EP. 18. JUSTIN MALU.

Ke esokan harinya, Qilin sudah menyiapakan makanan untuk ia makan bersama Justin. Hari ini dia bekerja di malam hari, jadi masih bisa masak lebih dulu.

" Qilin tidak berangkat kerja?" Tanya Justin, yang baru saja turun dari atas.

" Aku kerja di malam hari." Ujar Qilin, dan wajah Justin menjadi sedih.

Justin selalu sedih jika Qilin bekerja di malam hari, Qilin jadi tidak tidur dan kelelahan, Justin kasihan melihat Qilin kelelahan.

" Nah, sudah matang, ayo makan." Ujar Qilin.

" Qilin, bisa tidak jika menolak kerja malam hari? Justin tidak suka melihat Qilin kerja malam hari, Qilin jadi tidak tibur." Ujar Justin.

" Itu adalah peraturan, dan yang harus aku lakukan adalah profesional dengan pekerjaanku. Tidak apa apa, aku sudah mulai terbiasa bekerja malam hari." Ujar Qilin.

" Nanti kita tidur satu harian penuh, oke? Qilin hanya boleh bangun saat Qilin hendak bekerja." Ujar Justin.

Qilin langsung terbahak mendengarnya, Justin mengucapkan itu dengan wajah super lugu dan menggemaskan.

" Mana bisa begitu.." Ujar Qilin.

" Bisa, Justin akan pastikan Qilin tibur dengan nyaman." Ujar Justin.

" Ya.. ya.. makanlah makananmu, nanti dingin." Ujar Qilin masih dengan menahan tawanya.

Justin pun makan makanannya dengan lahap, setelah selesai makan Justin langsung bergegas bangun dan membawa piring kotor ke dapur.

" Mulai hari ini, Justin yang akan cuci piring, dan membersihkan rumah. Qilin sudah lelah bekerja, jangan bekerja lagi di rumah." Ujar Justin.

Qilin tersenyum mendengarnya, meski menjadi idiot, Justin masih memiliki pemikiran selayaknya manusia normal.

Setelah mencuci piring, Justin langsung mengambil selimut di kamar Qilin, lalu menaruhnya di sofa.

" Kenapa kamu bawa selimut?" Tanya Qilin bingung.

" Qilin harus tidur di siang hari, agar tidak mengantuk di malam hari." Ujar Justin, dan Qilin kehabisan kata kata.

" Tapi ini masih jauh dari jam bekerjaku, nanti kepalaku sakit jika terlalu banyak tidur." Ujar Qilin.

" Apa bisa seperti itu?" Tanya Justin.

" Hm.. Terlalu banyak tidur juga tidak baik." Ujar Qilin.

" Ya sudah, kita baca buku saja bersama. Maukah Qilin membacakan buku untukku?'' Tanya Justin.

'' Oke, ambil buku yang ingin kamu baca.'' Ujar Qilin dan Justin langsung berlari ke atas untuk mengambil bukunya.

'' Jangan lari, nanti kamu jatuh lagi.'' Ujar Qilin.

Qilin duduk di sofa dan menunggu Justin datang, tak lama Justin datang dengan banyak nya buku cerita yang di bawa, Qilin sampai melongo melihatnya.

'' Kamu bawa semua buku?'' Tanya Qilin dan Justin mengangguk antusias.

Justin pun duduk di sebelah Qilin dan mulai duduk dengan baik untuk mendengarkan Qilin membacakan cerita.

Sementara itu di luar sana, anak buah Arthur sedang berjalan jalan mengelilingi setiap gang untuk mencari keberadaan Qilin. Malvin sudah mengunci lokasi dan memfokuskan untuk siaga di gang gang itu.

'' Aku tidak percaya kita begitu dekat dengan kakak tapi tidak bisa menemukan dia, entah sebenarnya gadis itu punya ilmu sihir atau apa, sampai dia bisa bersembunyi dari kita.'' Ujar Dustin.

Saat ini Dustin sedang berada di cafe tempat Qilin bekerja, tentu saja Justin tidak tahu bahwa Qilin bekerja di sana, dia hanya kebetulan duduk di sana, karena cafe itu dekat dengan gang gang yang saat ini sedang di lakukan penyisiran untuk mencari Justin.

'' Dia tidak memiliki riwayat kriminal, dan hanya gadis adopsi biasa.'' Ujar Malvin.

'' Tetap saja, aku tidak habis pikir mengapa di jaman yang serba gadget ini ada manusia yang tidak memiliki gadget, bahkan rekening pun dia tidak punya, aneh.'' Ujar Dustin.

'' Kita tunggu dia di sini saja.'' Ujar Malvin.

Dan bodohnya.. Malvin tidak mengecek cctv di cafe itu, jika dia mengeceknya maka dia mungkin akan menangis darah, orang yang di pikirnya misterius itu rupanya bekerja di cafe itu. Lalai itu manusiawi, mafia juga manusia, jadi jika mafia lalai, itu wajar.

Di pinggiran jalan sudah banyak anak buah Arthur yang menunggu di berbagai titik, mereka menunggu lewatnya Qilin. Sementara yang sedang di tunggu tunggu oleh para mafia itu, saat ini masih membaca buku cerita.

'' Mereka.. hooamm... mereka pun hidup.. bersama.'' Ujar Qillin terkantuk kantuk dan akhirnya dia jatuh di pundak Justin.

Justin dengan sigap menjaga kepala Qilin agar Qilin tidak jatuh, Justin tersenyum melihat imutnya Qilin yang tertidur. Perlahan Justin bangun dan menggendong Qilin menuju ke kamar Qilin dan merebahkan Qilin secara perlahan di ranjang. Justin ikut merebahkan dirinya di ranjang Qilin, lalu ikut tidur sambil mendekap Qilin kedalam pelukannya.

