakah kiranya ada kontrakan yang bisa di tinggali di daerah sini?" Tanya Qilin.

" Kamu pendatang baru, dek?" Tanya supir taksi.

" Iya, dan saya tidak tahu Jakarta." Ujar Qilin.

" Astaga, saya antar ke kost kostan saja mau? " Tanya supir taksi.

" Boleh, paman. Apakah biayanya mahal?" Tanya Qilin.

" Saya akan antarkan kamu ke kost kost an yang harganya terjangkau." Ujar supir taksi.

" Terimakasih banyak, paman." Ujar Qilin senang.

" Dek, saat di tanya orang asing, jangan katakan bahwa kamu pendatang baru. Orang asing yang jahat bisa saja memanfaatkan kamu nanti. Katakan saja kamu orang asli Jakarta." Ujar supir taksi menasehati Qilin.

" Ah, baik paman, terimakasih." Ujar Qilin.

Beruntungnya Qilin bertemu dengan supir taksi yang jujur dan baik hati mau mengantarkan Qilin ke kost kostan yang aman.

Jakarta adalah kota besar, dimana di dalamnya terdapat banyak manusia dengan berbagai macam pola pikir dan sifat yang berbeda.

Tak lama akhirnya mereka sampai di sebuah kost kost an, di sana adalah kost kost an yang bisa di tinggali keluarga, bukan khusus pria atau wanita.

" Sebentar saya panggilkan pemilik kostnya dulu, dek." Ujar supir taksi itu.

" Iya, paman." Ujar Qilin.

Supir taksi itu pun mengetuk pintu, penjaga kost an itu menghampiri dan bercengkrama dengan supir taksi. Terlihat penjaga kostan itu langsung berlari kecil menghampiri Qilin.

" Adek mau tinggal di sini?" Tanya penjaga kostan.

" Iya, pak." Ujar Qilin.

" Lalu ini siapa nya adek?" Tanya Penjaga kostan.

" Kakak saya pak." Ujar Qilin berbohong, tidak mungkin dia mengatakan bahwa dieinya baru bertemu Justin kemarin.

" Oh.. mari saya antar ke dalam." Ujar penjaga kostan.

" Terimakasih pak." Ujar Qilin.

Qilin memberikan ongkos pada supir taksi, lalu kemudian dia dan Justin pun masuk ke dalam.

' Besok aku akan cari tempat tinggal lain, yang penting malam ini ada tempat tidur.' Batin Qilin.

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

bagus Qilin pergi dr kehidupan keluarga angkatnya 👏👏

2025-01-16

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

bukanya qilin dikasih rumah di pinggir danau.. kenapa ga kesana aja

2024-09-04

1

YNa Msa

YNa Msa

Jangan Sedih Sierra Justin Msh hidup Cuma Ga Tau Jalan pulang

2024-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!