Hingga tak terasa hari sudah sore, keduanya masih tidur dengan posisi yang sama yakni berpelukan. Namun kini posisi Qilin memebelakang Justin, dan Justin memeluk Qilin dadi belakang.

Qilin perlahan membuka matanya dan terkejut karena dia berada di kamarnya, sampai ia menyadari bahwa Justin juga ikut tidur sambil mendekap dirinya.

'' Astaga, kami tidur berapa lama..'' Gumam Qilin.

Perlahan Qilin menyingkirkan tangan Justin dan bangun, ia melihat jam dan rupanya sudah pukul lima sore. Qilin melongo melihatnya, dia bisa tidur selama itu.

'' Aku sungguhan tidur seharian, astaga..'' Gumam Qilin, dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.

Justin perlahan membuka matanya, dan ia terkejut karena tidak mendapati Qilin di sebelahnya. Justin pun bangun dan keluar langsung mencari Qilin.

" Qilin.." Panggil Justin.

" Aku di kamar mandi." Ujar Qilin, dan Justin menghela nafas ya lega.

Justin duduk di sofa, dan tak lama Qilin keluar dari kamar mandi.

" Ada apa?" Tanya Qilin.

" Justin pikir Qilin sudah pergi bekerja." Ujar Justin dengan suara serak dan mata sayu khas bangun tidur.

" Aku memang harus bersiap siap untuk berangkat kerja." Ujar Qilin buru buru.

Qilin kembali masuk ke dalam kamar, dia membuka lemari dan mencari baju untuk nya bekerja. Qilin membuka baju, tanpa dia memastikan terlebih dahulu pintu kamarnya tertutup atau tidak.

Dan di ambang pintu Justin melihat tubuh Qilin yang saat ini sedang tidak berbusana. Justin langsung berbalik badan karena malu.

Qilin keluar dan tidak melihat Justin di luar, ia pun naik le atas untuk berpamitan dengan Justin.

" Justin, aku pergi kerja dulu." Ujar Qilin, tapi Justin tidak menyahutinya.

" Justin.." Ujar Qilin dan masuk ke dalam kamar.

Qilin melihat Justin yang sedang menyembunyikan dirinya di balik selimut. Qilin pun mengernyit bingung, padahal tadi Justin tidak apa apa.

" Justin, kamu sakit?" Tanya Qilin, dan Kepala Justin menggeleng, tanpa melihat kearah Qilin.

" Kenapa tidak melihatku, coba lihat aku." Ujar Qilin, dan menarik tubuh Justin.

Qilin terkejut karena Justin sedang menangis. Qilin pun langsung panik karenanya.

" Kamu menangis?? Kenapa? Apa ada yang sakit, katakan." Ujar Qilin khawatir.

Tapi Justin justru kembali menyembunyikan dirinya di balik selimut.

" Justin.. Justin, ada apa, katakan kepadaku." Ujar Qilin.

" Justin sudah jadi orang jahat.." Ujar Justin, dan Qilin mengernyit bingung.

" Ha?? Memangnya apa yang kamu lakukan??" Ujar Qilin bingung.

Justin duduk dan menatap mata Qilin, lalu dia menatap ke arah bagian dada Qilin. Qilin mengikuti arah pandang Justin, tapi dia masih tidak mengerti apa yang coba Justin katakan.

" Justin, melihat tubuh Qilin." Ujar Justin, dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Qilin pun menjadi pias sendiri mendengarnya, ia mengingat ingat tadi saat dia mengganti baju, dia tidak memastikan dulu pintunya terkunci atau tidak.

' Astaga! Qilin.. apa yang kamu lakukan.' Batin Qilin, merutuki dirinya sendiri.

' Tapi kenapa Justin yang menangis? Seharusnya aku yang menangis.' Batin Qilin bingung sendiri.

Qilin mencoba tenang walau sebenarnya dia malu, karena Justin telah melihat tubuhnya. Dia pun mengusap kepala Justin dengan sayang.

" Maaf, ya.. Aku tidak bermaksud jahat padamu. Kamu juga bukan orang jahat, itu adalah kecelakaan. Kamu tidak sengaja melihatnya, jadi lupakan saja." Ujar Qilin, lalu memeluk Justin yang sesenggukan.

' Dia hanya pria dengan otak anak anak, Qilin..' Batin Qilin.

" Maaf, Qilin.." Gumam Justin.

" Tidak apa apa, itu kecelakaan. Lain kali saat mau masuk ke kamar, ketuk pintu lebih dulu, oke?" Ujar Qilin dan Justin mengangguk.

" Aku berangkat kerja dulu, ya? Nanti aku terlambat." Ujar Qilin.

" Hati hati, Qilin." Ujar Justin dengan wajah beler nya.

" Lihat, kamu sampai ingusan." Ujar Qilin dan mengambil tisue untuk mengelap hidung Justin.

" Aku pergi dulu, ya.. jangan kemana mana." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.

Qilin bangun, lalu dia pun menutup kamar Justin dan keluar dari rumah.

' Astaga, memalukan sekali Qilin..' Batin Qilin merona sendiri.

" Tuan, saya melihat gadis itu." Ujar seorang pria berpakaian serba hitam.

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

jd deg deg gan nih 😱😱

2025-01-16

0

YNa Msa

YNa Msa

deg"n

2024-02-03

1

YNa Msa

YNa Msa

🤣🤣🤣 orang 1 d kepung Sama pasukan Mafia, yg Benar Aja

2024-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!